Friday, August 30, 2019

Sinopsis K- Drama : Love Alarm Episode 2 - part 1

1 comments


Sinopsis K- Drama : Love Alarm Episode 2 – part 1
Network : TvN dan Netflix

Kilat menyala di langit, menandakan sebentar lagi akan hujan. Dan karena itu, maka Sun Oh dan Jo Jo pun berhenti berciuman.

Di supermarket. Hye Yeong duduk menunggu Jo Jo sambil meminum sekaleng coke. Seperti yang pernah di lihat nya, Jo Jo meminum itu sekaleng coke ketika sedang beristirahat di restoran barbeque.
Gul Mi menutup supermarket. Dan pergi sambil mengeluh kesal.

Si pelayan di rumah Sun Oh (Ibu Hye Yeong). Dia menelpon Hye Yeong dan menanyakan dimana Sun Oh, karena acara akan segera di mulai.
“Akan ada guntur,” kata Jo Jo. Dan beneran terjadi guntur kemudian. Mendengar itu, Sun Oh terkejut dan bertanya bagaimana Jo Jo bisa tahu. Dan Jo Jo menjawab bahwa itu di ajari saat SD, cahaya lebih cepat daripada suara. Lalu dia bertanya, apakah Sun Oh tidak tahu itu.
“Aku model,” jawab Sun Oh. “Itu saja.”

Mendengar jawaban itu, Jo Jo tertawa. Lalu kemudian hujan mulai turun, jadi Jo Jo pun menarik lengan baju Sun Oh dan membawa nya berlari ke halte bus untuk berteduh disana. Sesampainya di halte bus, Jo Jo pun melepaskan pegangannya pada lengan baju Sun Oh dengan gugup.

Melihat itu, Sun Oh tersenyum memandangin Jo Jo. Dan dengan canggung, Jo Jo balas tersenyum kepada nya.
Sebuah sepeda lewat di depan mereka berdua, tapi mereka berdua diam. Mereka berdua tetap berteduh di halte bus dalam diam. Sampai hujan akhirnya reda.

Jo Jo menarik nafas untuk menenangkan dirinya. Lalu dia berlari pulang.

Sesampainya di supermarket. Jo Jo mengambil kaleng di meja luar dan membuang nya ke tempat sampah. Lalu dia masuk ke dalam, dan meminta maaf kepada Bibi nya karena telah terlambat.
“Jika kamu datang 3 jam lalu, aku bisa dapat 90.000 won lagi. Sampai kapan deritaku demi wanita tua yang tiada hubungan denganku?” keluh Bibi.

“Aku akan lembur diakhir pekan,” jawab Jo Jo.
Bibi mengeluarkan buku rekeningnya. “Kamu sudha mencicil selama 11 tahun, tapi masih tersisa setengah,” kata Bibi, lalu dia memperlihatkanya kepada Jo Jo. “Ini utang yang diwariskan Ibumu. Mau lembur di akhir pekan? Silahkan,” katanya mendengus pelan, lalu dia pergi dengan menabrak bahu Jo Jo.
Tanpa bisa membalas, Jo Jo pun hanya bisa menerima dan diam saja.

Sesampainya dirumah. Sun Oh melihat ke arah sepeda Hye Yeong,  kemudian tepat disaat itu Hye Yeong datang. Dan dia merasa sedikit terkejut.
“Masuklah,” kata Hye Yeong, pelan.

Sun Oh masuk ke dalam kamar Ibunya, Nyonya Jeong. Dan ternyata Ibunya sedang tertidur nyenyak. Dengan perhatian, Sun Oh pun berniat untuk merapikan selimut Ibunya, tapi Ibunya memukul selimut tersebut menjauh, itu berarti sebenarnya Nyonya Jeong belum tidur tapi cuma pura- pura tidur karena marah.
Sun Oh menunggu Hye Yeong di ruangan cuci pakaian. Ketika Hye Yeong datang, dia menanyakan, apakah saat tidur Ibunya juga memakai korset. Dan Hye Yeong diam, tidak menjawab.
“Kecil sekali. Kamu percaya orang bisa muat memakainya?” tanya Sun Oh.
“Kenapa pulang terlambat? Ibumu sangat marah,” kata Hye Yeong.
“Kapan dia tak marah?” balas Sun Oh.
Hye Yeong menasehati Sun Oh untuk menjadi anak baik sejam saja. Dan Sun Oh meminta ganti topik, karena dia enggan membahasnya. Sun Oh menanyakan, Hye Yeong menyukai Jo Jo kan. Dan Hye Yeong merasa malas untuk menjawab pertanyaan itu lagi.
“Akan kutanya hingga kamu jawab,” kata Sun Oh, bersikeras.
“Sudah kubilang, tidak,” balas Hye Yeong.
“Sungguh?”
“Kenapa terus bertanya? Lagipula, kamu tidak akan percaya.”
Sun Oh berdiri, dan memberitahu bahwa dia mencium Jo Jo.

Mendengar itu, Hye Yeong memandang Sun Oh dengan kaget. Lalu dia berjalan pergi, namun kemudian dia berhenti sebentar dan mengingatkan Sun Oh untuk berganti baju, jika tidak maka Sun Oh akan terkena flu.
Melihat reaksi itu, Sun Oh diam.
Jo Jo kesulitan untuk tidur. Karena dia terus teringat ciuman nya dengan Sun Oh barusan. Pas disaat itu, Il Sik mengirimkan pesan kepadanya. Il Sik mengirimkan video latihannya kepada Jo Jo.

Jo Jo, aku hanya ke kafe internet sejam, lalu berlatih. Aku anak baik, kan? Aku minta maaf. Ya? Membaca pesan tersebut, Jo Jo merasa bersalah.

Hye Yeong bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dia berdiri di depan cermin dan tersenyum kepada dirinya sendiri. Lalu dia pun berangkat menaiki sepeda.


Sun Oh yang menaiki mobil berhenti di dekat Hye Yeong. “Masih tidak mau jawab?” tanyanya.
“Keras kepala. Mau terus begini?” balas Hye Yeong. Dan Sun Oh bertanya lagi. Tapi Hye Yeong tidak mau menjawab dan melaju pergi.


Didekat perempatan. Hye Yeong berhenti, dan Sun Oh pun berhenti. “Kamu sendiri? Kenapa kamu mencium Jo Jo? Aku akan menjawabmu, jika kamu menjawabku,” tanya Hye Yeong. Dan kali ini Sun Oh yang tidak menjawab.
Menyadari itu, maka Hye Yeong pun melaju dan pergi.

Berita mengenai awan berbentuk hati di siarkan di TV. Awan muncul selama kira- kira 30 menit. Awan tersebut di buat oleh perusahaan aplikasi yang membuat Love Alarm untuk merayakan sepuluh juta pemakai. Namun pengembang aplikasi tersebut masih anonim hingga kini.

Saat sarapan, Gul Mi memberitahu Ibunya bahwa dia ingin mengikuti kelas vokal. Tapi Ibu menjawab bahwa Gul Mi belum bisa mengikutinya, karena biayanya sangat mahal, namun dia berjanji minggu depan pasti.
“Terserah. Ibu selalu bilang tidak punya uang,” keluh Gul Mi.

Gul Mi kemudian memanggil Jo Jo yang sedang minum air saja. Dia menanyakan ada berapa notifikasi yang Jo Jo terima di Love Alarm. Dan Jo Jo menjawab tidak ada. Mendengar itu, Gul Mi tersenyum bangga.
“Sekolah akan berisik. Aku pasang Love Alarm,” kata Gul Mi, memberitahu. “Aku tidak peduli jika berbunyi, karena pencundang. Ibu, aku jauh diatas mereka.”
Tanpa mendengarkan pembicaraan itu, Jo Jo pamit pergi. Tapi langkah nya terhenti, saat dia mendengar Gul Mi menyebut nama Sung Oh. Dengan gugup Jo Jo memegang erat pengangan tas ransel nya, saat mengetahui Gul Mi mengincar Sun Oh menjadi pasangan.

Sesampainya di sekolah, Hye Yeong memperhatikan Sun Oh yang sudah sampai duluan di sekolah.
Jo Jo datang ke klub bela diri untuk menemui Il Sik. Dan karena ternyata Il Sik sedang sibuk latihan, maka dia pun pergi.
Didalam kelas. Ji Yeon membahas, apakah mereka bertiga harus pergi belanja. Karena mereka akan segera ke pulau Jeju, dan mereka harus mengambil foto yang bagus. Dengan tanpa semangat, Jang Go menjawab tidak. Sementara Jo Jo beralasan harus ke akademi.
Mendengar itu, Jang Go melirik ke arah Jo Jo.

Tepat disaat itu terdengar bunyi Love Alarm, dan kemudian Il Sik muncul dan duduk didepan Jo Jo. Dia memberikan sekotak susu kepada Jo Jo, dan bertanya apakah Jo Jo sudah tidak marah lagi. Dan Jo Jo mengangguk pelan.
Il Sik kemudian tersenyum dan menunjukan Love Alarm nya. “Aku senang kamu pasang Love Alarm,” katanya. Dan Jo Jo merasa terkejut, tapi dia tidak menyangkal. Kemudian bel kelas pun berbunyi, dan Il Sik pergi.

Ji Yeon lalu menggoda Jo Jo, dan menanyakan kapan Jo Jo memasangnya, serta ada berapa banyak hati yang di terima Jo Jo. Dengan kebingungan, Jo Jo mau menjawab tidak ada, karena dia tidak memiliki app Love Alarm. Namun Jang Go menyela.
“Pria suka gadis pendiam seperti Jo Jo,” katanya dengan nada seperti iri.

Ketika Sun Oh lewat, Gul Mi langsung menyalakan Love Alarm miliknya dan menunggu sampai Sun Oh mendekati radius jangkauannya. Dia menunggu dengan perasaan gugup, dan saat Sun Oh memasuki area jangkauan nya, Love Alarm nya berbunyi. Melihat itu, teman- temannya merasa bersemangat.

“Dia pasti tahu aku. Orang setipe saling tertarik,” kata Gul Mi dengan bangga sambil menatap Sun Oh. Tapi kemudian Sun Oh malah berjalan melewatinya begitu saja.
“Kurasa bukan dia. Alarm dia berisik sekali kemarin, guru menyuruhnya mematikan. Lihat. Alarmnya diam meski banyak gadis,” kata teman Gul Mi. Menghancurkan harapan Gul Mi.
“Pasti orang lain. Kamu populer,” kata teman yang Gul Mi yang lain. Tapi Gul Mi merasa tidak senang.

Gul Mi memperhatikan orang yang berada di radius jangkauannya, dan ternyata disana ada Duk Gu yang sedang memegang hape juga. Dan teman- teman pun menebak bahwa seperti nya orang yang menyembunyikan Love Alarm Gul Mi adalah Duk Gu. Dan Gul Mi seperti tampak syok.
Dengan perlahan, Duk Gu berjalan mendekat. Dia tersenyum memandangin Gul Mi. Tapi Gul Mi mengabaikannya.


Setelah kelas selesai, Jang Go bertanya, apakah ada yang ingin Jo Jo katakan. Dan Jo Jo diam, lalu saat Sun Oh tampak akan lewat, dia mengatakan bahwa dia ingin kembali ke kelas karena ada barangnya yang ketinggalan.

Dengan heran Jang Go pun membiarkannya. Dan ketika melihat Sun Oh, dia tampak mengerti ada apa.

Sun Oh berdiri didepan kelas mencari Jo Jo, tapi dia tidak menemukan Jo Jo. Karena saat itu, Jo Jo berjongkok dan bersembunyi di dekat dinding untuk menghindarinya.
Setelah Sun Oh pergi. Jo Jo dengan segera keluar dari dalam kelas. Tapi ketika dia menurunin tangga, tanpa sengaja dia malah bertemu dengan Sun Oh. Dan dia pun merasa kaget karena itu.
Sun Oh menaiki satu anak tangga untuk mendekat. Dan Jo Jo tanpa sadar mundur selangkah untuk menjauh. Menyadari itu, Sun Oh bertanya kenapa Jo Jo menghindarinya.
“Kapan aku begitu?” balas Jo Jo. Lalu dia menurunin satu anak tangga.
“Kamu kabur tadi.”
“Kamu lihat?”
“Ya.”
Sun Oh menaiki satu anak tangga, sehingga jaraknya dengan Jo Jo semakin dekat. Dia menanyakan kenapa, apakah hati Jo Jo berdegup kencan. Dan Jo Jo diam. Sun Oh kemudian meminta hape Jo Jo, karena dia belum tahu nomor Jo Jo.


Ketika tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan kecil, Jo Jo langsung menarik tangannya menjauh. “Tunggu. Jangan sekarang,” jelas Jo Jo.
“Kenapa?”
“Ada yang harus ku lakukan.”
Sun Oh bertanya, jadi kapan. Dan Jo Jo menjawab nanti. Sun Oh lalu bertanya, nanti kapan. Dan Jo Jo diam, lalu dia berlari pergi.

Sun Oh tersenyum melihat tangannya yang bersentuhan dengan Jo Jo barusan.

Jo Jo secara diam- diam masuk ke dalam kelas musik, dan duduk disebelah Jang Go. Kemudian disaat itu, Il Sik mengirimkan pesan kepadanya, dan dia pun membacanya. Jang Go yang duduk di sebelah nya ikut membaca isi pesan itu.
Baik, Jo Jo. Aku akan berlatih keras. Sampai nanti. 
Jang Go bertanya, ada apa dengan Il Sik. Dan Jo Jo ingin bercerita. Tapi guru berteriak menyuruh mereka agar jangan berbicara. Jadi Jo Jo tidak jadi bercerita, dan meminjam buku Jang Go.

“Kukira kamu ambil bukumu tadi?” kata Jang Go dengan tidak senang. Dia merebut kembali buku nya. Dan Jo Jo pun cuma bisa diam, sementara yang lain bernyanyi sesuai dengan apa yang ada di buku.
Duk Gu berdiri di depan kamar mandi wanita.
Didalam kamar mandi. Gul Mi merasa frustasi, karena notifikasi hati di hape nya belum menghilang juga. “Ah, kenapa dia tidak pergi?” gumamnya kesal. Kemudian sebuah pesan dari Duk Gu masuk ke hape nya.

Gul Mi, aku sangat senang bisa menyatakan perasaan ku. Ada yang mau kuberikan padamu hari ini. Temui aku di Taman Miso usai sekolah. Akan kutunggu.
Membaca pesan itu, Gul Mi merasa sangat kesal. “Apa masalahnya? Apa? Apa? Aku benci ini,” gumam nya kesal.
Setelah agak lama menunggu, Duk Gu pun pergi. Karena Gul Mi tidak juga keluar dari dalam kamar mandi.

Menyadari bahwa Duk Gu telah pergi dari aplikasinya, maka Gul Mi pun keluar dari dalam kamar mandi dengan perasaan lega. Kemudian dia ingin mematikan hape nya, tapi tidak jadi, karena dia butuh untuk Sun Oh.
“Aku hanya butuh untuk menghindari dia,” gumam Gul Mi.

Sepulang sekolah. Il Sik mengirimkan pesan kepada Jo Jo bahwa dia sudah di jalan. Jadi Jo Jo pun duduk dibangku taman dan menunggu nya.
Tapi ternyata orang yang datang kemudian adalah Duk Gu. Dengan canggung mereka berdua pun saling berdiam.

Il Sik menerobos masuk ke dalam kelas Sun Oh dan meneriakinya. Tapi Sun Oh mengabaikannya dan fokus memasukan buku- buku nya ke dalam tas.
Il Sik lalu mendekat dan menunjukan foto Sun Oh yang sedang berciuman dengan Jo Jo. “Ini kamu?” tanyanya. “Aku bertanya! Ini kamu?”
“Jika benar?” balas Sun Oh, santai.
“Kubunuh kamu,” balas Il Sik langsung memukul Sun Oh.

Seorang teman memanggil Hye Yeong yang sedang membersihkan alat pel dihalaman sekolah. Dia memberitahu bahwa Sun Oh sedang di hajar Il Sik didalam kelas. Mendengar itu, Hye Yeong pun langsung berlari.

Il Sik menendang, dan memukuli Sun Oh. Dan Sun Oh membiarkannya. “Pukul lagi. Aku memang sudah menantikannya.”
“Bajingan. Akan kubunuh kamu,” kata Il Sik, marah. Lalu dia mengangkat tangannya untuk memukul lagi, tapi Hye Yeong datang dan menahan tangannya.
“Jangan ganggu dia,” jelas Hye Yeong. Dan Il Sik pun langsung membantingnya.

Hye Yeong kemudian berdiri dan mengambil kursi, tapi Sun Oh langsung menghentikannya. Dia menyuruh Hye Yeong untuk tidak ikut campur, karena Il Sik tidak akan berhenti sampai puas.
Mendengar itu, Hye Yeong terdiam. Dan Il Sik kemudian kembali memukuli Sun Oh.

Seorang teman bertanya, apakah Hye Yeong tidak akan menghentikan Il Sik, karena Sun Oh bisa mati. Dan Hye Yeong pun melakukannya.
Tapi malah Hye Yeong yang dipukuli. Melihat itu, Sun Oh langsung membantu Hye Yeong. Dan mereka bertiga pun bertarung, namun sayangnya, Il Sik lebih kuat dari mereka berdua.
Jo Jo ingin menghubungin Il Sik  yang belum juga datang, tapi dia tidak jadi melakukannya, karena Duk Gu bertanya kepadanya. Duk Gu menanyakan, apakah Gul Mi belum datang. Mendengar itu, Jo Jo merasa heran.
“Kamu sepupunya. Kamu mewakilinya datang?” tanya Duk Gu.
“Tidak. Gul Mi pulang tadi siang. Kalian janji bertemu disini?”

Duk Gu sudah menduga bahwa Gul Mi pasti tidak akan datang. Karena dia telah menyatakan perasaan padanya melalui Love Alarm hari ini. Saat dia membunyikan Love Alarm Gul Mi barusan, ekspresi wajahnya tampak parah. Mendengar itu, Jo Jo diam dengan canggung.
“Tahu apa yang lebih menyedihkan? Aku tetap menyukainya. Bahkan saat cemberut, Gul Mi sangat cantik,” jelas Duk Gu, lalu dia mulai menangis. “Aku mau berhenti menyukainya, tapi ..”
Melihat itu, Jo Jo merasa bersimpati padanya. Jo Jo berdiri dan memegang bahu nya untuk menghibur nya. “Kamu benar. Kurasa memang tidak adil bahwa kita tidak bisa kendalikan keinginan hati kita.”
Setelah kelas kosong. Sun Oh mengeluh kesakitan di wajahnya. Dan Hye Yeong bertanya, kenapa Sun Oh membiarkan Il Sik untuk memukul, padahal dia mau melawannya. Dan Sun Oh menjawab bahwa itu karena dia mencium Jo Jo. Mendengar itu, raut wajah Hye Yeon berubah masam.

“Lihat? Kamu suka Jo Jo. Berhenti berbohong. Jika terus berbohong, aku akan merasa semua perbuatan mu padaku tidak tulus. Jadi, katakan lah. Kamu suka Jo Jo atau tidak?” tanya Sun Oh, serius.
Hye Yeong diam sesaat. “Berapa kali pun kamu bertanya, jawabanku tetap sama. Aku tidak suka Jo Jo, sebab kamu suka dia.”
“Hei. Jika satu ciuman berarti suka, semua gadis yang kutemui ..” kata Sun Oh, gugup.
“Namun, kali ini, sikap mu lain. Tampak jelas.”
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk tidak saling bertanya, karena mereka hanya akan saling menjawab dengan kebohongan. Namun Sun Oh ingin Hye Yeong memasang Love Alarm juga.
Duk Gu memberikan kotak hadiah yang berisikan smartphone baru kepada Jo Jo. Awalnya dia ingin memberikan itu kepada Gul Mi, tapi sekarang dia tidak menginginkannya lagi. Dengan tidak enak hati, Jo Jo menolak.
Tapi Duk Gu pamit dan langsung pergi.

Hape baru di dalam kotak itu berbunyi, muncul notifikasi apakah ingin menginstal Love Alarm atau tidak. Dan Jo Jo pun mengklik instal. Kemudian app tersebut menyikronkan hati Jo Jo.
Hye Yeong juga menginstal app Love Alarm. Dan menyinkronkan hatinya.





Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.

1 comment: