Sunday, July 28, 2019

Sinopsis C-Drama : My Classmate From Far Far Away Episode 07-1

0 comments

Sinopsis C-Drama : My Classmate From Far Far Away Episode 07-1

Images by : iQiyi
Dengan kekuatannya, Momo dapat menemukan kemana Yu Chen di bawa.
--
Yu Chen sudah babak belur di hajar oleh segerombolan preman tersebut. Tapi, para preman masih belum puas dan ingin mematahkan jari Yu Chen.
Untunglah, Momo tiba di saat yang tepat. Dan dengan kekuatannya, dia menyelamatkan Yu Chen. Dia bahkan memperkenalkan diri sebagai adik Yu Chen. Yu Chen panik dan berkata Momo hanya bicara omong kosong. Dia tidak mengenal Momo dan menyuruh Momo untuk pergi dari sana.
Tentu saja, para preman itu tidak membiarkan Momo pergi begitu saja. Sebaliknya, mereka menyerang Momo. Jelas, dengan kekuatannya, Momo dapat mengalahkan mereka dengan mudah dan bahkan membuat semuanya lari tunggang langgang. Yu Chen sampai kagum dan menyebut Momo : Superwoman.
Momo mengajak Yu Chen untuk pergi. Yu Chen memberitahu kalau dia tidak bisa berdiri. Momo tidak percaya. Dan ternyata Yu Chen memang benar-benar tidak bisa berdiri.
“Aku tahu jika kau meminta mu untuk membawaku akan keterlalun, tapi aku jujur, aku tidak bsa berdiri,” mohon Yu Chen.
Dan akhirnya, Momo menyuruh salah satu preman untuk menggendong Yu Chen. Preman itu langsung menurut dan bahkan memanggil Momo dengan panggilan : Kakak.
--
Lomba cheers sudah di mulai. Pelatih sangat gugup karena Momo masih belum kembali padahal sebentar lagi sudah giliran mereka untuk tampil.
--
Yu Chen di dalam taksi bersama dengan Momo. Dia berkata kalau anggap saja dengan ini mereka sudah impas, jadi dia tidak akan berterimakasih. Momo mengabaikannya dan hanya menyuruh supir untuk lebih cepat. Yu Chen tersenyum senang karena Momo mengkhawatirkannya dan ingin membawanya ke rumah sakit.
“Supir, tolong pergi ke SMA Ying Cai,” perintah Momo.
“Hah?! Bukankah… kau ingin membawaku ke rumah sakit?” kaget Yu Chen.
--
Momo masih belum muncul juga. Dan karna itu, Qi Shan menyarankan pada pelatih kalau mereka bisa melakukan koreografi lama saja. Pelatih sudah hampir setuju. Tapi, ternyata, Momo sudah tiba.
Pelatih sangat senang dan menyuruh semuanya untuk segera bersiap.
Team cheers mereka tiba dan tentu saja, Momo menampilkan yang terbaik dan semua juri tampak puas. Hai Lan juga datang ke sana dan melihat pertandingan. Kebetulan sekali, dia duduk di sebelah Yu Chen yang babak belur.
Yu Chen sudah seperti fans garis keras Momo saja. Dia bahkan memamerkan pada Hai Lan kalau gadis di tengah itu, Momo, adalah adiknya. Dan saat Momo melakukan gerakan terakhirnya, yang melompat di udara, Yu Chen serta Hai Lan sampai membuka mulut karena kagum.


Team cheers SMA Ying Cai, mendapat juara pertama. Semua penonton bertepuk tangan heboh. Qi Shan melihat ada Hai Lan di bangku penonton dan melambaikan tangan padanya. Tapi, pandangan Hai Lan bukan pada Qi Shan tapi pada Momo. Dan Qi Shan menyadari hal tersebut.
--


Esok hari,
Saat di kelas, Hai Lan menulis sesuatu di buku dan menyodorkannya pada Momo yang adalah teman sebangkunya. Dia menulis mengenai penjelasan pelajaran yang di sampaikan guru, dan Momo membalas kalau dia mengerti.
Momo tidak fokus mendengar penjelasan guru bukan karena dia tidak mengerti, tapi karena dia memikirkan hal lain. Saat kemarin dia menyerap isi informasi di komputer Guo Sheng, dia mendapati informasi mengenai orang yang serupa dengannya yang berada di sekitar daerah sini juga.
--
Saat jam pulang sekolah, Momo pergi ke taman bermain dan menghampiri badut yang sedang bersama anak-anak.
“Li Yi Ran. Pria. Umur berdasarkan akta lahir adalah 27 tahun. Umur yang sebenarnya adalah 3.200 tahun. Asal adalah dari luar angkasa. File-mu telah di ketahui oleh orang lain. itu sangat berbahaya. Kau harus segera pergi dari sini,” ujar Momo.
Yi Ran terkejut tapi dia tetap berusaha tenang dan berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang Momo katakan. Dan untuk membuat Yi Ran mengerti, Momo menunjukkan kekuatannya.
Mengetahui kalau Momo adalah sama sepertinya, maka Yi Ran mulai mau berbincang dengan Momo. Dia menceritakan bahwa dia adalah anggota penggalian dari konstelasi F37. Dia tiba di sini karena black hole (lubang hitam) dan tidak bisa kabur. Ketika dia tersadar, dia telah berada di Bumi.
“Lalu, bagaimana kau mengisi ulang mental power-mu di Bumi?” tanya Momo.
Dengan riang, Yi Ran menjawab kalau caranya adalah dengan makan ice cream. Momo diam tanpa ekspresi. Yi Ran langsung berkata kalau dia hanya bercanda. Momo teringat ajaran Jingjing kalau ada yang bercanda maka harus tertawa. Dan karena itu, Momo ketawa, tapi malah jadi seram gitu.
Momo tanpa sengaja melihat jantung Yi Ran dan memberitahu kalau jantung Yi Ran dalam keadaan bahaya (sakit).
“Ketika aku pertama kali tiba di Bumi, aku tidak mengerti situasi. Dalam rangkat agar bisa berkomunikasi dengan rumahku, aku menggunakan terlalu banyak kekuatanku. Yang juga membuat jantung di tubuh ini terluka. Dokter memberikanku jantung ini. Setiap 8 jam, aku harus memberikan kejutan listrik atau cas baterai.”
“Jadi, perputaran hidupmu hanya setiap 8 jam?” tanya Momo sedih. “Tapi, kau masih keluar untuk bekerja?”
“Identitasku di Bumi adalah yatim piatu. Sekarang, bahkan tidak tidur saja sudah bisa berlalu 8 jam. Hidup dengan penuh keterbatasan seperti ini, sangat sulit bagiku untuk berteman. Melihat senyum di wajah anak-anak ini, membuat perasaanku menjadi sedikit lebih baik.”
Mendengar cerita Yi Ran, membuat Momo ingin mentransfer sedikit kekuatan mental power-nya agar Yi Ran bisa menjadi sedikit lebih baik. Yi Ran menolak. Tubuhnya memang sudah seperti ini dan tidak mau membuat Momo terlibat. Lagipula, Momo harus menghemat kekuatannya. Sekali tubuh manusia kehilangan energi, maka kekuatan mental power mereka juga akan hilang.
“Sebenarnya, aku sudah terbiasa dengan rumah ini. Tidak ada gunanya juga aku merindukan rumahku sebenarnya karena aku tidak akan bisa pulang. Tapi, setelah bertemu denganmu, aku merindukan rumahku. Aku keluar waktu itu untuk misi. Mereka… mungkin masih menungguku untuk pulang ke rumah,” sedih Yi Ran.
“Maaf.”
“Tidak apa. Kau di sini punya teman dan keluarga?” tanya Yi Ran dan Momo mengangguk. “Kau harus menikmati hidupmu sepenuhnya.”
--


Momo pulang dan keadaan rumah dalam keaadan gelap. Saat dia memanggil juga tidak ada jawaban. Tapi, begitu dia membuka lampu, ayah ibu dan Yu Chen langsung melemparkan konfeti. Mereka bahkan nmemberikan buket bunga sebagai ucapan selamat karena kemenangan Momo tempo hari di lomba cheers.
Melihat kegembiraan keluarganya dan perlakuan mereka, membuat Momo sadar kalau perkataan Yi Ran benar. Keluarganya di rumah ini memberikannya kenyamanan ketikan dia merras kecewa. Dapat menghabiskan waktu bersama mereka bukanlah hal yang buruk.
Momo pergi keluar membuang sampah dan Yu Chen mengikutinya. Yu Chen khawatir karena Momo mengikuti lomba cheers dan tentu akan masuk koran. Hal itu bukannya akan semakin membuat Momo menarik perhatian Guo Sheng?
“Dia sudah lupa padaku,” jawab Momo.
Yu Chen awalnya bingung, tapi kemudian tersadar kalau Momo jangan-jangan punya kemampuan menghilangkan ingatan. Kalau gitu, apa Momo bisa juga mengubah batu menjadi emas dengan sekali setuhan? Apa bisa terbang juga?
“Tidak bisa,” jawab Momo tegas.
Yu Chen baru tersadar lagi dan tidak bertanya lagi. Dia masih senang, karena jika Guo Sheng tidak tahu mengenai Momo, bukankah artinya Momo dapat hidup dengan tenang sebagai Xuan Mo.
“Ya, tapi aku akan pergi tidak lama lagi.”
“Kemana?”
“Rumahku,” jawab Momo.
“Hey, sebelum kau pulang ke rumahmu, dapatkah kau memikirkan tempat ini sebagai rumahmu dulu?” tanya Yu Chen. Dan Momo mengiyakan.
--
Momo masuk ke kamarnya dan melihat piala yang di dapatkannya. Dia kemudian melakukan rekaman diary lagi.
Aku sudah berada di sini 200 tahun dan 83 hari. Aku sudah mendapatkan piala dan sebuah keluarga. Meskipun di mataku, penghargaan ini di bandingkan dengan medali penghargaan yang ku dapatkan  di Planet Scorpius, sangatlah kecil dan tidak layak untuk di sebutkan, ini mengingatkanku saat aku masihlah prajurit kecil di Planet Scorpius dan menerima penghargaan pertama ku. Tertidur di Bumi sangat lama, membuatku takut. Takut aku akan melupakan saat-saat aku mengalahkan musuh. Takut aku akan lupa siapa sebenarnya aku.

Flashback
Abu Dory berada di pesawat tempurnya. Anggotanya melaporkan kalau bahan bakar pesawat mereka telah hampir habis. Karena itu, Abu Dory memberi perintah untuk meninggalkan kapal dan mengumpulkan semua barang bawaan mereka. Mereka akan mendarat ke planet terdekat.
Planet terdekat yang terlihat oleh mereka adalah Bumi. Dan karena itulah mereka mendarat di sana.
Mereka sudah tiba di Bumi, dan terlihat 3 orang anak buah Abu Dory dalam keadaan tertidur. Tetua planet Scorpius melapor pada Abu Dory kalau 3 orang prajurit mereka telah kehabisan mental power dan akan hancur.
Abu Dory hanya bisa terdiam melihat kepergian ke-3 prajuritnya tanpa melakukan apapun.
End
Tampaknya, hal yang ku lakukan sekarang di sini hanyalah duduk di sini dan bicara. Sekarang, tidak ada hal apapun yang bisa ku lakukan selain bicara. Sumber pendapatanku juga sudah hilang. Dan aku masih belum menemukan alasan kenapa Cardosi membangunkanku. Aku juga tidak tahu bagaimana Planet Scorpius telah berubah selama 200 tahun ini. Sebelum mental power-ku menghilang, dan jika aku masih belum bisa kembali… maka Abu Dory akan tinggal di Bumi dengan mereka selama sisa hidupnya!
--
Guo Sheng sudah sadar dan dia bingung melihat tabung eksperimennya pecah. Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa dia tidak bisa mengingat apapun? dan dimana Xiao Chen (anak buahnya)?
“Dia sudah keluar,” jawab anggotanya.
“Keluar? Kenapa aku tidak ingat,” bingung Guo Sheng.
Dia mencoba menelpon Xiao Chen, tapi nomornya sudah tidak aktif.
--

Esok hari,
Momo dalam perjalanan ke sekolah. Saat itu seorang pria membagikan brosur mengenai arena tinju Xuan Yuan yang sekarang sedang mencari anggota. Dan mereka juga mencari pelatih yang akan di bayar per-jam. Jika tertarik, Momo bisa menghubungi mereka.
--
Dan tanpa membuang waktu, siangnya Momo langsung ke arena tinju tersebut dan berlatih. Arena itu adalah milik A Gui dan A Gui masih ingat dengan Momo yang waktu itu menyerang Yi Ting di bioskop.
“Aku dengar di sini mencari pelatih,” ujar Momo, ingin bekerja.
“Menangkan pertarungan denganku terlebih dahulu baru kita bicara.”

Dan akhirnya, di mulailah pertarungan tinju antara Momo dan A Gui. Kekuatan mereka seimbang.  Dan karena kemampuan bertarung Momo, maka A Gui bersedia memperkerjakan Momo.


No comments:

Post a Comment