Thursday, August 29, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 9 - part 2

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Episode 9 - Part 2

Dikantor polisi. Gao Sheng menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi. Dan setelah itu, dengan tegas Zhao Dui menyuruh mereka untuk menyelidiki semua kasus yang terjadi dengan lebih teliti, secepat mungkin kasus ini harus selesai. Karena media massa banyak yang menyoroti kasus ini. Dan semuanya mengiyakan.
Zhao Dui kemudian menyuruh Gao Sheng untuk ikut ke ruangannya. Dan dengan heran, Gao Sheng mengikutinya. Zhao Dui menunjukan rekaman CCTV di tempat kejadian, disana terekam Yifei sedang memegang tangan korban.

“Ini ..” kata Gao Sheng, sulit untuk menjelaskan.
“Kong Yifei adalah pertama yang menemukan lokasi kejadian, benar? kudengar dia mengetahui seluruh kasus ini dengan jelas. Bahkan dia sudah tahu akan terjadi pembunuhan di hotel itu,” jelas Zhao Dui, curiga pada Yifei.
Gao Sheng meminta Zhao Dui untuk mendengarkan penjelasannya. Dan Zhao Dui mempersilahkan Gao Sheng untuk berbicara.
“Simin adalah murid Kong Yifei. Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimin nya sebuah lagu. Dan setelah Yifei tahu muridnya diancam, dia mencoba mendengar lirik lagunya, dan mendapati akan terjadi pembunuhan. Kamu juga tahu, kemampuan analisanya yang sangat hebat. Karena itu dia diterima menjadi penasihat,” jelas Gao Sheng, membela Yifei.

Tapi Zhao Dui tidak percaya, karena ntah mengapa Yifei selalu berada ditempat kejadian. Serta Yifei ada memegang tangan korban. Lalu dia menyuruh Gao Sheng untuk menyelidiki kasus dengan cepat, jika tidak, maka Gao Sheng tidak perlu ikut dalam kasus ini lagi. Dan sekalipun Yifei seorang penasihat, tapi tindakan mencurigakan Yifei harus di selidiki juga.
“Apa kamu mengerti?” teriak Zhao Dui. Dan Gao Sheng pun mengiyakan dengan perasaan kesal dan terpaksa.

Xiao Jiang memeriksa hape korban ketiga, kata- kata pencarian yang dicari pada hape tersebut terakhir kalinya adalah sekolah Xing Xing, itu adalah sekolah khusus seni dan musik.

Xiao Jiang kemudian memeriksa rekaman CCTV korban ketiga, ketika sedang berada didalam lift. Lalu dia menghubungin Zhao Dui, dan melaporkan bahwa dia telah menemukan video nya.
Gao Sheng berbicara dengan Simin. Dia menanyakan tentang lagu ancaman yang dikirimkan dan mengharuskan Simin menyanyikannya. Dengan ragu, Simin pun menjelaskan bahwa si pelaku mengancam akan menyebarkan video nya ke internet, bukan video mesum, tapi video nya saat bermain di klub malam.

“Kalau kamu mendapat ancaman lagi. Segera lapor polisi. Mengerti?” kata Gao Sheng.
“Tapi.. ada hubungan apa antara lagu baruku dengan kasus pembunuhan ini?” tanya Simin ingin tahu. Dan Gao Sheng menjawab bahwa dia juga belum tahu penyebabnya.
Ketika kembali ke kantor polisi, Gao Sheng melihat Xiao Jiang serta berbicara berdua dengan Zhao Dui di dalam ruangan. Dia ingin bertanya, tapi Xiao Jiang beralasan bahwa dia harus ke kamar mandi karena mau buang air.
“Aku menyuruhnya untuk membawa Kong Yifei kemari,” kata Zhao Dui, memberitahu. Dan Gao Sheng pun melepaskan Xiao Jiang.

Gao Sheng berbicara kepada Xiao Jiang bahwa ini tidak benar. Dan Zhao Dui pun memperlihatkan foto korban ketiga yang ada datang ke sekolah tempat Yifei bekerja, 4 jam sebelum pembunuhan.
“Kenapa diam saja? cepat pergi!” perintah Zhao Dui pada Xiao Jiang.
“Tunggu!” teriak Gao Sheng. “Biar aku saja. Aku akan membawanya kemari.”
Han Bing memberitahu Yifei bahwa dia ingin menuliskan lirik lagu Simin pada artikel beritanya, dan memberitahu semua orang bahwa ini lah lagu yang dibuat oleh pelaku pembunuhan dan di berikan pada Simin dua hari lalu.
“Han Bing, tidak boleh,” kata Yifei, tidak setuju.

“Aku tahu kamu menyanyangin muridmu. Tapi semua orang memiliki hak untuk mengetahui kebenarannya. Aku adalah seorang wartawan, aku tidak bisa berpura- pura tidak tahu masalah ini. Walaupun kamu tidak setuju, aku akan tetap menulisnya. Karena itu aku datang memberitahumu,” jelas Han Bing, tegas.
Yifei sulit untuk setuju, karena Simin sangat kasihan. Simin adalah tulang punggung keluarga. Dan Han Bng menjelaskan bahwa dia akan menekan kan diartikel nya bahwa Simin adalah korban.
Tepat disaat itu, Gao Sheng datang. Dan melihat itu, maka Han Bing pun pamit untuk pergi. tapi Yifei menahan Han Bing agar tetap disini.
“Gao Sheng, kenapa kamu mencariku? Masih ada yang harus kubicarakan dengan Han Bing,” kata Yifei.

“Kamu harus pergi ke kantor denganku,” tegas Gao Sheng sambil memandang tidak enak ke arah Han Bing. “Seorang koban pernah datang kemari sebelum dia dibunuh. Kami melihatnya melalui rekaman CCTV,” jelasnya.


Yifei mengikuti Gao Sheng yang berjalan dulluan. Yifei menenangkan Han Bing agar tidak khawatir, karena ini bukan masalah besar. Dan Han Bing menjawab bahwa dia memang tidak khawatir. Lalu dia mengomentari Gao Sheng yang sangat kelewatan, demi menangkap pembunuhnya, mereka berdua pergi ke semua tempat untuk mencari bukti, tapi Gao Sheng malah mencurigai Yifei.

Mendengar Han Bing membela nya, Yifei tersenyum senang. “Bagus sekali, masih ada yang membela ku. Nanti aku akan menelpon mu,” kata Yifei. Lalu dia masuk ke dalam mobil dan pergi dengan Gao Sheng.

Didalam mobil. Yifei masih tersenyum, dia memandangin Han Bing melalui kaca spion.
Kemudian setelah Han Bing tidak terlihat lagi, Yifei menanyakan kenapa Gao Sheng tampak sangat tegang dan serius. Dan Gao Sheng menjelaskan bahwa Yifei dicurigai karena memegang tangan korban diarea parkiran, dan beberapa bukti di temukan berkaitan dengan Yifei. Jadi sekarang, Yifei dimasukan ke dalam daftar tersangka.
Mendengar itu, Yifei diam.
Dikantor polisi. Gao Sheng memberitahu Yifei bahwa dia tidak tahu harus bagaimana dalam menjelaskan tentang Yifei pada semuanya, jadi mereka harus mencari seorang saksi untuk Yifei. Dan Yifei mengiyakan, dia menanyakan jam berapa korban meninggal. Dan Gao Sheng menjawab, jam 1 sampai 2 dini hari.
“Saat itu aku baru keluar dari ruangan karaoke. Kemudian mengantar Han Bing pulang ke rumahnya. Disaat itu ada Yu Simin dan Han Bing,” kata Yifei, memberitahu.
“Apa kalian mengonsumsi minuman keras?” tanya Gao Sheng. Dan Yifei menjawab tidak. “Semuanya tidak?”

Karena Gao Sheng tampak seperti mencurigainya, Yifei pun merasa sedikit kesal. Dia mengatakan bahwa Gao Sheng lah yang paling mengerti kenapa dia memegang tangan korban. Jadi Gao Sheng bisa menjadi saksi nya.
“Yifei. Kamu benar- benar tidak pernah bertemu dengan wanita itu? Korban yang ditemukan di gang Yanghua, Cheng Jiahong,” kata Gao Sheng.
“Saat dia menelpon untuk memberikan petunjuk. Aku berbicara padanya melalui telpon, hanya itu. Dia berkata dia akan datang, tapi sama sekali tidak ada datang,” kata Yifei, menjelaskan yang sebenarnya.
Gao Sheng pergi ke tempat karaoke yang Han Bing serta Yifei datangin. Disana penjaga karaoke untungnya mengingat Yifei dan Han Bing. Dan Gao Sheng pun meminta keterangan darinya.
“Penyanyi terkenal itu adalah langganan kami. Jam keluarnya, sepertinya sekitar jam 1,” jelas si penjaga karaoke.
Han Bing ragu untuk menulis artikel beritanya, karena mengingat perkataan Yifei tentang Simin yang sebenarnya menyedihkan. Dan tepat disaat itu Ketua berjalan dibelakang nya.

“Kamu belum diizinkan untuk kembali bekerja. Mengerti?” kata Ketua, tegas.
“Aku mengerti,” jawab Han Bing.
“Kerja yang baik,” kata Ketua, mengingatkan.
Han Bing menemui Gao Sheng yang menelpon, dan dia menanyakan apakah Yifei sudah selesai di selidiki.
“Kudengar saat itu, kamu pergi ke ruangan karaoke bersama Kong Yifei. Bagaimana kamu pulang ke rumah?” tanya Gao Sheng.
“Apa? Apa maksudmu?” tanya Han Bing, gugup.

Gao Sheng memberitahu waktu kematian korban, dan keterangan penjaga karaoke yang mengatakan bahwa mereka berdua meninggalkan tempat karaoke sekitar jam 1. Jadi dia ingin tahu, dari jam 1 sampai 2, apakah Han Bing benar terus bersama Yifei. Dan Han Bing mengiyakan.
“Dari jalan Shangxiu, dengan apa kalian pulang ke rumah mu? Naik mobil, kah?” tanya Gao Sheng.
“Benar. Naik mobil,” jawab Han Bing, gugup.
Kenyataan nya. Pada malam itu, Han Xue serta Yifei pulang menaiki bus, karena tidak ada satupun taksi yang mau berhenti untuk mereka.
“Apa kamu yakin?” tanya Gao Sheng.
“Yakin,” jawab Han Bing, pelan.
Numpang Iklan Sejenak, All 😊
Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.

No comments:

Post a Comment