Friday, August 2, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 25-2

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 25-2
Images by : Hunan TV

Gao Jie masuk ke dalam kamar hotelnya. Dan begitu membuka lampu, Yu Zhi yang bersembunyi di dalam, langsung menciumnya. Gao Jie memberontak dan marah dengan yang Yu Zhi lakukan. Yu Zhi tetap tenang, apa yang salah dengan mencium pacar sendiri? Gao Jie malas berdebat dan menyuruh Yu Zhi untuk keluar saja.
Yu Zhi masih berusaha membujuk Gao Jie agar tidak marah lagi. Yu Zhi mengakui kalau semua ini memang salahnya. Jujur saja, dia cukup senang karena Gao Jie cemburu, itu artinya Gao Jie mencintainya. Setelah perayaan tahunan, maukah Gao Jie pulang ke rumah?
“Sekarang yang ada di pikiranku hanya tentang cara melindungi grup kustom. Aku tidak ingin terganggu oleh hal-hal lain,” tegas Gao Jie. “Dan juga, kita berada di grup yang berbeda, mewakili posisi yang berbeda. Menjaga jarak di antara kita lebih baik.”
Yu Zhi terpikir untuk memindahkan Gao Jie kembali ke grup inlay ketika acara tahunan ini telah selesai. Gao Jie menolak kembali karena dia telah belajar banyak di grup kustom. Tidak seperti di grup inlay yang hanya melakukan pemasaran dengan berdasarkan cinta.
Yu Zhi mengingatkan Gao Jie, kalau jika grup kustom tidak berhasil dan harus di bubarkan, maka Gao Jie harus memilih untuk masuk ke grup mana. Jika Gao Jie tidak mau masuk ke grup inlay, apa Gao Jie mau masuk ke grup emas?
Mendengar ucapan Yu Zhi, Gao Jie malah menilai kalau Yu Zhi sama saja seperti yang lainnya. Memandang rendah grup kustom. Mengira kalau grup kustom tidak akan bisa memenangkan kompetisi ini. Jangan lupa, Yu Zhi lah yang memintanya untuk ke grup kustom.
Yu Zhi mengakui hal itu. Dia ingin Gao Jie belajar dari para guru. Tapi, kerajinan tradisional tidak bisa mengikuti kemajuan zaman dan akan di lupakan. Wah, Gao Jie semakin marah. Dia mengira kalau pola pikir bisnis Yu Zhi telah membatasi imajinasi Yu Zhi. Dia akan membuktikan pada Yu Zhi bahwa perhiasan tradisional adalah sesuatu yang memiliki nilai tersendiri.
Sekarang, giliran Yu Zhi yang tersinggung. Dia merasa kalau Gao Jie menilainya sebagai pebisnis yang licik. Pada akhirnya, mereka malah berdebat hebat mengenai hal tersebut. Setelah perdebatan panjang, Yu Zhi akhirnya memilih pergi.
--


Hari H
Stan emas Zi Yun sepi pengunjung. Semua pengunjung pada berkumpul di stan Inlay dan mengaggumi karya seri Hui Xin. Zi Yun yang melihatnya jelas cemas. Tapi, Zi Yun tetap berusaha tenang, walaupun Yu Yi menyindir stannya yang sepi.


Gao Hui dan Yu Zhi melihat dari jauh. Dan Gao Hui bingung, kenapa Zi Yun tampak tenang saja walaupun tidak ada pengunjung? Yu Zhi dapat menebak kalau Zi Yun pasti sekarang akan menghubungi pelanggan lama Rui Hua. Dan mereka tidak bisa tahu apa yang akan terjadi.
--

Dir. Ye memberi tugas kepada Pin Zhen untuk membagikan brosur agar ada lebih banyak pengunjung yang datang ke stan mereka. Pin Zhen malas membagikan brosur jadi dia memberikan saran lain. Lebih baik dia pergi ke lokasi stan dan mengambil foto di sana kemudian mempostingnya secara online. Cara ini lebih efektif dan akan menarik banyak pengunjung. Dir. Ye setuju dengan ide tersebut dan mengizinkan Pin Zhen untuk melakukannya. Tanpa menunggu lama, Pin Zhen segera mengembalikan brosur yang dir. Ye berikan tadi dan langsung pergi ke lokasi stan.
--
Di stan, Yu Yi merasa cemas karena sudah hampir sehari, tapi orang-orang yang datang hanya melihat-lihat tanpa membeli. Gao Hui lebih kesal lagi karena ada beberapa wanita yang dari tadi mencoba barang dan bertanya-tanya tapi tidak membeli apapun lagi. Baginya, wanita-wanita itu sangat menggangu dan menghalangi orang lain di toko mereka saja. Yu Yi merasa kalau wanita-wanita itu di kirim untuk mengacau di tempat mereka.

“Apa maksudmu Mu Zi Yun di balik semua ini?”
Yu Yi membenarkan. Dan Gao Hui bertekad jika melihat wanita-wanita itu datang lagi besok, dia akan membiarkan mereka masuk. Yu Yi menghalanginya, jika Gao Hui mengusir, pasti para wanita itu akan menggunakannya untuk membuat keributan. Mereka hanya bisa bertahan. Lagipula, Yu Zhi bilang dia punya rencana lain. Dia juga tidak tahu, jadi mereka hanya bisa menunggu.
--
Manager Li kembali ke kantor dan melapor pada Zi Yun kalau dia sudah menyewa beberapa orang untuk bermain-main di stan grup inlay. Jadi, dia jamin grup inlay akan kesulitan untuk menjual produknya. Zi Yun tersenyum mendengar kabar tersebut. Tapi, apa yang Yu Zhi lakukan?
“Yu Zhi pergi lebih awal. Aku tidak tahu kemana dia pergi,” jawab man. Li.
Zi Yun sadar kalau Yu Zhi pasti akan melakukan sesuatu karena Yu Zhi adalah orang yang tidak akan pernah mengakui kekalahannya. Jadi, dia menyuruh Manager Li untuk mengawasi Yu Zhi.
Zi Yun kemudian penasaran dengan stan Gao Jie. Manager Li memberitahu kalau stan grup kustom tidak begitu luas, jadi sulit bagi mereka untuk menonjol. Apa Zi Yun ingin membantu? Zi Yun menjawab tidak karena Gao Jie bilang dia punya solusi sendiri, jadi dia hanya akan memperhatikan saja.
--

Pin Zhen pergi ke stan grup inlay dan mengambil foto produk seri Hui Xin. Usai memfoto, dia berpas-pasan dengan Gao Hui. Pin Zhen memberitahu kalau dia sudah selesai mengambil foto dan akan kembali ke kantor. Tapi, Gao Hui malah menyuruh Pin Zhen mengambil uang foto dengan dia sebagai modelnya. Dengan terpaksa, Pin Zhen mengambil fotonya secara asal-asalan.


Sialnya, Gao Hui malah ingin melihat hasil foto yang Pin Zhen ambil. Pin Zhen panik dan berkata kalau hasilnya sangat bagus, jadi tidak perlu di lihat. Gao Hui jadi makin senang dan pengen lihat. Tapi, ternyata tidak ada satupun foto yang bagus. Jelas Gao Hui jadi kesal. Untunglah di saat dia hendak memarahi Pin Zhen, seorang pelanggan malah ingin bertanya produk padanya. Jadi, dia membiarkan Pin Zhen kali ini.
--


Ada beberapa pengunjung yang mengunjungi grup kustom dan mereka sangat menyukai mahkota phoenix yang di pajang di sana. Pin Zhen sebelum kembali ke kantor, memutuskan untuk mampir sebentar di stan Gao Jie. Dia cukup senang karena stan Gao Jie lumayan ramai. Pin Zhen juga memuji Gao Jie yang terpikir untuk menyediakan jasa memperbaiki perhiasan juga agar bisa menarik lebih banyak pengunjung.  Gao Jie langsung berkata kalau dia bukannya ingin menarik pengunjung, hanya saja setiap perhiasan itu memiliki kisah dan nilainya sendiri dan dia ingin menyadarkan kembali kisah-kisah itu kepada semuanya.

Saat itu, seorang pelanggan menghampiri para guru dan meminta agar cincin ruby-nya dapat di cucikan. tn. Zheng langsung menerima cincin itu dan memeriksa-nya dengan kaca pembesar. Dan begitu di lihat, tn. Zheng memberitahu kalau cincin itu palsu. Ibu itu tidak percaya karena putranya telah menghabiskan beberapa ribu dolar untuk membeli cincin itu beberapa tahun yang lalu, jadi tidak mungkin itu palsu.
tn. Zheng dengan ramah menjelaskan kalau sepertinya putra ibu itu telah di tipu. Ibu itu tetap tidak percaya dan mengira kalau tn. Zheng lah yang tidak mengeti mengenai perhiasan. Gao Jie yang melihat hal itu, langsung menghampiri dan tn. Zheng memberitahu yang terjadi.      

Dengan ramah, Gao Jie berbicara dengan ibu tersebut dan memeriksa cincinnya. Benar, cincin itu palsu. Dan Gao Jie menawarkan diri untuk membongkar permata cincin itu untuk di lakukan tes, dengan begitu ibu itu bisa lebih melihat dan percaya pada mereka. Ibu itu ragu karena yakin kalau cincinnya asli dan kalau di lepaskan nanti tidak bisa sama seperti semula lagi. Takutnya, cincinnya malah jadi rusak.
Gao Jie dengan ramah menyakinkan ibu itu untuk tidak khawatir. Mereka melakukannya hanya untuk memeriksa. Dan kalau mereka salah, mereka dapat memberikan kompensasi dengan memberikan perhiasan yang ada di stan mereka secara gratis kepadanya. Mendengar mengenai kompensasi dan dia juga tertarik dengan mahkota phoenix, akhirnya ibu itu bersedia.
Semua langsung berkumpul untuk melihat. Dan begitu di buka, terlihat kalau ruby itu bukan berwarna merah, tetapi putih. Itu adalah permata imitasi. Dan pembuatnya mewarnai sisi dalam cincin dengan warna merah, sehingga melalui permarta tidak berwarna itu, akan memantulkan warna merah. Jadi, ruby itu adalah palsu.
Gao Jie segera menjelaskan dan meminta para pelanggan untuk lebih berhati-hati lagi. Bukan hanya itu, Gao Jie juga bersedia mengajari beberapa metode untuk mengotentikasi permata. Dan besok juga mereka ada salon perhiasan, jadi yang masih ingin bertanya, bisa datang besok dan para guru di sini akan mengajari. Semua pelanggan langsung bertepuk tangan terhadap penjelasan Gao Jie.
Gao Hui dan Yu Yi melihat hal itu dari depan stan mereka. Dan Gao Hui langsung ngedumel kesal. Yu Yi memuji Gao Jie yang cerdas karena menggunakan metode ini, memberikan pelajaran kemudian menjual. Gao Hui tidak peduli, orang mungkin saja bisa tertarik pergi ke salon perhiasan tapi tidak mungkin menjadi pembeli utama perhiasan. Sebagian besar dari mereka hanya akan mengikuti pelajaran, bagaimanapun, bahkan jika seseorang akan membeli sesuatu, kemampuan konsumsinya (belanja) terbatas. Jadi, tidak akan berpengaruh apapun pada penjualan grup mereka.
 Yu Yi tetap menyuruh Gao Hui untuk tidak merasa aman, karena segala kemungkinan bisa terjadi. Dan Gao Hui dengan mata bertekad berkata tidak akan memberikan peluang apapun untuk Gao Jie.
--

Guang Hua berdiri di depan pagar rumah menunggu Zi Yun pulang. Dan begitu melihat mobil Zi Yun, dia segera membukakan pintu dan menyambutnya. Zi Yun jelas bingung melihat sikap Guang Hua yang aneh. Guang Hua bahkan membawakan tas kerja-nya. Dan setelah berbasa basi menjilat Zi Yun, Guang Hua baru memberitahu maksud sebenarnya. Meminta uang.

Zi Yun dengan ramah menyuruh Guang Hua untuk bersenang-senang karena dia tidak akan melarang apapun. Dia kan juga sudah memberikan kartu kredit pada Guang Hua yang dapat ditarik. Jika Guang Hua sudah memakainya sampai habis, dia juga tidak bisa memberikan apapun lagi.
Guang Hua mulai menunjukkan wajah aslinya begitu dengan Zi Yun tidak bisa memberikan uang padanya lagi. Dia mulai membahas kalau rumah adalah rumahnya dan apa yang Zi yun miliki hari ini, semua adalah karenanya. Dia minta uang sekarang juga.
Zi Yun yang awalnya ramah jad kesal juga. Dia tidak punya uang. Jika Guang Hua berani, tanya saja ke Nenek. Guang Hua tidak terima dan mengambil paksa dompet Zi Yun. Mereka bertengkar. Dan Guang Hua menyuruh Zi Yun untuk tidak mengira telah memiliki segalanya. Salah satu anggota dewan yang telah pensiun, Dong Tua, sudah memberitahunya kalau di rapat anggota dewan selanjutnya, mereka akan merekomendasikan Yu Zhi menjadi anggota dewan. Dan pada akhirnya, Zi Yun bukanlah siapapun. Dan Nenek pasti masih akan tetap memilih cucu dan anaknya sendiri.
Usai mengatakan semua itu, Guang Hua pergi. Zi Yun benar-benar marah tapi tidak bisa melakukan apapun.
“Jika dia memutuskan demikian, jangan salahkan aku atas tindakan preemptive-ku. Hancurkan jalan bagi Yu Zhi untuk naik.”
--
Pin Zhen berada di kamar hotel Gao Jie. Gao Jie masih sibuk bekerja dan Pin Zhen bertanya apakah Gao Jie sedang menyiapkan bahan untuk salon besok? Gao Jie memberitahu kalau stan berlangsung selama 3 hari. Hari ini adalah untuk orientasi dan besok untuk berjualan dan mempromosikan. Dan lusa nya, puncak malam Ruihua, akan menjad pertempuran terakhir. Jadi, besok akan menjadi yang sangat penting. Mereka harus memiliki cukup pesanan untuk mencapai target. Pin Zhen menyemangati Gao Jie yang pasti akan bisa melakukannya.

Pin Zhen terus menyemangati Gao Jie dan bahkan berkata akan memposting untuk membantu mempromosikan stan Gao Jie. Dia akan melakukannya dengan akun lain, jadi tidak akan ketahuan oleh yang lain.
Pin Zhen kemudian membahas mengenai Yu Zhi. Dia merasa kalau Gao Jie juga pasti terluka. Dan jika Gao Jie benar-benar peduli pada Yu Zhi, Gao Jie harus memberitahu yang sebenarnya pada Yu Zhi daripada menyiksa Yu Zhi. Dia dapat merasakan kalau Yu Zhi selalu memperhatikan Gao Jie.
“Yu Zhi dan aku, kami memang menemui beberapa masalah. Dan masalahnya dengan grup kustom. Aku menemukan perbedaan dalam nila-nilai kami. Ketika kami baik-baik saja, semuanya bisa menerima. Ketika ada celah, tidak peduli sekecil apapun, semua akan salah. Semakin aku peduli padanya, semakin aku takut menghadapinya,” jelas Gao Jie.
“Tidak. Saling mencintai tapi tidak bisa bersama? Inilah nasih peran wanita terkemuka dalam tulisan-tulisanku. Seharusnya, bukan kamu. Tidak, aku perlu membantu kalian,” tekad Pin Zhen dan mengeluarkan ponselnya. Gao Jie langsung menghalangi.
Tapi, Pin Zhen sudah terlanjur menelpon Yu Zhi. Yu Zhi ada di bar dan bersama soerang wanita bule. Gao Jie langsung mematikan ponsel Pin Zhen sebelum Yu ZHi sempat menjawab.
“Lihatlah dia. Bagaimana dia bisa sedih? Dia tidak peduli,” ujar Gao Jie karena mendengar suara musik bar tadi.
Pin Zhen jadi kesal sendiri karena Yu Zhi malah pergi ke bar.  Dia malah merasa kalau Yu Zhi hanya berpura-pura penuh kasih sayang selama ini. Pin Zhen kemudian meminta Gao Jie untuk tidak sedih. Gao Jie bisa menemukan sesuatu yang lebih baik.
--

Esok hari,
Gao Jie memulai salon-nya dan mulai mnejelaskan mengenai perhiasan. Banyak pelanggan yang datang untuk mendengarkannya. Salon (seminar) berlangsung dengan cukup menyenangkan. Ada tanya jawab dan ada ilmu yang di peroleh.

-Bersambung-


No comments:

Post a Comment