Saturday, July 13, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 31 - part 1

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 31  – Part 1
Network : KBS2

Yeon Seo menulis diatas kertas laporan milik Kim Dan. “Aku ingin coba melakukan apa yang dia lakukan. Meski aku berdoa atau pergi ke gereja, seperti kamu tidak dengar. Apa pertunjukan besok sungguh kesempatan terakhir kami? Pikir- Mu kami dapat menyebrangin perasaan kami dan berharap? Aku menulis untuk berjaga. Aku ingin coba melakukan semua yang ku bisa.”

“Sampai berlalu, aku tidak tahu kalai itu adalah yang terakhir. Jadi aku tidak pernah bisa ucapkan perpisahan dengan benar.”

“Aku pikir mungkin ini kesempatanku untuk mengucapkan perpisahan pada Dan dengan benar. Hingga kita bisa bahagia sampai akhir, sampai kita dapat memiliki perpisahan yang indah.”
“Tapi apakah hal seperti itu adalah perpisahan yang indah?”

Yeon Seo dibawa ke rumah sakit, dilihat dari kondisinya mungkin ada kerusakan organ, dan karena Yeon Seo telah terlalu lama mengabaikan luka itu, maka Yeon Seo bisa saja terkena infeksi.
Dengan khawatir, Kim Dan berdiri dan menunggu Yeon Seo yang dibawa masuk ke dalam ruang operasi.

Kim Dan kemudian memungut sapu tangan malaikat miliknya yang terjatuh dari tangan Yeon Seo barusan. Sapu tangan tersebut sudah berlumuran dengan warna darah merah yang sangat pekat.

Operasi Yeon Seo dimulai.

Kim Dan masih berdiri menunggu di luar ruangan operasi. Kang Woo kemudian datang, tapi dia tidak berani untuk memanggil Kim Dan yang sedang sedih, dia hanya diam dan berdiri disebelah Kim Dan saja.

Kim Dan mengingat kembali perkataan Hoo tentang takdir. Lalu kemudian dia menangis sambil mengenggam erat sapu tangannya yang telah berlumuran darah Yeon Seo.

Tn. Geum dan Ny. Choi datang ke kantor polisi. Dengan sikap waspada Ny. Choi menanyakan, apakah benar Ru Na ada menusuk seseorang. Dan dengan gugup, Tn. Geum menunggu jawaban si polisi.
“Dia terjebak dalam tindakan itu,” jelas si Polisi. Mendengar itu, Ny. Choi merasa syok dan hampir saja terjatuh. Tapi Tn. Geum langsung menangkap dan menahannya.

“Pak polisi, bisakah kamu membiarkan kami melihat putri kami? Ini permintaan terakhir kami,” pinta Tn. Geum, memohon.

Ru Na diintrogasi oleh petugas polisi. “Kamu menikam Lee Yeon Seo, lalu mencoba menyerang sekretaris, Kim Dan, tapi gagal. Benar?” tanya si Polisi. Dan Ru Na hanya diam, tidak menjawab.
Polisi yang tadi masuk ke dalam ruangan bersama dengan Ny. Choi serta Tn. Geum. Dia mempersilahkan mereka bertiga untuk berbicara. Lalu dia bersama dengan rekannya meninggalkan ruangan introgasi.

Ny. Choi memanggil nama Ru Na, dan memegang tangannya. “Aku bilang jangan kotori tangan. Kenapa kamu melakukannya?” tanya Ny. Choi. Dan Ru Na langsung menepis tangan Ny. Choi dengan kasar.
“Ru Na,” panggil Tn. Geum.

Ru Na kemudian menanyakan, bagaimana keadaan Yeon Seo, karena darah Yeon Seo telah keluar begitu banyak tapi dia tidak percaya bahwa Yeon Seo masih bisa tampil sampai akhir dalam kondisi seperti itu. Lalu Ru Na tersenyum bahagia, dan mengatakan kepada Ny. Choi bahwa besok Ni Na bisa memerankan ‘Giselle’. Namun Ni Na pasti akan menolak itu, jadi Ru Na meminta agar Ny. Choi bisa membujuk Ni Na dan membawa Ni Na ke atas panggung.

Mendengar itu, Ny. Choi merasa terkejut dan langsung menampar pipi Ru Na dengan keras. “Sadarkan dirimu, Ru Na. Yeon Seo berada diambang kematian. Bisa- bisanya kamu membicarakan ‘Giselle’?” hardik Ny. Choi.
Ru Na berdiri, dan menatap tajam Ny. Choi. “Siapa Ibu berani memukulku? Inilah sebabnya kamu harus selesaikan semuanya dari awal. Kamu biarkan orang lemah seperti Tn. Park melakukan pekerjaan dan berpura- pura tidak bersalah! Itulah sebabnya ini menjadi kacau,” keluh Ru Na sambil melotot kan matanya.


“Geum Ru Na!” teriak Tn. Geum dengan keras. Dan Ru Na langsung diam.
Ny. Choi menangis melihat anak nya Ru Na.
Kang Woo mengajak Kim Dan untuk duduk, karena sudah tiga jam Kim Dan berdiri menunggu. Lalu operasi Yeon Seo bisa saja membutuhkan waktu yang lebih lama. Tapi Kim Dan menolak untuk duduk.

“Aku bilang akan melindunginnya. Aku bilang tidak akan meninggalkannya sendirian,” gumam Kim Dan dengan sedih.
“Ini bukan salahmu,” kata Kang Woo, menghibur.
“Tidak. Ini adalah salahku,” balas Kim Dan.
“Kamu lakukan semua yang kamu bisa. Sesudah itu, itu bukan terserah manusia.”

“Tidak. Yeon Seo tidak akan mati. Tidak akan mati,” tegas Kim Dan.


Kim Dan memandangin sapu tangannya yang berlumuran darah, lalu dia memberikan sapu tangan nya itu kepada Kang Woo.
Kim Dan menjelaskan bahwa tampaknya dia tidak akan bisa melihat Yeon Seo bangun, jadi dia memohon agar Kang Woo menwakilkan dirinya untuk memberikan sapu tangan itu kepada Yeon Seo. Serta dia minta agar Kang Woo menyampaikan permintaan maaf nya, karena dia tidak bisa ada saat Yeon Seo terbangun.
“Lakukan sendiri. Ini belum selesai,” kata Kang Woo, menolak untuk menerima sapu tangan itu.
Tekanan darah Yeon Seo menurun. Serta Yeon Seo mengalami serangan jantung.
Kim Dan berlutut di depan ruangan operasi.
Waktu terus berjalan.

Dokter memberikan kejutan pada jantung Yeon Seo. Mereka berusaha untuk menyelamatkan Yeon Seo.

Kim Dan memandangin tangannya yang secara perlahan berubah menjadi transparan, begitu juga dengan seluruh tubuhnya. Kemudian dia menutup matanya sambil tersenyum, bersiap untuk menghilang.


Melihat Kim Dan yang menghilang begitu saja dihadapannya, Kang Woo hanya bisa berdiri diam. Lalu dia memungut sapu tangan milik Kim Dan yang terjatuh dilantai.
Operasi Yeon Seo selesai. Dia berhasil diselamatkan.

No comments:

Post a Comment