Tuesday, July 30, 2019

Sinopsis C-Drama : My Classmate From Far Far Away Episode 07-2

0 comments

Sinopsis C-Drama : My Classmate From Far Far Away Episode 07-2

Images by : iQiyi
Yu Chen di pindahkan oleh Jian Hua ke sekolah Momo agar berhenti menjadi pemalas dengan melihat cara Momo belajar. Yu Chen jelas senang dapat satu sekolah dengan Momo sekarang.
--
Sementara itu, di dalam kelas, Li Feng menunjukkan video Yu Chen yang sedang bernyanyi sambil bermain gitar kepada teman-temannya. Li Feng memberitahu kalau murid baru yang baru pindah ke kelas 11 adalah si hebat Lu Yu Chen. Yu Chen menulis sendiri semua lirik dan musik untuk semua lagu yang di nyanyikannya. Sangat hebat.
“Pria ini sangat berbeda dari Yi Hai Lan. Tapi, dia juga hebat. Ini sangat memusingkan. Siapa yang akhirnya akan menjadi pria hot SMA Ying Cai?” komentar teman Li Feng.
“Tidak sulit. Hanya bandingkan semua kategori. Siapa yang paling banyak menang, maka dia yang terhebat,” jawab Li Feng.
Dia bahkan menyindir Hai Lan agar lebih keras berusaha agar tidak kehilangan gelar pria hot SMA Ying Cai. Hai Lan tidak peduli dan merasa kalau semua yang di bicarakan oleh Li Feng hanyalah omong kosong tidak berguna.
--
Baru masuk saja, Yu Chen sudah menjadi idola banyak siswi, di tambah lagi saat dia memamerkan kemampuan bermain basketnya.
--
Qi Shan menemui seorang guru untuk menanyakan kebenaran kabar kalau sekolah mereka mempunyai program pertukaran pelajar ke US setiap tahunnya. Dia ingin tahu kapan penilaian akan di lakukan? Dan tahun ini dengan SMA mana mereka akan bertukar?
“Segera. Dengan Fairmont tahun ini,” jawab Guru.
Qi Shan berterimakasih atas informasi itu.

Dia bahkan sudah meminjam buku mengenai Fairmont dan mempelajarinya. Dia ingin menjadi siswa yang terpilih menjadi pertukaran pelajar tersebut. Dia memberitahukan hal itu pada Hai Lan. Hai Lan juga ingin menjadi pertukaran pelajar karna itu akan membuatnya bisa menghindar dari ayahnya dan juga belajar mandiri. Akan lebih bagus jika mereka berdua bisa berangkat bersama ke US.
Qi Shan tersenyum senang. Dan berpura-pura ragu entah dia bisa ke sana atau tidak.
“Nilaimu selalu stabil. Kau juga selalu peringkat 3 besar. Selama kau menginginkan sesuatu, kau pasti bisa mendapatkannya,” ujar Hai Lan. 
“Aku harap kita berdua dapat mewujudkan impian kita,” ujar Qi Shan, tersenyum.
--
Seorang guru wanita menemui Momo dan memberitahukan mengenai pertukaran pelajar ke US. Belum juga di jelaskan, Momo sudah menolak. Guru jelas bingung dan bertanya alasan Momo menolak karena selama pertukaran pelajar, semua biaya akan di tanggung. Momo berterimakasih atas tawaran tersebut, tapi dia sudah nyaman dengan kehidupannya sekarang.
“Ibuku selalu khawatir mengenai apa yang ku makan setiap harinya, tapi aku tahu, dia ingin yang terbaik untukku. Ayahku, meskipun kami tidak berhubungan darah, tapi dia sangat peduli padaku seolah aku anak kandungnya. Abangku, sedikit bodoh. Tapi, dia sangat bisa di percaya,” jelas Momo.
Guru mengerti dengan alasan Momo tersebut dan tidak lagi memaksa. Dia menghargai hal tersebut. Tapi, dia merasa sangat sayang saja. Apalagi pusat perkembangan komputer terbaru di buat di Fairmont sekarang ini.
“Tunggu! Aku berubah pikiran. Tolong tambahkan namaku di daftar,” ujar Momo, mendengar mengenai perkembangan komputer.
Guru sampai tertawa karena Momo cepat sekali berubah pikiran, tapi dia tetap menambahkan nama Momo.
--
Malam hari,
Hai Lan dan ayahnya makan malam bersama lagi. Guru Hai Lan tadi pagi ada menelpon ayah dan memberitahu mengenai pertukaran pelajar tersebut, jadi dia menyuruh Hai Lan untuk mengikutinya. Hai Lan tentu mau mengikuti apa yang ayah katakan, karena memang itu tujuannya. Pergi ke US dan menjauh dari ayahnya.
--

Qi Shan sedang berjalan sendirian di lorong. Saat dia melewati ruang guru, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan guru. Ada 3 pendaftar untuk pertukaran pelajar : Qi Shan, Xuan Mo dan Yi Hai Lan. Tapi, hanya 1 orang yang akan terpilih. Terus, ayah Yi Hai Lan juga tadi menelpon dan berharap kalau putranya yang akan terpilih.
Karena itu, para guru memutuskan untuk menilai berdasarkan hasil ujian mid semester sebentar lagi. Tapi, permintaan ayah Hai Lan yang adalah penyumbang dana untuk sekolah mereka, akan mereka pertimbangkan juga.
Mendengar hal tersebut, tentu membuat Qi Shan kecewa.
--

Kekecewaannya tersebut langsung dia perlihatkan pada Hai Lan.
“Yi Hai Lan. Jika kau ingin mengambil kesempatan ini untuk pergi, maka yang ayahmu harus lakukan hanyalah menelpon guru,” ujar Qi Shan.
“Bahkan kau berpikir begitu?” kecewa Hai Lan.
“Ini fakta-nya. Guru juga sudah bilang kalau hanya ada satu yang terpilih untuk pertukaran pelajar tahu ini. Ujian mid akan menjadi penilaian terpentingnya. Tapi apa bahkan hal itu di perlukan untuk penilaian? Kau mempunyai ayahmu. Xuan Mo sudah seperti mesin belajar. Aku sudah kalah dari awal. Ini sangat tidak adil bagiku,” uajr Qi Shan.
Hai Lan kecewa. Apakah Qi Shan tidak menganggapnya sebagai teman? Tanpa di sangka Qi Shan menjawab : “Orang yang tidak berada di level yang sama tidak akan pernah bisa menjadi teman. Ekonomi keluargamu sangat bagus. Ada banyak kesempatan bagimu jika ingin keluar negeri nantinya. Jadi, kau bisa bermain sepuasmu. Tapi, aku berbeda. Selama aku bisa pergi, maka itu akan mengubahku. Mengubah perekonomian keluargaku. Kau mengerti? bagaimana mungkin kau bisa mengerti?”
“Kau selalu melihatku seperti itu?” kecewa Hai Lan.
“Ibuku hanyalah pekerja biasa. Dia tidak akan pernah bisa membiayai ku untuk sekolah ke luar negeri. Jadi, aku hanya bisa bergantung pada diriku sendiri. Tidak peduli kesempatan apa yang bisa membantuku berkembang, aku tentu harus meraihnya!” ujar Qi Shan dan berlalu pergi.
Hai Lan menatapnya dan tampak kecewa.
--

Malam harinya, Hai Lan lagi-lagi menghack soal ujian dan memprint-nya. Dia teringat perkataan Qi Shan padanya tadi siang.
--
Dan keesokan harinya, Hai Lan menghampiri Qi Shan yang sedang belajar sendirian di kelas. Dia memberikan soal ujian yang di curinya pada Qi Shan.
“Inilah keadilan yang dapat aku tawarkan padamu,” ujar Hai Lan. “Soal ujian besok.”
Qi Shan terkejut menerima hal tersebut.
--
Esok harinya, sesaat sebelum ujian dimulai, terdengar pengumuman mengenai hukuman di siplin yang akan di berikan pada Yi Hai Lan dari kelas 10A1 yang telah menghacker komputer sekolah dan mencuri soal ujian. Semua tentu terkejut dengan pengumuman tersebut. Hai Lan langsung menatao Qi Shan, dan Qi Shan terus menundukkan kepala.
Semua mulai menggunjingkan Hai Lan yan selama ini di kenal sempurna tapi ternyata mencuri soal ujian.

Ayah Hai Lan yang di panggil ke sekolah karena masalah tersebut, tentu sangat marah. Dia marah karena Hai Lan telah mempermalukannya dengan mencuri soal ujian. Kalau Hai Lan benar mau ke US, maka masih banyak kesempatan, tidak dengan mencuri soal.
“Aku tidak melakukannya agar bisa ke US. Ini juga bukan pertama kalinya aku mencuri soal ujian. Ayah. Selama hidupmu, kau paling takut di permalukan. Dan hari ini adalah hal yang paling memalukan. Ya. Pencapaian yang ku dapat selama ini adalah palsu. Aku mencuri soal ujian, jadi aku bisa mendapatkan nilai lebih. Tanpa nilai lebih, bagaimana bisa aku menjadi peringkat pertama?! Tanpa peringkat pertama, bagaimana bisa ayahku merasa puas?!”

Plak!!! Ayah menampar Hai Lan. Hal itu di rekan oleh siswa yang menonton.
Ayah bahkan langsung pergi. Sementara Hai Lan terdiam, dia sadar perbuatannya salah. Dan bahkan dalam sekejap, kepopulerannya menghilang di ganti dengan hinaan.
Hai Lan berusaha untuk tidak mempedulikan hal tersebut.
Sementara itu, semakin banyak siswi yang mengelilingi Yu Chen. Yu Chen telah menggantikan posisi Hai Lan sebagai pria idola di SMA Ying Cai. Saat itu, bahkan ada seorang yang memberikan surat cinta pada Yu Chen dan kemudian lari. Tapi, karena itu, siswi itu jadi terluka dan Yu Chen membantunya.
“Kenapa kau harus lari? Menyukai seseorang bukanlah hal yang memalukan. Bagaimana jika terluka saat lari?” ujar Yu Chen.
Dan ucapannya itu membuatnya semakin terkenal dan di kagumi. Hai Lan hanya bisa melihat hal tersebut.
Qi Shan juga tidak lagi berada di sekitar Hai Lan dan seolah menjauhinya. Dia hanya melihat dari jauh. Dia merasa bersalah dengan yang Hai Lan alami apalagi semakin banyak orang yang menjelek-jelekkan Hai Lan.
Lu En adalah sahabat yang setia. Dia masih berada di sisi Hai Lan dan bahkan memuji Hai Lan yang kuat. Jika dia jadi Hai Lan, mungkin dia akan keluar dari sekolah. Hai Lan hanya menjawab kalau dia tidak peduli dengan berita-berita tersebut. Lu En menjadi semakin penasaran, siapa yang telah membongkar hal tersebut?
“Aku sudah memaafkannya,” ujar Hai Lan.
“Hah? Kau tahu orangnya?”
“Mencuri soal adalah hal yang salah. Aku layak mendapatkannya.”
Lu En mengerti dan tetap berada di pihak Hai Lan.
--
Saat perjalanan pulang sekolah, Hai Lan berjumpa dengan Qi Shan. Qi Shan menghampirinya. Dia tidak berani menatap Hai Lan.
“Aku minta maaf. Aku tidak bisa tidur setiap malam. Aku tidak tahu kenapa aku menemui guru dan memberitahu hal tersebut. Aku juga tidak menyangka, ayahmu akan datang ke sekolah.”
“Aku lah orang yang memberikanmu soal ujian. Jangan terlalu memikirkannya.”
“Tapi, kau di sekolah beberapa hari ini tidak seperti dirimu. Aku sedikit takut,” ujar Qi Shan. “Terimakasih karena kau sudah menjaga rahasia ini. Kau sebenarnya hanya perlu memberitahu semuanya kalau aku yang melaporkanmu, lalu semua nya akan memandang rendah aku.”
Hai lan berkata agar Qi Shan tidak perlu menyesali apapun. Semua sudah terjadi. Tapi, Qi Shan terus berkata kalau dia merasa sangat terganggu karena semua berbicara buruk mengenai Hai Lan. Dia ingin menghibur Hai Lan, tapi dia sadar kalau dia tidak punya hak. Dan dia juga tidak tahu harus berbuat apa.
“Yi Hai Lan. Dapatkah kau memaafkanku?” tanya Qi Shan, menangis.
“Jika kau berhasil ke US, jagalah dirimu baik-baik,” ujar Hai Lan dan berlalu pergi.
Tangis Qi Shan langsung pecah.
MENTAL POWER LEVEL 78 %


No comments:

Post a Comment