Friday, July 19, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 22-2

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 22-2
Images by : Hunan TV

Usai konferensi pers, Gao Hui dan Yu Yi pergi ke bar. Gao Hui dengan sedih mengatakan kalau mereka bertiga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk semuanya, tapi pada akhirnya, hanya dia dan Yu Yi saja yang merayakan ini semua. Yu Zhi bahkan tidak ingin bergabung.
Yu Yi langsung menenangkan dengan berkata kalau Yu Zhi memang seperti itu, kaku. Tapi, selama hasil akhirnya bagus, Yu Zhi pasti akan tetap di pihak mereka.
“Di matanya, aku mungkin hanya seorang yang hanya mencari keuntungan, seorang penjahat yang dengan sengaja menipu orang lain,” sedih Gao Hui. “Aku melakukan semua ini untuk Hui Xin. Kepentingan kita selalu konsisten, mengapa dia tidak bisa mengerti kita?”
Dan tentu saja, Yu Yi memihak Gao Hui dan berkata keputusan yang Gao Hui buat sudahlah benar. Dan dia akan selalu ada untuk Gao Hui. Gao Hui berterimakasih karena Yu Yi selalu ada di pihaknya setiap ada masalah apapun. Dan hanya Yu Yi juga yang bisa memahaminya.
--

Walaupun Gao Hai sudah kembali tinggal di rumah dengan Ny. Wu, tapi hubungan mereka sudah tidak bisa kembali seperti dulu. Mereka tidak berbicara sama sekali. Dan bahkan pagi-pagi, Gao Hai sudah keluar rumah. Ny. Wu sendiri tampak kesal karena Gao Hai benar-benar mengabaikannya.

Pas pula, ponsel Gao Hai tertinggal. Dan pengingat di ponsel itu berbunyi. Jadi, ny. Wu langsung memeriksa ponsel Gao Hai : Pengingat untuk pasien, Pan Yue tepat waktu untuk jam 10 pagi. Janji rehabilitasi di klinik neurologi rawat jalan.
Membaca pengingat itu, tentu membuat Ny. Wu semakin cemburu. Ternyata suaminya diam-diam ingin membantu menyembuhkan penyakit Pan Yue.
--
Gao Hai membawa Pan Yue ke rumah sakit. Dan sambil menunggu giliran mereka di periksa, Gao Hai bercerita mengenai masa lalu mereka. Tentu saja, Pan Yue tidak bisa mengingat semua itu. Tapi, dia dan Gao Hai setuju kalau putri mereka, Gao Jie hebat!
Ny. Wu yang diam-diam datang dan melihat itu, menjadi semakin makin cemburu. Apalagi mendengar Gao Hai yang memuji Gao Jie yang hebat!
--

Pan Yue sudah kembali ke panti jompo dan sedang bermain sendirian. ny. Wu tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarnya. Melihat Ny. Wu, Pan Yue langsung bergumam : Orang jahat.
--
Gao Jie melihat kalau dept. inlay tetap menerbitkan iklan mengenai kisah cinta tn. Jiang walaupun itu adalah kebohongan belaka. Melihat itu, Gao Jie jadi bertanya-tanya, apakah Yu Zhi tidak mengenali cincin itu? Atau apakah Yu Zhi tipe pengusaha yang rela berbohong untuk bisnisnya?
Ponsel Gao Jie berbunyi dan Gao Jie langsung mengangkatnya. Dia tampak terkejut dan berkata akan segera ke sana.
--

Di kamarnya, Pan Yue bersembunyi di bawah meja rias dan melempar semua barang. Para suster berusaha membujuknya keluar tetapi Pan Yue tidak mau dan memberontak. Gao Jie tiba tidak lama kemudian, dan membujuk Pan Yue yang menangis agar mau keluar. Gao Jie memintanya tidak takut dan mengulurkan tangannya. Pan Yue menyambut uluran tangan Gao Jie dan keluar. Dia menangis meminta untuk pulang dan tidak ingin berada di sini lagi. Ada begitu banyak orang jahat di sini.
Gao Jie menenangkannya dan berkata mereka akan pulang.
--
Setelah berhasil membuat Pan Yue tenang, Gao Jie langsung menemui perawat dan bertanya apa yang sebenarnya tarjadi? Perawat menjelaskan kalau ada seorang wanita bernama istri Gao datang dan memarahi Pan Yue dan memanggilnya pela**r dan juga berkata “apa gunanya memeriksakan diri ke dokter, kau akan selalu menjadi orang gila”.
Gao Jie bisa menebak kalau wanita itu pasti adalah Wu Xiao Ci. Tetapi, apa maksudnya dengan periksa ke dokter? Suster akhirnya tidak bisa menyembunyikan lagi dan memberitahu Gao Jie kalau ada seorang pria bernama Gao Hai yang terus datang membawa Pan Yue berobat ke dokter. Dan juga menyuruh mereka untuk tidak memberitahu Gao Jie.
Gao Jie jelas marah. Bagaimana bisa mereka membiarkan orang asing membawa ibunya untuk di rawat?
“Maaf Nona Gao, kami tidak akan melakukannya lagi,” janji suster.
Gao Jie kembali ke kamar dan menatap ibunya yang sedang tidur : Maaf ma. Aku yang tidak melindungimu dengan cukup baik.
--

Makan malam keluarga Yu.
Yu Yi menyombongkan diri pada nenek mengenai promosi Hui Xin yang sukses besar. Nenek juga puas dengan hasilnya. Zi Yun juga memuji kisah cinta tn. Jiang yang menakjubkan tersebut. Tapi, dia heran juga melihat wajah Zi Yun yang tidak bahagia.
Dan tidak lama, mereka malah secara bersamaan mendapat pesan di ponsel masing-masing. Zi Yun yang melihatnya, langsung memperlihatkannya pada nenek. Itu adalah video berita mengenai kebohongan iklan Hui Xin. Pada nyatanya, tn. Jiang adalah seorang playboy.
Melihat itu, Nenek jelas marah dan langsung bertanya, apa Yu Yi benar-benar tidak tahu masalah ini?! dia kan sudah bilang dari awal kalau visi dari Rui Hua adalah berasal dari satu kata : “KEBENARAN”. Dan sekarang mereka malah membuat iklan palsu. Kalau begini, besok-besok klien pasti akan bertanya apakah produk kita adalah palsu?!
“Departemen Inlay masih menjadi bagian dari Perayaan Tahunan. Aku harus memikirkan ulang hal itu lagi!” tegas Nenek dan langsung menyudahi makannya.
Yu Yi dan Yu Zhi langsung berusaha menenangkan nenek. Sementara, Zi Yun tersenyum puas.
--

Esok pagi,
Gao Hui frustasi karena berita tersebut. Dan lucunya, dia malah mengeluh ke Yu Zhi. Yu Zhi mah langsung berkata kalau semua ini adalah salah Gao Hui yang sudah tahu sedari awal tapi berusaha menutupinya. Jika Gao Hui tidak merasa benar sendiri, maka mereka tidak akan berada di posisi seperti sekarang ini. 
“Kau tidak ingin menemukan solusi untuk masalah ini, malah menyalahkanku?” marah Gao Hui.
“Masalah memang harus di perbaiki. Tetapi, sebelum kita memperbaikinya, kau harus mengenali di mana kau salah. Jika tidak, kesalahan ini tidak akan ada artinya. Gao Hui malah terus berkata kalau Yu Zhi tidak boleh menyalahkannya (ih, kalau bukan karena Gao Hui adalah anak Wu Xiao Ci dan perwakilan dari Cilian, ku rasa sudah di tendang keluar oleh Yu Zhi dia itu). Yu Zhi dengan kesal berkata kalau Gao Hui itu harus bisa sadar akan kesalahannya. Tidak boleh lari dan mencari cara menutupi masalah itu.
“Jika kau masih tidak tahu dimana kesalahanmu, maka aku akan berpikir ulang apakah kita harus tetap bekerja sama atau tidak,” tegas Yu Zhi.
“Jadi, ketika terjadi sesuatu, kau akan berubah? Kau berpura-pura tidak tahu dan menyalahkanku? Yu Zhi, sebaiknya kau jangan lupa. Orang yang kehilangan muka di sini adalah dept. inlay Rui Hua. Kau tidak dapat menyangkalnya!”
“Kenapa kau masih tidak mengerti yang ku maksud!” kesal Yu Zhi.
Saat itu, Yu Yi masuk dan menengahi mereka. Yang harus mereka lakukan sekarang adalah menghubungi dept. PR. Yu Zhi memilih keluar dan berkata akan mencari cara membereskan masalah ini. Gao Hui juga keluar dan berkata akan menghubungi dept. PR Cilian.
--
Gao Jie sudah melihat berita dengan judul : Penipuan pemasaran Rui Hua. Melihat artikel itu tidak membuat Gao Jie bahagia.
Datang pula Gao Hai ke sana mencari Gao Jie. Melihat Gao Hai, Gao Jie langsung menyeret Gao Hai keluar. Para guru tentu jadi penasaran.
Gao Hai datang untuk meminta maaf atas apa yang terjadi pada Pan Yue. Gao Jie tidak mau mendengarkan apapun perkataan Gao Hai dan menyuruh Gao Hai untuk pergi saja. Dia benar-benar tidak ingin melihat Gao Hai. Gao Hai mengerti akan hal itu, tapi dia berharap kalau Gao Jie akan tetap mengizinkannya membawa Pan Yue berobat ke dokter setiap minggu. Gao Jie menjadi makin marah karena kalau bukan karena Gao Hai, tidak mungkin Wu Xiaoci sampai mengganggu ibunya lagi!
Gao Jie kemudian memberitahu kalau sudah bertahun-tahu dia dan alm. Kakek membawa Pan Yue berobat untuk menyembuhkannya, tapi pada akhirnya mereka menyerah. Karena tidak ada perubahan dan hanya membuat Pan Yue semakin sakit. Gao Hai langsung menjelaskan kalau ada pengobatan baru dan ada kemungkinan Pan Yue bisa sembuh.
“Bahkan jika ada perubahan, kau ingin ibu mengingat tahu itu bahwa kau dan Wu Xiaoci mengkhianatinya? Biar ku katakan lagi, yang kau lakukan ini tidak lah membantunya. Itu hanya akan memprovokasi Wu Xiaoci untuk menyakiti ibuku. Jika kau terus seperti ini, aku akan memindahkan ibuku ke panti jompo lain. Dan kau tidak akan pernah bisa menemuinya lagi!”
Mendengar ancaman Gao Jie itu, Gao Hai mengerti. Dia tidak akan memaksakan apapun lagi.
Pas sekali, saat Gao Hai pergi, Yu Zhi baru juga datang untuk menemuinya. Yu Zhi yang melihat wajah muram Gao Jie jelas heran dan bertanya apa yang terjadi? Gao Jie berkata tidak ada apapun. Gao Jie balik bertanya kenapa Yu Zhi terlihat muram? Apakah masih berusaha mengatasi masalah pemasaran?
“Kami sudah melakukan yang kami bisa, tapi tidak dapat mengubah apa yang terjadi,” jawab Yu Zhi.
“Hari ini aku juga agak kesal? bagaimana kalau aku mengambil hari libur dan menemanimu?” tawari Gao Jie. “Kemanapun kau ingin pergi, kita pergi.”
“Benarkah? Seorang pencandu kerja dapat mengambli cuti sehari untuk aku?”
“Maka kita harus memastikan kita bersenang-senang selama sehari. Maka kita harus memastikan untuk bersenang-senang selama sehari,” jawab Gao Jie.
Yu Zhi tentu senang mendengar ajakan Gao Jie tersebut. Dan setuju untuk izin libur selama sehari-hari.
--
Esok hari,
Gao Jie masih berada di dalam kamarnya. Dia menyalahkan dirinya sendiri, seandainya dia memberitahu lebih awal pada Yu Zhi mengenai tn. Jiang, maka keadaannya tidak akan seburuk sekarang ini.
Pas pula dia mendapat telepon dari Pin Zhen yan marah-marah. Dia kan sudah memberitahu pada Gao Jie mengenai info tn. Jiang lebih awal, kenapa keadaannya jadi seburuk sekarang?
“Jangan kaget, tenang sedikit. Tolong jangan beritahu Yu Zhi bahwa kau sudah tahu hal ini terlebih dahulu,” pinta Gao Jie.
“Aku tidak bodoh. Aku tidak akan mengatakan hal itu. Tunggu. Berarti kau tidak memberitahunya selama ini? Kau malah melihatnya jatuh? Kau sungguh kejam, pacar seperti apa kau ini.”
“Aku ada memberitahunya. Tapi, semua ini masih terjadi,” jelas Gao Jie.
Pin Zhen mengerti dan tidak berkata apapun lagi.
--

Di Rui Hua,
Gao Hui memberitahu Yu Yi kabar gembira bahwa Museum Perhiasan Victoria ingin memamerkan kalungnya The Heart of the King yang merupakan salah satu koleksi perhiasan terbaik. Hanya yang terbaik yang bisa mendapatkan kesempatan itu. Yu Yi yang mendengarnya ikut gembira.
“Museum akan segera mengirim seseorang untuk wawancara. Kita perlu menggunakan momentum ini untuk mempromosikan kabar baik dan dapat menutupi berita negatif sebelumnya. Berita ini secara kebetulan datang pada saat yang tepat. Ini adalah kesempatan yang jatuh dari langit,” ujar Gao Hui bahagia. “Mereka mendengar cerita di balik perhiasan itu dan berpikir bahwa Yu Zhi dan aku adalah pasangan. Orang Barat sangat romantis. Mereka pikir tema sang putri dan prajurit itu pemasaran yang bagus.”
Yu Yi yang mendengar awalnya bahagia tapi tidak pada akhirnya. Karena Yu Zhi harus bersedia bekerja sama dengan Gao Hui untuk mau berpura-pura pacaran.
“Hui Hui, kau harus mempertimbangkan orang lain. Misalnya, mungkin…”
“Kau?” lanjut Gao Hui sampai tertawa. “Berhentilah bercanda Senior. Kita jelas bukan putri dan prajurit. Sebagai perwakilan generasi baru dalam bisnis perhiasan, Yu Zhi pasti akan di wawancarai juga. Jika itu masalahnya, maka selama masa promosi, Yu Zhi dan aku akan bersama setiap hari. Seperti menembak 2 burung dengan 1 batu. Tidakkah menurutmu itu luar biasa?” senang Gao Hui.
Yu Yi kehilangan kata-kata. Dia sampai bertanya, apakah Gao Hui mengira dengan melakukan hal ini, Yu Zhi akan memberikan hatinya pada Gao Hui? Gao Hui dengan enteng berkata bahwa cinta memang bisa membuat orang melakukan segalanya, dan dia tidak salah dalam hal ini. Daripada menjadi orang yang pintar, dia lebih suka menjadi idiot dalam cinta.
“Benar, bodoh. Seseorang bahkan lebih bodoh darimu,” gumam Yu Yi dan keluar dari ruangan Gao Hui. Yang dia maksud lebih bodoh dari Gao Hui adalah dirinya sendiri.
--

Yu Yi memberitahu mengenai museum Victoria itu pada Yu Zhi. Ternyata, Yu Yi yang terlebih dahulu menghubungi museum itu begitu Gao Hui mendapatkan kemenangan di kompetisi waktu itu. Tapi, tidak ada respon sama sekali waktu itu. Jadi, dia mengira sudah tidak ada harapan. Tidak di sangka, ternyata mereka malah mendapatkan kabar baik.

Yu Zhi senang dengan hal itu, tapi dia merasa berat juga karena mulai sekarang jadi harus melakukan promosi dan wawancara dengan Gao Hui terus. Yu Yi sebenarnya juga kesal tapi berusaha menyembunyikannya. Pokoknya, ini yang bisa mereka lakukan sekarang untuk melewati krisis ini, apalagi Mu Zi Yun masih terus memperhatikan mereka sekarang ini.

Pin Zhen baru datang dan heran karena semuanya tampak sangat sibuk. Gao Hui yang melihatnya, langsung menyindir Pin Zhen yang bersantai padahal semua orang sedang sibuk.
“Ini bahan untuk wawancara dengan pemotretan dan salinan publikasi. Pastikan kau melihatnya. Kita akan segera mulai. Jangan biarkan aku kehilangan muka, apa kau mengerti,” perintah Gao Hui.
“Ya.”

-Bersambung-

No comments:

Post a Comment