Tuesday, July 23, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 2 - part 1

0 comments

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 2 – part 1
Network : OCN

Keempat siswa yang membicarakan betapa buruknya Su Ah barusan sambil tertawa dengan riang. Mereka memberikan hormat kepada mendiang Su Ah serta kepada Guru Min Joo dan So Hyun. Lalu mereka berakting seolah mereka semua merasa sedih.
Melihat itu Min Joo memandang mereka dengan pandangan biasa saja. Sementara So Hyun memeluk Na Ye Ri yang menangis keras.

Moo Hyuk memperhatikan semua tangisan tipuan tersebut dari luar ruangan.

Lee Ki Hoon memuntahkan makanan yang diberikan kepadanya, dan mengeluhkan betapa tidak enak nya makanan di tempat pemakaman. Kepadahal dia mencoba ini, karena Ayah nya mengatakan bahwa dia harus mengalamin semua hal setidaknya satu kali, dan ini pertama kalinya dia datang ke pemakaman.
Sementara Ye Ri, dia sibuk berselfie sendiri untuk diposting dimedia sosial nya. Melihat itu, Yoo Beom Jin langsung menyarankan agar dia jangan mengunggah foto itu, jika Ye Ri tidak mau di keluarkan dari agensi. Dan Han Tae Ra setuju dengan Beom Jin.
“Ah, tapi aku tampak begitu polos dalam foto ini,” keluh Ye Ri. Lalu dia pun tidak jadi memposting foto itu dan menyimpannya saja. Kemudian dia mulai memperbaiki dandanan nya.

Ki Hoon : “Kamu pasti lega Su Ah sudah mati.”
Ye Ri : “Kenapa kamu terus mengatakan itu? Kamu mau bertengkar?”
Ki Hoon : “Jangan sok tidak bersalah padahal kita tahu segalanya. Aku tahu kamu merundungnya bersama para pelayanmu.”
Ye Ri : “Jalang itu membodohi kami. Beraninya dia mencoba bergabung dengan klub kami.  Dia pikir Pak Lee mendukungnya?”
Moo Hyuk mendengarkan semua pembicaraan mereka berdua, dan dia bertanya pada diri sendiri, siapa Pak Lee yang dibicarakan.

Ye Ri kemudian mengatakan dengan pelan bahwa dalam kejadian ini, Ki Hoon lah yang paling di untungkan. Dan Ki Hoon mengakui hal tersebut, lalu dia mengajak mereka semua untuk bertaruh, apakah Han Su mati atau bangkit lagi.

Tae Ra mengomentari Ki Hoon psikopat, karena bertaruh untuk hal seperti itu. Ye Ri lalu bertanya, apakah Han Su tidak akan mengatakan hal bodoh. Dan Ki Hoon bertanya, apakah Ye Ri takut, lalu dia menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang akan mempercayai Han Su walaupun Han Su berbicara.

“Mari berhenti membicarakan ini.  Kita sedang di pemakaman,” kata Beom Jin, menyela semua pembicaraan mereka. Lalu dia mengajak mereka untuk pulang saja.
Moo Hyuk mendapatkan panggilan telpon darurat dari Asistennya.

Semua berkas dan barang yang berada didalam kantor Moo Hyuk diambil oleh tim penyelidik untuk diperiksa. Dan Moo Hyuk yang baru tiba langsung berteriak marah kepada mereka, dan menyuruh mereka mengembalikan semua dokumen itu ke asalnya.

“Aku senang kamu disini. Sekarang kami tidak perlu berusaha menemukanmu,” kata penyidik sambil memperlihatkan surat penyelidikan resmi miliknya.
“Surat perintah penggeledahan dan penyitaan? Atas dasar apa?” tanya Moo Hyuk.
“Atas tindak korupsi dan menerima suap, serta penghindaran pajak setelah memenangkan kasus. Masih banyak lagi selain yang kutuliskan. Kamu akan segera dipanggil, jadi, pastikan menjawab telepon,” jelas penyelidik. Lalu dia menyuruh semua bawahannya untuk segera membawa berkas tersebut.

Do Jin kemudian datang, dan dia meminta si Penyilidik untuk membiarkannya berbicara dengan Moo Hyuk. Dengan patuh, si Penyelidik dan semua bawahannya pun pergi meninggalkan ruangan.

Do Jin menjelaskan bahwa seseorang telah melaporkan Moo Hyuk kekejaksaan. Serta dia mendapatkan banyak keluhan dari klien VIP Moo Hyuk, karena mereka khawatir penyelidikan ini akan membuat kasus pribadi mereka bocor.

“Mereka pun tidak mendatangiku secara pribadi. Anda yang memberikan kasus mereka kepadaku,” jelas Moo Hyuk, mengeluh.
“Aku tidak paham maksudmu. Aku baru tahu soal semua kasus itu karena penggeledahan dan penyitaan ini. Kembalikan rumah dan mobil dari firma dalam sepekan. Serta bersiaplah memberi kompensasi kepada klien VIP atas semua kerugian,” balas Do Jin, bersikap polos dan suci.

Mendengar itu, Moo Hyuk akhirnya mengerti bahwa semua ini adalah rencana Do Jin. Do Jin memberikan kasus Kim Han Su kepadanya untuk melakukan ini, sehingga jika ada masalah, Do Jin bisa menyalahkannya.

“Aku akan bicara jujur. Ada banyak orang yang bisa menggantikanmu. Kamu memang siswa terbaik di lembaga pelatihan. Tapi tiap tahunnya selalu ada yang sepertimu. Kamu hanyalah roda gigi. Kamu terjebak dalam sistem buatanku dan harus bergerak sampai gigimu aus. Kamu hanya roda gigi. Begitu gigimu aus dan tidak lagi bekerja dengan baik, aku akan menyingkirkanmu dan mencari yang baru. Hanya karena aku membutuhkannya, bukan berarti itu berharga,” jelas Do Jin dengan sangat jujur.

Seluruh isi kantor Moo Hyuk dikosongkan. Dan tanpa bisa melakukan apapun, Moo Hyuk pun hanya bisa pasrah membiarkan semua barang didalam kantornya di bawa pergi. Lalu dia juga hanya bisa pasrah, membiarkan Jae Woo mengambil mobil yang digunakannya selama ini.

Hakim memberitahu kepada Jae Woo serta Hyu Jung bahwa karena Han Su sudah koma selama sebulan, maka sampai Han Su tersadar dan mampu mengekspresikan pendapat nya lagi, maka mereka akan menunda persidangan.
“Baik, Yang Mulia,” jawab Jae Woo dengan semangat. Semantara Hyu Jung hanya tersenyum kecil, tanda iya.
Moo Hyuk disidang, karena telah merusak martabat para pengacara. Berdasarkan Pasal 91, Paragraf 2, Butir 3 dari UU Advokat, Moo Hyuk akan dikeluarkan. Mendengar itu, Moo Hyuk menatap kesal kepada Do Jin.

Moo Hyuk mengingat kembali, ketika pertama kali Do Jin memberikan kasus Han Su kepadanya. Serta dia mengingat semua perkataan Do Jin yang berpura- pura polos dan suci, seperti memang tidak tahu. Mengingat itu semua, Moo Hyuk merasa sangat kesal, tapi sayangnya, dia tidak bisa melakukan apapun.
Karir pengacara Moo Hyuk, berakhir.
2 bulan kemudian. Awal semester baru.
Moo Hyuk mendengarkan radio sambil bersiap- siap. Di dinding kamarnya tertempel foto, Han Su, Su Ah, dan beberapa orang yang bekerja di "Yayasan Cheonmyung". Serta beberapa artikel berita dan informasi yang berhasil didapatkannya.
“Perselisihan...”,
“Jo Mi Joo, Ha So Hyun, Kang Woo Jin.”


“Yoo Beom Jin, putra anggota Kongres Yoo Yang Ki”, “Anak Genius Yoo Beom Jin Membuat Prestasi Luar Biasa.”
“Na Ye Ri, calon idola”, “Na Ye Ri, peserta pelatihan.”

“Han Tae Ra.”
“Lee Do Jin dari Firma Hukum Songha, ayah dan anak, Lee Gi Hoon.”
“Wajah Tersembunyi Sekolah Mulia, Sekolah Pembunuhan!”, “Pengacara Jahat.”

Won Suk memuji betapa tampan nya Moo Hyuk. Lalu dia menyerahkan berkas yang telah dibuatnya, “Kamu tidak akan ketahuan. Itu tiruan sempurna. Ini pengubah kunci pintu. Ini akan berguna.”

“Terima kasih untuk semuanya,” balas Moo Hyuk, menerima semua itu.
Won Suk meminta Moo Hyuk untuk jangan berbicara seakan- akan dia melakukan semua ini secara gratis. Karena dia akan membuat Moo Hyuk membayar semua biayanya nanti. Dan Moo Hyuk tertawa kecil.

An Byung Ho dimarahi oleh manajer, karena memakan makanan kadaluarsa tanpa seizinnya. Dan dengan bersalah, Byung Ho meminta maaf.

“Jika kamu lapar, beli sesuatu dengan uangmu. Apa makanan kedaluwarsa milikmu? Kenapa kamu mencuri milik orang lain?” tanya Manajer, marah. Lalu dia memutuskan untuk mengurangin gaji biaya makan Byung Ho nantinya.
Dengan pasrah, Byung Ho hanya diam dan menerima semua itu.

Ketika Byung Ho keluar dari supermarket, sekumpulan murid nakal memanggilnya. Mereka memanggilnya dengan sebutan Portir.

So Hyun mengendarai sepeda dengan nyaman sambil menikmati udara pagi yang sejuk dan sinar matahari yang menghangatkan.

Byung Ho menunjukan rokok yang dimilikinya, dan melihat itu, semua anak nakal tersebut bertepuk tangan. Mereka lalu membayar Byung Ho dan mengambil semua rokok tersebut dengan gembira.
Byung Ho kemudian pergi meninggalkan mereka semua.

Tepat disaat itu, So Hyun lewat. Awalnya dia memanggil Byung Ho untuk menanyakan kenapa Byung Ho menaiki sepeda tanpa mengenakan helm, tapi Byung Ho tidak mendengar dan berlalu pergi darisana.

Lalu tanpa sengaja, So Hyun pun melihat sekumpulan anak nakal tersebut yang sedang berebutan rokok dan korek api.

So Hyun mendekati semua anak nakal tersebut dan memperkenalkan dirinya. Kemudian dia mengomentari tindakan kurang baik mereka yang merokok dijalanan dengan memakai seragam sekolah. Tapi anak- anak tersebut tidak mau mendengarkan, karena So Hyun bukanlah guru disekolah mereka.

“Andai saja bisa kuabaikan, tapi penglihatan dan rasa keadilanku terlalu besar. Kecuali gagal melihatnya, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi,” jelas So Hyun dengan tegas kepada mereka semua.
Mendengar itu, mereka semua tertawa. Seorang siswi menunjukan kartu identitasnya dan menjelaskan bahwa dia sudah dewasa juga sekarang, dia masih di SMA karena dia tinggal kelas setahun. Lalu seorang siswa menjelaskan bahwa ini adalah ritual mereka untuk memulai pagi yang segar.

So Hyun tidak peduli dan menghentikan mereka semua agar tidak merokok. Dia kemudian membanting seorang siswa, karena siswa itu tidak mau mendengarkan nya dan menyerahkan rokok tersebut kepadanya.

Namun setelah So Hyun membanting siswa tersebut, dia langsung menanyakan dengan cemas apa siswa tersebut baik- baik saja. Dengan kesal, siswa tersebut menyuruh teman- teman nya untuk segera menghubungin polisi.
“Polisi? Kalian tidak perlu menelepon polisi karena ini. Tunggu. Bagaimana jika kita selesaikan... “ kata So Hyun, khawatir.

Moo Hyuk datang menghampiri mereka dan memotret mereka semua. Dia meminta semua anak- anak itu untuk tersenyum, lalu dia memotret kartu identitas siswi yang mengaku sudah dewasa itu, dan memotret mereka semua secara bersamaan.
Siswi tersebut tidak terima dan ingin merebut hape Moo Hyuk. Namun Moo Hyuk segera mengelak. “Jangan menghancurkan bukti. Menjauhlah.”

Para siswa tersebut tidak terima, dan menanyakan siapa Moo Hyuk. Mereka memanggil Moo Hyuk dengan sebutan ‘Pak Tua.’
“Kamu tahu? Kamu tahu pemalsuan KTP adalah kejahatan yang sangat serius dengan hukuman maksimum sepuluh tahun penjara. Berdasarkan ketentuan Pasal 225 UU Pemalsuan? Dan karena buang sampah, melanggar Pasal 3-11 UU Pelanggaran Minor. Pasal 3-15 karena merusak alam, Pasal 3-22 karena pakai korek api. Jika digabung, kalian harus membayar setidaknya beberapa ratus dolar. Kalian akan cukup lama kekurangan uang saku,” jelas Moo Hyuk kepada mereka semua. Dan mendengar itu, mereka semua tampak kebingungan.

Siswa yang barusan di banting oleh So Hyun mengeluhkan bahwa dirinya baru saja dibanting dengan keras. Dan Moo Hyuk menjelaskan bahwa itu salah siswa tersebut duluan, sebagai bukti dia telah merekam semua kejadiannya barusan. Mendengar itu, mereka semua merasa takut.
“Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang? Mau ke kantor polisi karena kalian bersikeras atau kalian mau merenungkan kesalahan di sini dan menjadi siswa yang baik dengan berhenti merokok?” tanya Moo Hyuk, menantang mereka semua.

Dengan ketakutan, mereka semua pun langsung berjanji akan berhenti merokok. Mendengar itu, So Hyun tersenyum senang.

Moo Hyuk kemudian mengumpulkan semua rokok dan korek api yang mereka semua miliki. Lalu setelah itu dia melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka semua yang berlari pergi.

“Kamu baik-baik saja? Kamu hampir ditangkap karena penyerangan,” kata Moo Hyuk kepada So Hyun yang tersenyum sendiri.
“Apa? Tapi bocah itu mendorongku lebih dahulu,” balas So Hyun, membela diri.

“Ketika seseorang mendorongmu, kamu seharusnya menghindar atau setidaknya mendorong balik jika mau menyebutnya pembelaan diri. Jika kamu menjatuhkannya ke jalanan, itu sudah jelas pertahanan diri yang berlebihan,” jelas Moo Hyuk.
So Hyun merasa ucapan Moo Hyuk benar. Dia mengiyakan dan berterima kasih karena Moo Hyuk telah membantunya. Dan Moo Hyuk dengan rendah hati menjelaskan bahwa dia memang tidak bisa mengabaikan hal semacam ini, karena dia seorang guru.
“Guru?” tanya So Hyun, tidak menyangka. Dan Moo Hyuk mengiyakan.

No comments:

Post a Comment