Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 23 - part 3


Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 23  – Part 3
Network : KBS2
Yeon Seo kesulitan untuk tidur. Lalu kemudian tiba- tiba Kim Dan menghubunginya.
Kim Dan dengan perhatian menanyakan apakah Yeon Seo sudah tidur, dan apakah Yeon Seo ingin dirinya membawakan teh. Dan Yeon Seo menolak.
“Yeon Seo. Aku kecewa dan sedih, saat memutuskan menyerahkanmu kepadanya. Kupikir ada yang salah denganku. Mulai sekarang, aku tidak akan menyerahkanmu kepada siapapun,” jelas Kim Dan, mengakui perasaannya.
Yeon Seo membalas bahwa dia mengantuk, lalu dia mematikan telpon. Dan kemudian sambil tersenyum senang, Yeon Seo tidur.
Kim Dan berdiri didepan kamar Yeon Seo sambil tersenyum lembut. “Selamat malam.”

Joon Soo mengirimkan pesan suara kepada Ru Na. Dan Ru Na pun mendengarkan percakapan suara antara Ny. Jung dengan Gwang il yang dikirimkan kepadanya tersebut.
Ny. Jung meminta Gwang il untuk berhati- hati, karena Yeon Seo juga tidak tahu apa- apa serta mereka tidak memiliki bukti, maka tidak akan ada hukuman untuk orang jahat. Jadi Ny. Jung berencana merelakan segalanya, dia meminta agar Gwang il juga berhenti sebelum Yeon Seo tahu. Lalu setelah mengatakan itu, Ny. Jung berjalan pergi.

Selesai mendengarkan percakapan itu, Ru Na tersenyum senang.

Ny. Jung kembali, dan mengambil hape Gwang il. Dia menutup mulut Gwang il, sebelum Gwang il sempat membuka suara. Dan Dia melemparkan hape Gwang il ke sungai yang ada di hadapan mereka.

Dengan heran, Gwang il bertanya dengan marah kenapa Ny. Jung melakukan itu. Dan Ny. Jung memberitahukan tentang Ji Woong yang telah meninggal, lebih tepatnya Ji Woo dibunuh. Mengetahui itu, Gwang il kaget.
Yeon Seo dan Kim Dan datang mendekati mereka berdua. Dan melihat itu, Gwang il merasa ketakutan.

Flash back
Ny. Jung meminta Yeon Seo segera pergi ke kantor polisi dan melaporkan semuanya, tentang Yeon Seo yang diculik dan hampir terjatuh dari gedung. Dan Kim Dan pun menjelaskan bahwa dia telah memeriksa CCTV, tapi hasilnya nihil, jadi mereka tidak memiliki bukti apapun.

“Kamu bilang barang Tn. Moon hilang. Kesaksian tidak akan cukup untuk mengajukan tuntutan. Kita harus mendapat petunjuk agar mereka menyelidki ulang,” jelas Yeon Seo.
“Tn. Park (Gwang il) harus memberanikan diri untuk mengambil keputusan. Dia pasti takut dan hilang kendali,” balas Ny. Jung.
Flash back end
Ny. Jung menjelaskan kepada Tn. Park bahwa dia bertanya- tanya tentang bagaimana mereka bisa tahu mengenai Ji Woong yang berada di seoul saat ini. Dan karena itu, maka dia pun telah memeriksakan hape nya kepada teknisi, tapi tidak ditemukan penyadap. Jadi itu pasti hape Tn. Park yang disadap.

Flash back
Kim Dan menjelaskan bahwa untungnya mereka masih percaya bahwa Yeon Seo tidak mengingat tentang penculikan itu. Jadi itu akan menjadi keuntungan untuk mereka.
Flash back end
Tn. Park tampak masih sangat terkejut. Dan Yeon Seo pun menanyakan, apakah Tn. Park merasa akan aman jika bekerja dengan kedua pihak.

Flash back
“Menenangkan dan membujuk orang yang berhati lemah tidak akan berhasil. Kita harus membuat dia menghadapi kejamnya kenyataan. Dia harus tahu tidak ada tempat untuk bersembunyi,” jelas Yeon Seo kepada Ny. Jung.
Flash back end

Tn. Park berlutut meminta maaf pada Yeon Seo. Dia menjelaskan bahwa ketika Tn. Jo memarahinya kalau tangannya akan kotor, maka seharusnya dia berhenti. Mendengar itu, Yeon Seo terkejut dan bertanya apakah itu berarti Tn. Jo sudah tahu.

Yeon Seo mengingat kembali perkataan Tn. Jo sebelum terjadi kecelakaan. Tn. Jo akan mengembalikan dirinya pada posisi asli.
“Apakah kamu membunuhnya?” tanya Yeon Seo, marah.
“Bukan aku yang mendalanginnya. Aku hanya melaksanakan perintah. Aku tidak menyangka mereka akan menyakiti dia,” jawab Tn. Park, takut.

Yeon Seo berteriak marah menyuruh Tn. Park agar diam. Dia tidak mau mendengarkan permintaan maaf Tn. Park ataupun alasan Tn. Park. Yang diinginkannya adalah Tn. Park hidup dineraka seumur hidup tanpa membahas ini. Mendengar itu, Tn. Park langsung diam.
“Jika kejadian tiga tahun lalu bukan kecelakaan atau insiden, kurasa mungkin kecelakaan mobil itu bukan sekedar kecelakaan,” kata Yeon Seo, menyimpulkan.

Kemudian dengan sedih, Yeon Seo bertanya apakah Tn. Park tidak mengetahui tabiab Tn. Jo. “Dia baik hati dan jujur. Kenapa kamu tega menyakiti orang seperti dia? Jangan memakai kelemahanmu untuk menjadi jahat. Pikirkan baik- baik bagaimana kamu bisa dimaafkan, Tn. Park,” kata Yeon Seo dengan tegas sambil menatap tajam ke arah mata Tn. Park langsung.

Setelah itu, mereka bertiga pun berjalan pergi meninggalkan Tn. Park sendirian.
Ny. Jung meminta Yeon Seo serta Kim Dan untuk pergi duluan, karena dia akan mencoba untuk menyakinkan Tn. Park lagi. Dan mereka berdua pun mengiyakan.

Ketika Ny. Jung telah pergi, Yeon Seo hampir saja terjatuh karena lemas. Untung saja, Kim Dan berhasil menopangnya tepat waktu. Dan dia meminta Yeon Seo untuk duduk sebentar saja.
“Malaikat,” panggil Yeon Seo. “Apa Iblis benar- benar ada? Jika malaikat ada, artinya Iblis juga ada. Kurasa bukan mereka yang punya tanduk dan ekor. Aku berandal, dan bisa bersikap menyebalkan. Jadi, aku bisa mengerti. Mereka pasti ingin membunuhku. Tapi Tn. Jo, kenapa dia harus dikorbankan? Katakan,” pinta Yeon Seo.
“Manusia dan malaikat tidak bisa mengetahui kehendak- Nya,” jawab Kim Dan. Lalu dia mengajak Yeon Seo untuk ikut bersamanya.
Kim Dan membawa Yeon Seo ke tempat yang luas. Disana dia memperlihatkan air mancur yang membuat pelangi muncul. Melihat itu, Yeon Seo tersenyum.

Kim Dan kemudian memperlihatkan kotak kenangan yang dibawanya kepada Yeon Seo. Dan ketika melihat apa isi kotak kenangan itu, Yeon Seo merasa heran, karena itu adalah barang yang pernah diberikannya kepada Seong Woo dulu.

“Akulah anak itu. Anak yang kamu temui di Pulau Yeonhwa. Aku Yoo Seong Woo,” jelas Kim Dan, memberitahukan tentang dirinya.
Kim Dan mengakui bahwa awalnya dia tidak tahu, tapi dia terus bermimpi bertemu dengan Yeon Seo. Lalu dia mulai mengingat semuanya. Tentang janji nya ketika melihat tarian pelangi Yeon Seo. Tentang dirinya yang mau menjadi orang dewasa, dan melindungin Yeon Seo.
“Mulai sekarang, aku akan menemanimu. Jangan cemas. Aku akan melindungin mu agar tidak akan ada yang menyakitimu,” janji Kim Dan. Lalu dia bertanya, apakah Yeon Seo marah, karena Yeon Seo hanya diam.

Yeon Seo berdiri menjauhi Kim Dan sedikit, dan dia meminta Kim Dan agar jangan mengikutinya. Yeon Seo ingin menenangkan dirinya. Tapi Kim Dan salah paham, dan mengira Yeon Seo marah padanya, jadi dia mengikuti Yeon Seo.
Kim Dan menghalangin Yeon Seo agar jangan pergi. “Aku tahu kamu marah, tercengan, dan kaget. Pukul aku sepuasmu hingga kamu merasa lebih baik,” jelas Kim Dan sambil memejam kan matanya dan merentangkan kedua tangannya.

Yeon Seo diam, dan menangis.
Kim Dan merasa heran kenapa Yeon Seo menangis. Dan Yeon Seo menjelaskan bahwa dia harus berpamitan lagi dengan Seong Woo tanpa menyadari bahwa Seong Woo ada didekatnya.


“Aku berpamitan dengannya, memintanya agar tidak hidup dalam penderitaan di alam baka,” jelas Yeon Seo, menangis.
“Hingga moment terakhir, saat moment terakhirku tiba, aku memikirkanmu,” balas Kim Dan sambil tersenyum.
Kim Dan menghapus air mata Yeon Seo, dan meminta Yeon Seo agar jangan menangis karena dirinya. Kemudian Kim Dan mendekatkan bibirnya, dan mencium Yeon Seo. Dan Yeon Seo membalasnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post