Sunday, July 14, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 32 - part 2

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 32 – Part 2
Network : KBS2

3 Bulan kemudian
Yeon Seo mengumumkan secara resmi kepada media tentang dirinya yang akan menjadi Ketua Umum Baru di Fantasia. Dan mereka menanyakan, bagaimana perasaan Yeon Seo, karena ini adalah kali pertama Yeon Seo berjalan ke luar sesudah 3 bulan.
“Aku tidak bisa menari sekarang, tapi aku akan menjalanin pelatihan rehabilitasi. Dan sementara itu, Tn. Kang Woo telah mengelola teater balet dengan sangat baik,” jelas Yeon Seo kepada wartawan.

Seorang wartawan kemudian menanyakan, apakah Yeon Seo tidak ingin melakukan pelantikan akbar sesudah kejadian mengerikan tersebut.
Yeon Seo pun menjawab bahwa sekarang dia harus mengurangi pengeluaran yang tidak perlu terlebih dahulu, serta dia hendak merombak semua sistem yang digunakan pendahulu. Dan dia berencana untuk merekrut sekelompok spesialis manajemen, serta Teater Fantasia akan mengambil langkah lebih dekat pada publik.

Setelah wawancara selesai. Kang Woo menanyakan, apakah Yeon Seo baik- baik saja. Dan Yeon Seo menjawab bahwa dia baik- baik saja, bahkan dia mulai membuat lekukan mulai minggu lalu.
“Aku bertanya soal hatimu. Kamu tidak menginjakkan kaki ke luar sekalipun selama tiga bulan terakhir. Diminggu pertamamu, kamu tinggal dikamarmu dan menangis sepanjang hari. Orang2 yang tertinggal harus melanjutkan hidup mereka,” jelas Kang Woo, memberikan nasihat.
Yeon Seo membalas bahwa dia memiliki harapan, atau lebih tepat nya dia memiliki firasat. Firasat bahwa suatu saat dia mungkin bisa bertemu Kim Dan lagi.

“Apa kamu tidak tahu apa artinya dilenyapkan? Sesudah melihat saputangan nya, aku tidak yakin. Tapi sekarang, bulu diatasnya menjadi hitam,” jelas Kang Woo.
“Dan juga milikmu. Tapi kamu hidup dan sehat. Aku tidak tahu aku bisa bertemu Seong Woo lagi. Bertemu dengan seorang anak yang mati, sebenarnya tidak mungkin. Tapi aku bertemu dengannya sesudah dia menjadi Dan,” balas Yeon Seo.
Kang Woo menjelaskan bahwa walaupun Yeon Seo bertemu dengan Seong Woo, tapi saat itu Kim Dan datang kepada Yeon Seo sesudah kehilangan semua ingatannya. Dan Yeon Seo membalas bahwa dia tidak masalah dengan itu, karena dia mengingatnya.
Mendengar itu, Kang Woo diam dan tersenyum saja. Dia mengerti.
Para penari sibuk membaca artikel tentang seluruh keluarga Ny. Choi yang beredar di Internet. Ny. Choi dikenakan hukuman 17 tahun penjara, dengan tuntutan pelanggaran hukum medis, upaya penyerangan, penggangguan bisnis, kabur dari polisi, dan masih panjang lagi.
Sementara Tn. Geum dikenakan hukuman 6 tahun penjaran, karena Tn. Geum memiliki faktor yang meringankan.

“Terdakwa Geum Ru Na, dia bersalah atas pembunuhan, menghalangi bisnis, dan penyerangan. Mengingat bahwa terdakwa tidak menunjukan tanda2 penyesalan, tindakannya dianggap bejat, dan sangat mungkin dia akan melakukan kejahatan lain. Pengadilan menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Geum Ru Na di penjara.”
Itulah hukuman yang diterima oleh Ru Na atas kejahatan yang diperbuatnya.

Petugas penjara memanggil Ru Na, dan memberitahukan bahwa ada seseorang yang datang mengunjungin Ru Na. Mendengar itu, Ru Na merasa heran, karena dia tidak memiliki siapapun yang akan datang mengunjunginnya. Kemudian si Petugas penjara pun menjawab bahwa itu adik Ru Na.
Ru Na tersenyum, dan membuka pintu ruang kunjungan, karena mengira yang datang adalah Ni Na. Tapi senyumnya langsung hilang, saat mengetahui bahwa ternyata yang datang mengunjunginnya adalah Yeon Seo.

“Kenapa kamu adikku?” tanya Ru Na, dengan ketus.
“Benar juga. Aku juga sangat membencinya,” balas Yeon Seo.
Ru Na menanyakan, apakah Yeon Seo datang untuk mengejeknya dan melihat seberapa rendah dirinya. Dan Yeon Seo membenarkan semuanya, dia menjelaskan bahwa selama ini dia mendengar kalau Ru Na terus berusaha untuk bunuh diri, jadi dia datang untuk memberitahu Ru Na agar tidak melakukan itu.
Ru Na mendengus geli. “Apa kamu khawatir?”
“Ya, aku khawatir kamu akan mencoba mati untuk melarikan diri dari membayar atas apa yang kamu lakukan,” balas Yeon Seo. Lalu dia bertanya, “Kakak, pernahkah kamu mencintai seseorang dengan sepenuh hati?”
Ru Na : “Apa kamu sebodoh itu? Kamu pikir untuk siapa aku melakukan semua ini?”

Yeon Seo : “Jangan berbohong. Kamu tidak pernah mencintai Ni Na. Kamu tidak akan pernah melakukan ini, jika kamu benar- benar mencintainya. Kamu lebih baik mati, sehingga kamu bisa selamatkan orang itu. Kamu tidak pernah merasakan seperti ini. Tidak sama sekali. Itu sebabnya hatimu kosong, dan kamu mati- matian berusaha mengisi hati yang kosong itu.”
Mendengar itu, Ru Na berdiri dan menatap tajam Yeon Seo. “Apa yang kamu tahu? Beraninya kamu gunakan mulutmu,” katanya, merasa tidak senang.

“Aku benar- benar kasihan, karena kamu akan tinggal disini selama sisa hidupmu, tanpa tahu betapa berharga dan indahnya cinta itu,” balas Yeon Seo dengan tenang. “Tetaplah sehat.”
Yeon Seo mematikan telpon, dan kemudian pergi meninggalkan ruangan. Dengan kesal, karena tidak bisa perbuat apapun, Ru Na pun hanya bisa menahan emosi nya.

Didalam mobil. Ny. Jung menanyakan kenapa Yeon Seo mengunjungin Ru Na, kepadahal melihat Ru Na saja pasti sudah menjijikan. Dan Yeon Seo menjawab bahwa dia ingin memberitahu Ru Na, kalau Ru Na kalah telak.
“Kamu kembali, Nona. Aku senang. Sekarang semuanya sudah beres, lupakan semuanya dan kembali ke dirimu yang lama. Mengerti?” kata Ny. Jung. Dan Yeon Seo tidak menjawab, melainkan hanya tersenyum kecil saja.

Hari selanjutnya. Yeon Seo berteriak histeris kepada para pelayan, karena sapu tangan Kim Dan yang disimpannya di dalam laci menghilang.
Mendengar itu, Ny. Jung merasa lelah dan bergumam pada diri sendiri. “Aku bilang padanya untuk jadi dirinya yang dulu. Dan emosinya juga kembali,” gerutunya.
“Kumohon!” teriak Yeon Seo, frustasi. “Aku mohon. Ketika kamu bersihkan kamarku dan kamar Kim Dan, tolong jangan menyentuh apapun,” jelas Yeon Seo dengan lebih tenang. Lalu dia menawarkan bonus 200 persen dari gaji, bagi siapapun yang bisa menemukan sapu tangan Kim Dan.


Hari selanjutnya. Yeon Seo duduk dibangku taman sendirian, dan membiarkan hujan yang turun dari langit membasahi dirinya. Lalu Ny. Jung datang dan memayunginnya. Melihat itu, Yeon Seo merasa kecewa, karena dia berharap itu adalah Kim Dan.
“Kenapa kamu panggil dokter? Sudah kubilang aku baik- baik saja,” keluh Yeon Seo.
“Jika kamu baik- baik saja, kenapa kamu datang ke taman pada hari hujan seperti wanita gila? Dan jika kamu baik- baik saja, kenapa kamu berbicara sendiri saat tidak ada orang disekitarmu?” balas Ny. Jung.

Flash back
Didapur. Yeon Seo menyeduh teh, lalu setelah itu dia bertanya berapa lama dirinya harus menyeduh teh ini. Melihat itu, Ny. Jung merasa heran, karena tidak ada siapapun disekitar Yeon Seo.
“Sekitar tiga menit? Bukankah tehnya terlalu pahit?” tanya Yeon Seo. “Ini terlalu panas,” keluhnya kemudian.
Dikamar. Yeon Seo melakukan peregangan tubuh, lalu dia berbicara ntah kepada siapapun. Dan melihat itu, Ny. Jung lagi- lagi merasa heran, karena beneran tidak ada siapapun disekitar Yeon Seo.
“Jangan hanya berdiri disana. Datang dan pegang aku,” kata Yeon Seo sambil mengulurkan tangannya ke udara kosong.
Flash back end

Yeon Seo menjelaskan kepada Dokter serta Ny. Jung bahwa dia melakukan itu, karena dia melihat ilusi. Dan Ny. Jung menjawab bahwa itu adalah gejala halusinasi, karena trauma dan stress.

“Sebenarnya, saat pertama kali bertemu, aku merasakan bahwa dia ada disana. Tidak ada yang bisa melihatnya, tapi hanya aku yang bisa. Jadi, aku melihat Kim Dan mungkin nyata. Bukan?” jelas Yeon Seo, bertanya dengan pelan.
“Aku akan resepkan obat. Pastikan kamu minum obat,” jawab Dokter.

Malam hari. Yeon Seo merasa ragu untuk meminum obatnya, jadi dia pun memasukan obat itu kembali ke dalam botol.

Ny. Jung kemudian datang, dan mengajak Yeon Seo untuk minum soju bersama.

No comments:

Post a Comment