Saturday, July 13, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 32 - part 1

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 32  – Part 1
Network : KBS2
 


Sesampainya dirumah. Yeon Seo serta Kim Dan berseru bersamaan sambil tersenyum bahagia. “Kami pulang.”

Ketika meminum air yang diberikan oleh Kim Dan, Yeon Seo berkomentar bahwa rasanya ini benar- benar seperti di rumah. Dan Kim Dan menjawab bahwa ini benar- benar ada di rumah.
“Apa yang terjadi?” tanya Yeon Seo.
Flash back
Kim Dan : “Aku pikir ini akhirnya. Tapi …”
Ketika membuka mata, Kim Dan melihat dirinya berada didalam sebuah ruangan putih yang sangat luas. Kemudian sebuah kertas nubuat jatuh di hadapannya. Dan Kim Dan pun membaca apa yang tertulis di kertas tersebut.

“Dengar, malaikat Dan. Kamu diberi misi untuk membiarkan Lee Yeon Seo, seorang manusia, tahu apa cinta sejati itu. Kamu menjadi manusia untuk melakukan misi ini. Cinta yang bisa melindungin semuanya, mempertaruhkan, dan mengorbankan dirimu. Kamu sudah berhasil menyelesaikan misimu. Namun, kamu sudah melakukan dosa mencintai manusia sebagai malaikat. Tapi …”
“Doa yang tulus dari malaikat agung terdengar …”
“Dan kamu menghentikan dirimu dari melakukan dosa besar …”
“Aku dengan senang hati menerima tarian yang indah, dan memaafkan dosamu. Karena itu, Malaikat Dan akan meninggalkan bumi dan kembali ke surga.”

Selesai membaca kertas tersebut, Kim Dan terdiam.
Flash back end

Yeon Seo menanyakan, apakah itu berarti Kim Dan tidak menjadi manusia dan masih menjadi malaikat. Dan Kim Dan menanyakan, apakah Yeon Seo kecewa dengan itu. Namun dengan cepat Yeon Seo langsung menggelengkan kepalanya, dia tetap merasa senang, karena Kim Dan tidak menghilang.
“Aku tidak menjadi debu berkatmu. Kamulah alasanku disini,” kata Kim Dan sambil tersenyum lembut. Dan Yeon Seo langsung memeluknya.


“Aku benar- benar merindukan aroma ini.”
“Aku juga,” balas Kim Dan.
Hari selanjutnya. Mereka menyiram tumbuhan yang mereka tanam bersama.

Hari selanjutnya. Mereka menonton sambil berpelukan disofa. Karena itu adalah film horror, maka Yeon Seo bisa memeluk Kim Dan dengan erat, walaupun film itu sama sekali tidak menakutkan baginya. Namun bagi Kim Dan, film tersebut sangat menakutkan, hingga dia berteriak histeris.
Melihat itu, Yeon Seo tertawa dengan keras.

Hari selanjutnya. Mereka bermain zenga bersama. Tapi karena itu adalah pertama kalinya bagi Kim Dan, maka dia kalah dan harus membiarkan jidat nya di jentik oleh Yeon Seo. Kemudian ketika akhirnya Kim Dan menang, dia menjentik dahi Yeon Seo dengan lembut.

“Dahiku memerah,” keluh Yeon Seo sambil memakai bedak lagi. Kemudian dia bermain, dan kalah lagi dari Kim Dan. Dan kali ini sebagai hukuman, Kim Dan memberikan ciuman di dahi Yeon Seo.

Sebelum tidur. Kim Dan membaca kan buku cerita tentang mermaid untuk Yeon Seo. Dan dengan nyaman Yeon Seo mendengarkan sambil berbaring pada Kim Dan.

“Dan,” panggil Yeon Seo. “Ini mimpi, kan?” tanyanya. Dan Kim Dan langsung berhenti menepuk bahu Yeon Seo.
“Bagaimana kamu tahu?”
Yeon Seo membuka matanya. Yeon Seo meletakan tangannya didada Kim Dan. “Jantungmu tidak berdetak.”
Kim Dan berdiri memandang Yeon Seo yang masih belum sadarkan diri.
Yeon Seo menatap Kim Dan, “Kamu hanya ilusi. Aku sangat merindukanmu, jadi aku menciptakan mu,” katanya.
Kim Dan tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Aku bukan ilusi. Ini benar- benar aku,” balas Kim Dan.

Flash back
“Karena itu, Malaikat Dan akan meninggalkan bumi dan kembali ke surga.”
Setelah Kim Dan selesai membaca kertas tersebut, sebuah cahaya terang muncul diatas nya. Dan Kim Dan menolak untuk pergi ke surga.
Flash back end

“Apa kamu diizinkan melakukannya?” tanya Yeon Seo.
“Aku tidak bisa berpamitan kepadamu,” jawab Kim Dan.
“Aku sedang pergi menjemput kematian, bukan? Itu sebabnya kamu disini. Ini perpisahan terakhir kita,” tebak Yeon Seo. Dan dengan sedih, Kim Dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Kim Dan memegang bahu Yeon Seo, dan meminta Yeon Seo untuk mendengarkan dengan baik. “Pada awalnya aku bingung dan marah kepada Dia. Aku tidak mengerti kenapa Dia menyatukan kita, hanya untuk membuatku menyaksikan kematianmu. Terlalu menyakitkan. Tapi sesudah memikirkannya, kupikir waktu yang diberikan kepada kita adalah hadiah.”
“Ini bukan hadiah saat kamu diambil kembali,” balas Yeon Seo, tidak terima.

Kim Dan menjelaskan bahwa pada hari itu dia tidak meninggal, dan diberi waktu 100 hari. Karena itu dia bisa bertemu dengan Yeon Seo, mengenal Yeon Seo, dan jatuh cinta dengan Yeon Seo. Dan itu sudah cukup untuknya. Jadi dia berharap Yeon Seo bisa banyak tertawa, dan bisa menangis sesekali. Yeon Seo bisa menari sepuasnya, dan bergembira. Yeon Seo bisa hidup seperti manusia.
“Kamu ingin aku hidup?” tanya Yeon Seo, pelan.
“Ini keinginan terakhirku. Aku ingin memberi nafas terakhirku untukmu.”


Yeon Seo terdiam, karena merasa syok. Lalu Kim Dan pun memeluknya sambil membisikan bahwa dia mencintai Yeon Seo berkali- kali. Kemudian setelah itu, dia mencium Yeon Seo.
Kim Dan mencium Yeon Seo yang masih tidak sadarkan diri.
Kim Dan : “Aku berusaha melawan takdir. Tapi melihat ke belakang, semuannya berdasarkan pilihanku. Menyelamatkan Yeon Seo, mencintainya, mencoba membunuh orang jahat, dan tidak membunuhnya.”
“Aku diberikan hidup ini sekali lagi sebagai malaikat, dan aku ingin memberikan kepadanya. Ini adalah keputusan terakhirku.”

“Selamat tinggal, Yeon Seo,” ucap Kim Dan sambil meneteskan air mata. Dan air mata itu jatuh mengenai pipi Yeon Seo.

Kemudian setelah itu, Yeon Seo membuka matanya. Dan sapu tangan milik Kim Dan yang berada diatas meja, bulu pada sapu tangan itu terbakar menjadi hitam.
Yeon Seo berada sendirian di kamar itu. Dan dia menangis.
Ny. Jung menghampiri Yeon Seo, dan memegang tangannya. “Kamu bangun! Benar! Kamu selamat!” katanya dengan senang, lalu dia pergi untuk memanggilkan dokter.
Sementara Yeon Seo tetap menangis.

No comments:

Post a Comment