Saturday, August 3, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 5 - part 3

0 comments


Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 5 – part 3

Network : OCN
Sesampainya dirumah Su Ah. Hyun Jung merasa heran, ketika melihat jasa pindahan barang mengangkut barang- barang dari dalam rumah Su Ah. Lalu dia pun pergi memeriksa ke dalam rumah Su Ah, dan betapa kesalnya dia saat melihat rumah tersebut sedang dibersihkan dan semua barangnya di pindahkan.

“Itu kamu?” tanya Hyun Jung kepada Tae Seok yang berada dihadapannya. “Kamu menyuruh mereka mengosongkan tempat ini?”
“Benar. Kamu siapa?” tanya Tae Seok dengan santai. “Polisi? Bukan. Reporter?” tebak nya dengan yakin.
Hyun Jung berusaha untuk tenang, dia menjelaskan kepada Tae Seok bahwa rumah ini adalah TKP pembunuhan yang dijaga untuk bukti, sehingga Tae Seok tidak boleh sembarangan memindahkan dan merusak barang bukti.
“Ah, aku tidak mengerti kata-kata sukar seperti itu. Aku menghabiskan uangku untuk merenovasi ulang rumah yang kubeli dengan uang sendiri. Apa hubungannya denganmu?” tanya Tae Seok, tidak merasa bersalah.

“Kamu merenovasinya?” tanya Hyun Jung, mulai kesal.
Tae Seok menjelaskan dengan bangga bahwa dia telah mengganti kertas dinding serta lantainya, karena dia mendengar kalau ada seseorang yang pernah mati dirumah itu, jadi dia pun mengubah semuanya. Lalu dia menyuruh Hyun Jung untuk jangan ikut campur, kecuali Hyun Jung mau membayar uang sewa kepadanya.


Mendengar itu, Hyun Jung merasa sangat kesal dan menunjukan tanda pengenalnya sebagai seorang petugas kejaksaan. Melihat itu, Tae Seok berhenti tertawa.
“Aku tidak mampu membayarnya. Gaji jaksa juga tidak banyak. Jadi, sebenarnya apa profesimu sampai membeli rumah nahas yang menjadi lokasi pembunuhan?” tanya Hyun Jung dengan sedikit sinis.
“Cari tahu saja sendiri. Itu tugasmu, bukan?” balas Tae Seok. Lalu dia berniat pergi.
Hyun Jung memanggil agar Tae Seok tidak pergi dulu, karena urusan mereka belum selesai. Dan Tae Seok bertanya apakah Hyun Jung ada memiliki surat perintah. Lalu saat Hyun Jung hanya diam saja, dia tersenyum.
“Jika kalian ingin dibayar, selesaikan bersih-bersihnya hari ini. Lupakan soal penjagaan barang bukti. Biar aku yang urus,” kata Tae Seok kepada semua pekerja. Lalu dia pun pamit dan pergi dari sana.

Tae Seok menghubungin Sang Bae dan memberitahukan dengan cemas tentang apa yang baru saja terjadi.
“Tenanglah. Aku tahu orangnya,” kata Sang Bae, dengan santai.
“Yang benar saja. Mana aku bisa tenang? Katamu penyelidikan sudah usai. Kenapa bisa ada jaksa... “ protes Tae Seok.
“Intinya, mereka semua bawahanku. Selain itu, jangan lakukan hal bodoh. Jangan hubungi aku lagi hari ini,” balas Sang Bae. Lalu dia mematikan telponnya.
Dong Jin yang sedang makan siang bersama dengan Sang Bae. Dia mendengar semua pembicaraan mereka berdua sambil makan dengan tenang.
Tae Seok memukul stir dengan marah. “Sialan! Kamu lupa berapa banyak uang yang sudah kubayarkan selama ini?” teriaknya.
Dong Jin menanyakan, apakah selama ini Sang Bae serta Tae Seok masih suka bertemu. Dan dengan gugup, Sang Bae menjawab tidak, buktinya barusan dia mengabaikan Tae Seok yang menelpon.
“Jaga sikapmu. Tidak ada gunanya berhubungan dengan dia,” kata Dong Jin, memperingatkan. Dan Sang Bae langsung mengiyakan.


Dong Jin kemudian menanyakan tentang siapa yang datang ke TKP pembunuhan Su Ah barusan. Dan Sang Bae menjawab bahwa itu adalah Cha Hyun Jung, si penanggung jawab kasus Su Ah dan pembuat onar.
“Buat dia segera melepaskan kasus itu. Jika tidak, kirim dia ke cabang lain,” kata Dong Jin memberikan perintah.
“Baik, Pak. Akan kuurus itu,” jawab Sang Bae dengan hormat. Lalu mereka bersulang bersama dan minum bersama.


Dikantin. Jung Tae serta Joon Jae terus menganggu Byung Ho dengan cara menembakan makanan mereka kepada nya. Dan karena tidak bisa perbuat apapun untuk melawan, maka Byung Ho pun hanya bisa menahan emosi nya.
Ye Ri tidak nafsu makan, dia beralasan bahwa karena sebentar lagi dirinya akan debut maka dia harus mulai berdiet. Sementara Ki Hoon, dia mengeluhkan betapa tidak enaknya makanan di kantin sekolah mereka.

“Menyenangkan memakan makanan sekolah sesekali,” kata Beom Jin sambil memakan makanan nya dengan tenang. Begitu juga Tae Ra.
“Kebahagiaan rakyat jelata. Kamu akan berpolitik seperti ayahmu? Apa? Kamu sudah berlatih memakan makanan pasar?” tanya Ki Hoon seperti menyindir. Dan mendengar itu, Ki Hoon hanya tersenyum saja.
Beom Jin lalu memperhatikan Joon Jae serta Jung Tae yang sedang bermain- main dan mengganggu Byung Ho dengan melemparkan makanan kepadanya.

Setelah puas menganggu Byung Ho. Maka Joon Jae, Jung Tae, serta Hyung Ku pergi meninggalkan nya.

Dikamar mandi. Byung Ho membersihkan tubuhnya dengan frustasi. “Hentikan. Hentikan,” gumamnya dengan sedih. “Kumohon. Kumohon hentikan. Hentikan,” pintanya sambil menatap dirinya sendiri di depan cermin.
Beom Jin datang dan memberikan sapu tangan nya kepada Byung Ho. Dan dengan heran, Byung Ho menerima sapu tangan itu, lalu dia mengucapkan terima kasih.

“Jangan dipendam,” kata Beom Jin. Mendengar itu, Byung Ho pun menatap ke arahnya. “Mereka akan merisakmu sampai batas kemampuanmu. "Dia bisa menahan sampai sejauh ini. Kita bisa terus merisaknya." "Mau lihat sampai sejauh apa?" Saat kamu sudah merasa muak, semua akan terlalu terlambat. Tunjukkan kepada mereka kamu tidak akan tinggal diam. Itulah yang paling mereka takuti,” jelas Beom Jin, memberikan saran.

Beom Jin menepuk pelan bahu Byung Ho untuk memberikan keberanian kepadanya. Sesudah itu, dia keluar dari dalam kamar mandi.
Mendengar perkataan Beom Jin itu, Byung Ho menggenggam erat sapu tangan ditangannya. Dia seperti sedang menguatkan tekadnya.

Dikantor guru. Kang Jae berpura- pura tidak tahu, ketika So Hyun menceritakan tentang app portal siswa. Dan So Hyun pun menjelaskan bahwa itu adalah situs web dimana foto editan mereka diunggah, lalu disana dia juga ada menemukan foto dan artikel tentang Su Ah.
“Su Ah? Itu, ya? Gadis kelas 2 yang tewas?” tanya Kang Jae, dengan berbisik.
“Ya. Bahkan bukan hanya foto. Komentar2 dibawahnya juga sangat mengejutkan,” jelas So Hyun. Dan dengan sikap pura- pura tidak tahu, Kang Jae menanyakan apa saja isi komentar disana.

Young Hye meminta perhatian semuanya, jadi karena itu maka Kang Jae serta So Hyun pun berhenti mengobrol. Young Hye memberitahukan kepada semuanya bahwa sebentar lagi resital piano Tae Ra yang untuk acara amal akan segera diadakan. Jadi dia ingin semua guru datang dan membantu Tae Ra dengan memberikan tambahan nilai kinerja kepada siswa yang menghadiri resital tersebut.
Dan semua guru pun mengiyakan.
Ye Ri datang. Tapi dia tidak jadi memanggil Kang Jae, sebab dia merasa tidak nyaman dengan tatapan semua guru kepadanya. Namun Young Hye malah memanggilnya, sehingga dengan terpaksa dia pun memberitahukan tujuan ke datangannya.


“Aku ingin meminta saran karier dari Pak Gi,” kata Ye Ri. Mendengar itu, Kang Jae tersenyum puas.
“Kamu butuh saran soal karier, Ye Ri?  Alih-alih dengan guru sementara seperti Pak Gi, bukankah kamu harus bicara dengan kepala... “ kata Young Hye, heran.
“Tidak,” sela Ye Ri dengan cepat. “Aku sangat ingin mengobrol dengan Pak Gi. Bapak keberatan?” jelasnya dan bertanya.
“Astaga. Kenapa harus keberatan? Tentu saja tidak,” jawab Kang Jae sambil tersenyum senang. Lalu dia pun mengajak Ye Ri untuk berbicara diluar bersama.
Namun sebelum pergi, Kang Jae memberitahu So Hyun bahwa dia akan melanjutkan pembicaraan mereka berdua nanti setelah ini. Dan So Hyun pun mengiyakan.

Setelah mereka berdua keluar, Hye Soo bertanya dengan heran tentang Ye Ri yang kenapa tiba- tiba datang untuk membahas tentang karir. Dan Woo Jin menebak bahwa sepertinya, itu karena Kang Jae selalu memberikan nasihat kepada setiap murid saat pagi, sehingga membuat hati para murid luluh.
“Aku merasa agak kecewa. Aku yang membantunya sampai sejauh ini,” gumam Young Hye, ikut berkomentar juga. Dia tampak bangga.

Yoon A memberikan salam dengan hormat, ketika Kang Kae berjalan melewatinya. Dan Kang Jae balas menyapanya dengan ramah.
Yoon A kemudian menghampiri So Hyun yang baru saja keluar dari ruangan guru. Dan mereka pun pergi bersama untuk berbicara.

No comments:

Post a Comment