Sunday, July 21, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 2 - part 2

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Episode 2 - Part 2

Gao Sheng datang menemui Han Bing dikantor untuk membicarakan tentang kasus pembunuhan yang terjadi dibar, sebab Han Bing telah tercatat sebagai saksi. Dan Han Bing menolak untuk menjawab pertanyaan yang akan diberikan, dengan alasan dia sedang sibuk sekarang dan tidak ada yang perlu dikatakan olehnya lagi.

“Hanya satu pertanyaan,” tegas Gao Sheng. “Kamu bilang bertemu korban ditoilet, saat itu korban sedang bertengkar dengan seseorang di telpon kan. Apakah kamu mendengar apa yang mereka katakan?”
“Apa yang dikatakan Han Xue ya? Bagaimana seharusnya aku menjawabnya?” pikir Han Bing, merasa bingung.

Melihat Han Bing hanya diam saja, maka Gao Sheng pun memanggilnya. Dan Han Bing pun menjawab bahwa dia sudah tidak ingat lagi, karena semalam dia minum terlalu banyak.
“Berdasarkan pencatatan, semalam kamu minum sedikit saja,” kata Gao Sheng.
“Apakah orang mabuk bisa mengatakan padamu dia sedang mabuk?” balas Hang Bing.

Dengan sedikit curiga, Gao Sheng bertanya apakah jangan- jangan Han Bing pura2 tidak tahu untuk menyulitkannya. Dan Han Bing pun tertawa, dia menjelaskan bahwa dia masih bisa membedakan urusan pribadi dengan pekerjaan. (Dulu Gao Sheng pernah memiliki hubungan dengan Xiao Shen).
“Kalau begitu apapun yang teringat, tolong hubungin aku,” jelas Gao Sheng. Lalu dia pamit dan berniat mau pergi.

Namun tiba- tiba Gao Sheng teringat kepada Yifei, jadi dia pun bertanya apakah Han Bing ada mengingat tentang Yifei. Dan mendengar nama Yifei, dengan bersemangat Han Bing pun langsung berdiri.
“Apakah dia memakai sarung tangan dan seorang guru?” tanya Han Bing.
“Bukankah kamu sudah mengingat semuanya, baruasn masih bilang tidak tahu,” komentar Gao Sheng, merasa curiga.
Han Bing mengabaikan komentar Gao Sheng, dan meminta nomor Yifei.

Hang Bing menghubungin Yifei dan memperkenalkan dirinya. Mendengar itu, Yifei menjawab bahwa dia ingat pada Han Bing.
Han Bing kemudian menghubungin kepala editor, dan melaporkan bahwa dia sudah menemukan kartu memori nya yang hilang, jadi akan ada berita ekslusif.

Yifei memeriksa isi kartu memori Han Bing.

Han Bing sampai ke kantor Yifei. Dia meminta maaf dengan buru- buru, dan lalu menanyakan dimana kartu memori nya. Dan Yifei menjawab bahwa dia sudah melihat video yang berada didalam kartu memori tersebut.
“Jangan- jangan kamu sudah menyalin videonya?” tanya Han Bing, cemas.

“Aku terus penasaran, sebenarnya wartawan mana yang selalu menyebarkan kehidupan pribadi Yu Simin (Muridnya), ternyata kamu,” balas Yifei.
Han Bing bingung dengan apa yang sedang Yifei bicarakan. Dan Yifei menjelaskan bahwa membuat gosip buruk, mengatakan akting Simin buruk, menjelekan Simin, sebagai seorang dewasa seharusnya Han Bing bisa memaklumin hal tersebut, bukannya malah menguntit dan mengikuti Simin terus.

“Apa yang kamu katakan?” tanya Han Bing dengan sopan. Dia benar tidak paham.
“Karena sebuah kalimatmu yang tidak lewat otak, apakah kamu tahu seberapa besar luka yang kamu berikan kepadanya? Diri sendiri tidak ingin, jangan lakukan ke orang lain. Yu Simin sebenarnya adalah anak yang menyedihkan,” jelas Yifei, salah paham.

Han Bing tidak mengenal siapa Simin, jadi dia pun bertanya. Dan Yifei menjawab bahwa Simin adalah orang yang berada didalam video Han Bing. Mendengar itu, Han Bing pun mengingat kembali kejadian semalam, dan lalu menyadari siapa Simin.
“Aku tahu gadis itu, pantas saja dia sangat familiar. Ternyata dia seorang artis,” gumam Han Bing. Lalu dia menjelaskan,” Aku sama sekali tidak tertarik padanya. Aku hanya ingin video yang merekam Wang Shi Jie saja.”

Yifei meminta maaf karena sudah salah paham, tapi dia tetap tidak dapat mengembalikan video tersebut, karena jika video tersebut tersebar, maka kehidupan Simin akan hancur.
“Baik, aku tahu. Aku tidak akan memperlihatkan wajah Yu Simin. Aku akan membuat mosaik diseluruh wajahnya,” bujuk Han Bing, berjanji.
“Meskipun kamu membuat mosaik juga tidak boleh. Orang yang membencinya akan tahu malam itu dia pergi kemana,” balas Yifei, tegas.

Han Bing berusaha untuk menjelaskan betapa brengseknya Wang Shi Jie (Petinggi yang menari dan bernyanyi di bar malam itu). Ketika Shi Jie makan direstoran, karena mendengar tangisan anak2 menganggunya, Shi Jie mengangkat dan menjatuhkan anak tersebut ke lantai. Sehingga leher dan kaki anak itu patah, dan anak itu bisa saja menjadi cacat seumur hidupnya. Kemudian karena tekanan dari media, maka Shi Jie pun keluar untu meminta maaf, tapi itu adalah penyesalan palsu.
“Maaf, aku tidak bisa memberikannya padamu,” kata Yifei, tetap pada pendiriannya.

“Ternyata kemarin kamu ke bar, untuk menangkap muridmu yang hebat itu. Murid yang bergabung dengan anak kaya itu,” komentar Han Bing, kesal.
“Yu Simin bisa bersama ke bar, karena Wang Shi Jie adalah bos dari Shi Xin Yu Le. Bukan karena dia adalah anak orang kaya,” balas Yifei, membela muridnya.

Han Bing tidak peduli, dan menginginkan video nya kembali. Tapi Yifei tidak mau, dan dia memilih untuk menghapus video tersebut saja. Mendengar itu, Han Bing pun langsung menahan tangan Yifei agar tidak melakukan itu.
Dan Yifei merasa sangat kaget, ketika Han Bing menyentuh tangannya. Lalu video tersebut pun terhapus.
Yifei : “Ini adalah pertama kalinya. Jelas- jelas menyentuhnya, tetapi malah tidak melihat apapun, tidak mendengar apapun.”’

Han Bing protes dan marah kepada Yifei, karena Yifei telah menghapus video itu begitu saja. Kepadahal video itu adalah sebuah bukti penting bagi nya.
“Seharusnya cuma kebetulan,” pikir Yifei. “Anggap saja kamu sudah menolong orang lain. Aku pasti akan membalas budimu, memikirkan cara lain untuk membantu mu,” jelas Yifei, menenangkan Han Bing.
“Bagaimana kamu akan membantuku?” balas Han Bing, tidak percaya.
“Percayalah padaku,” kata Yifei, serius.
“Mengapa aku harus percaya padamu. Aku tidak percaya pada siapapun!” balas Han Bing, berteriak marah.
Yifei meminta maaf sekali lagi. Dan dia berjanji akan membalas budi pada Han Bing pastinya. Mendengar itu, Han Bing merasa sangat emosi dan menangis diam, karena dia sudah tidak bisa perbuat apapun.

Dikantor. Han Bing dimarahin habis- habisan. Kepala Editor menurunkan pekerjaan Han Bing dari pencari berita esklusif menjadi ke acara biasa.

Han Bing menjadi pembawa acara yang melaporkan mengenai cuaca berkabut tebal yang sedang terjadi disebuat tempat. Dia menghimbau seluruh orang untuk memakai masker ketika berpergian keluar sebagai perlindungan.
Seorang pria berjaket hitam memperhatikan Han Bing dari TV di jalanan.

Gao Sheng menanyakan, kenapa Yifei tidak mengembalikan kartu memori Han Bing. Dan Yifei pun menjawab, karena didalam video itu ada muridnya, jadi dia tidak mau murid nya hancur. Mendengar itu, Gao Sheng memuji Yifei sebagai guru yang baik.

“Kamu baru tahu,” kata Yifei, bangga.
“Han Bing tidak gampang dikerjai. Dia pasti akan marah besar,” balas Gao Sheng.
“Kamu mengenalnya?” tanya Yifei, terkejut.
“Zheng Xiao Zhen, kamu tahu kan? Mantan pacarku. Mereka adalah teman baik,” jelas Gao Sheng, memberitahu. Dan Yifei tertawa, karena dunia begitu kecil.
Gao Sheng lalu menegaskan bahwa Han Bing pasti tidak akan menyerah. Kemudian mereka pun bersulang, dan minum- minum.
Dalam perjalanan pulang. Yifei mengingat kembali saat tangan Han Bing bersentuhan dengan tangannya. “Saat itu mengapa aku tidak bisa melihat apapun? Bahkan juga tidak bisa mendengar apapun? Apakah hanya kebetulan, atau aku menantikan hari melewati hidup seperti orang biasa? Seharusnya pastikan dulu,” pikir Yifei dengan penuh tekad. Lalu dia pun segera berlari.

Han Bing keluar dari kantor, dan masuk ke dalam mobil. Dia memundurkan mobilnya, lalu seorang Pria tiba- tiba muncul, sehingga dia pun tidak sengaja menabrak Pria tersebut. Menyadari itu, Han Bing pun langsung mendekati Pria itu.

Han Bing menanyakan, apakah Pria itu baik- baik saja. Dan Pria itu memarahi Han Bing karena tidak berhati- hati, lalu dia meminta Han Bing untuk membawanya ke rumah sakit. Dan Han Bing pun membawanya masuk ke dalam mobilnya.


Ketika Han Bing baru saja akan menyetir mobilnya, dan membawa Pria tersebut. Yifei datang sambil tersenyum, dan berhenti di depan mobilnya.

No comments:

Post a Comment