Saturday, July 13, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 21-2

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 21-2
Images by : Hunan TV

Dan benar, saat Yu Zhi keluar dari ruang rapat,  dia melihat Gao Jie yang datang ke Rui Hua dengan membawa sebuah kotak hitam. Gao Hui yang melihatnya, langsung lagi dan lagi menyindir Gao Jie yang datang untuk melaporkan kalau desain orang lain bermasalah lagi hah?
“Aku sudah belajar dari kesalahanku. Aku tidak akan mengulanginya lagi,” jawab Gao Jie.
Gao Hui yang mulutnya tidak bisa diam, terus dan terus menyindir (hingga membuat ku ingin melakban mulutnya). Yu Zhi langsung menengahi dengan menyuruh Yu Yi pergi bersama Gao Hui menemui tim produksi. Setelah Gao Hui pergi, Yu Zhi langsung memberi tanda ‘yes’ dengan tangannya pada Gao Jie dan menyemangati Gao Jie menemui nenek.

Nenek melihat mahkota phoenix-nya yang sudah di perbaiki Gao Jie. Dan dia benar-benar menyukainya karena mahkota itu mengingatkannya pada saat pertama kali dia mengenakannya.
Nenek kemudian bertanya darimana Gao Jie menemukan ornamen kingfisher-nya? Gao Jie menjelaskan kalau itu bukan bulu kingfisher tapi bulu angsa. Gao Jie kemudian menjelaskan kenapa dia mengganti bulu burung pekakak dengan bulu angsa.
“Apa tn. Zheng tahu hal ini? tn. Zheng selalu bersikeras bahwa dia lebih suka itu cacat daripada merusak aturan yang merupakan bagian dari tradisi. Nilai estetika suatu benda seperti ornamen kingfisher, tidak bisa di ganti oleh apapun.”
Gao Jie paham akan hal itu. Dia kembali menjelaskan cara-nya membuat bulu angsa itu terlihat menjadi bulu burung pekakak dan tadi nenek juga sampai salah mengira kan. Nenek mendengarkan penjelasan Gao Jie dengan seksama dan juga memperhatikan tangan Gao Jie yang penuh luka karena memperbaiki mahkota phoenix.
Nenek menjelaskan kalau sebenarnya dia setuju dengan pemikiran Gao Jie. Akan tetapi, hal yang asli tentu memiliki kelebihannya sendiri. Nenek tampak menyukai Gao Jie hingga dia memberitahu sejarah mahkota itu adalah pusaka keluarga Yu. Dia senang karena Gao Jie sudah memperbaiki mahkota itu, tapi suaminya yang memberikan mahkota itu padanya, tidak akan pernah hidup kembali.
“Mereka yang meninggalkan kita akan selalu berada di tempat yang tidak bisa kita lihat, diam-diam memberikan berkata pada kita. Ketua, tolong jangan terlalu sedih,” hibur Gao Jie.
Nenek tersenyum. Nenek kemudian memuji Gao Jie yang sudah melakukan sesuatu seperti ini di grup kustom. Gao Jie berterimakasih atas pujian nenek dan mengakui bahwa sebelumnya dia tidak bersikap dewasa. Dia sadar kalau semua orang di perusahaan termasuk Nenek pasti memiliki pandangan negatif padanya karena masalah sebelumnya. Karena itu, dia ingin menggunakan hal ini untuk memulihkan nama baiknya.
“Dept. kustominasi adalah semua guru lama. Menempatkanmu di sana adalah keputusan salah. jika kami memindahkanmu kembali ke dept. inlay, apakah kau bersedia?” tawar nenek.
“Setelah pindah ke dept. kustom, aku menyadai ada banyak bidang yang belum ke kuasai. Aku harus belajar banyak. Aku sebenarnya bersyukur Anda membuat keputusan ini. Jika aku tidak mengerti keahlian, aku tidak akan bisa mempresentasikan desain-ku dan saturasi penuh (jelas dan menyeluruh).”
Nenek semakin senang karena Gao Jie mau belajar dan bahkan memperbaiki mahkota phoenix-nya. Gao Jie merendah karena itu kan memang tugasnya. Jika memang sudah tidak ada yang bisa hal lain lagi, maka dia pamit pulang.

Setelah Gao Jie pergi, Nenek tampak menangis melihat mahkota phoenix-nya. Dia benar-benar bahagia. Nenek bahkan langsung menelpon tn. Zheng dan berkata apa yang tn. Zheng katakan benar. Gao Jie benar-benar harta bagi Rui Hua. Gao Jie juga sangat rajin. Nenek bahkan meminta tn. Zheng untuk lebih banyak mengajari Gao Jie lagi.

“Jangan khawatir. Kami akan menjaga dan mengajarnya dengan baik,” janji tn. Zheng. “Kami juga melihat banyak hal dalam dirinya.”
“Tapi, kau jangan berlebihan padanya. Bagaimana bisa kau membiarkannya melakukan hal seperti pernis perhiasan, kau tidak lihat tangannya sampai bengkak? Bagaimana kau tega melihatnya.”
“Kamu…kamu… kamu jangan khawatir, kami tidak akan membiarkannya terlalu lelah.”
--

Yu Yi sedang istirahat di pantry. Zi Yun kebetulan lewat dan menyapanya. Dia kemudian membahas mengenai kabar kalau Yu Yi akan melakukan promosi melalui iklan film mini. Dia sudah melihat sekilas laporannya dan memuji kalau hal itu adalah ide yang menarik. Dia menasehati Yu Yi juga untuk berhati-hati. Karena kalau sampai gagal di tahap akhir maka semuanya akan sia-sia.
“Jangan khawatir GM Mu. Aku tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi,” ujar Yu Yi. “Aku masih ada pekerjaan, aku balik dulu.”
Setelah Yu Yi pergi, wajah Zi Yun yang sebelumnya ramah berubah. Sepertinya, dia merencanakan sesuatu.
--

Gao Jie dalam perjalanan keluar dari Rui Hua, dia memikirkan segala pertanyaan Nenek tadi dan mengenai tawaran Nenek agar dia kembali ke dept. Inlay. Gao Jie bisa menduga kalau Nenek pasti tadi sedang mengujinya. Dan dia rasa dia lolos dalam test Nenek.
Pas dia mau pakai lift, dia malah berjumpa dengan Pin Zhen. Gao Jie jelas kaget, kenapa Pin Zhen ada di Rui Hua? Apa Pin Zhen datang menjemputnya?
“Aku ke sini untuk mengurus dokumen masuk. Aku akan mulai bekerja di Rui Hua. Kita akan segera menjadi teman satu kantor.”
Gao Jie masih tidak percaya dan mengira Pin Zhen hanya bercanda. Tapi, Pin Zhen benar-benar serius.
--
Sekarang Gao Jie dan Pin Zhen berada di café. Pin Zhen menjerit frustasi karena ternyata Gao Jie ternyata sudah di pindahkan ke bagian lain, dan sama saja dengan dia masuk ke dalam sarang harimau sendirian. Pin Zhen ternyata benar-benar percaya perkataan Gao Jie waktu numpang makan itu, kalau Rui Hua adalah tempat kerja yang menyenangkan dan memberi gaji besar. Tapi, kenapa malah faktanya sekarang berbeda.

“Waktu itu aku sedang menyindir. Kau tidak menyadari nada bicaraku hah? Kenapa kau bisa jadi sangat konyol?” balas Gao Jie. “Lalu, kenapa kau ingin bergabung dengan dept. inlay?”
“Ini semua karena Yan Kai. Dia menghasutku untuk mengirimkan resume ku ke dept. inlay dan bilang kalau kau dan Yu Zhi sama-sama berada di dept. Inlay. Jadi, aku tidak salah,” sesal Pin Zhen. “Aku menyadari bahwa selama ini kau berhubungan dengan Yu Zhi, tidak pernah ada hal baik yang terjadi.”
“Sebenarnya, sebelum aku bertemu dengannya, aku tidak lebih baik,” gumam Gao Jie.
Pin Zhen kemudian lanjut rengek, dia harus bagaimana sekarang? Gao Jie yang sangat berbakat saja tidak dapat bertahan di dept. inlay, apalagi dia. Gao Jie menyuruh Pin Zhen untuk tenang, yang penting Pin Zhen hanyalah harus bekerja keras. Selama Pin Zhen bekerja dengan serius, Pin Zhen pasti akan menuai hasil yang bagus. Dan juga, jangan membuat masalah untuk dept. Yu Zhi dan juga jangan mencari masalah dengan Gao Hui. Pin Zhen mengiyakan.
--
Para desainer di dept. inlay membicarakan mengenai mahkota phoenix yang sudah di perbaiki oleh Gao Jie. Mereka merasa Gao Jie sangat hebat. Gao Hui yang penuh rasa iri, begitu mendengar orang-orang membicarakan Gao Jie, langsung menegur semuanya untuk bekerja keras dan tidak bersantai.
Dengan kesal, Gao Hui masuk ke dalam ruangan Yu Yi. Dia melaporkan mengenai kabar kalau kotak yang Gao Jie bawa tadi adalah mahkota phoenix. Dan orang-orang bilang kalau mahkota itu bukan hanya di perbaiki tapi di bawa ke Ketua untuk di pamerin.
Yu Yi tidak percaya karena merasa hal itu tidak mungkin. Para guru yang ada di dept. kustom saja sudah menghabiskan waktu yang sangat lama dan tidak bisa memperbaikinya. Dan Gao Jie yang baru ke sana beberapa hari sudah memperbaikinya?
“Sudahlah, jangan marah. Hanya karena mahkota phoenix sudah di perbaiki itu tidak berarti apapun. Dept. kustom akan segera di bubarkan. Itu artinya Gao Jie harus pergi juga,” tenangkan Yu Yi. “Hal ini sudah di jadwalkan jauh sebelumnya. Tapi, nenek melindungi para guru di sana, makanya hal itu di tunda terus. Tapi, hal itu tetap akan terjadi cepat atau lambat.”
Gao Hui langsung tersenyum senang. 
--
Yu Zhi pulang dan melihat Gao Jie yang sedang berolahraga. Gao Jie memberitahu Yu Zhi kalau Pin Zhen akan mulai bekerja di dept. Rui Hua dan meminta tolong Yu Zhi untuk menjaganya. Kan Yu Zhi tahu kalau Pin Zhen itu tidak peka dan penuh energi, takutnya dia akan mendapat masalah. Yu Zhi dengan santai menjawab kalau dia pasti akan menjaga sahabat Gao Jie.
Yu Zhi kemudian membahas mengenai Nenek yang sangat senang karena Gao Jie membawa mahkota phoenix hari ini. setelah Gao Jie pergi, nenek langsung memuji Gao Jie di depannya. Sekarang, semua orang di perusahaan tahu tentang itu.
Gao Jie merasa kalau itu sebenarnya bukanlah hal yang istimewa. Dan dia kemudian membahas mengenai kabar bahwa dept. emas dan dept. inlay yang akan berpartisipasi dalam upacar akbar tahunan perusahaan. Dan dia ingin dept. kustom juga bisa tampil di acara itu dan memamerkan mengenai perhiasan tradisional China. Dan kelihatnya, Yu Zhi memikirkan ucapa Gao Jie tersebut.
--
Esok hari,
Pin Zhen resmi bekerja di dept. Inlay dan menghadap ke dir. Ye. Tapi, dir. Ye malah berkata kalau Pin Zhen itu tidak bisa di andalkan dan bahkan mengomentari Pin Zhen yang memakai sepatu mewah. Pin Zhen jelas kesal karena dir. Ye marah untuk hal yang tidak jelas. Lagipula, mana ada orang yang kerja memperhatikan sepatu kolega kerjanya.
Dir. Ye memberikan Pin Zhen tugas. Dia menyuruh Pin Zhen untuk mengantarkan ruby merah dari Myanmar ke Xiao Wang. Pin Zhen mengiyakan, tapi begitu melihat ruby itu Pin Zhen sudah langsung tahu kalau itu bukanlah ruby merah tapi spinel. Dia itu juga lulusan kuliah dan dapat membedakan varietas batu. Batu yang dir. Ye berikan adalah mineral yang terkait ruby merah, tapi perbedaan harganya sangat besar. Dir. Ye memuji Pin Zhen yang tidak buruk karena bisa tahu perbedaan batu. Pin Zhen langsung sadar kalau dir. Ye sedang mengujinya.
Dir. Ye kemudian memberikan tugas yang benar. Karena Pin Zhen adalah copywriter maka dia menyuruh Pin Zhen untuk menulis esai untuk akun publik perusahaan. Konten tersebut adalah mengenai promosi produk Hui Xin. Pin Zhen mengiyakan, menulis esai konten untuk perusahaan itu mudah baginya.
--

Dir. Ye berpas-pasan dengan Zi Yun, dan Zi Yun langsung menyapanya dengan ramah. Awalnya, Zi Yun memuji dir. Ye yang telah bekerja keras bahkan sampai menangani para pekerja yang harusnya adalah tugas HRD. Baru kemudian, dia membahas mengenai dir. Ye yang adalah desainer tapi tidak pernah di berikan kesempatan untuk mendesain lagi. Apalagi setelah Gao Hui masuk ke dalam grup Inlay, semua kendali jadi berada di bawah Gao Hui, yang awalnya adalah di bawah dir. Ye.
Zi Yun bahkan langsung bekata kalau dia merasakan kasihan pada dir. Ye.
“Tapi, aku sangat menghargai bakatmu (sebagai desainer). Jika kau ingin mencari tempat yang lebih baik untuk mengembangkan diri… aku akan memberimu waktu untuk mempertimbangkannya dengan cermat. Pikirkan dengan benar,” ujar Zi Yun, seolah ingin dir. Ye bergabung menjadi team-nya.
Dir. Ye tampaknya tertarik pada tawaran Zi Yun.
--
Yu Yi dan Gao Hui menemui klien mereka yang ingin mereka jadikan kisahnya menjadi iklan film mini. Mereka bahkan sudah menandatangani kontrak kerja sama. Yu Yi kemudian berkata kalau perusahaan mereka memiliki visi bahwa tidak ada hal yang palsu, jadi mereka harap kisah yang klien-nya katakan itu adalah asli.
“Nyata. Tentu saja kisah kami kisah nyata. Ceritanya tentang pengalaman pribadiku. Tidak ada yang palsu tentang hal itu,” jawab tn. Jiang (klien) dengan cepat.
“Kisah cinta tn. Jiang sudah cukup menyentuh. Tidak perlu hiasan. Aku baru saja mempublikaskan kisah cinta tn. Jiang ke Weibo (medsos) dan reaksi netizen cukup baik. lihatlah,” ujar Gao Hui dan memperlihatkan Weibo-nya. “Mereka juga berkomentar bahwa karena kamu, mereka percaya pada cinta lagi.”  

tn. Jiang melihat-nya dan anehnya dia malah marah. Dia merasa kalau Gao Hui menuliskan kisahnya terlalu detail. Dan juga dia merasa kalau tidak seharusnya kisahnya di publikasikan secara heboh. Pas saat itu, ponselnya berbunyi, jadi tn. Jiang pamit sebentar untuk mengangkat.
Gao Hui tampaknya merasa tidak enak dengan respon tn. Jiang, jadi dia menunjukkannya pada Yu Yi untuk meminta dukungan. Yu Yi sendiri merasa ada yang aneh dengan sikap tn. Jiang tersebut.
tn. Jiang menerima telepon dari pacarnya yang lain. Pas sekali, Gao Hui yang mau ke toilet tanpa sengaja mendengar tn. Jiang yang sedang teleponan tersebut. Di telepon itu, tn. Jiang meminta pacarnya itu tenang karena dia akan membelikan cincin dari desainer yang sama dengan harga yang lebih mahal dengan yang di belikannya untuk calon istrinya. Gao Hui shock karena tn. Jiang ternyata selingkuh. Bukan hanya dengan satu wanita, tapi lebih. Karena tn. Jiang terus menerus menerima telepon dari pacarnya dan menjelaskan kalau kisah di medson mengenainya adalah palsu dan hanya untuk keperluan iklan.

-Bersambung-



No comments:

Post a Comment