Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 1 - part 1


Semua karakter, organisasi, tempat, kasus dan insiden dalam drama ini fiktif

Seorang siswi wanita bernama, Jung Su Ah, menghelakan nafas berat dan tampak seperti sangat kesakitan. Darah menetes disekitar tubuhnya.

Seorang siswa laki- laki, bernama Kim Han Su, bibir nya gemetar seperti ketakutan. Dan ditangannya, dia memegang sebuah pisau yang menancap pada tubuh Su Ah.

Su Ah mengulurkan tangannya, memegang lengan baju Han Su dengan lemah, dan dia membuka bibirnya seperti ingin mengatakan sesuatu. Tapi Su Ah tidak bisa mengeluarkan suaranya, kemudian dia pun memuntahkan banyak darah dari mulutnya.

Polisi datang dan menarik Han Su untuk menjauh dari Su Ah. Namun Han Su memberontak, dan ingin mendekati Su Ah. Tapi para polisi langsung menahan Han Su dan memborgol tangannya. Han Su pun tampak seperti berteriak.
Su Ah sudah tidak sadarkan diri lagi.
Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 1 – part 1
Network : OCN

Seorang Pria (Gi Moo Hyuk) mengendarai sebuah mobil putih yang sangat keren. Dia tersenyum penuh percaya diri, dan menikmati udara segar. Lalu sesampainya di tempat tujuan, dia keluar dari mobilnya dan melepaskan kacamata nya.

Firma Hukum Songha. Resepsionis yang melihat kedatangan Moo Hyuk, langsung membungkuk memberikan hormat kepada nya. Dan sambil tersenyum bangga, Moo Hyuk masuk ke dalam lift.

“Yongdory adalah anakku!” teriak si Pria besar dengan marah. “Bagaimana kamu bisa memintaku menyerahkannya demi 1.000 dolar? Aku tidak mungkin melakukan itu!” teriaknya sambil memukul meja.
Pengacara yang duduk disebelah si Pria besar, langsung meminta si Pria besar agar tetap tenang, karena dia akan menanganinnya.

“Yongdory adalah karakter yang memainkan peran penting dalam Gelombang Korea Baru. Kamu serakah jika menginginkannya hanya dengan 1.000 dolar,” kata si Pengacara (Song Jae Woo), membela kliennya yaitu si Pria besar.
“Kami tidak serakah. Aku hanya mengklaim hak kami,” balas si Penipu.
Jae Woo menjelaskan bahwa keuntungan dari Yongdory sudah sangat besar, hampir sekitar 30 juta rupiah. Dan Kliennya hanya meminta 500.000 dolar dari hak kepemilikannya sebagai pencipta Yongdori.

Namun si Penipu tidak mau memberikan uang sebesar itu. Dia menunjukan bukti kontrak perusahaan mereka yang sudah ditanda tanganin oleh si Pria besar. Dia meminta Jae Woo untuk membaca surat kontrak itu baik- baik.
Dibagian paling bawah surat kontrak, terdapat sebuah tulisan yang sangat kecil, dimana ketika membaca nya kita harus mendekat kan mata kita ke dekat surat. Disana tertulis ‘Perusahaan memiliki hak penuh atas produk dari materi yang di lisensikan.’

Membaca itu, Jae Woo sangat kebingungan harus mengatakan apa lagi untuk membela Kliennya. Sementara si Pria besar, dia langsung menunjuk si Penipu dengan marah, karena dia merasa sudah ditipu.
“Mereka tidak pernah memberiku cukup waktu untuk meninjau surat kontraknya, dan mustahil melihat sesuatu sekecil ini!” kata si Pria besar, menjelaskan pada Jae Woo.

“Bahkan jika itu kecil, klaim itu memiliki kekuatan hukumm jika itu terlihat dengan mata telanjangmu,” balas si Penipu, membela diri.
Si Pria besar memukul meja dan menggepalkan tangan dengan erat. Dia merasa tidak terima dan sangat marah. Dia menangis, dan menjelaskan bahwa dia telah bekerja selama berbulan- bulan, bahkan bertahun- tahun untuk membuat Yongdory nya. Jadi Yongdory sudah seperti anak nya sendiri.
Lalu si Pria besar memegang kepalanya, dia merasa seperti akan mati. Dan dengan segera, Jae Woo dan para rekannya langsung meminta agar si Pria besar tenang.

“Tenanglah?” tanya si Pria besar dengan marah. Lalu dia menarik kerah jas Jae Woo dan mendorongnya. “Hei! Kamu akan tenang jika anakmu di culik?” tanyanya, marah. “Jika kamu pengacaraku, lakukan sesuatu tentang ini!!”
Pihak si Penipu berdiri menjauh dan tertawa melihat kejadian lucu tersebut.

Moo Hyuk datang, dan melihat kejadian tersebut. “Astaga, si bodoh itu. Dia membuat masalah untuk dirinya lagi,” gumam Moo Hyuk.
Jae Woo dan para rekannya berusaha untuk menenangkan si Pria besar yang sedang marah dan mengamuk. Sementara si Penipu dan rekannya, mereka menonton dan menertawakan mereka semua.

Moo Hyuk masuk ke dalam ruangan bersama dengan sekretarisnya. Dan melihat itu, si Pria besar langsung melepaskan cengkramannya pada Jae Woo, sehingga Jae Woo pun terjatuh. Tapi dengan segera Jae Woo bangkit berdiri dan dia menyuruh agar Moo Hyuk pergi saja.
“Yongdory, kamu pasti sudah sangat ketakutan. Aku akan segera menyelamatkanmu. Menggemaskan sekali,” kata Moo Hyuk, mencubit Yongdori dengan gemas. Dia mengabaikan Jae Woo.

Si Penipu merasa bingung dan bertanya siapa Moo Hyuk, serta apa urusan Moo Hyuk hingga menerobos masuk ke sini.
“Senang bertemu denganmu. Aku Kepala Manajemen Krisis Songha, Pengacara Gi Moo Hyuk,” katanya, memperkenalkan diri dengan sopan kepada si Penipu.
Dan dengan santai, si Penipu memukul tangan Moo Hyuk yang terulur kepadanya. “Senang bertemu denganmu,” katanya. Lalu dengan sikap meremehkan, dia mengomentari bahwa karena situasi memburuk maka pemain cadangan pun datang, tapi itu tidak akan mengubah situasinya.

Moo Hyuk tersenyum dengan percaya diri. Dia menjelaskan bahwa semua hal memang harus mengikuti hukum. Tapi ada satu hukum yang lebih tinggi daripada hukum hak cipta. Hukum diatas semua hukum, yaitu petisi dari masyarakat.
Mendengar itu, si Penipu merassa bingung. Begitu juga dengan si Pria besar. Dan Moo Hyuk pun menunjukan ke layar. “Aku memulai petisi nasional di situs web Blue House. Ini kampaye yang membantu Yongdory menemukan Ayahnya,” jelas Moo Hyuk kepada mereka semua.

Petisi itu bernama ‘Bantu Yongdory yang diculik menemukan Ayahnya’. Dan angka pada petisi tersebut terus meningkat, karena banyak masyarakat yang setuju pada petisi tersebut, dan mengirimkan dukungan mereka.
“Ada hukum yang tidak bisa diabaikan orang Korea. Hukum diatas semua hukum. Hukum setimen publik. Kami juga menyebutnya pelanggaran yang memalukan. Hati- hati dengan cara kalian menyalahgunakan kekuasaan, kamu bisa dipermalukan jika ketahuan,” jelas Moo Hyuk, menasehati si Penipu.

Si Penipu tidak terima, karena dia merasa bahwa dia pasti akan menang jika membawa perkara ini ke pengadilan. Sebab dia memiliki surat kontrak yang sah.
“Eh, itu akan menghancurkan kita semua. Citra adalah segalanya bagi karakter. Jika membawa ini ke pengadilan, kalian akan kehilangan semua lisensi dan waralaba. Apa gunanya menang seperti itu?” tanya Moo Hyuk sambil tersenyum.

Lalu Moo Hyuk memberikan surat kontrak baru kepada si Penipu sebagai solusi untuk kedua pihak. Yaitu si Penipu harus memberikan 1jt dolar dan menjanjikan 10% dari keuntungan masa depan, kemudian setelah itu dia akan menghapus petisi di internet dan menjelaskan bahwa itu kesepakatan lisensi yang sesuai.


“Hei. Gi Moo Hyuk! Ini kasus ku!” teriak Jae Woo, tidak terima.
“Ayah Yongdory. Kamu tidak ingin menemukan ‘Yongodry’?” tanya Moo Hyuk dengan wajah bersimpati. Dan merasa tersentuh, si Pria besar mengiyakan. “Lalu, bisakah kamu menutup mulutnya? Mari kita temukan anakmu bersama dan juga mendapatkan uang,” pinta Moo Hyuk. Dan si Pria besar langsung melakukannya, sehingga Jae Woo pun terdiam karena tidak berani.

Asisten Moo Hyuk memberitahu bahwa mereka membutuhkan 200 lagi untuk mencapai tujuan mereka. Mendengar itu, si Penipu merasa sangat panik. Dan Moo Hyuk mendesak nya untuk segera menandatanganin surat kontrak itu, jika tidak maka segala hal yang berhubungan dengan Yongdory yang telah di cetak akan mengalamin kerugian yang besar dan perusahaan si Penipu akan menangis.
“Kita butuh 150 lagi,” kata Asisten Moo Hyuk, memberitahu.

“Astaga. Jumlahnya meningkat karena kamu ragu. Begitu kami mencapai 200.000, tidak ada jalan kembali. Pemerintah akan terlibat,” kata Moo Hyuk, seolah panik.
Si Penipu semakin panik, sehingga dia pun segera mencari pena untuk menanda tanganin surat kontrak itu. Dan dengan baik hati, Moo Hyuk meminjamkan penanya. Lalu setelah berterima kasih kepada Moo Hyuk, si Penipu pun langsung menandatanganin surat kontrak tersebut.

“Aku melakukannya, cepatlah dan hentikan itu!” teriak si Penipu.
“Ah, itu. Aku tidak tahu harus berkata apa. Begitu mengunggah petisi disitus web Blue House, kamu tidak dapat mengedit atau menghapusnya,” kata Moo Hyuk, memberitahukan sebuah kabar buruk yang sangat mengejutkan.
Mendengar itu, si Penipu sangat terkejut. Sementara si Pria besar tersenyum senang.

Akhirnya angka pada situs mencapai 200.000 ribu, dan melihat itu si Pria besar langsung bertepuk tangan dengan senang. Tapi kemudian angka tersebut pecah dan muncul lah Yongdory yang sangat imut. Melihat itu, si Penipu yang awalnya sudah ketakutan menjadi kebingungan.
“Kejutan! Kalian lega, bukan? Jika ini nyata, kalian akan berada dalam masalah besar,” kata Moo Hyuk sambil tertawa. “Kita negara IT yang kuat. Mudah sekali untuk menyalin situs web seperti ini,” jelasnya, memberitahukan kabar yang sangat baik.

Si Penipu marah, karena Moo Hyuk telah menipunya. Tapi dengan santai, Moo Hyuk memintanya agar jangan berbicara seperti itu, karena dia cuma memakai cara yang sama dengan si Penipu. Jadi jika si Penipu terus protes, maka dia akan membuat sebuah petisi nasional sungguhan.
“Hei, panggil orang kita! Panggil mereka semua! Kamu! Aku akan membalasmu! Lepaskan aku,” teriak si Penipu yang diseret oleh para rekannya agar mereka pergi saja darisana.
“Sampai jumpa. Aku tidak akan mengantarmu keluar,” balas Moo Hyuk.
“Sampai jumpa,” kata si Pria besar juga.
Moo Hyuk kemudian tersenyum dan mengancungkan jari jempolnya kepada si Pria besar. Dan dengan senang, si Pria besar memberikan hati kepadanya. Sementara Jae Woo, hanya diam saja dengan wajah cemberut.

“Ini pelanggaran etika pengacara! Dia tidak hanya mencuri klien ku, tapi juga menipu orang lain dengan menyebutkan hukum setimen publik. Dia melanggar UU Pengacara dan harus dihukum!” kata Jae Woo, mengadukan Moo Hyuk pada ketua (Lee Do Jin).
“Sejak kapan kita perlu mengkhawatirkan para pengacara yang kurang kompeten untuk mengamankan uang mereka? Apa yang harus diperhatikan pengacara adalah manfaat dari klien. Kamu hampir membiarkan mereka mengambil Yongdory didepan matamu, tapi aku menghentikannya. Dimata klienmu, siapa yang menurutnya tidak bermoral?” balas Moo Hyuk, bertanya.


Do Jin tersenyum mendengar perdebatan mereka. Dia memutuskan untuk memberikan perkara tersebut kepada Moo Hyuk. Tapi dia ingin Moo Hyuk memberikan kepada Jae Woo 20% dari pendapatan yang diterima. Dan dengan senang hati, Moo Hyuk menerima keputusan tersebut, karena sebagai sesama pengacara harus pengertian.
“Bagus. Pengacara Song, bersiaplah menyerahkan kasusnya,” kata Do Jin kepada Jae Woo. Lalu dia mengajak Moo Hyuk untuk berbicara.

Setelah Jae Woo keluar dari ruangan, Moo Hyuk mengeluhkan bahwa bukankah 20% itu terlalu banyak, karena yang dilakukan Jae Woo hanya membuang waktu saja. Dan Do Jin memintanya untuk jangan mengeluh, ketika dia berpihak pada Moo Hyuk. Dengan patuh, Moo Hyuk pun berhenti mengeluh.

“Aku tahu kamu memiliki tujuan yang berbeda,” kata Do Jin.
Dan Moo Hyuk tertawa. “Anda terus mengejutkanku. Aku akan jadi pengacara penyelamat karakter yang mewakili korea. Sungguh gelar yang sangat terhormat. Jika nilai namaku naik, itu akan membantu meningkatkan nilai firma hukum kita juga.”

Do Jin tertawa mendengar itu. Lalu dengan serius, Moo Hyuk menanyakan apa yang ingin ketua bicarakan kepadanya. Dan ketua memberikan kepadanya sebuah file percobaan pembunuhan, File kasus Kim Han Su.
“Seorang siswa SMA tingkat dua menikam seorang gadis dikelasnya. Kekerasan khusus dan percobaan pembunuhan. Karena ini SMA yang bergengsi, citra publiknya sangat penting. Sepertinya ini kasus berat untuk mereka. Keadaan dan bukti jelas mengatakan dia pelakunya, tapi bocah itu menyangkal tuduhan itu,” jelas Do Jin.

“Tersangka Kim Han Su menikam teman sekelasnya, Jung Su Ah di perutnya, dirumahnya,” baca Moo Hyuk. Lalu dia menanyakan bagaimana keadaan korban.
Do Jin menjawab bahwa saat ini Su Ah sedang dirawat di rumah sakit, tapi Su Ah sudah tidak sadarkan diri selama dua minggu. Dokter mengatakan bahwa mungkin saja kesadaran Su Ah tidak akan pernah kembali.

Moo Hyuk berpikir, menurutnya pihak korban tidak akan mau memaafkan. Dan kemungkin terburuknya, tersangka akan di dakwa dengan pembunuhan.
“Aku sudah membicarakannya dengan Wakil Manajer Yang dari kantor kejaksaan Distrik Seoul Pusat. Penuntut akan mengajukan hukuman 10 tahun, dan kamu akan menguranginnya jadi 3 tahun. Maka kedua belah pihak akan setuju tanpa banding,” jelas Do Jin.

Di dalam kelas Su Ah. Banyak orang menaruh kartu ucapan semangat, aku merindukan mu, dan sebagainya. Serta beberapa barang juga. Lalu mereka menfotonya dan mengirim nya ke media sosial.

Di dalam kelas Han Su. Mejanya berbanding terbalik dengan meja Su Ah. Disana terdapat banyak sampah dan coretan supaya dia mati saja dan di penjara.

“Kita harus membungkam orang- orang. Sekolah kita sama sekali tidak bertanggung jawab untuk kasus ini. Pastikan ini tidak dibicarakan oleh siswa dan orang tua. Jika ada yang merusak citra SMA Cheonmyeong dengan dalih membantu siswa, maka aku, Kepala Administrator, harus mengambil tindakan,” jelas (Jun Young Hye), memberikan peringatan kepada semua guru. Dan mereka mengiyakan.
Kemudian Young Hye menanyakan dimana guru Ha So Hyun berada, karena dia tidak terlihat sedari tadi. Dan tidak ada seorang pun yang tahu.

So Hyun ternyata berada di kantor polisi. Dia datang membagikan minuman kepada para polisi sambil menjelaskan bahwa muridnya Han Su tidak bersalah, dia yakin pasti ada kesalah pahaman. Karena Han Su sebenarnya adalah anak yang baik.

“Bu, minuman tidak akan mengubah apapun. Kami sudah selesai dengan kasusnya sekarang. Investigasi polisi selesai, dan kasusnya sekarang diteruskan ke kejaksaan,” jelas seorang Polisi, memberitahu.
“Lalu, apa yang akan terjadi sekarang?” tanya So Hyun, cemas.
“Bukankah sudah jelas. Dia didakwa dengan kekerasan khusus dan percobaan pembunuhan. Dia akan diadili dan menebus perbuatannya,” jawab Polisi yang lain.


So Hyun terdiam, karena terkejut. Lalu kedua polisi tersebut mulai membicarakan betapa buruknya Han Su. Kemudian mereka menyarankan agar sekarang So Hyun pergi saja dan ajari anak- anak.
Dengan kesal, So Hyun merebut kembali minuman yang telah diberikannya. “Aku punya lebih dari 100 putra dan putri. Muridku seperti anak- anaku. Tolong jaga mulutmu ketika berbicara dengan orang tua,” kata So Hyun, mengomentari mereka berdua. Kemudian dia pun pergi dengan membawa semua minuman yang diberikannya.

Moo Hyuk datang mengunjungin Han Su dipenjara, dan mengajaknya untuk berbicara. Dia mengomentari betapa lusuhnya penampilan Han Su, dan menebak bahwa Han Su pasti merasa sangat tertekan. Lalu dia menjelaskan kalau Han Su pasti berpikir ini tidak adil, tapi menyangkal tuduhan itu tidak ada guna nya.

“Bagaimana kondisi Su Ah?” tanya Han Su, mengabaikan semua perkataan Moo Hyuk.
“Su Ah? Ah, maksudmu korban? Tenanglah, dia masih hidup. Berkat itu, kamu hanya dituntut dengan percobaan pembunuhan,” jawab Moo Hyuk.

Han Su mengatakan dengan serius, dia tidak melakukan itu. Dia tidak bisa mengaku, karena dia tidak melakukannya.
“Tapi kamu tidak mengatakan apa- apa di penyelidikan polisi. Kenapa kamu pergi ke rumah korban pada waktu itu di hari itu?” tanya Moo Hyuk. Dan Han Su diam.
Moo Hyuk menjelaskan bahwa memang lebih baik Han Su tidak mengatakan apapun yang bisa memberatkan diri sendiri. Namun dia ingin, Han Su memberitahunya, karena dia akan menjadi pengacara yang berjuang untuk Han Su dan dia berjanji akan menjaga kerahasiaan ini. 

“Dia pacarku,” kata Han Su, membuka suara.
“Jadi, maksudmu, kamu berpacaran dengan korban?”
“Ya,” jawab Han Su, singkat.
Moo Hyuk menanyakan, bukankah jika mengunjungin pacar saat larut malam seperti itu, maka orang tua akan membencinya. Dan Han Su menjawab bahwa Su Ah tinggal sendirian, karena orang tua Su Ah tinggal di luar negeri.

“Menurut catatan investigasi polisi, korban ditikam diperut dan dia tidak sadarkan diri,” jelas Moo Hyuk sambil menantikan jawaban Han Su.
“Kami berencana bertemu pada waktu itu. Tapi …”
“Ketika kamu tiba ditempatnya, dia sudah ditusuk? Dan juga tidak sadarkan diri?”
“Ya.”

Moo Hyuk dengan berat hati memberitahukan bahwa Han Su akan dikenakan hukuman 7 tahun atas percobaan pembunuhan. Sebab walaupun Han Su mengaku sebagai pacar korban, tapi itu tidak akan membantu Han Su membuktikan diri tidak bersalah. Malah itu akan membuat Han Su lebih dicurigai.

Mendengar itu, Han Su terkejut. “Apa kamu mendengarku? Sudah kubilang, aku tidak melakukannya.”
“Tidak penting kamu melakukannya atau tidak. Masalahnya, kamu harus mengatakan sesuatu yang bisa dimengerti hakim,” balas Moo Hyuk.
Moo Hyuk kemudian menjelaskan bahwa walaupun Han Su adalah anak SMA, tapi umur Han Su sudah 20 tahun, jadi hukum remaja tidak berlaku. Namun jika Han Su mengakui menyerang Su Ah, dan menyangkal ingin membunuh Su Ah, maka Han Su bisa mendapatkan pengurangan hukuman menjadi 7 tahun.


“Katamu kamu pengacaraku. Kamu bilang akan membelaku. Lantas, bukankah kamu harus percaya pada apa pun yang ku katakan?” tanya Han Su, protes
“Jika aku memercayaimu, apa kamu akan dibebaskan? Maka aku akan memercayaimu. Jika kamu tidak ingin menyia- nyiakan masa mudamu di penjara, sebaiknya dengarkan aku. Kamu setidaknya bisa menghabiskan usia 20- an diluar penjara,” jelas Moo Hyuk dengan sangat tegas.

Post a Comment

Previous Post Next Post