Thursday, July 4, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 25 - part 1

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 25  – Part 1
Network : KBS2

“Kenapa dengan wajahmu? Kamu menangis?” tanya Kim Dan. Tapi tanpa menjawab, Yeon Seo langsung memeluk Kim Dan dengan erat.
Kim Dan merasa heran, tapi dia balas memeluk Yeon Seo. Dan kemudian Yeon Seo menjawab bahwa dia tidak apa- apa, hanya saja dia merindukan Kim Dan. Mendengar itu Kim Dan tersenyum senang, dan membalas bahwa dia juga merindukan Yeon Seo.
“Aku ingin jadi manusia. Apa ini mungkin?” tanya Kim Dan. Kemudian secara perlahan pertanyaan yang ditulisnya pada kertas laporan terbakar habis.

Didalam café. Kang Woo mengingat pembicaraannya barusan dengan Yeon Seo.

Flash back
Kang Woo menjelaskan bahwa Kim Dan akan menghilang seperti debu, dan Yeon Seo tidak mau percaya. Yeon Seo menyebut Kang Woo pembohong, dan menuduh bahwa Kang Woo hanya ingin menghancurkan hubungannya dengan Kim Dan. Lalu dia berniat akan pergi ke gereja untuk bertanya pada Hoo.


Tapi sebelum Yeon Seo pergi, Kang Woo mengeluarkan sapu tangan tanda malaikat miliknya. “Kamu paham sekarang? Itu sebabnya aku tahu banyak soal Kim Dan.”

Melihat sapu tangan tersebut, Yeon Seo merasa sangat syok.
Flash back

Hoo menghampiri Kang Woo yang keluar dari dalam café, dia menanyakan apa yang akan Kang Woo lakukan. Dan Kang Woo membalas bahwa itu buka urusan Hoo.


“Kamu bilang ingin hidup. Tapi jika kamu menghancurkan sesuatu yang memungkinkan kamu hidup, kamu juga akan mati,” jelas Hoo.
“Aku melakukan ini untuk hidup. Aku tidak tahu, jika aku tahu, jika ada yang memberitahuku, aku tidak akan pernah pergi ke gereja dengan Seol Hee. Jika aku harus meninggalkan Tuhan, aku akan melakukannya sendiri!” balas Kang Woo dengan nada kesal.

Hoo mengerti bahwa saat ini Kang Woo ingin melindungin Yeon Seo. Dan Kang Woo membalas bahwa dia sama seperti Hoo yang mencoba untuk melindungin Kim Dan. Lalu setelah itu, mereka berdua sama- sama berdiam diri.



Ni Na membawa kopernya untuk pergi meninggalkan rumah. Dan melihat itu Tn. Geum serta Ny. Choi tampak sedih, tapi Ni Na tidak peduli.
“Itu semua untukmu. Tapi jika kamu meninggalkanku, harus bagaimana?” tanya Ny. Choi dengan sedih, sebelum Ni Na beneran keluar dari rumah.

“Jangan beralasan! Jangan memanfaatkan aku sebagai alasan Ibu. Padahal Ibu hanya berusaha untuk tidak melepaskan Fantasia! Jadi, kenapa kamu memanfaatkanku? Itu semua karena keserakahan Ibu! Bisakah kamu bilang, aku salah? Kamu seharusnya tidak melakukan itu. Bila kamu benar- benar peduli padaku, kamu tidak akan melakukan itu!” teriak Ni Na, membalas.


Kemudian Ni Na menatap Ayahnya. “Kamu ingin aku menjadi baik? Karena semuanya akan kembali padaku? Jika itu semua karena aku, aku akan menghilang. Itu akan memperbaiki segalnya,” katanya. Lalu dia pergi.



Melihat itu, Tn. Geum hanya bisa menghela nafas. Sementara Ny. Choi menangis.


Ru Na sampai dirumah, tepat ketika Ni Na keluar dari rumah membawa koper. Dia menjelaskan kepada Ni Na bahwa dia sudah mengetahui semuanya dari Ny. Choi. Dan mendengar itu, Ni Na memegang tangan Ru Na.
“Kakak, katakan padaku kamu tidak tahu. Katakan kamu tidak tahu apa- apa yang Ibu dan Ayah lakukan,” pinta Ni Na, berharap.


Ru Na melepaskan tangannya, dan mengajak Ni Na agar masuk. Dan Ni Na pun sadar bahwa Ru Na juga mengetahui tentang semua itu. Dengan sedih, Ni Na bertanya kepada Ru Na, kapan dia pernah meminta salah satu dari mereka untuk membunuh orang lain, sehingga mereka melakukan sesuatu yang sangat mengerikan.


“Apa kamu yakin?” tanya Ru Na, dan Ni Na tidak mengerti. “Ketika Yeon Seo kembali, apa kamu benar- benar tidak pernah berharap bahwa dia mati? Kamu bahagia saat dia buta. Apa aku salah?” tanya Ru Na.
“Itu karena …” kata Ni Na, tidak bisa menjawab.

“Lihatlah hatimu. Kamu berada diposisi ini hanya karena apa yang terjadi padanya. Semua yang kami lakukan adalah memberi keinginanmu. Jadi, jangan ribut, masuklah,” jelas Ru Na dengan tenang, lalu dia masuk ke dalam rumah.

Mendengar itu, Ni Na terduduk di tanah dengan lemas. Dia menangis.

No comments:

Post a Comment