Monday, July 22, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 1 - part 2

0 comments

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 1 – part 2
Network : OCN

Moo Hyuk mempelajari kasus Han Su. Dia bertanya- tanya apa gunanya berdamai dengan kejaksaan, jika tersangka tidak mau mendengarkan.
“Seorang anak yatim dari panti asuhan. Dia pernah diskors dari sekolah karena kekerasan. Kamu itu anak yang bermasalah, ya?” gumam Moo Hyuk.

Asisten Moo Hyuk datang dan memberikan berkas data tentang hak paten Yongdory. Melihat setumpuk kertas yang berada di mejanya, Moo Hyuk pun mengeluh, karena dia hanya mengirim selembar kertas dan sekarang itu menjadi ensiklopedia.
“Aku juga punya laporan serah terima dari Pengacara Song. Anda ingin aku memberikannya?” tanya si Asisten dengan ramah.

“Kamu bisa membuangnya,” balas Moo Hyuk. Lalu dia menyuruh Asisten nya untuk melakukan riset pada tersangka (Han Su) dengan lebih mendetail. Serta dia meminta profil jaksa yang menanganin kasus Han Su.

Si Asisten langsung memberitahu bahwa jaksa pada kasus Han Su, lulus pada tahun yang sama seperti Moo Hyuk, nama jaksa itu adalah Cha Hyu Jung. Depatermen Investigasi Kriminal 1 Kantor kejaksaan. Mendengar itu, Moo Hyuk tampak kaget.

Wakil Manajer, Yang Sang Bae. Dia mengetuk- ngetukan pena dimeja nya dengan perasaan kesal. Lalu dia menanyakan kepada Hyu Jung, kenapa Hyu Jung menunda dan bukannya membuat dakwaan. Yang harus Hyu Jung lakukan adalah mengajukan 10 tahun tuntutan untuk Han Su dan selesaikan itu.
“Investigasi masih berlangsung,” jawab Hyu Jung.

“Kamu tidak mendengarnya? Polisi akan menyelidiki, dan kita akan melakukan dakwaan. Jika polisi menyarankan kita harus menuntut, kita harus menghormati mereka dan memprosesnya. Kenapa kamu bersikeras dengan kasus seperti itu?” tanya Sang Bae.
“Aku belum tahu maksud kriminalnya, dan ada banyak area yang perlu penyelidikan tambahan. Kasus ini diberikan kepadaku, aku akan melakukan nya dengan caraku,” jawab Hyu Jung. Lalu dia pamit dan keluar dari ruangan.
Dengan kesal, Sang Bae mengeluhkan betapa keras kepalanya Hyun Jung.

Hyun Jung kembali ke ruangannya, dan menanyakan kepada rekannya apakah mereka sudah mendapatkan saksi untuk kasus Su Ah. Dan si Rekan menjawab bahwa sangat sulit untuk mendapatkan saksi, karena semuanya masih dibawah umur, jadi mereka tidak diizinkan orang tua serta sekolah itu terkenal dengan keamanannya.
Hyu Jung tidak mau menerima jawaban yang seperti itu. Menyadari itu, si Rekan pun langsung menjelaskan bahwa dia ada mendapatkan keterangan saksi dari siswa dikelas Kim Han Su. Dan dia memberikan berkas itu kepada Hyu Jung.

“Bisakah kamu meringkasnya? Singkat dan ringkas,” kata Hyu Jung, serius.
“Kim Han Su adalah siswa yang bermasalah. Dia menguntit Jung Su Ah, siswi teladan dan gadis populer,” jelas si Rekan.

“Itu singkat dan pendek. Kerja bagus,” puji Hyu Jung. “Ini menjelaskan maksud kriminalnya. Siswa bermasalah yang menguntit dan mengiktuinya kerumahnya sebelum menikamnya,” kata Hyu Jung, menyimpulkan
Si Rekan kemudian memberitahu bahwa pengacara yang mengambil kasus ini berasal dari Firma Hukum Songha. Mendengar itu, Hyu Jung merasa heran, karena setahunya itu adalah firma hukum untuk orang kaya saja. Lalu Hyu Jung menanyakan, siapa nama pengacara yang menanganinnya.
“Pengacara Gi Moo Hyuk. Dia tampaknya yang terbaik di firma hukum saat ini,” kata si Rekan, memberitahu.
“Yang terbaik? Tidak mungkin. Dia penipu. Dia mungkin berlisensi, tapi dia penipu kelas kakap,” kata Hyu Jung dengan nada ketus.

Tepat disaat itu, Moo Hyuk datang. Dia menyapa setiap orang dan memanggil Hyu Jung dengan sebutan ‘Penyiihir Es’. Dengan nada tidak senang, Hyu Jung menanyakan kenapa Moo Hyuk mau mengambil kasus yang tidak ada memberikan uang.
“Ini kasus yang bermanfaat agar aku bisa membantu anak muda dengan masa depan yang cerah. Orang sepertimu tidak akan mengerti manfaatnya,” jelas Moo Hyuk.
“Bermanfaat? Kamu? Jangan berbohong dengan bibir keringmu,” balas Hyu Jung.

Moo Hyuk mengeluarkan lip balm yang dibawanya dan memakainya dibibir. Kemudian dengan serius dia mulai membicarakan kasus Han Su. Dia ingin Hyu Jung menuntut selama 10 tahun saja, dan hakim akan mempertimbangkan pelanggaran Han Su, sehingga mereka berdua akan mendapatkan hasil bersih tanpa persidangan ulang.

“Sebuah persidangan ulang? Tentu. Anjing tidak akan jadi anjing, jika berhenti makan kotoran,” kata Hyu Jung, mengejek.
“Ya. Dan Wakil Manajer Yang yang terus memberiku makan. Kita berdua menerimanya, jadi jangan saling menyerang,” balas Moo Hyuk.
Hyu Jung menyuruh Moo Hyuk untuk makan sendiri. Lalu dia menjelaskan bahwa 10 tahun tidak cukup untuk pembunuhan terencana dan menguntit. Setidaknya Han Su harus dihukum 20 tahun.


“Astaga. Jangan Emosional. Dia masih siswa SMA. Selain itu, dia yatim piatu yang akan dikasihani banyak orang. 20 tahun terlalu berat. Bahkan 10 tahun pun terlalu berat. Apakah kamu ingin dipermalukan seperti 3 tahun lalu?” tanya Moo Hyuk.
Mendengar itu, Hyu Jung tampak kesal. Dia tetap pada pendiriannya, karena dia bukan jaksa yang mengambil kotoran seperti Moo Hyuk.

Asisten Moo Hyuk menelpon dan memberitahukan apa yang didapatnya kepada Moo Hyuk. Han Su adalah anak muda langka, karena Han Su tidak ada menggunakan media sosial. Informasi selain itu tidak ada, karena sekolah tidak membiarkan nya masuk saat dia mau bertanya.

“Tapi ada aplikasi ponsel pribadi yang hanya bisa dimasuki siswa,” jelas si Asisten.
“Apa maksudmu pribadi?” tanya Moo Hyuk.
“Kurasa para siswa menjalankannya diam- diam. Kita membutuhkan akun surel SMA Cheonmyeong untuk bergabung. Jadi aku tidak bisa memeriksanya,” jelas si Asisten.
“Kirimin aku tautannya. Aku akan memeriksanya,” balas Moo Hyuk.

Moo Hyuk menemui seorang hacker yang sangat pandai. Hacker tersebut bernama Park Won Suk. Dalam sekejap dia sudah bisa memasuki tautan pribadi SMA Cheonmyeong yang diberikan kepadanya.
“Pemblokirannya terbilang bagus untuk aplikasi buatan siswa, tapi mereka masih amatir. Aku ragu ada banyak hal didalamnya. Mereka dari sekolah Korea yang paling bergengsi. Bukankah mereka semua murid yang baik?” tanya Won Suk dengan santai sambil memakan sosisnya.

“Semua orang kaya dan berkuasa yang ditangkap karena kejahatan, dahulu adalah siswa teladan dari SMA dan Universistas bergengsi. Mereka tidak akan membuat aplikasi ini, jika tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan,” balas Moo Hyuk.

Malam hari. Dikantor. Moo Hyuk membuat berkas untuk membela kliennya, Han Su. Dia mengecek tautan yang dterimanya. Dan disana dia menemukan foto Jung Su Ah yang sedang berada di kolam berenang, memakai bikini, dan ada seorang Pria didekatnya. Melihat itu, Moo Hyuk sedikit terkejut.
Pagi hari. Moo Hyuk membawa Han Su ke tempat potong rambut untuk merapikan sedikit rambutnya. Dan memperbaiki penampilannya agar tampak rapi. Dengan heran, Han Su pun bertanya, tapi Moo Hyuk tidak menjawab.
Setelah selesai, Moo Hyuk memberitahu bahwa hari ini dia akan bersikeras kalau Han Su tidak bersalah. Mendengar itu, Han Su merasa heran, karena sebelumnya Moo Hyuk memintanya untuk mengakui kejahatan dan memohonkan hukuman ringan.
“Tadinya aku akan bersikap lunak, tapi seseorang menantangku. Aku sudah menemukan jalan bagimu untuk menang. Tidak perlu kalah dengan sengaja,” jelas Moo Hyuk. Lalu dia menyuruh Han Su untuk berganti pakaian mengenakan seragam sekolah.

“Kamu menyuruhku untuk memakai seragamku?” tanya Han Su, heran.
“Jika senjata pria adalah jas, maka senjata siswa adalah seragamnya. Kamu tidak akan kesana sebagai tahanan nomor 44221. Kamu akan masuk sebagai siswa SMA bernama Kim Han Su. Kamu mengatakannya sendiri, bahwa pengacaramu harus percaya pada semua ucapanmu. Kamu salah. Orang bodoh manapun akan memercayai ucapanmu. Aku tidak memercayaimu, tapi aku akan berusaha sekuat mungkin untuk membebaskanmu. Menurutku, itulah tugas pengacara,” jelas Moo Hyuk.

Persidangan dimulai. Hakim mempersilahkan Hyu Jung untuk membacakan tuntutannya. Dan Hyu Jung pun menjelaskan bahwa Kim Han Su didakwa sebagai kasus pelaku percobaan pembunuhan Jung Su Ah.

No comments:

Post a Comment