Saturday, August 3, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 10 part 2

0 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 10 part 2

Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Mi Rae dan Si Young menangani tn. Choi yang di duga mengidap CRPS. Mereka akan melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel gitu, jadi perlu di suntik. tn. Choi langsung panik. Dia kan sudah bilang kalau dia sangat kesakitan bahkan saat tertiup angin saja. Dia terus bilang sakit, kenapa mereka tidak percaya?
Si Young dengan ramah berkata kalau mereka mempercayainya. Itu sebabnya mereka berusaha mencari penyebabnya.
“Tapi bagaimana jika kalian gagal bahkan setelah aku mengalami semua ini?” tanya tn. Choi. Si Young terdiam.
“Maka kami akan melakukan beberapa tes lainnya sampai penyebabnya ditemukan,” jawab Mi Rae, dengan tenang.
“Kamu hanya ingin aku merasakan semua rasa sakit itu?” marah tn. Choi.
“Kami akan menyembuhkanmu setelah menemukan penyebabnya. Jika kamu memerlukan operasi, kami akan menjalankannya untukmu. Jika kamu membutuhkan obat, kami akan meresepkan untukmu,” jawab Mi Rae, lagi.
“Tapi bagaimana jika semuanya berakhir sia-sia? Jika kondisiku tetap tidak membaik, maukah kalian membantuku mati dengan tenang?” tanya tn. Choi.
Mi Rae terdiam. Dia sulit menjawab. “Itu bukan bagian dari pekerjaan kami.”
“Kenapa? Tugas kalian membebaskan pasien dari rasa sakit. Tapi kenapa kalian berpaling saat pasien lebih memilih mati daripada merasakan sakit separah ini? Kenapa?”
“Jangan khawatir. Kami tidak akan berpaling dari rasa sakitmu,” ujar Si Young, menggenggam tangan tn. Choi.

Dan Mi Rae langsung mengajaknya bicara di luar. Di luar, Mi Rae memarahi Si Young karena berkata seperti itu. Apa Si Young akan melakukan apa yang tn. Choi minta? Si Young berusaha menjelaskan kalau bukan itu maksudnya. Tapi, Mi Rae malah tidak mau mendengarkan penjelasannya dan menyuruh Si Young berhenti bicara omong kosong dan fokus saja pada pemeriksaan.

“Dia ketakutan,” tegas Si Young. “Dia mengatakan itu bukan karena sangat ingin mati. Dia hanya takut bahwa dia mungkin tidak bisa pulih.”
“Empati yang berlebihan terhadap pasien. Kakak masih tidak mengerti betapa berbahayanya itu? Fokuslah pada gejalanya, bukan emosinya. Dengan begitu, kita bisa menyembuhkannya!” tegas Mi Rae.
Sementara itu, Heo Jun dan Won Hee membawa Gi Seok ke dalam ruangan pemeriksaan. Mereka sudah masuk dan kaget karena tn. Choi ternyata masih di sana. Pemeriksaan tn. Choi belum selesai.

tn. Choi melihat Gi Seok dan bertanya, ada apa dengan Gi Seok? Heo Jun bingung menjelaskan. Dan Gi Seok menjawab kalau dia tidak merasa sakit. Pas saat itu, suster Hong masuk dan memberitahu Heo Jun kalau pemeriksaan belum selesai. Heo Jun segera meminta maaf dan membawa Gi Seok keluar lagi.
Mi Rae dan Si Young masuk. Si Young meminta maaf dan berkata akan mulai pemeriksaannya.
“Dokter,” panggil tn. Choi dan memberikan sesuatu pada Si Young. Sebuah buku.
Si Young membuka buku tersebut. Dan isinya adalah catatan harian tn. Choi sejak dia mulai merasakan sakit.
“Bisakah kamu berjanji bahwa kamu akan membawa buku harianku sampai tamat?” pinta tn. Choi.
“Aku berjanji.”
“Mari kita mulai pemeriksaannya,” ujar tn. Choi, bersedia di periksa walau itu akan sangat menyakitkan baginya.
--
Rapat di lakukan lagi,
Si Young menjelaskan mengenai kondisi tn. Choi Sung Hoon.
“Choi Sung Hoon, usia 47 tahun. Lengan kirinya patah setahun lalu. Saat itulah dia mulai merasakan sakit di dada kirinya. Dia merasa seolah-olah dada kirinya disayat dengan pisau dan dia terus merasakan luka bakar yang kuat. Kami memeriksanya dengan dugaan gangguan jantung atau paru-paru. Tapi semuanya tampak normal. Dia datang ke rumah sakit, mengatakan dia mengidap CRPS. Tapi dia tidak memenuhi kriteria itu,” jelas Si Young.
“Gejalanya mirip dengan CRPS, tapi dia tidak mengidap itu. Dia mengunjungi hampir semua rumah sakit di negara ini,” komentar Yoo Joon.
Dan anehnya, Yo Han tampak tidak fokus. Si Young sampai harus memanggilnya. Dan akhirnya, Yo Han menyuruh agar informasi tn. Choi di berikan ke Neurologi bersama buku hariannya. Rapat selesai dan semua boleh pulang.
Saat keluar, Yo Han meletakkan tablet yang di lihatnya di meja. Dan ternyata tadi dia tidak melihat data mengenai tn. Choi, melainkan Gi Seok. Si Young melihat tablet tersebut.
--

Yo Han masuk ke dalam ruangannya. Dia mengambil sebuah buku yang berjudul : Pasien Penderita CIPA yang Tewas Akibat Septikemia. Yo Han menghela nafas panjang. Dan adegan beralih seperti ada yang melakukan percobaan gitu pada sayap kupu-kupu.

Flashback
Yo Han kecil sedang belajar dengan serius. Ayahnya melihatnya dan hendak menghampirinya. Tapi, tiba-tiba saja, hidup ayah Yo Han mulai mimisan. Ayah Yo Han terjatuh ke lantai. Yo Han panik dan menghampiri-nya. Dan ayahnya batuk darah hingga darahnya menciprat ke wajah Yo Han.

Darah terus mengalir keluar dari mulut ayah. Dengan susah bicara, ayah menyuruh Yo Han untuk menelpon ambulans.
Yo Han segera meraih telepon dan menelpon ambulans. Dia melapor kepada orang yang mengangkat telepon kalau ayahnya muntah darah. Tolong cepat datang.
“Dimana alamatmu?” tanya orang yang mengangkat telepon.
“1003, Bangil-dong.”
“Bantuan akan datang. Bisa tanyakan di bagian mana yang sakit?”
Yo Han menatap ke arah ayahnya, “Tolong cepat,” tangisnya. “Kumohon.”
“Kami akan datang, jadi, tanyakan di bagian mana yang sakit.”
“Entahlah.”
“Apa? Kamu sudah menanyainya?”
“Meskipun aku bertanya, dia tidak tahu,” teriaknya.
“Apa maksudmu? Kami harus tahu agar...”
“Dia tidak tahu!” teriak Yo Han semakin keras. “Bahkan ayahku tidak tahu di bagian mana yang sakit!”
Ah sepertinya ayah Yo Han adalah orang yang Yoo Joon katakan tadi, satu orang yang pernah di temukan mengidap CIPA.
End


Yo Han mengeluarkan harddisk dari tas-nya dan menghubungkannya ke komputer. Dia membukan folder dengan nama : No Name. Di dalamnya ada banyak sekali folder dengan folder pertama bernama :  2004-01. Yo Han membuka folder bernama : 2013-05-28. Di dalamnya ada banyak sekali hasil rontgen jadi tangan, kaki, tubuh, semuanya.

Yo Han memperhatikan hasil rontgen tersebut dan membandingkan dengan hasil yang data pemeriksaan di excel. Ada satu tanggal dimana tulisan di excel di tandai warna merah : 37.5 (aku juga tidak tahu apa itu).
--

Sementara itu, di kediaman mantan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Lee Won Gil. tn. Lee sedang mendengarkan musik klasik di ruang kerjanya. Dia duduk di atas kursi roda. Seseorang datang menemuinya.
Dan orang itu adalah Myung Oh.
--

Seok Ki datang ke rumah sakit dan tanpa sengaja bertubrukan dengan Si Young. Dia melihat tanda nama Si Young dan departemen Si Young bertugas. Si Young dengan ramah bertanya, apakah Seok Ki datang untuk menjadwalkan pemeriksaan? Seok Ki berkata dia datang untuk menemui dokter Cha Yo Han.
Myung Oh yang baru kembali, melihat Seok Ki yang bersama dengan Si Young. Si Young memberi petunjuk arah dept. anestesiologi pada Seok Ki. Seok Ki berterimakasih.
“Apakah dia tahu kamu akan datang?” tanya Si Young.
“Tidak. Aku belum bertemu dengannya selama tiga tahun,” jawabnya tersenyum.
--
Yo Han mendapat telepon dari Myung Oh yang memberitahu kalau Jaksa Son Seok Ki datang ke rumah sakit. dan…
--
Seok Ki memberikan kartu namanya pada Si Young.
“Itu waktu yang sedikit ambigu. Dalam tiga tahun, seseorang bisa berubah sepenuhnya. Tapi untuk sebagian orang, tiga tahun mungkin tidak cukup. Aku mengira Dokter Cha membutuhkan waktu yang cukup, jadi, aku meminta hukuman sepuluh tahun. Ya, aku jaksa yang menangani kasus Dokter Cha.”
Si Young tampak terkejut.
--
Yo Han terburu-buru keluar dari ruangannya. Itu karena Myung Oh yang memberitahu kalau Seok Ki sedang bersama Si Young. Mungkin Seok Ki tahu apa yang terjadi pada Pimpinan Kang Yi Soo. Dan mungkin datang untuk Yo Han dan Si Young. Dan dia ragu kalau itu kebetulan bahwa Seok Ki dan Si Young bersama.
Yo Han mulai berlari.
--
“Dokter memang sungguh mengagumkan. Menyelamatkan nyawa adalah prestasi luar biasa. Tapi aku juga tidak sepenuhnya memercayai mereka. Karena meskipun mereka bisa menyelamatkan nyawa, mereka juga bisa merenggutnya. Aku menganggap tangan mereka pedang bermata dua. Mereka bisa menjadi tangan Dewa atau tangan Malaikat Maut. Sama seperti Dokter Cha tiga tahun lalu,” ujar Seok Ki.
“Kenapa kamu memberitahuku ini?” tanya Si Young.
“Dokter Cha tiga tahun lalu adalah orang yang sangat kukenal. Aku yakin Dokter Cha saat ini adalah orang yang sangat kamu kenal karena dia pembimbingmu. Bagaimana menurutmu? Apakah dia banyak berubah selama tiga tahun terakhir? Jika belum, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Seok Ki, tampak mengintimidasi.
“Apa maksudmu?” tanya Si Young.

Yo Han akhirnya melihat mereka, di satu tingkat lantai di atas mereka.
“Jika dia berusaha mengulangi perbuatannya tiga tahun lalu, kamu akan melaporkannya? Atau apakah kamu akan berpura-pura tidak tahu? Jika bukan keduanya, maukah kamu setuju dengannya?” tanya Seok Ki, lagi.
Si Young tidak tahu harus menjawab apa. Saat itu, terdengar suara ponsel yang bergetar. Si young memeriksa ponselnya, bukan ponselnya. Tapi, ponsel Seok Ki. Yang menelpon adalah Cha Yo Han.
“Halo? Ya, lama tidak bertemu, Dokter Cha,” ujar Seok Ki. Si Young tampak terkejut, Yo Han menelpon Seok Ki.
“Benar, Jaksa Son. Kamu datang untuk menemuiku?”
“Bisa dibilang begitu. Omong-omong… Apa katamu?” ujar Seok Ki dan melihat ke sekeliling. Dia melihat Yo Han, yang ada di atas.
“Menjauhlah sekarang. Dari anak didikku,” tegas Yo Han.

No comments:

Post a Comment