Sunday, July 14, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 32 - part 3 END

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 32 – Part 3
Network : KBS2

Yeon Seo memohon agar Ny. Jung mengembalikan sapu tangan Kim Dan kepadanya, karena cuma Ny. Jung satu- satunya yang membenci Kim Dan setahunya. Dengan kesal, Ny. Jung menggerutu, lalu dia memberikan kotak kenangan milik Kim Dan yang ditemukannya didalam kamar Kim Dan.

Flash back
Ny. Jung tidak percaya bahwa Kim Dan akan pergi begitu saja, jadi dia memeriksa isi kamar Kim Dan. lalu dia menemukan pakaian serta semua barang Kim Dan masih lengkap berada didalam kamar. Kemudian dia pun menemukan kotak kenangan itu.
Flash back end

Yeon Seo membuka kotak kenangan milik Kim Dan. Ternyata isi kotak itu adalah kartu ucapan ‘Selamat hari pernikahan.’
“Ini adalah tulisan tangan Dan,” kata Yeon Seo dengan mata berkaca- kaca.
Surat pertama : “Selamat hari jadi pernikahan pertama! Ini adalah surat pertama yang kutulis kepada Manusia, bukan Tuhan. Bukankah itu suatu kerhormatan?”
Surat kedua : “Selamat hari jadi pernikahan kedua! Aku mencintaimu.”
Surat ketiga : “Selamat hari jadi pernikahan ketiga! Apa bunga rape mekar dengan indah?”
Surat keempat : “Selamat hari jadi pernikahan ke sepuluh! Kamu masih belum melupakan aku?”
Surat keempat : “Selamat hari jadi pernikahan ke tiga puluh! Aku masih mencintaimu.”

Yeon Seo menangis membaca semua kartu ucapan tersebut. Lalu dia menghabiskan segelas soju yang berada diatas meja.

Setelah minum terlalu banyak, Yeon Seo menyesal karena telah minum terlalu banyak. Tapi walau begitu, dia tetap saja minum. Dan Ny. Jung membiarkannya, dia ingin Yeon Seo untuk mulai melupakan tentang Kim Dan.
“Benar. Aku dengar sel- sel otak rusak saat seseorang minum. Artinya aku akan lupa. Tidak, aku tidak bisa melakukan itu. Aku bahkan tidak akan melupakan bulu matanya,” gumam Yeon Seo.
“Nona, sadarkan dirimu!” balas Ny. Jung, tegas.

Yeon Seo menjelaskan bahwa dia benar- benar bisa merasakan Kim Dan ada disampingnya. Dan dia terus melihat Kim Dan. Mendengar itu, Ny. Jung menghela nafas lelah.
“Lihat kesana. Dia berdiri disana. Dan!” panggil Yeon Seo sambil melambai ke arah Kim Dan, yang benar tampak ada disana.

Tapi Ny. Jung tidak bisa melihatnya. “Ada apa disana? Tidak ada apa- apa disana. Kamu membuatku takut. Hentikan,” pinta Ny. Jung.
“Apa aku benar- benar jadi gila?” gumam Yeon Seo. Dan Ny. Jung menyuruh Yeon Seo untuk minum obat, lalu berbicara dengan dokter dan dirawat.
Yeon Seo menolak untuk diobati, karena jika dia melakukan itu, maka dia tidak akan bisa melihat Kim Dan lagi. Jadi dia lebih memilih menjadi gila selamanya supaya bisa melihat Kim Dan lagi.
Dengan penuh perhatian, Ny. Jung memeluk dan menenangkan Yeon Seo.
“Dia memberiku hidupnya. Dia memberiku nafas ini. Aku harus hidup dengan sangat baik, karena aku harus hidup untuk Dan juga,” kata Yeon Seo bercerita dengan sedih. “Ah, aku merindukanmu. Aku ingin memelukmu. Aku ingin menciummu, Dan,” katanya.

Kim Dan datang, dan memperhatikan Yeon Seo yang telah tertidur didalam kamar. Sapu tangan nya yang ada bersama dengan Yeon Seo, itu tidak menghilang, melainkan sapu tangan itu kembali kepada dirinya.

Kim Dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Dan dia menulis di kertas laporannya.
“Sesudah berkeliaran di kegelapan yang dalam, Malaikat Dan melaporkan kembali dengan misi lain.”
Ketika Yeon Seo sedang menyeduh teh. Kim Dan benar ada disana, dia berada disebelah Yeon Seo dan memperhatikannya.

Ketika Yeon Seo sedang melakukan peregangan didalam kamar. Kim Dan benar ada disana, dia berada disebelah Yeon Seo dan memperhatikannya.

Ketika Yeon Seo mabuk, dan memanggilnya. Kim Dan benar ada disana, dia berada dihadapan Yeon Seo dan memperhatikannya.
“Terima kasih. Kamu membiarkan aku tinggal bersamanya, bahkan meski dia tidak bisa melihatku. Ya, benar. Bahkan meski dia tidak tahu sampai akhir, bahkan meski tidak ada yang tahu, bahkan meski aku hanya bisa memandangin selamanya. Tidak apa- apa.”

Kang Woo mengundurkan diri dari Fantasia, karena dia akan pergi ke New York. Tapi dia tidak ada memberitahu kepergiaanya kepada para penari, kecuali kepada Yeon Seo saja. Karena dia tidak suka melakukan hal yang canggung dan memalukan seperti itu.

Dan Yeon Seo mengerti. Lalu dia menanyakan, “Kang Woo, apa kamu merasa lebih nyaman sekarang?” tanyanya. Dan Kang Woo tersenyum, mengiyakan.
Keluar dari Fantasia, para penari langsung datang menghampiri Kang Woo. Mereka datang untuk mengucapkan selamat tinggal, dan terima kasih sebab Kang Woo telah banyak mengajarkan mereka dengan baik.
Dengan cerewet, Kang Woo kembali memberikan pengajaran dan mengingatkan mereka. Dan mereka langsung menghentikannya.

“Pastikan kamu menjaga diri sendiri,” kata penari.
“Terima kasih. Kerja bagus, kerja bagus semuanya,” balas Kang Woo, memuji mereka semua. Lalu kemudian mereka pun berfoto bersama- sama.

Kang Woo datang ke tempat latihan menari, dimana Ni Na berada sekarang. Disana sambil memperhatikan Ni Na yang sedang mengajarkan anak- anak cara menari balet yang benar, Kang Woo tersenyum.
Dengan sangat baik, Ni Na mengajarkan setiap anak cara menggambarkan cerita dan musik didalam pikiran. Serta tentang bagaimana postur tubuh yang baik.
Setelah selesai mengajar, Ni Na menghampiri Kang Woo dan memberikannya segelas kopi. Lalu dia menjelaskan dengan riang bahwa sekarang dia harus mulai menabung untuk membayar sewa nya. Serta dia mendengar kalau Kang Woo akan pergi ke New York, dan dia mengucapkan selamat kepada Kang Woo.

“Apa kamu yakin tidak ingin kembali sebagai pemain?” tanya Kang Woo.
“Kupikir ini yang paling cocok untukku. Menari dengan gembira bersama anak- anak. Aku merasa puas,” jawab Ni Na.
“Jika kamu berubah pikiran, datanglah kapan pun kamu mau. Aku ahli membawa balerina yang sudah pensiun,” balas Kang Woo, memberikan penawaran.
Dan Ni Na tertawa. “Ketika kita bertemu lagi, kuharap aku bisa bertemu denganmu sebagai orang, bukan balerina.”

Ny. Jung merasa lega saat melihat botol obat Yeon Seo tinggal setengah. “Syukurlah dia minum obat,” gumamnya. Lalu dia bertanya- tanya kemana Yeon Seo pergi.
Yeon Seo pergi berjalan- jalan sendirian di taman. “Semuanya kembali ketempatnya. Aku kira mereka semua akan kembali ke awal. Tapi kamu tidak ada disini, aku juga tidak bisa melihatmu sebagai halusinasi. Aku akan berani. Aku akan percaya kamu memperhatikanku dari suatu tempat,” kata Yeon Seo, berbicara sendiri.

Dan selama itu, Kim Dan ada disebelahnya dan mendengarkan. Hanya saja Kim Dan tidak berani untuk menyentuh tangan Yeon Seo.

Yeon Seo kemudian duduk dibangku taman sambil menengadah kan kepalanya ke atas. Lalu ketika ada sebuah daun yang akan terjatuh, dia langsung menangkap daun tersebut.
“Tidak ada yang tertulis lagi,” gumamnya, kecewa. Lalu dia pun mengeluh, “Ini adalah penipuan besar. Aku bahkan tidak pernah menemukannya!”
Yeon Seo kemudian mengambil pena, dan menulis didaun tersebut. “Hari ini. Disini.”

Kim Dan yang duduk disebelah Yeon Seo. Dia merasa tidak tega, ketika melihat Yeon Seo mulai menangis lagi. Jadi dia pun menlapkan air mata Yeon Seo yang terjatuh ke pipi nya. Lalu seperti ke ajaiban, Yeon Seo bisa melihatnya.

“Yeon Seo, sadarkan dirimu,” gumamnya, tidak bisa mempercayai bahwa Kim Dan beneran berada disebelahnya. Dan Kim Dan yang masih belum menyadari hal tersebut, dia merasa heran dan canggung.
Yeon Seo menutup matanya, dan memanggil nama Kim Dan. Lalu dia membuka matanya secara perlahan, dan kembali memandangin Kim Dan yang berada disebelahnya.

Kemudian setelah itu Yeon Seo berdiri.
Dengan bingung, Kim Dan pun ikut berdiri.
Yeon Seo mendekat, dan menyentuh Kim Dan. Lalu disaat itu, sapu tangan milik Kim Dan yang berada didalam saku, menghilang. Dan Kim Dan sendiri, dia masih merasa kebingungan, karena Yeon Seo bisa melihatnya.

“Kamu bisa melihatku?” tanya Kim Dan, pelan. “Bagaimana ini bisa terjadi?”
“Aku tahu. Kamu akan datang,” balas Yeon Seo. Lalu dia langsung memeluk Kim Dan.
Dengan senang, Kim Dan pun balas memeluk Yeon Seo dengan erat.
Kim Dan : “Ini adalah laporan akhirku. Mengamati manusia sangatlah menarik. Jika waktu keabadian berwarna hitam dan putih, manusian bersinar dalam semua jenis warna. Seolah mereka bisa musnah setiap saat. Itulah yang membuat mereka menarik. Ketika misi selesai, semuanya akan kembali ke tempatnya. Manusia akan kembali ke tempatnya. Manusia akan mati dan menghilaang. Malaikat akan terbang berkeliling selamanya. Itu adalah takdir Tuhan untuk semesta. Dalam takdir cinta ajaib ini, kami akan hidup bahagia, dengan cemerlang dan bahaya, seolah kita berkilauan.”

 
Yeay!! Akhirnya tamat juga. Menurutkan akhirnya cukup  memuaskan, walaupun rasanya seperti masih ada yang kurang dan terlalu dipaksakan, tapi lumayanlah daripada ‘bad ending’ . Lalu akhirnya, sepertinya Kim Dan menjadi manusia beneran deh.
Sebenarnya aku sempat berpikir, lebih baik mereka berdua mati dan bersatu di Surga. Heheh… Daripada didunia, kan Kim Dan jadi kurang jelas hidupnya, agak aneh. Tapi ya sudah lah. Terima kasih.
Happy Reading, guys!

No comments:

Post a Comment