Saturday, August 3, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 09 part 2

0 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 09 part 2
Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi

Si Young pergi kembali ke tangga darurat. Dan tanpa sengaja, dia melihat tali sepatunya yang di ikatkan oleh Yo Han sebelumnya, sangat rapi dan erat. Hal itu membuatnya teringat ucapan Yo Han padanya tadi.

Flashback
“Beberapa orang menganggap aku tidak pantas menjadi dokter lagi. Tapi aku tidak peduli mereka. Aku lebih peduli pasien yang ada di depanku. Kuharap kamu juga berpikir begitu,” ujar Yo Han, saat di tangga darurat dan mengulurkan tangan pada Si Young.
“Baiklah.”
End
Si Young mengingat hal itu. Dia tampak menguatkan dirinya dan lanjut berjalan. Terserah orang mau memikirkan apa mengenai dirinya. Tapi, dia hanya akan mempedulikan pasien dan sekaligus ayahnya.
--
Yo Han berada di ruangannya dan menghela nafas panjang.
Doctor John
Episode 05 – 21 Gram, Berat Jiwa
Joo Kyung membawa Mi Rae ke lantai 1 rumah sakit dan membelikan minuman. Joo Kyung memesan minuman dengan singkatan ELV. Penjual kopi jelas bingung, apa itu ELV? Dan ternyata adalah Es Latte Vanila.
Setelah itu, Joo Kyung hendak bicara dengan Mi Rae. Mi Rae malah mau kembali ke ruangannya. Joo Kyung menahannya dan menyuruhnya untuk makan dan minum yang sudah di belinya. Mi Rae harus menenangkan diri dulu. 
“Bibi pikir aku sedang emosional?” protes Mi Rae dengan amarah.
“Lalu apa?” tanya Joo Kyung balik. Dan Mi Rae tidak bisa menjawab. “Kamu tidak mungkin tenang soal ayahmu. Kamu tampak sangat marah. Tapi bibi tahu kamu tidak marah. Kamu sedih bukan karena kamu marah kepada Si Young, tapi karena kamu takut kehilangan ayahmu.”
Mi Rae tampak seperti hendak menangis lagi. Mungkin apa yang di katakan oleh Joo Kyung benar.
--
Si Young kembali ke ruangan dept. anestesiologi. Heo Jun langsung menyambutnya dan bertanya, apa Si Young baik-baik saja? Si Young mengangguk. Pas sekali, Yoo Joon masuk dan dengan suara keras berkata kalau ini adalah dunia yang keras dan mari isi ulang tenaga dengan kafein! Dia membawa banyak kopi.
“Satu dua tiga,” ujar Yoo Joon. Heo Jun dan Won Hee langsung mendekat padanya dan mereka membuka mulut mereka. Ternyata, mereka meletakkan rumput laut di gigi mereka agar tampak seperti ompong dan membuat Si Young tersenyum kecil.
Mi Rae tiba. Yoo Joon segera menyodorkannya kaleng kopi, tapi Mi Rae tidak menerimanya dan kembali duduk di kursinya.
--

Tae Kyung bicara dengan Myung Oh. Myung Oh berkata kalau kasus Pimpinan (Yi Soo) cukup rumit. Pertama, semua keluarga harus setuju (pencabutan ventilator) dan kemudian, komisi etika harus mendiskusikan tindakan. Jika dilakukan tes gelombang otak, dia tidak akan dianggap mati otak. Jika ventilator dilepas dalam kondisi itu, itu cara ilegal untuk mengakhiri perawatan perpanjang hidup. Itu jelas akan dianggap kematian bermartabat. Tapi apa Tae Kyung benar-benar berpikir untuk melakukan itu terhadap Yi Soo?
Tae Kyung diam, tidak menjawab pertanyaan Myung Oh.
--
Malam hari, hujan deras
Myung Oh pergi ke sebuah kedai makan. Kedai itu lagi menyalakan TV yang dimana TV sedang menampilkan berita mengenai pelaku pembunuhan dan perampokan, dan jaksa penuntut adalah Son Seok Ki.
Seorang pelaku didakwa atas pembunuhan dan perampokan. Dia mencuri perhiasan setelah membunuh warga lansia. Tapi kejaksaan menuntut hukuman penjara seumur hidup, alih-alih hukuman mati, dan itu menyebabkan kegemparan besar. Jika bicara pembunuhan dan perampokan, pelaku bisa dihukum penjara seumur hidup atau hukuman mati. Namun, Son Seok Ki, jaksa yang menangani kasus ini dari Kantor Kejaksaan Wilayah Seoul Selatan, menuntut penjara seumur hidup, alih-alih hukuman mati selama sidang hari ini. Itu membuat keluarga korban menentang keras. Orang bilang kejaksaan seharusnya menuntut hukuman yang lebih berat.
“Bagaimana menurut Anda? Ada yang ingin Anda katakan kepada keluarga korban? Apa pendapat Anda tentang isu ini?” tanya para reporter.
“Amnesty International telah mengklasifikasikan Korea sebagai negara yang menentang praktik ini. Kementerian Kehakiman belum mengeksekusi kriminalis selama lebih dari 20 tahun. Jadi, jika aku menuntut hukuman mati, kewenangan penuntutan akan sia-sia,” jawab Seok Ki.
“Orang-orang berpikir, menghapus hukuman mati mengurangi kesadaran akan kejahatan brutal. Bagaimana menurut Anda?”
“Hukuman mati sama dengan pembunuhan. Semua tindakan yang merenggut nyawa adalah pembunuhan. Tidak ada pengecualian dalam pembunuhan. Aku tidak akan merespons pembunuhan dengan melakukan pembunuhan,” jawab Seok Ki dengan penuh penekanan.
Dan Myung Oh memperhatikan semua ucapan Seok Ki tersebut dari layar TV.
Myung Oh ternyata ke kedai itu untuk menemui Yo Han. Mereka makan di ruangan privat. Myung Oh berkata pada Yo Han, kalau apa yang Seok Ki katakan di TV tadi sama persis dengan apa yang Seok Ki katakan 3 tahun lalu dalam argumen terakhir. Eh, tapi Myung Oh memperbaiki perkataannya kalau kali ini apa yang Seok Ki katakan sedikit berbeda.

Apa yang tiga tahun lalu Seok Ki katakan dalam persidangan terakhir pada Yo Han? “Anggaplah ada pasien yang tidak bisa pulih. Perawatan perpanjang hidup yang tidak berarti bisa menyalahi hak pasien terhadap martabat dan kebebasan untuk memilih. Benar. Cha Yo Han, terdakwa, mengakhiri perawatan perpanjang hidup yang tidak berarti itu. Namun, dasar dari semua hak asasi manusia yang tertulis di Konstitusi adalah hak untuk hidup. Terdakwa menyuntikkan anestesi dengan dosis mematikan dan merenggut hak asasi manusia dasar dari Yoon Seong Kyu yakni hak untuk hidup. Manusia memiliki martabat, nilai, dan hak hanya saat dia masih hidup. Apa yang akan terjadi setelah orang itu mati? Apakah dia akan bilang dia melindungi martabat pasien setelah membunuhnya? Tugas dokter adalah menyelamatkan pasien mereka. Tidak ada dokter di dunia ini yang bisa membunuh pasien dan berkata dia melakukan tugasnya. Dokter seperti itu tidak boleh ada. Meski itu karena penyakit, malapraktik, atau eutanasia.
Myung Oh kemudian bertanya, apakah Seok Ki sudah mengunjungi Yo Han? Yo Han menggeleng. Myung Oh malah berkata kalau sepertinya sudah. Protes demo kemarin. Myung Oh sepertinya curiga kalau Seok Ki adalah dalang di balik demo kemarin.
Pelayan masuk dan menghidangkan makanan. Saat makanan di hidangkan, Yo Han bertanya terlebih dahulu, apakah makanan itu dingin? Pelayan membenarkan karena Yo Han sebelumnya sudah meminta agar makanan di dinginkan. Yo Han berterimakasih. Myung Oh berkomentar kalau selera Yo Han sangatlah aneh.
Myung Oh kemudian lanjut bicara sembari Yo Han makan. Dia bertanya, apakah Yo Han sudah mendengar mengenai Pimpinan Kang Yi Soo? Istrinya, Min Tae Kyung, menanyakan soal eutanasi. Dan menurutnya, itu adalah masalah yang sangat kontroversial. Yo Han tampak terkejut mendengar kalau Tae Kyung menanyakan soal eutanasia.
“Jika kematian Pimpinan didiskusikan, mustahil Son Seok Ki tidak akan terlibat,” ujar Myung Oh, khawatir.
“Lalu?” tanya Yo Han balik, tampak santai.
“Kamu tahu betapa gigihnya dia. Awalnya dia tidak tahu apa-apa tentang obat, tapi dalam dua pekan, dia belajar tekun untuk saingi murid kedokteran serta menunjukkan berapa banyak dan apa obat yang diresepkan.”
“Apa maksudmu?”
“Pusat Medis Hanse Seoul. Itu tempatmu bekerja dan pimpinannya adalah ayah dari dokter residenmu. Eutanasia yang melibatkan muridmu. Kalian pertama bertemu di penjara. Meski tidak ada hubungannya, dia akan mengaitkan kalian berdua. Hati-hati. Jangan sampai terlibat,” nasehat Myung Oh. “Kamu tetap harus berhati-hati.”
“Mana bisa aku berhati-hati?”
“Berpura-puralah tidak tahu tentang kondisi Pimpinan. Jangan memberikan saran.”
Yo Han meletakkan sendoknya, berhenti makan, begitu mendengar ucapan terakhir Myung Oh. Myung Oh jelas heran dan bertanya, ada apa?
Pada hari kematian Yoon Seong Kyu, ada serangga masuk ke ruanganku,” ujar Yo Han.

Dan kita di perlihatkan adegan Si Young yang duduk dalam gelap, di ruang dept. anestesi sendirian. Dia duduk di lantai dan menatap ke arah jendela. Tatapannya kosong. Dan di dalam ruangan, sebuah kupu-kupu terbang.
Yo Han dan Myung Oh selesai makan dan pulang ke rumah masing-masing.
Di hari lain, aku pasti sudah membunuhnya tanpa ragu. Tapi hari itu, aku tidak bisa membunuh serangga itu. Aku merasakan beban hidup di tanganku.


Si Young masih duduk di lantai. Dia membuka ponselnya dan melihat isi chat-nya dengan ayahnya. Ada foto-foto mereka juga yang di kirim Yi Soo. Mereka tampak sangat bahagia di foto tersebut. Si Young menangis melihat foto tersebut. Dan secara tiba-tiba, dia bangkit, melepas jubah dokternya dan menyimpannya ke dalam loker. Mengambil tas-nya di dalam loker, mengunci loker dan dengan tergesa-gesa berlari keluar.
Yoon Seong Kyu dan aku sama sekali tidak ada keterkaitan. Dia sebenarnya penjahat keji yang membunuh dua anak. Meskipun begitu, saat menyuntikkan obat yang akan membunuhnya, aku merasa sangat takut dan hatiku berat.

Yo Han berjalan dalam hujan deras dengan memakai payung. Dia tiba di halte bus dan duduk di sana. Dan saat itu, dia melihat Si Young yang berlari sambil memakai payung dengan terburu-buru.
Dalam kasusnya, itu adalah ayahnya. Dengan tangannya sendiri, dia menghentikan jantung ayahnya.
Yo Han menatap Si Young yang berlari dan masuk ke dalam sebuah kedai. Tidak hanya satu kedai, dia masuk, keluar dan mencari kedai lain lagi. Dia mencocokan kedai tersebut dengan foto di ponselnya. Dan Yo Han ternyata mengikutinya.
Dia bingung melihat Si Young yang tampak seperti mencari sesuatu. Setelah memperhatikan selama beberapa saat, Yo Han akhirnya menghampirinya.
“Kamu mencari restoran?” tanya Yo Han. “Aku tahu tempat yang buka sampai malam. Ayo.”
Si Young menatapnya dengan mata berkaca-kaca, tampak seperti menahan tangis. “Aku tidak ingat. Sepulang kerja, kami biasa makan di sekitar sini. Sekeras apa pun aku berpikir, aku tidak ingat. Tempat terakhir aku makan malam bersama ayahku,” dengan suara tertahan menahan tangis.

Yo Han menatap foto di ponsel Si Young. Foto saat Si Young bersama dengan ayahnya makan di restoran.
“Ayo melihat-lihat. Kita akan menemukan tempatnya. Ayo,” ajak Yo Han. (Omo! OMG! Aku yang nonton kayak gini, asli baper. Pesona ahjussi Ji Sung, semakin tua, semakin mempesona. Aku benar-benar suka karakter Cha Yo Han di drama ini sampai episode ini ya. Nggak tahu ke depannya. Semoga tidak ada twist di karakternya. OST yang di putar juga mendukung banget. Ini ost dalam bahasa korea, dan belum keluar. Aku dah cari, baru ada OST part 1 dan part 2 yang bahasa English. Sepertinya ini, OST part 3. Eh, tapi akting Lee Se Young -pemeran Kang Si Young- bagus ya, bisa mengimbangi Ji Sung. Aku baru sadar kalau dia yang jadi zombie di Hwayugi, aku suka akting-nya di drama itu juga)
Mereka berdua berjalan bersama dengan satu payung (payung Yo Han) mencari restoran itu. Sambil mencari, Yo Han bertanya apakah Si Young dan ayahnya sering minum bersama? Si Young membenarkan, mereka minum Soju. Yo Han berkomentar kalau Si Young pasti sangat akrab dengan ayahnya.
“Aku sering mengabaikan telepon darinya. Untuk makan bersama teman, aku sering berbohong dan mengatakan sudah makan. Dia terus menyuruhku makan. Aku menolak. Kubilang aku kenyang,” sesal Si Young.


Dan tanpa terasa, mereka tiba di sebuah restoran. Dari luar, Si Young dapat melihat bayangan dirinya dulu bersama Yi Soo makan di sana. Ya, itu adalah restoran yang di carinya sedari tadi. Dia menangis, melihat sudut restoran tersebut.

“Seharusnya aku menikmatinya. Seandainya aku tahu itu akan menjadi makanan terakhir kami, aku pasti akan menikmati semuanya,” tangis Si Young, menyesali hal yang tidak akan bisa di ulangnya lagi.
Yo Han menatapnya. Dalam diam.



Yo Han akhirnya mengajak masuk ke dalam. Si Young hanya diam. Yo Han membuat Si Young menggenggam payung dan kemudian dia masuk. Dia duduk di dalam restoran, tersenyum dan menyuruh Si Young masuk.
“Ayo masuk. Mari makan. Ayahmu tidak mau kamu kelaparan,” ujar Yo Han. Si Young menatapnya.
Si Young akhirnya masuk ke dalam. Mereka duduk berhadapan.
--
Hujan sudah berhenti dan bersamaan dengan mereka yang telah selesai makan. Si Young berterimakasih pada Yo Han.
“Jika aku menjadi kamu, mungkin aku sudah mencoba pergi lebih jauh. Tempat yang lebih jauh dari Madagaskar. Mungkin aku tidak pernah kembali,” ujar Yo Han.
“Itu pujian besar,” senyum Si Young. “Itu artinya aku lebih baik darimu.”
“Tidak, aku memuji diriku sendiri. Aku senang sudah mencegahmu melarikan diri.”
--
Esok hari,
Yoo Joon dalam perjalanan ke ruangannya dan melihat seorang wanita tua yang tampak kebingungan. Dia menghampiri wanita itu dan bertanya, ruangan apa yang di cari? Ibu itu berkata dia mencari ICU. Dengan ramah, Yoo Joon menawarkan diri untuk mengantarkan ibu itu.


Mi Rae masuk ke dalam lift dan menekan tombol angka 6. Eh, Yoo Joon tiba dengan berteriak menahan pintu lift. Mi Rae langsung membuka kembali pintu lift. Yoo Joon masuk dengan ibu itu dan menekan tombol 3. Dengan ramah, Yoo Joon memberitahu kalau ibu itu nanti, keluar dari lift tinggal belok ke kanan. Di sana ICU-nya. Ibu itu berterimakasih pada Yoo Joon. Mi Rae diam-diam mendengarkn dan tampaknya kaget juga karena Yoo Joon sangat ramah pada orang tua.
Setelah ibu itu keluar, tinggallah Yoo Joon dan Mi Rae berdua di lift. Mereka jadi amat canggung. Untunglah, Yoo Joon orang yang supel. Sehingga dia bisa mencairkan kecanggungan dengan membahas kucing liar yang mereka lihat tempo hari. Yoo Joon berkata akan memberikan kucing itu makanan hari ini.
Baru juga keluar dari lift, mereka berpas-pasan dengan Heo Jun. Heo Jun dengan terengah-engah, memberitahu kalau ada berita besar. Dia mengajak mereka untuk segera masuk ke dalam ruangan mereka. Di dalam sudah ada Si Young dan Won Hee. Heo Jun memberitahu mereka semua dengan membuka berita di komputernya. Sekarang, dokter Cha Yo Han adalah dokter terkenal. Kenapa?
Karena Joo Hyung Woo saat di wawancarai menyebut Yo Han sebagai dokter yang menyelamatkannya. Si Young tersenyum melihat berita itu.
“Dia sangat beruntung. Bagaimana dia bisa mendapat pasien terkenal seperti Joo Hyung Woo dan berubah dari malaikat maut menjadi penyelamat dalam sehari? Haleluya,” ujar Heo Jun, bersemangat.
“Lalu kenapa jika dia jadi terkenal? Kantor kita akan kosong dan tenang lagi hari ini,” ujar Won Hee.

Namun, ternyata, apa yang Won Hee pikirkan berbeda 180 derajat. Buktinya adalah ruangan pengobatan untuk departemen anestesiologi, di penuhi oleh banyak pengunjung yang telah mengantri. Won Hee jadi panik, apakah mereka bisa pulag hari ini kalau pasiennya sebanyak ini?
Heo Jun berusaha masuk. Eh, salah seorang pasien malah tanpa sengaja melihat tanda nama Heo Jun dan berseru kaget. Dia mengira kalau Heo Jun adalah dokter hebat karena namanya Heo Jun, sama seperti nama tabib terkenal Korea zaman dulu. Habislah Heo Jun di kerumuni oleh semua pasien tersebut.

Yoo Joon datang bersama dengan Yo Han. Mereka sama terkejutnya melihat semua pasien tersebut. Tapi, mereka berdua tersenyum senang.


No comments:

Post a Comment