Sunday, July 28, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 06 part 2

0 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 06 part 2


Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Yo Han berdiri di depan ruangan Hyung Woo. Dia memikirkan ucapan Hyung Woo.
--
Sampai malam, para pendemo masih berkumpul. Tapi, sebagian sudah pulang dan akhirnya pada bubar.
Dan tentu saja, demo itu menjadi topik hot untuk di bahas oleh para residen dan perawat. Heo Jun lagi-lagi menggerutu. Mereka kemudian bingung, kenapa Yo Han belum kembali padahal sudah hampir jam pulang?

Si Young sendiri memeriksa grafik pasien Hyung Woo dan tertulis kalau Hyung Woo mengalami gagal nafas. Panik, Hyung Woo langsung lari keluar. Semua bingung. Mi Rae melihat ke komputer Si Young dan memberitahu kalau Hyung Woo mengalami gagal nafas. Heo Jun langsung memberitahu kalau Hyung Woo sebelumnya bilang sudah menandatangani DNR. Mereka mulai berdiskusi, apakah mereka boleh mengintubasinya atau tidak? Yoo Joon blang tidak, tapi Mi Rae bilang iya karna mereka belum berhasil mendiagnosis Hyung Woo.
--

Si Young berjalan hampir berlari menuju kamar rawat Hyung Woo, tapi dia malah berpas-pasan dengan Eun Jung yang langsung menahannya dan menanyakan dimana Yo Han? Si Young ternyata ingat kalau Eun Jung adalah orang yang memimpin demo tadi.
Eun Jung melihat tanda pengenal Si Young. Dia bisa menebak kalau Si Young pasti bawahan Cha Yo Han. Si Young bertanya, terus kenapa?
“Apakah para dokter residen di sini tahu bahwa Cha Yo Han melakukan eutanasia?”
“Ya.”
“Tapi kurasa tidak semuanya,” ujar Eun Jung, menghentikan Si Young.
--

Hyung Woo tidak bisa bernafas. Para dokter berkumpul dengan panik dan bersiap melakukan intusbasi. Tapi, pas dokter bagian ortopedi mau melakukan intusibasi, dia malah merasa ragu dan menyuruh agar dokter bagian oftalmologi yang melakukannya. Mereka saling berdebat, mengenai siapa yang bertanggung jawab atas Hyung Woo. Tidak ada yang mau melakukannya. Dokter bagian oftalmologi menyuruh menunggu dokter UGD saja, tapi dokter ortopedi berkata kalau Hyung Woo tidak bisa bertahan selama itu. Tidak ada satupun yang mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Hyung Woo.
Dokter itu teringat kalau Hyung Woo sudah menandatangani DNR.
Si Young tiba di sana dan dia melihat Yo Han yang masuk ke dalam ruang rawat Hyung Woo. Dan bahkan tanpa ragu sedetikpun, Yo Han mulai melakukan intusbasi walaupun para dokter menghalanginya dengan alasan kalau Hyung Woo sudah menandatangani DNR. 
“Dia bukan pasien stadium akhir, jadi, DNR tidak berlaku,” ujar dokter ortopedi.
“Secara hukum, memang begitu. Tapi begitu dia diintubasi, dia mungkin terikat dengan mesin selama sisa hidupnya,” ujar dokter oftalmologi. “Tunggu. Dokter Cha, kamu akan bertanggung jawab penuh untuk ini?”
Yo Han tidak menjawab dan melakukan intusbasi hingga selesai.
“Menurut hukum, DNR pasien baru akan berlaku jika pasien tidak pulih dan tidak menunjukkan kemajuan. Pasiennya harus cepat memburuk dan menghadapi kematian, yang harus dinilai secara medis oleh dokter jaga dan seorang dokter spesialis,” jelas Yo Han.
“Kita belum tahu penyakitnya dan separah apa penyakitnya. Bagaimana jika penyakitnya menjadi sangat buruk sampai dia menghadapi kematian?”
“Bisakah kamu yakin dia menghadapi kematian? Bisakah salah satu dari kalian yakin bahwa dia pasien stadium akhir yang tidak bisa pulih?” tanya Yo Han balik. “Sampai kita bisa yakin, tiap pasien berhak dirawat, dan staf medis wajib memberikan perawatan terbaik.”
Si Young menatpnya. Dia teringat apa yang Eun Jung beritahukan padanya. 3 tahun yang lalu, Yoon Seong Kyu ingin hidup.
Flashback
“Dia bertekad untuk hidup sampai hari kematiannya. Obat baru untuk kanker anal baru saja dikembangkan. Yoon Seong Kyu bahkan menandatangani perjanjian untuk mengikuti uji klinis,” beritahu Eun Jung.
“Yoon Seong Kyu?”
“Ya. Aku adalah perawatnya saat dia menandatanganinya. Pada hari dia menandatanganinya, dia ditemukan sudah mati. Terlepas dari keinginannya untuk hidup, Dokter Cha melakukan eutanasia kepadanya. Itu adalah pembunuhan.”
End
Si Young menatap Yo Han yang ada di depannya : “Dia membunuh pasien yang ingin hidup. Dia menyelamatkan pasien yang ingin mati. Dokter Cha. Kamu sesungguhnya dokter macam apa?”
--
Hyun Woo di bawa ke ruang isolasi gitu sepertinya. Dia tidak sadarkan diri. Dan Yo Han yang bertugas adanya. Dia memeriksa tanda-tanda vital Hyung Woo.
--
Sementara itu, Si Young berkutat dengan pikirannya.

Eun Jung masih berdiri seorang diri di depan rumah sakit, melakukan demo. Seok Ki lewat dan memberi hormat padanya kemudian lanjut pergi dengan mobilnya.
Si Young yang mau pulang, menatap Eun Jung yang berdiri di sana. Yoo Joon menyapa Si Young. Dia tahu kalau Si Young pasti ingin bertanya sesuatu.
--
Yo Han masih ada di ruang kerjanya. Dia melakukan riset mencari tahu penyakit apa yang di idap oleh Hyung Woo. Myung Oh datang menemuinya dan berkomentar kalau Yo Han sangat sibuk di hari pertama kerja. Dia juga sudah mendengar mengenai yang di alami oleh Joo Hyung Woo. Kepala anestesi sampai menelpon ke tim legal dan bertanya apakah itu tidak masalah.
“Apakah aku melakukan sesuatu yang melanggar hukum?” tanya Yo Han.
“Tidak. Tapi tidak perlu membuat keributan. Kamu kembali setelah tiga tahun.”
“Aku ingin bertanya kepadamu. Siapa yang merekomendasikanku ke rumah sakit ini?”
“Aku. Siapa pria yang membuat perubahan besar dalam hidupmu? Aku. Kamu bersedia menerima hukuman apa pun. Aku bersedia membelamu dan mengurangi hukumanmu. Rumah sakit ragu mempekerjakanmu, tapi di sinilah kita. Bukankah kita menjadi lebih dekat melalui kesulitan ini? Tentu saja, aku meminta bantuan orang yang lebih berpengaruh. Tapi hanya koneksi yang bisa melakukan banyak hal. Berapa lama kamu bertahan di sini, itu bergantung kepadamu. Kamu mengerti?” ujar Myung Oh.
Tapi, Yo Han terlalu fokus hingga mengabaikan Myung Oh.
--

Yoo Joon dan Si Young bicara di café. Ternyata, dulu, Yoo Joon penasaran dengan Yo Han, jadi dia memeriksa catatan sidang Yo Han. Saat itulah dia tahu mengenai hal itu. Dia bisa menebak apa yang Si Young pikirkan, apakah Yo Han sadar atau tidak?
Di persidangan, Yo Han bilang tidak sadar. Dia tahu sehari setelah kematian.
“Cha Yo Han yang hebat membuat kesalahan dengan mengabaikan informasi pasien,” ujar Yoo Joon.
“Dia membuat kesalahan?”
“Tapi aku ragu itu kesalahan.”
“Lalu? Maksudmu dia melakukannya secara sadar?”
“Dia mungkin memercayai penilaiannya. Dia mungkin percaya bahwa bagi pasien yang mengalami terlalu banyak penderitaan, lebih baik membunuhnya daripada memberinya harapan tidak berguna melalui uji klinis.”
“Yang penting adalah dia mengutamakan penilaian pribadinya daripada keinginan pasien.”
“Kamu ingin percaya bahwa itu kesalahan? Atau dia menghukum korban karena menjadi penculik? Cha Yo Han bukan tipe orang yang melalaikan etika vokasional,” ujar Joo Yoon.
Dan Si Young teringat saat dia mencoba menyelamatkan paman itu, tapi paman (sahabat Jeong Nam) menyuruhnya untuk melepaskannya.
“Jika korban terluka dan memohon untuk mengakhirinya, meskipun itu dia, aku yakin dia ketakutan. Saat ketakutan, kita merasa khawatir,” ujar Si Young.
“Jadi, dia melakukannya dengan terburu-buru? Cha Yo Han? Cha Yo Han yang kulihat di penjara melakukan pembedahan di luar ruang operasi dan tidak ragu melakukan pembedahan dari bidang lain. Menurutmu kenapa dia sangat ceroboh? Karena dia tidak kenal takut. Dia dokter yang seperti itu. Dia teliti dan tidak kenal takut.”
Si Young teringat ucapan Yo Han dulu padanya :  Jika tidak bisa sembuhkan rasa sakit, kamu harus menghentikannya. Jika dokter diam saja, pasien akan terus tersiksa. Bahkan saat ini, pasien merasa sakit.
Dan karena rasa penasaran yang tidak terpuaskan, begitu sampai ke rumahpun, Si Young masih tetap mencari artikel : "Apakah Dokter Berhak Memutuskan Siapa Yang Hidup dan Yang Mati?"
Si Young benar-benar bingung.
--
Di saat Si Young bingung, Yo Han tetap fokus dan mencari tahu penyakit Hyung Woo.
--
Esok pagi,
Para residen dan Joo Yoon datang bersama. Mereka tidak melihat Yo Han di konferensi, jadi menebak kalau Yo Han tidak masuk.


Tapi, betapa terkejutnya merasa saat masuk ke ruangan, ternyata Yo Han ada di sana menatap papan tulisa sambil mengetukan cari. Dia mencatat banyak hal di papan tulis. Mereka sadar. Yo Han bukannya tidak masuk kerja, tapi tidak pulang kemarin. Luar biasa!
Yo Han berdiri dan memberitahu apa yang di dapatnya : “Joo Hyung Woo… Hasil pemindaian spinalnya dari ICU baik-baik saja. Cairan spinalnya juga tidak terinfeksi. Kemungkinan besar penyakitnya adalah miastenia gravis. Bagaimana menurut kalian?”
Dan Joo Yeon membenarkan. Sementara yang lain, melongo. Yo Han segera menyuruh semua bersiap untuk menemui pasien mereka. Semua keluar, dan Yo Han memanggil Si Young. Dia menyuruh Si Young untuk mengambil darah Hyung Woo dari ICU dan lakukan tes antibodi.
“Dia belum siuman. Dia melarangmu mendekati dia. Kurasa tidak benar melakukan tes tanpa persetujuannya,” ujar Si Young, menolak.
“Kamu boleh pergi,” ujar Yo Han.

“Baik, Pak,” balas Si Young. Dia sudah hendak pergi, tapi berbalik lagi, “Aku kembali, berkat kamu. Tadinya aku yakin aku tidak berhak mengobati pasien lagi. Aku sangat malu. Tapi kamu menyuruhku menyelamatkan pasien itu. Kamu memercayaiku. Dan aku melakukan hal yang sama kepadamu.”
“Tapi?”
“Mengenai Yoon Seong Kyu… Kudengar dia ingin hidup sampai waktunya mati. Kamu melakukan eutanasia terhadap pasien itu. Kemarin, kamu menyelamatkan pria yang ingin mati. Aku yakin kamu mengutamakan pasienmu. Tapi Yoon Seong Kyu… Jika dia benar-benar ingin hidup, kenapa kamu…”
“Kamu ingin tahu?” tanya Yo Han, wajahnya tampak berubah lebih ke kesal gitu.
“Ya.”
Yo Han berjalan mendekati Si Young, “Sayang sekali. Saat ini, aku dokternya Joo Hyung Woo, bukan Yoon Seong Kyu. Pasienku terbaring di tempat tidur tanpa diagnosis. Jika kamu bingung dengan diriku,  berhentilah memedulikanku,” tegasnya.


No comments:

Post a Comment