Saturday, July 13, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 31 - part 2

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 31  – Part 2
Network : KBS2

Kang Woo berbicara kepada Yeon Seo yang masih berada dalam keadaan koma. Kang Woo mengakui kekalahannya, karena orang yang percaya sampai akhir bahwa Yeon Seo akan terus hidup adalah Kim Dan. Sementara dia sendiri percaya kalau Yeon Seo akan dikorbankan. Jadi dia pun meminta maaf untuk segalanya, dari awal sampai akhir, serta maaf karena menyukai Yeon Seo secara gegabah.

Kang Woo kemudian menyerahkan sapu tangan milik Kim Dan ke tangan Yeon Seo. “Kim Dan ingin aku memberikan ini. Dia bilang, dia menyesal berkali- kali.”

Flash back
“Aku harap dia berpikir bahwa aku melakukan perjalanan. Aku harap dia berpikir bahwa aku melakukan perjalanan jauh ke suatu tempat yang jauh. Aku harap dia beranggapan bahwa aku akan sangat merindukannya,” jelas Kim Dan kepada Kang Woo.
Flash back end

“Bangun. Aku tidak tahan melihat kalian berdua dalam siksaan,” kata Kang Woo sambil menghela nafas lelah.

Ny. Jung datang, dan menyuruh Kang Woo untuk pulang mandi serta ganti baju dulu, karena malam ini Kang Woo masih harus mengarahkan pertunjukan di Fantasia. Tapi Kang Woo menolak, karena itu tidak penting lagi baginya.

“Ini adalah panggung reguler Fantasia untuk tahun 2019. Aku yakin dia ingin kamu melanjutkan pertunjukan,” jelas Ny. Jung.

Kang Woo datang ke kantor. Dia menanyakan kepada para karyawan, apakah mereka sudah mengumumkannya. Dan mereka menjawab iya.
“Kita akan melakukan pertunjukan malam ini,” kata Kang Woo dengan tegas. Lalu dengan segera para karyawan pun memberitahu kepada penonton yang menelpon bahwa malam ini mereka akan tetap melakukan pertunjukan.

Kang Woo datang ke ruangan latihan, dimana para penari sedang melakukan pemanasan dan berlatih menari. Dia mengumumkan bahwa malam ini mereka akan tetap mempertunjukan ‘Giselle’ kepada para penonton istimewa mereka.
Penonton istimewa yang dimaksud adalah mereka yang belum pernah melihat balet sebelumnya. Seperti yang Yeon Seo katakan pada saat wawancara,

“Lalu, siapa yang akan menjadi Giselle?” tanya para penari. Dan tanpa mengatakan apapun, Kang Woo tersenyum sambil memandang Ni Na.
Menyadari arti dari tatapan itu, Ni Na langsung menolak peran ‘Giselle’. Tapi dengan tegas, Kang Woo menyuruh Ni Na agar mengambil peran tersebut.
“Tidak. Tidak bisa. Itulah yang diinginkan Ru Na,” kata Ni Na, cemas.

“Ni Na tidak tahu apa- apa. Pegang kata- kataku,” kata Kang Woo, menjelaskan kepada para penari. Dan mereka semua menjawab bahwa mereka tahu, serta mereka semua setuju jika Ni Na menjadi ‘Giselle’.
“Terima kasih semuanya. Tapi aku tidak bisa,” kata Ni Na, masih menolak peran tersebut. “Jika aku naik panggung, aku hanya akan mencemari reputasi Fantasia.”
“Jangan naik panggung sebagai adik Geum Ru Na, atau putri Choi Yeong Ja. Pergilah ke sana sebagai Ballerina Geum Ni Na,” tegas Kang Woo.

Ni Na kembali mengingat perkataan Yeon Seo. Saat itu Yeon Seo mengatakan bahwa dia berharap Ni Na lah yang menjadi penggantinya.
Ni Na merasa gugup dan terbebanin. Menyadari itu, para penari mendekati nya dan memberikan semangat kepadanya. Dan Kang Woo pun tersenyum untuk memberikan semangat kepada Ni Na.

Ny. Jung membuang parcel yang dibawa oleh Tn. Geum dan Ny. Choi. Dengan keras, dia memarahi mereka berdua yang masih berani datang untuk menjenguk Yeon Seo.

“Ny. Jung, kami sedang dalam perjalanan ke kantor polisi. Kami ingin melihat Yeon Seo sebelum …” kata Tn. Geum ingin menjelaskan.
“Jangan berani- berani sebut namanya. Kamu tidak berhak melakukan itu,” sela Ny. Jung dengan tegas.

Ny. Choi dengan tulus mengatakan bahwa mereka datang untuk meminta maaf, dan menebus dosa mereka. Dengan ketus, Ny. Jung memberitahukan bahwa saat ini Yeon Seo masih belum sadarkan diri sesudah operasi, jadi kata ‘maaf’ tidak akan menyadarkannya.
“Dimana suami Yeon Seo? Biarkan aku dapatkan persetujuannya,” pinta Ny. Choi.

Kim Dan datang mengunjungin Ny. Choi dirumah. Dia menceramahi Ny. Choi yang masih saja bersikeras berpikir bahwa semuanya adalah hasil pekerjaan Ny. Choi sendiri. Dan Ny. Choi membalas bahwa Kim Dan bisa mengutuk dan menghina nya, tapi tidak ada Ibu di dunia ini yang dapat menuduh anak mereka sendiri.


“Aku yakin kamu tidak bisa percaya pada awalnya. Apa kamu salahkan diri sendiri, karena jadi orang tua yang buruk dan tidak mengajarinya dengan baik? Sesudah itu, kamu mungkin memutuskan untuk berpura seperti orang tua yang baik dengan menghiburnya, menutupi kesalahannya, dan mengklaim bahwa itu adalah perbuatanmu. Kamu salah. Segala sesuatu yang sudah kamu lakukan sejauh ini salah. Orang tua sejati akan memastikan anak mereka membayar dosanya,” jelas Kim Dan.
Mendengar itu, Ny. Choi menyadari segala kesalahannya dan menangis.

Ny. Choi mendekati Yeon Seo yang masih terbaring ditempat tidur. Sambil mengingat kembali nasihat dari Kim Dan.
“Jika kamu bertobat, kamu akan diberikan kesempatan baru. Manusia diberi peluang baru. Tapi sebelum itu, kamu harus minta maaf pada Yeon Seo. Pastikan kamu meminta maaf dengan tulus.”

Tn. Geum serta Ny. Choi berlutut didekat ranjang Yeon Seo.
“Cepat sadarlah. Sadar dan katakan padaku, kamu tidak akan memaafkanku. Katakan padaku kamu tidak akan membiarkan ini. Biarkan aku dihukum saat kamu melihat. Jadi, tolong buka matamu, ya?” pinta Ny. Choi dengan mata berkaca- kaca.
“Yeon Seo. Kamu mendengarku? Aku datang untuk meminta maaf. Kami sudah melakukan hal yang tidak termaafkan,” jelas Tn. Geum, menyesal.


“Maafkan aku. Aku salah. Kami datang terlambat. Yeon Seo, maaf,” kata Ny. Choi sambil menangis dan menundukan kepalanya ke lantai.

Sesudah itu, Tn. Geum pun membantu Ny. Choi untuk berdiri. Dan dia mengajak Ny. Choi untuk pergi, karena polisi telah menunggu mereka.


Ny. Jung mendekati Yeon Seo, dan memegang tangannya. Dia meminta agar Yeon Seo membua mata, dan menari dengan indah diatas panggung sekarang. Ny. Jung menangis, karena ini terasa sangat memilukan baginya.

Dari dalam sel penjara, Ru Na berteriak meminta kepada petugas penjaga agar mencari tahu tentang pertunjukan Fantasia malam ini, siapa penari utamanya. Dan dengan malas, si petugas pun melakukan apa yang Ru Na pinta.
Si petugas membuka artikel mengenai pertunjukan Fantasia malam ini, dan membacakan nya. Lalu saat mendengar nama Ni Na disebut, Ru Na merasa sangat bahagia.
“Ini akhir yang bahagia bagi kami,” gumam Ru Na dengan senang. Lalu dia meminta si petugas untuk menunjukan video balet nya kepada dia.

Dengan terpaksa, si petugas pun memperlihatkan video berita mengenai pertunjukan balet Fantasia yang diperankan oleh Ni Na. Dalam video itu, ketika mendengar nama Ni Na sebagai balerina utama, Ru Na merasa senang. Tapi ketika mendengar bahwa Ni Na akan mengundurkan diri dari menari sebagai tanggung jawab atas perilaku keluarganya, Ru Na merasa syok.
“Tidak. Tidak. Tidak, Ni Na. Tidak! Tidak mungkin!” teriak Ru Na dengan sedih.
Yeon Seo masih belum sadarkan diri.

Ni Na datang untuk menjenguk Yeon Seo, tapi dia tidak berani untuk masuk ke dalam kamar Yeon Seo. Jadi dia pun meninggalkan buket bunga yang dibawanya di depan kamar Yeon Seo, kemudian setelah itu dia pergi dari sana.

Hari- hari terus berlalu, tapi Yeon Seo masih belum juga terbangun.

No comments:

Post a Comment