Sunday, August 25, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 12 - part 2

0 comments

Numpang Iklan Sejenak, All 😊

Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.
***

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 12 – part 2
Network : OCN
So Hyun menceritakan kepada  Moo Hyuk hasil konseling nya dengan para murid. Dan Moo Hyuk memberitahu apa yang Ki Hoon katakan padanya. Lalu So Hyun bertanya, apakah mungkin Beom Jin ingin menghentikan Ayahnya sendiri agar tidak menemui Su Ah lagi, sehingga dia menyuruh Su Ah pindah dan berpura- pura tidak tahu bahwa Su Ah dirisak.
“Mungkin saja. Dari sudut pandang Beom Jin,mungkin melihat Su Ah di sekolah sudah membuatnya geram,” kata  Moo Hyuk, menyimpulkan.

Won Suk kemudian menceritakan hasil nya membuntuti Ki Hwan seharian. Ki Hwan memiliki seorang putri yang masih SD, dan Yang Ki telah menjadi sponsornya selama 7 tahun, karena putri Ki Hwan ada mengalamin cacat jantung bawaan. Dan satu- satunya harapan adalah transpantasi, dan putri Ki Hwan sudah di operasi, jadi kini keadaannya sudah lebih baik. Orang yang menemukan pendonor untuknya adalah Ibunya Beom Jin, Yoon Jung Ok, yang mengelola yayasan untuk layanan medis sukarela. Dan tampaknya Yang Ki turut terlibat dalam hal itu.
“Ada alasan Letnan Oh sangat patuh padanya sampai nekat membunuh orang.,” gumam Moo Hyuk, akhirnya mengerti.


Mereka bertiga kemudian menonton acara wawancara Yang Ki yang muncul di TV. Dan mereka merasa muak melihat nya. Bahkan Won Suk sampai mengumpat kasar, dan mendengar itu, So Hyun tampak terkejut. Dan Won Suk pun meminta maaf kepadanya.

“Apa kita juga harus melakukannya?” tanya Moo Hyuk, mendapatkan sebuah ide. “Bagaimana jika kita memakai media? Kita akan mempublikasi kan semua hal yang kita tahu. Lantas, akan ada banyak mulut yang terbungkam, dan dia tidak bisa melukai  siapapun seperti perbuatannya selama ini,” jelas Moo Hyuk.
“Oh, aku mengerti maksudmu,” kata Won Suk, semangat. “Tapi bagaimana, jika dia menarik semua artikel dan menggantinya dengan artikel lain seperti saat persidangan Han Su? Semua itu akan sia- sia.”

Moo Hyuk menjelaskan bahwa karena itulah mereka harus bersiap dengan baik, dan mempublikasikannya melalui perantara terpecaya. Mendengar itu, So Hyun pun terpikirkan satu orang yang menurutnya bisa di percaya, Kang Ji Ho dari Prime Journal. Dan dia memberitahukannya pada mereka.


“Bagus,” kata Moo Hyuk, setuju. Lalu dia melakukan tos dengan Won Suk serta So Hyun. Dengan bersemangat Won Suk juga ingin tos dengan So Hyun, tapi So Hyun mengabaikannya dan bertos lagi dengan Moo Hyuk.
“Duduklah,” kata Moo Hyuk, tertawa. Dan dengan kecewa Won Suk pun duduk kembali. Melihat itu, So Hyun tersenyum.

Didalam mobil. Yang Ki tampak terkejut membaca suatu artikel yang berjudulkan ‘Bukti pada TKP yang Dirusak dan Penemuan Penawaran Permohonan.’

Dikantor. Do Jin tampak kesal membaca artikel yang sama. “Siapa yang melakukan ini?” gumamnya, bertanya. Lalu dia menyuruh Jae Woo untuk menghubungin surat kabar, dan meminta mereka menghapus artikel tersebut. Kemudian segera terbitkan artikel pembenaran, lalu menghentikan media lain yang ingin menyalin artikel ini, jika ada yang melawan maka tuntut mereka langsung.
“Baik, pak,” jawab Jae Woo, patuh.

Sang Bae menghubungin Ji Ho, dan berteriak padanya. Dia menyuruh Ji Ho untuk menghapus artikel tersebut, jika tidak, dia akan membawa surat perintah dan memberikan pelajaran kepada Ji Ho.
“Kenapa kamu mengamuk? Lagipula, tidak ada nama asli pada  artikel itu. Omong- omong, apa Asisten Jaksa Agung dari Kejaksaan Seoul Pusat di artikel ku itu adalah kamu, Asisten Jaksa Agung Yang Sang Bae?” tanya Ji Ho dengan santai.

Mendengar itu, Sang Bae sama sekali tidak bisa berkata- kata. Dan Ji Ho memberitahu dia untuk silahkan saja menuntutnya atau membawa surat perintah kepadanya, karena mulai hari ini dia akan menulis detail kasus nya dengan lebih mendalam.
“Hei!” teriak Sang Bae. Dan sebelum dia selesai marah- marah, Ji Ho langsung mematikan hapenya dan tersenyum bersemangat.
Apa yang mereka telah prediksi kan benar terjadi, artikel dimedia telah di ubah. Dan Won Suk mengomentari, betapa bekerja kerasnya, Yang Ki, Do Jin, serta Sang Bae, dalam mengubah artikel yang ada.
“Tanda tangannya masih kurang untuk petisi, karena beritanya tidak besar. Kita butuh 200.000, tapi 10.000 saja tidak dapat,” kata So Hyun, kecewa.

“Lantas, inilah saatnya mengeluarkan berita yang lebih besar. Sesuatu yang menarik lebih banyak perhatian daripada pembunuhan atau bunuh diri. Kini, saatnya kita memakai flashdisk yang kita dapat dari Bu Jo. Orang mungkin tidak terlalu peduli soal kematian orang lain, tapi bagaimana jika beritanya soal skandal masuk universitas yang bisa merugikan anak-anak mereka? Itu akan mengubah segalanya,” jelas Moo Hyuk.



Mendengar itu, So Hyun serta Won Suk saling tersenyum setuju. Lalu mereka akhirnya pun melakukan tos, tapi Moo Hyuk langsung memutuskan tos-an mereka. Namun dengan senang, Won Suk serta So Hyun melakukan tos lagi.

Dicafe. Mi Joo serta So Hyun menemui Ji Ho, mereka memperlihatkan daftar nilai para siswa yang telah dicurangin selama ini. Dan mereka memberitahu bahwa Tae Seok lah orang yang telah melakukan semua itu.
“Baiklah. Ini jelas berita besar,” kata Ji Ho, setuju. “Kali ini, aku tidak hanya akan menulis artikelnya, tapi akan meliputnya juga dalam siaran internet. Aku mengenal jurnalis yang bisa di percaya,” jelas nya.


So Hyun mengiyakan, tapi dia merasa ragu karena Mi Joo jadi terlibat ke dalam semua ini. Dan menyadari itu, Ji Ho menanyakan apakah Mi Joo yakin, karena begitu data ini rilis, maka Mi Joo juga akan terkena masalah karena memberikannya.
“Tidak masalah. Aku sudah bersiap saat memberikannya kepadamu. Aku akan membayar atas perbuatan ku,” jelas Mi Joo, yakin. Dia bahkan tidak masalah, jika nama aslinya diungkap dalam artikel, serta dia bersedia untuk bersaksi juga.
Di toko baju. Eun Hye memilih- milihkan baju mana yang bagus untuk di kenakan oleh Tae Ra pada resital amal selanjutnya. Dan resital kali ini akan lebih besar serta mewah, jadi Tae Ra harus memastikan diri tetap sehat serta jangan membuat kesalahan.
Dengan patuh, Tae Ra mengiyakan. Lalu dia menerima baju yang Eun Hye pilihkan.

Asisten Eun Hye datang dengan panik, dan memperlihatkan siaran berita yang sedang tersebar di internet. Tentang bukti pemalsuan nilai di sebuah SMA bergengsi.

Ji Ho : “Itu SMA C yang belakangan ini disoroti atas bunuh diri Pak Lee, manajer umum sekolah tersebut. Salah satu guru SMA Cheonmyung memberi informasi bahwa Pak Lee, pria yang bunuh diri, memalsukan data salah seorang siswa dan memberikan penghargaan buatan kepada siswa tertentu.”
MC : “Muncul kecurigaan bahwa itu mungkin bukan bunuh diri?”
Ji Ho : “Ya. SMA C, tempat skandal itu terjadi, juga merupakan sekolah J, korban kasus pembunuhan rumah bandar pada bulan Mei. Menurut narasumber, J bekerja di agensi hiburan yang dikelola Pak Lee. Juga telah dikonfirmasi bahwa pemilik townhouse itu adalah Pak Lee.”
Ji Ho menampilkan bukti yang di terimanya di layar. Lalu dia menjelaskan bahwa seorang jaksa di kejaksaan pusat seoul yang ditugaskan pada investigasi kasus J, dan menyelidiki pengambil alihan Universitas Woonam oleh pak Lee. Baru- baru ini jaksa tersebut di serang di jalan. Dan kasus pak Lee di putuskan sebagai kasus bunuh diri biasa, tanpa dilakukan autopsi pada mayat.

MC : “Anda juga bilang punya bukti bahwa Pak Lee memalsukan data siswa.”
Ji Ho : “Ya. Guru yang memutuskan untuk melaporkannya menyerahkan berkas yang berisi data siswa yang dia palsukan sendiri sejak dua tahun lalu.”
Ji Ho kemudian menancapkan flashdisk yang diterimanya ke laptop, dan menunjukan berkas tersebut di layar.
Eun Hye serta Tae Ra merasa terkejut melihat itu. Dan si asisten menjelaskan bahwa sepertinya informan berita ini adalah Mi Joo. Mendengar itu, Eun Hye berteriak marah. Kemudian dia memerintahkan asistennya untuk menghubungin Nona Jun untuk datang malam ini, karena jika ini semua terungkap, maka riwayat mereka akan tamat.

“Ibu. Bagaimana ini? Bagaimana dengan ku?” tanya Tae Ra, takut.
“Jangan khawatir. Ibu akan mengurus semuanya,” jelas Eun Hye.

“Bagaimana mungkin aku tidak khawatir? Mereka menunjukan penghargaan yang kumenangkan, dan semua orang tahu aku bertengkar dengan guru itu!” teriak Tae Ra. Kemudian dia memutuskan untuk tidak pergi bersekolah besok.
“Apa maksudmu? Kenapa tidak?” tanya Eun Hye.
“Aku yakin semua orang sudah tahu sekarang. Mereka memang iri aku bisa punya prestasi bagus karena uang. Jika mereka tahu aku memalsukan data siswaku... “

“Han Tae Ra. Kamu harus fokus,” bentak Eun Hye. “Kamu harus bertindak lebih arogan. Jika kamu tidak pergi ke sekolah, mereka akan berpikir kamu sungguh memalsukannya dan itu sebabnya kamu tidak pergi ke sekolah. Jika ini terungkap, bukan hanya kita yang hancur. Semua orang di Veritas. Semua orang tua di resital. Semua akan hancur bersama kita. Kamu tidak tahu siapa orang-orang itu? Mereka tidak akan membiarkan itu terjadi. Saat kamu pergi ke sekolah besok, tetaplah bersama Beom Jin sepanjang hari,” jelas Eun Hye, cepat.

“Beom Jin? Kenapa?” tanya Tae Ra, bingung.
“Jika kamu bersamanya, tidak ada yang akan berani bicara. Jadi, teruslah bersamanya. Tempeli dia terus. Mengerti?” balasnya. Dan Tae Ra diam dengan perasaan takut.
Numpang Iklan Sejenak, All 😊
Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.


No comments:

Post a Comment