Friday, August 16, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 8 - part 1

0 comments
Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Episode 8 - Part 1

Gao Sheng menendang Minghao hingga terjatuh, lalu dia langsung menarik Han Bing kesisi nya. Dan Minghao pun mengarahkan pena tersebut ke lehernya sendiri.

“Zheng Minghao, kamu jangan membuat masalah bodoh. Letakkan pena,” teriak Xiao Jiang, memperingatkan.
“Jangan kemari. Kalau kamu kemari aku akan mati untuk kamu lihat,” balasnya, mengancam para polisi.
Prof. Wu memperhatikan Han Bing yang duduk meringkuk di dekat meja. Han Bing tampak ketakutan dalam pandangannya.

Han Bing mengingat saat Han Xue serta keluarganya dibunuh.
Gao Sheng terus meneriakan Minghao agar menurunkan pena tersebut. Prof. Wu lalu mendekatinya sambil mengangkat tangannya. Prof. Wu meminta semuanya agar tenang, lalu dia berbicara menggunakan bahasa isyarat kepada Minghao.

Prof. Wu : “Zheng Minghao. Ini seharusnya bukan instruksi tuan. Kamu akan mengikuti Instruksi tuan, bukan? Tuan kamu tentu tidak ingin kamu melakukan itu.”


Para polisi memperhatikan Prof. Wu yang terus berbicara kepada Minghao menggunakan bahasa Isyarat. Namun mereka tidak tahu apa yang Prof. Wu katakan kepada Minghao.
Minghao menangis melihat Isyarat tangan yang dibuat oleh Prof. Wu. Dia menjatuhkan pena yang di pegangnya dan jatuh terduduk. Melihat itu, para polisi langsung menhampiri dan membawanya.
Prof. Wu kemudian mendekati Han Bing, dan bertanya apakah Han Bing baik- baik saja. Dengan perhatian dia membantu Han Bing untuk berdiri, lalu dia mendudukan Han Bing di bangku dan memakai kan jas nya kepada Han Bing.

“Tidak apa- apa lagi. Tidak apa- apa lagi,” kata Prof. Wu.
“Terima kasih,” balas Han Bing.

Gao Sheng mendekati Han Bing dan menanyakan apakah Han Bing baik- baik saja, lalu dia mengajak Han Bing untuk pergi ke rumah sakit. Tapi Han Bing menolak.


“Prof. Wu. Tidak disangka kamu bisa bahasa Isyarat,” kata Gao Sheng.
“Ketika aku berbicara dengan Zheng Minghao, aku baru tahu Ibunya memiliki gangguan pendengaran. Aku pikir ketika dia berbicara dengan Ibunya, pasti dia akan mengguna kan bahasa Isyarat. Jadi aku coba- coba,” jelas Prof. Wu.
Gao Sheng lalu menjabat tangan Prof. Wu dan mengucapkan terima kasih.

Setelah Minghao dibawa masuk ke dalam ambulans, Gao Sheng menanyakan pada Xiao Jiang, bagaimana caranya sehingga Minghao bisa mengambil senjata itu. Dan Xiao Jiang menjawab bahwa dia juga tidak tahu. Lalu Xiao Jiang pun pergi untuk menjaga Minghao.
Xiao Shen datang, dan menanyakan keadaan Han Bing. Dan Gao Sheng menjawab bahwa Han Bing tidak apa- apa, hanya sedikit ketakutan saja. Tepat disaat itu, Han Bing serta Prof. Wu keluar dari gedung polisi.
“Kamu tidak apa- apa, kan?” tanya Xiao Shen pada Han Bing dengan perhatian.
“Ya. Aku tidak apa- apa. Untungnya ada Prof. Wu,” jawab Han Bing.
Prof. Wu memberikan kartu namanya kepada Han Bing, dia menyarankan agar Han Bing mampir ke kliniknya jika ada waktu. Dan Han Bing mengiyakan, lalu dia pamit dan pulang bersama dengan Xiao Shen.


Yifei mendengarkan cerita Han Bing sambil memandang boneka beruang ditangannya.
“Besok adalah hari sebelum pembunuhan diperkirakan. Tidak akan terjadi masalah, kan?” tanya Han Bing. Dan Yifei tidak tahu juga.
Pagi hari. Didalam kelas. Simin dipojokan oleh beberapa teman sekelasnya, karena dia membuat lagu yang terdengar seperti menghina mereka.
Orang- orang jelek di kelas kami yang selalu sengaja membuat masalah denganku. Teman kayu disebelahnya yang hanya bisa tidur. Menindas secara berpasangan. Kamu yang munafik juga tahu.

“Kamu pikir di dunia ini hanya kamu yang memiliki nama panggilan itu? Itu disebut orang yang jelek, kayu, dan munafik. Negara kita menghormati kebebasan berkreasi, aku bahagia,” kata Simin, menjelaskan dengan tenang.
Mendengar itu, para murid tertawa pelan.

Tepat disaat itu, Yifei datang, dan dia menanyakan apa yang sedang terjadi. Dengan segera, ketiga orang yang merasa terhina oleh lagu Simin langsung mengadu kepadanya.

Han Bing membereskan barang- barangnya ke dalam tas. Lalu dia menemukan perekam suara milik Minghao yang sebelumnya tertinggal di kantor dan dia mengambilnya.
Han Bing memakai earphone dan mendengarkan suara Da Xie. Namun dia merasa heran, karena semakin didengar, semakin terdengar ada latar musik di dekat Da Xie.
Simin menceritakan bahwa semalam dia menciptakan lagu tersebut. Dan Yifei bertanya, kenapa Simin melakukan itu, kepadahal Simin sudah akan solo sebentar lagi.
“Kalau ini, aku hanya penasaran dengan feedback orang lain,” kata Simin.
“Jadi kamu harus memasukan nama panggilan temanmu?”
“Mereka bukan temanku.”

Yifei menasehati Simin agar meminta maaf kepada ketiga orang tersebut, lalu ubah lirik pada lagu. Karena jika tidak, maka Simin akan dibenci. Mendengar itu, Simin merasa kesal dan pamit pergi.

Han Bing menelpon Yifei dan menceritakan latar lagu yang ada di dekat Da Xie. Setelah dia mencari tahu, sepertinya itu lagu Yu Simin, dan dia merasa heran kenapa pria 50 tahunan seperti Da Xie mendengarkan lagu idola.
“Meskipun bukan lagu yang disukai pria berumur 50 tahunan. Tapi tidak ada yang aneh,” jelas Yifei. Tapi kemudian, dia tiba- tiba teringat sesuatu.

Yifei menceritakan tentang korban pertama, Shen Meizhu, yang merupakan fotografer, dan ada mengambil foto Simin. “Apakah ini hanya kebetulan?”
“Sepertinya bukan kebetulan. Jadi apa kesamaan kedua kasus ini adalah Yu Simin. Target pembunuhan berikutnya adalah ..” kata Han Bing, berpikir.

Ketiga pembully Simin merasa senang, karena mendapatkan sepuluh tiket yang harganya terus meningkat.
Tepat disaat itu, Yifei datang, dengan segera mereka bertiga menyembunyikan tiket tersebut. Dan saat Yifei menanyakan dimana Simin, mereka menjawab tidak tahu.

Yifei merasa cemas. Dia memberitahu Han Bing bahwa dia akan pergi ke lokasi syuting dulu untuk mengecek. Dan Han Bing menyarankan agar mereka menghubungin polisi. Tapi Yifei menolak, karena lebih baik mereka memastikan dulu.

Dilokasi syuting. Manajer memberitahu Yifei bahwa Simin menghilang dan telponnya juga mati, sehingga dia juga merasa kebingungan. Lalu dia menanyakan, ada urusan apa Yifei datang mencari Simin. Dan Yifei diam.
Sutradara berteriak menanyakan dimana Simin, dan si manajer pun langsung ke sana untuk menenangkannya.

Yifei menghubungin Gao Sheng dan menceritakan mengenai kesamaaan kedua kasus dengan Simin. Dia meminta Gao Sheng untuk membantunya mencari dimana Simin, sebab sekarang Simin tidak diketahui ada dimana.


Ketika Yifei kembali, Han Bing menanyakan, apakah Yifei sudah menemukan Simin. Dan dengan pelan, Yifei menggelengkan kepalanya. Yifei memberitahu kalau dia sudah menelpon Gao Sheng, dan mereka sudah melacak handphone Simin, sepertinya Simin sedang berada di Jalan Shangxiu, tapi sinyal nya menghilang lagi.
“Jalan Shangxiu? Barusan aku melihat Weibo nya, sepertinya Yu Simin sedang berada ditempat karaoke Jalan Shangxiu,” kata Han Bing.

Yifei dan Han Bing mengunjungin beberapa tempat karaoke di Jalan Shangxiu, dan memeriksa satu persatu ruangan. Tapi setelah sekian lama mencari, mereka masih belum bisa menemukan Simin.


Lalu di tempat karaoke yang lain, Yifei meminta Han Bing menunggunya sebentar, karena dia harus ke kamar mandi. Dan Han Bing pun menunggu.
Han Bing memeriksa jam berapa sekarang, dan ternyata sebentar lagi sudah akan jam 12. Jadi dengan segera dia pun meninggalkan pesan untuk Han Xue di hape nya.
“Han Xue, situasi saat ini adalah aku dan Kong Yifei sedang mencari muridnya, Yu Simin.”

Yifei kembali dan mengajak Han Bing untuk jalan ke tempat yang lain lagi. Lalu akhirnya mereka berdua pun berhasil menemukan Simin, di dalam sebuah ruangan biliar. Disana Simin sedang duduk merenung di pojokan sambil mendengarkan musik.

Yifei mematikan musik, menyalakan lampu ruangan, dan duduk disebelah Simin. Melihat kedatangannya, dengan heran, Simin menanyakan bagaimana bisa Yifei menemukannya disini. Dan Yifei membalas bahwa ini bukan pertama kalinya dia mencari Simin juga.
Yifei dengan perhatian, menanyakan apakah Simin baik- baik saja. Jika Simin ada masalah, maka Simin bisa bercerita kepadanya.


Tepat disaat itu, Han Xue muncul. Dia dengan santainya bermain billiar. Dan mendengar itu, Simin Serta Yifei merasa terkejut.

No comments:

Post a Comment