Sunday, July 28, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 05 part 1

0 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 05 part 1

Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi

Yo Han telah bebas dari penjara dan pergi ke arena MMA. Dia menonton pertandingan Joo Hyung Woo melawan Yuldashev Alihser. Pertandingan berlangsung dengan sangat seru dimana Hyung Woo memimpin. Tidak seperti penonton lainnya, Yo Han tampak sangat tenang dan tidak berteriak ataupun menujukkan ekspresi tegang. Dia menatap kuku jari telunjuknya yang menghitam.

Hyung Woo sudah tampak akan menang karena dia mengungguli lawannya. Tapi, tiba-tiba saja, tinjunya meleset dan pandangannya menjadi kabur. Dia tidak bisa berdiri dengan tegak. Dia memegang kepalanya. Pelatih berteriak menyadarkannya, dan Yo Han melihat ke anehannya tersebut. Lawa melihat kesempatan dan menggunakan kakinya menendang ke arah Hyung Woo. Mengenai mata sebelah kanan-nya!
Peluit segera di tiup untuk menghentikan pertandingan. Dokter datang ke ring untuk mengobati mata Hyung Woo yang mengalami pendarahan (sumpah, di adegan ini, aku nggak berani lihat sama sekali! seram! Aku paling takut kalau sudah yang namanya mata yang terluka. Kalau bagian lain, masih bisa ku tahan!). Yo Han turun dari bangku penonton dan mendekat ke ring. Dia mendengar Hyung Woo yang berkata dia tidak bisa melihat.

Semua panik! Yo Han langsung berkomentar kalau darah di dalam mata (pendarahan) tidak di keluarkan, Hyung Woo akan menjadi buta. Pelatih langsung bertanya, siapa Yo Han? Dokter?
Yo Han menjawab dia bukanlah dokter mata. Dia beranjak pergi. Tapi, Hyung Woo menghentikannya dengan meminta Yo Han melakukannya (mengeluarkan darah pendarahan) sekarang. Dia tahu kalau Yo Han adalah dokter. Manager Hyung Woo panik karena Yo Han jelas bilang sendiri dia bukan dokter mata.               
Hyung Woo berkata pertandingan masih belum selesai. Dan karena itu, Yo Han masuk ke dalam arena dan memerintahkan dokter menyiapkan alat yang di sebutkannya ini.
“Kamu bilang kamu bukan dokter mata,” ujar dokter yang ada.
“Memang bukan.”
“Kamu dokter bedah?”
“Bukan.”
“Lalu bagaimana kamu akan mengatasinya?”

“Aku baru keluar dari penjara. Itu akan melampaui imajinasimu. Aku sudah melakukan berbagai praktik medis di sana. Baiklah. Kita mulai anestesinya?”
Doctor John
Episode 03 : Juara

Kita kembali ke sebelum Si Young datang ke Pusat Medis Hanse.
Si Young melakukan lari pagi. Dia melihat tali sepatunya yang terlepas dan segera mengikatnya. Dia menatap ke langit dan memotret langit yang sangat cerah.
Di rumah sakit, tubuh seorang pria yang terbaring koma dan penuh peralatan medis. Di dekatnya ada sebuah ponsel yang berbunyi, menerima pesan masuk : Ini hari pertamaku kembali ke rumah sakit. Maaf karena terlalu lama. Begitu aku menjadi lebih kuat secara fisik dan mental, aku pasti akan mengunjungimu. Tolong saksikan aku.

Si Young datang ke Pusat Medis Hanse. Dan ternyata, Yo Han sudah melihatnya saat dia sedang membeli minuman. Yo Han memesan satu Americano panas yang tidak panas. Pesanannya aneh dan tentu saja pelayan bingung. Jadi, Yo Han berkata, satu Americano panas. Dia tersenyum melihat Si Young.
Dan seseorang diam-diam memotretnya.
--

Rapat para petinggi Pusat Medis Hanse di lakukan. Kali ini mereka membahas mengenai di terimanya Yo Han di Pusat Medis mereka. Kwon Suk tidak setuju karena baginya, Yo Han adalah pembunuh. Terus, bukankah lisensi Yo Han sudah di cabut?

Min Tae Kyung memberitahu kalau lisensi Yo Han sudah di berikan kembali. Min Joo Kyung menambahkan kalau orang yang melakukan pelecehan seksual atau malpraktik medis juga bisa mendapatkan lisensi kembali.
Kwon Suk tidak setuju. Menurutnya, Yo Han sudah melakukan pembunuhan. Yo Han bukanlah lagi dokter. Tae Kyung dengan tegas berkata bahwa Yo Han adalah dokter. Di negara ini, dokter adalah seseorang yang lulus ujian negara dan mendapatkan lisensi sah. Yo Han adalah dokter dan sangat kompeten. Apa mereka semua sudah lupa? Sebelum insiden tiga tahun yang lalu, Yo Han di kenal atas kompetensinya dalam Pengedalian Rasa Sakit.
Joo Kyung mengingatkan lagi kalau Yo Han punya julukan : Dokter Sepuluh Detik. Kenapa? Karena Yo Han selesai memeriksa pasien dalam sepuluh detik. Yo Han tahu kenapa mereka kesakitan dan apa penyebabnya hanya dalam sepuluh detik.
“Masalahnya bukan kompetensinya,” tegas Kwon Suk.
“Kurasa lebih meyakinkan untuk memberitahumu alasannya dia dipekerjakan sebagai profesor di Pusat Pengendalian Rasa Sakit,” ujar Tae Kyung.
“Itulah yang ingin kuketahui. Kenapa kamu mempekerjakan orang seperti dia?”
“Aku menerima rekomendasi.”
“Rekomendasi? Dari siapa?” teriak Kwon Suk.
--

Kwon Suk menemui Kang Yi Moon dan memberitahu kalau Yo Han di terima karena rekomendasi dari Lee Won Gil, mantan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan. Yi Moon ternyata sudah tahu dan karena itulah dia tidak menolak saat membahas perekrutan Yo Han.
Kwon Suk ingat kalau Lee Won Gil adalah guru Pimpinan Min (Tae Kyung). Yi Moon membenari, bukan guru lagi, bagi Tae Kyung, Won Gil sudah seperti dewa. Dan tn. Lee Won Gil juga sangat dekat dengan saudara iparnya.
“Aku penasaran kenapa Menteri merekomendasikan pria seperti dia,” ujar Kwon Suk.
“Aku juga sangat penasaran soal itu. Sudah jelas dia akan menyebabkan kekacauan. Tapi Menteri merekomendasikannya, jadi, kita tidak bisa memecatnya.”
“Benar sekali. Tapi, Pak… Jika perekrutan ini menyebabkan masalah, bukankah orang akan mulai mempertanyakan keputusan Kepala Min?”
“Maksudmu kita harus diam dan menyaksikannya?”
Dan Kwon Suk mengangguk. Yoo Min tampak setuju dengan hal itu.
--
Pusat Medis Hanse kedatangan pasien yaitu Joo Hyung Woo. Semua jelas heboh. Manager Hyung Woo menjelaskan pada dokter kalau Hyung Woo jatuh dari tangga dan pergelangan kakinya mengalami cedera. Dokter UGD mengerti dan akan melakukan CT Scan dulu pada kaki Hyung Woo. Tapi, Hyung Woo memberitahu matanya sakit. Dokter hendak memeriksa, tapi Hyung Woo menolak. Dia meminta di panggilkan dokter mata dan ahli anestesi.
“Hubungi ahli anestesi bernama Cha Yo Han,” ujar Hyung Woo.
--
Kita kembali ke akhir episode 04 kemarin.


Si Young dan Yo Han saling melihat ID pekerja yang mereka kenakan. Yo Han di pekerjakan sebagai profesor di departemennya (dept. anestesiologi). Dan Si Young adalah dokter residen tahun kedua.
“Kita bertemu lagi,” ujar Yo Han.
Saat itu, seorang dokter Kim Jung Woo yang adalah dokter residen tahun ketiga di Oftalmologi menghampiri dan memberitahu kalau profesor di departemennya ingin bertemu dengan Yo Han.
--

Hyung Woo sudah masuk ke kamar rawat. Mata sebelah kanannya di tutupi dengan kapas. Dokter dept. oftalmologi ada di sana dan berteriak-teriak karena dokter dept. anestesiolagi masih belum datang juga (emang boleh, teriak gitu depan pasien ya). Dan tibalah Yo Han, di saat yang tepat.
Begitu tiba, Yo Han segera membuka perban mata Hyung Woo dan memeriksanya. Dia bahkan meminjam senter dokter di sana dan memeriksa mata Hyung Woo.
“Kamu kesulitan melihat sesuatu?” tanya Yo Han.
“Sejak pagi ini, aku tidak bisa membuka mata. Semua tampak kabur, dan aku pusing. Lalu aku terjatuh.”
Dokter dept. Oftalmologi langsung menyalahkan Yo Han yang sudah melakukan sayatan di mata Hyung Woo padahal hanyalah ahli anestesi. Tapi, Yo Han mengabaikannya dan bertanya hasil tes.
“Kamu sudah dapat hasilnya? Tekanan intraokular, reaksi pupil konsensual, dan VEP semuanya normal?” tanya Yo Han.
“Ya.”
“Jadi, matanya baik-baik saja, tapi sepertinya tidak fokus?” tanya Yo Han lagi, sambil memasangkan perban kembali di mata Hyung Woo.
--

Si Young sedang berada di ruang konferensi. Di sana juga para dokter berkumpul. Heo Joon sendiri sibuk mencari berita mengenai Yo Han. Dia merasa tidak percaya karena mantan napi yang melakukan pembunuhan akan menjadi profesor mereka. Dia sangat kesal.
“Tapi bagaimanapun juga, berbeda denganku, kalian tidak perlu khawatir. Dia putrinya Kepala Min. Dan dia putranya seorang pemodal,” ujar Heo Jun, menunjuk pada Kang Mi Rae dan Kim Won Hee.
Saat itu, seorang pria masuk diam-diam dan menggagetkan Si Young. Ternyata pria itu adalah dokter Lee Yoo Joon. Si Young kaget apalagi Yoo Joon memotong rambut dan mencukur kumis. Yoo Joon juga mendaftar ke rumah sakit ini dan di terima.
“Kamu sudah bertemu dengannya? Narapidana 6238,” ujar Yoo Joon berbisik.
“Kamu tahu?” kaget Si Young.
Saat itu, para petinggi masuk ke dalam. Semua junior langsung diam dan duduk dengan rapi. Tae Kyung mulai dengan berkata akan memperkenalkan dua orang hari ini, tapi tampaknya 1 lagi akan terlambat (Yo Han). Yoo Joon segera masuk ke podium dan memperkenalkan dirinya.
Joo Kyung terpesona dengan Yoo Joon yang baginya tampan.
“Aku Lee Yoo Joon, dokter tahun kedua. Aku tidak sabar bekerja dengan kalian,” perkenalkan Yoo Joon. Dan Joo Kyung langsung bertepuk tangan paling keras.
Yo Han masuk di saat itu dan semua langsung berhenti bertepuk tangan dan menatapnya dengan tajam. Tae Kyung memberitanda agar Yo Han ke podium. Bukannya memperkenalkan diri, Yo Han malah menggambar ‘mata’ di papan tulis.
“Pria berusia 38 tahun. Dia menjalani kantotomi dua hari lalu karena insiden darurat. Aku memakai pinset untuk memegang ligamen di kantus lateralnya. Lalu kupotong jaringan tisu luar dan menyingkirkan hematoma yang menekan saraf optiknya. Pasiennya saat ini menderita pusing, diplopia, dan ptosis. Namun, hasil tesnya normal,” jelas Yo Han.
“Omong-omong, apakah pasien itu Joo Hyung Woo?” tanya Joo Kyung. Semua langsung heboh karena Joo Hyung Woo adalah petarung seni bela diri campuran yang terkenal. “Maksudku… Biar kuulangi. Kantotomi berjalan lancar, tapi tiba-tiba dia menderita pusing dan diplopia. Jadi, maksudmu pasti ada alasan lain untuk gejalanya selain fakta bahwa matanya terluka,” lanjut Joo Kyung.
“Ya, itu benar. Dia baru saja mengalami demam ringan yang mirip gejala flu dan dia juga menderita diabetes. Tapi dia hanya mengalami sedikit kebas di tangan dan kakinya. Penglihatannya tidak pernah bermasalah,” jelas Yo Han.
Kwon Suk dengan sinis bertanya kenapa Yo Han memberitahu semua itu? Apa Yo Han ingin mereka mencaritahu penyebabnya?
“Itulah yang aku tanyakan,” benarkan Yo Han.
“Kenapa? Dia bukan pasien kita. Bukan kami yang menyebabkan masalah dengan merawat orang yang bukan pasien kami,” tegas Kwon Suk.
Saat itu, terdengar suara ponsel. Semua langsung memeriksa. Ternyata, yang bunyi adalah ponsel Yo Han. Yo Han tampak berpikir setelah menerima telepon tersebut.
“Tampaknya, penglihatan pasien baru saja kembali normal,” beritahu Yo Han.
“Itu bagus. Kita tidak punya masalah lagi,” timpal yang lain.
“Tidak. Kita punya masalah. Aku berhasil menghentikan pendarahan yang menekan saraf optiknya. Rasa pusing dan diplopia tiba-tiba muncul karena alasan yang tidak diketahui. Lalu dia sembuh dengan sendirinya. Apakah ini normal? Kalian bisa memikirkan sesuatu?”
“Mungkinkah itu gangguan neurologi mengenai mata yang tidak berkaitan dengan kecelakaan itu?” ujar Joo Kyung.
“Kalau begitu, itu urusan Neurologi. Bukan Anestesiologi,” ujar dokter yang lain.
“Terlepas dari departemennya, bukankah tugas kita adalah merawat orang sakit?” balas Yo Han.
“Memangnya kenapa? Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Kwon Suk dengan suara yang keras.
“Bisa siapa saja. Profesor, peserta latihan, atau dokter residen. Jika di sini ada yang punya pendapat, hubungi aku kapan pun,” ujar Yo Han. “Aku bertanggung jawab atas Operasi Rasa Sakit. Namaku Cha Yo Han,” perkenalkan Yo Han dan tersenyum kecil.


No comments:

Post a Comment