Friday, July 19, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 1 - part 1

0 comments




Seorang wanita terbaring diatas lantai dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Sebut saja korban. Yifei melihat itu, dia menghampiri dan memegang tangan si korban. Lalu saat dia melakukan nya, dia bisa melihat kilas balik si Korban.

Cermin dengan tulisan merah. Seorang wanita cantik (Han Bing) memakai lipstik. Korban berdandan memakai bedak. Mereka berdua berdiri sebelahan sambil mengobrol dan tertawa.

Yifei : “Aku punya kemampuan khusus. Hanya dengan sentuhan tangan, aku bisa melihat masa lalu seseorang.”
Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Episode 1 - Part 1

15 tahun lalu.
Di hari olahraga. Anak- anak setiap kelas melakukan perlombaan lari estafet. Dan ketika sudah hampir giliran Yifei, dia bergumam didalam hatinya bahwa dia pasti bisa. Lalu ketika tongkat telah diberikan kepadanya, dia pun langsung berlari sekuat tenaga, tapi dia tidak kuat. 

Yifei memegang dadanya, seolah kesakitan. Nafasnya mulai tidak beraturan. Dan kemudian dia pun terjatuh. Kepadahal garis finish masih jauh. Temannya yang ikut berlari disebelahnya, mengambil tongkat estafetnya, dan berlari.
Yifei yang sudah tidak bisa berlari, ataupun bergerak, dia hanya bisa memandangin temannya yang berlari. Kemudian dia mengingat pembicaraan kedua orang tuanya.

Ibu Yifei : “Teman- teman sekelasnya selalu menertawakannya. Mengatakan dia bahkan lari saja tidak bisa. Dia akan mati setelah berlari.”
Ayah Yifei : Jangan biarkan Yifei kembali ke sekolah lagi. Jika kembali ke sekolah juga akan di tindas dan di asingkan.”
Yifei : “Ayah, saya tidak apa- apa. Saya tidak akan pingsan lagi.”

Yifei dibawa ke rumah sakit. Dia segera ditanganin oleh Dokter, dadanya di tekan supaya dia kembali sadar, tapi tidak berhasil. Jadi Dokter memberikan kejut pada dadanya, dan setelah beberapa kali, detak jantung Yifei kembali normal.
Ibu Yifei datang dengan cemas. Dia menanyakan keadaan Yifei kepada Dokter. Dan Dokter pun menjelaskan bahwa Yifei baru saja melewati masa kristis, namun Yifei harus sesegera mungkin melakukan transplantasi jantung, tidak ada cara lain lagi.

Kemudian tepat disaat itu, seorang pasien lain datang ke rumah sakit. Dan ketika melihat wajah si pasien, Dokter langsung mendekatinya.

“Terjadi berbagai trauma dalam kecelakaan lalu lintas. Bagian kepala terluka parah. Tampaknya ada pendarahan otak. Saya mendengar pelaku telah melarikan diri,” jelas Junior dokter.
“Li Xinrui,” gumam Dokter. “Saya melakukan tranpslantasi jantungnya tiga tahun lalu. Cepat siapkan ruang operasi,” jelas Dokter.

Operasi Li Xinrui dimulai. Keaadaan pasien mulai parah, karena adanya pendarahan diotak, tapi dokter saraf belum datang dan masih berada diperjalanann. Lalu tiba- tiba jantung Li Xinrui mulai berhenti berdetak, jadi dokter menaruh epinerin 1mg.

“Pendarahan otak. Pecahnya pembuluh darah besa yang menghubungkan otak. Tidak bisa di perbaiki. Meskipun luka di otak sudah di jahit. Untuk mencegah keluarnya jaringan otak. Tetapi otak telah kehilangan fungsinya. Sekarang dalam keadaan mati otak. Peluangnya untuk sadar adalah nol,” jelas Dokter kepada Ibu Li.

Ibu Li memohon kepada Dokter Kong agar menyelamatkan putrinya, seperti tiga tahun lalu Dokter Kong menyelamatkan putrinya. Tapi sayangnya, Dokter Kong tidak mampu untuk melakukan itu.

Setelah keluar dari ruangan Li Xinrui. Junior dokter memberitahu Dokter Kong bahwa tiga tahun lalu Lin Xinrui ada mendatanganin perjanjian donasi organ. Jadi sekarang dia akan memeriksa pencocokan silang antara Li Xinrui dan Yifei, serta golongan darah mereka berdua.
Karena Li Xinrui telah tidak mungkin lagi diselamatkan, maka Dokter Kong pun membiarkan Juniornya melakukan pemeriksaan.

Junior dokter memberitahukan kepada Dokter Kong bahwa hasil pemeriksaan telah keluar. Dan ketika Dokter Kong membaca hasilnya, dia terkejut.
“Golongan darah pencocokan silang semuanya sesuai,” jelas Junior dokter.
Tahanan nomor 05467 dipanggil ke ruangan kunjungan. Dia adalah Ayah Li.
“Xin Rui dimana? Apakah dia baik- baik saja?” tanya Ayah Li.
“Terjadi masalah dengan Xinrui. Kecelakaan mobil,” jawab Ibu Li, pelan.

Mendengar kabar tersebut, Ayah Li berusaha untuk tetap tenang, dia menanyakan kapan kecelakaan itu terjadi dan bagaimana keadaan Li Xinrui. Dan Ibu Li pun menjawab bahwa kecelakaan itu telah terjadi beberapa hari lalu.
“Sudah beberapa hari, kenapa baru mengatakannya sekarang?” kata Ayah Li, kesal.
“Jika aku mengatakannya lebih awal. Apakah kamu bisa datang?” balas Ibu Li, marah.

Dengan penuh penekanan dan emosi, Ayah Li menanyakan keadaan Li Xinrui sekarang. Dan dengan sedih Ibu Li memberitahu bahwa Li Xinrui mengalami mati otak.

Dokter Kong memberitahukan tentang donor organ kepada Ibu Li. Dan Ibu Li setuju, dia berharap anak tersebut akan menjadi anak yang sehat di kehidupan selanjutnya.
“Semua orang tidak akan melupakan Xinrui,” kata Dokter Kong, menghibur.

Semua alat medis yang dipakai kan pada Li Xinrui agar tetap hidup, dilepaskan satu persatu. Lalu dengan sedih Ibu Li menangis menyentuh dan menangis didekat anaknya untuk terakhir kali. Kemudian setelah itu, dia membiarkan para dokter membawa anaknya, karena operasi sudah harus dimulai.

Diruang operasi. Yifei telah siap untuk melakukan transplatasi jantung. Dan di ruang operasi yang berbeda, Li Xinrui juga sudah siap.

Kilas baru mereka berdua terlihat. Yifei terjatuh ketika berlari. Li Xinrui terjatuh karena ditabrak oleh sebuah mobil.

Dokter Kong tidak tega untuk melakukan operasi pengambilan jantung Li Xinrui. Jadi menyadari itu, maka Junior pun menawarkan diri agar dia yang melakukannya.

Li Xinrui tampak ketakutan. Sambi memegang hape ditelinga, dia terus berjalan dengan perlahan. Kemudian sebuah mobil mengklason dirinya dan melintas dengan cepat, karena terkejut maka hape nya pun terjatuh. Tapi setelah itu, dia memungut kembali hape nya. Sepertinya dia berusaha untuk menghubungin seseorang.

Namun tiba- tiba saja sebuah mobil merah melintas dengan sangat kencang, seperti memang sengaja mau menabrak Li Xinrui. Setelah itu, mobil merah tersebut terus melaju pergi, meninggalkan Lin Xinrui yang terkapar di jalan.

Dokter Kong menolak, dia berniat melakukan operasi tersebut sendiri. Kemudian operasi pengambilan jantung pun dimulai.
“Tolong,” kata Xinrui, dengan pelan.
Ayah Li membentur kan kepalanya sendiri ke dinding hingga berdarah. Kemudian dia menangis dengan begitu sedih.

Yifei terbangun. Melihat itu, Junior dokter pun menanyakan keadaannya, dan Yifei menggelengkan kepala sebagai tanda dia baik- baik saja. Mendengar itu, Junior dokter turut merasa senang, dan dia menepuk pelan tangan Yifei.
Saat Junior Dokter menyentuh tangannya, Yifei mampu mendengarkan pikiran Junior dokter. Dan mendengar itu, dia pun mengucapkan terima kasih.
Junior Dokter : “Keberuntungan kamu sangat baik. Untungnya kali ini ada saya.”

Junior Dokter merasa heran, karena Yifei tampak mengerti pikirannya. Dan ketika dia berpikir begitu, Yifei mendengarnya lagi. Tapi kali ini Yifei memilih diam.
Dokter Kong kemudian datang untuk memeriksa, dan Junior dokter menjelaskan semuanya. Hasil operasi Yifei berjalan sukses dan baik.
“Tidak ada yang tidak nyaman kan?” tanya Dokter Kong, dan Yifei menganggukan kepalanya. “Ayah pergi ke bangsal dan tunggu,” lanjutnya lagi. Lalu dia pergi.
(Oh.. ternyata Dokter Kong itu Ayahnya Yifei)

Junior dokter dengan perhatian menyarankan agar Yifei kembali beristirahat, karena setelah keluar dari rumah sakit, Yifei akan bisa berlari sesuka Yifei lagi. Dia kemudian memegang tangan Yifei untuk memberikan semangat kepadanya.

Ketika Junior dokter memegang tangannya, Yifei kembali mendengar isi pikiran Junior dokter dan dia melihat apa yang terjadi diruang operasi Xinrui. Lalu kemudian, Yifei merasa seperti dadanya sangat sakit dan nafas nya menjadi sangat sesak. Dan melihat itu, Junior dokter menjadi panik.
“Yifei, bernafas lah. Bernafas,” kata Junior dokter sambil memompa dada Yifei yang sudah tidak sadarkan diri lagi.

Yifei terbangun. Dokter Kong memeriksanya, dan memintanya untuk bernafas dengan pelan. Lalu dia menjelaskan kepada Ibu Yifei bahwa tampaknya ini adalah kejutan sementara, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena setelah operasi, terjadi keadaan seperti ini adalah hal normal.
Mendengar itu, semua orang merasa tenang.

Yifei terus melirik ke arah Junior dokter. Dan menyadari itu Junior dokter pun bertanya apa ada yang ingin Yifei katakan. Dan Yifei menggelengkan kepalanya, tanda tidak.


Seorang perawat kemudian datang untuk mengambil darah Yifei. Namun ketika dia melakukan itu, dia hampir saja salah menyuntik Yifei. Melihat itu, Junior dokter pun memarahinya untuk bekerja dengan baik. Lalu Junior dokter merebut jarum suntik dari tangannya. Dan tidak terima, si perawat pun berdebat dengannya, karena ini adalah pekerjaan nya.

“Aku tidak apa- apa. Hubungan kalian berdua sangat baik. Jangan hanya karena aku malah bertengkar,” kata Yifei, menengahi mereka berdua.
“Yifei, apa yang kamu katakan?” tanya Junior dokter, heran.

Yifei bertanya apakah Junior dokter dan si perawat berpacaran. Dan Junior dokter menjawab tidak. Mendengar itu, Yifei merasa heran, dan dia pun menjelaskan bahwa dia ada melihat Junior dokter dan si perawat berciuman.
Sebelumnya, saat Junior dokter menyentuh tangannya. Yifei melihat kilas baru Junior dokter. Dimana Junior dokter berciuman dengna mesra bersama si perawat didalam ruangan kerja.

“Ah, kamu bermimpi ya. Jangan asal bicara,” kata si Perawat, merasa malu.
“Aku tidak bermimpi. Aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri,” jelas Yifei dengan serius kepada Dokter Kong.
Junior dokter menghampiri Dokter Kong. Dia meminta agar Dokter Kong jangan salah paham, lalu dia mengakui bahwa dia memang ada berciuman dengan si perawat.
“Jika begitu yang dikatakan Yifei benar,” kata Dokter Kong.
“Aku waktu itu minum sangat banyak. Maaf. Tapi Profesor, itu terjadi sebelum Yifei dirawat di rumah sakit. Yifei tidak mungkin bisa melihatnya,” jelas Junior dokter.

“Baik berpacaran, lalukan apa saja juga boleh. Namun jangan main- main dirumah sakit,” tegas Dokter Kong, memberikan teguran. Lalu dia berjalan pergi.

Dokter Kong tiba- tiba mengingat perkataan Ibu Li mengenai kondisi Xinrui tiga tahun lalu, setelah selesai menjalanin transplantasi jantung. Xinrui sering berbicara tentang halusinasi, dan sangat ketakutan.
“Halusinasi?” tanya Dokter Kong, tidak paham.
“Ayah Xinrui mengatakan bahwa itu kemungkinan gejala sisa setelah operasi.”
Dokter Kong : “Apa halusinasi?” pikirnya, menjadi bertanya- tanya.

No comments:

Post a Comment