Wednesday, August 14, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 16 part 1

0 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 16 part 1

Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Yo Han memperhatikan kakek Yu, “Kita membutuhkan diagnosis pasti. Jika infeksi bisa diidentifikasi, itu pasti melioidosis.”
Dan Yo Han memeriksa telinga kakek Yu. Si Young yang melihat hal itu, mendekat bersama dengan Yoo Joon. Dengan senter, Si Young menyinari telinga kakek Yu dan mendapati adanya cairan kuning.
“Telinganya. Itu bisa menjelaskan penurunan pendengaran mendadak,” ujar Si Young.
“Ini otitis media supuratif yang disebabkan infeksi menyeluruh,” ujar Yo Han.
“Karena infeksi sudah dimulai, kita harus membuat diagnosis pasti dan segera memulai pengobatan,” ujar Yoo Joon.
“Kita tidak bisa melakukan tes diagnostik di sini,” beritahu Yo Han.
“Tapi kita harus bergegas sebelum itu menjadi sepsis,” ujar Si Young.
Yo Han juga sadar akan hal itu.  Waktu mereka hampir habis. Dan Yo Han memperhatikan kakek Yu dengan seksama.
Acara berita sedang memberitakan mengenai kakek Yu yang siang tadi di laporkan sebagai pasien terduga virus Nipah. Dan hasil tes-nya, menurut KCDC, akan keluar tengah malam nanti.
Tae Kyung juga menunggu dengan cemas hasil tes tersebut. Dan akhirnya, dia mendapatkan laporannya.
Para pasien yang di kurung di ruang isolasi, telah di keluarkan. Kakek Yu juga segera di larikan ke ruang perawatan untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Hal ini menandakan kalau kakek Yu tidaklah tertular virus Nipah.


Mi Rae sendiri tampaknya lega karena Si Young tidak kenapa-napa. Yo Han memuji semuanya karena telah bekerja dengan baik hari ini. Terutama Mi Rae yang telah berperan besar dalam kasus kali ini. Mi Rae merasa tidak enak di sebut berperan besar, hanya karena dia kebetulan mengenal pasien. Yo Han menjawab, terkadang, daripada dokter yang melihat pasien dengan mesin, seorang teman yang melihat kehidupan pasien adalah dokter yang lebih baik. Mi Rae tersenyum mendengar pujian tersebut.
Won Hee sendiri, merasa khawatir dengan Heo Jun. Apakah Heo Jun akan baik-baik saja?

Heo Jun ada di dalam bersama dengan Da Hae. Heo Jun berkata kalau dia siap menerima gugatan ataupun sanksi apapun. Yang terpenting, mengenai nyeri fantom yang Da Hae rasakan, dia akan berusaha menyembuhkannya. Da Hae bertanya dengan ragu, apakah hal itu bisa di sembuhkan?

Heo Jun membawa kotak berbentuk persegi panjang dan ada dua lubang di sana. Heo Jun menyuruh Da Hae memasukkan tangannya ke dalam lubang itu. Da Hae melakukannya. Dan setelah itu, Heo Jun membuka tutup atas kotak itu. Di dalam ada pembatas cermin, jadi, tangan kiri Da Hae terpantul dan seolah dia melihat tangan kanannya yang utuh.
“Kamu bilang tangan kananmu yang diamputasi terasa lumpuh,” ujar Heo Jun.
“Ya. Seolah-olah terkepal.”
“Kamu akan membuka kepalan tangan itu sekarang. Pertama, kepalkan tangan kirimu,” instruksi Heo Jun, dan Da Hae melakukannya. “Lihatlah ke cermin dan buka kepalannya.”
Da Hae menangis, melihat bayangan di cermin dimana tangan kirinya bisa dia buka kepalannya. “Sudah terbuka. Bagaimana mungkin? Aku membuka tangan yang tidak kumiliki.”
Heo Jun juga terharu melihat hal itu. “Sekarang lipat jari-jarimu satu per satu,” instruksi Heo Jun lagi. Dan Da Hae melakukannya. “Ya. Bagus.”
--
Tae Kyung, Yi Moon, Kwon Suk dan Joo Kyung sedang melakukan rapat. Tae Kyung memberitahu kalau kakek Yu mengalami meliodosis dan jika di tunda, akan mengalami sepsis dan kemungkinan besar akan mati. Joo Kyung segera mengingatkan, apa yang akan terjadi jika dokter Cha tidak ada di dalam sana tadi?
“Benar sekali. Dokter Cha mendiagnosis dia tanpa mesin apa pun, hanya dengan mengamati pasien?” ujar Yi Moon, sedikit kagum.
Saat itu, Tae Kyung mendapat telepon dan tampak terkejut. Setelah mematikan telepon, dia memberitahu kalau ada reporter di Pusat Pengendalian Rasa Sakit. Para reporter itu ingin tahu apa yang di alami pasien, jika itu bukan virus Nipah.
Yi Moon tampaknya memikirkan sesuatu hal. Dan tiba-tiba, dia memberikan instruksi agar mempersiapkan pengarahan dan panggil Yo Han. Dia ingin memanfaatkan hal langka ini mengenai dokter yang mempertaruhkan nyawa dengan memasuki area yang di karantina dan mengidentifikasi virus yang tidak aktif selama lebih dari 40 tahun.
--
Yo Han ingin mengunjungi kakek Yu yang sedang di rawat, tapi Si Young tiba-tiba muncul dan langsung menariknya untuk mengikutinya. Tae Kyung melihat hal tersebut.

Si Young membawa Yo Han ke ruang perawatan yang kosong. Dia menyuruh Yo Han duduk dan mulai memeriksa kondisi tubuh Yo Han. Dia memeriksa suhu tubuh Yo Han untuk memastikan Yo Han tidak terkena demam. Kemudian, dia memeriksa tekanan darah Yo Han. Yo Han tampak tidak nyaman dengan yang Si Young lakukan. Dia berkata akan melakukannya sendiri dan sekarang ingin pergi menemui pasien. Si Young sampai meninggikan nada suaranya, meminta Yo Han untuk menurut dan membiarkannya memeriksa.
“Apa masalahnya?” tanya Yo Han.
Si Young menghela nafas. Matanya tampak berkaca-kaca. “Aku tidak bisa melakukan apa pun. Kamu berada bersama pasien yang terjangkiti. Aku sangat khawatir, tapi yang membuatku merasa lebih buruk adalah aku takut, tapi kamu tampak bahagia. Aku tahu kamu tidak akan pernah berubah. Kamu hanya akan memikirkan pasienmu sampai jarimu memar. Jadi, aku berencana untuk berubah. Aku akan berusaha memahamimu. Kamu bilang aku tidak bisa memahamimu. Tidak. Aku bisa.”
Yo Han menatap tajam Si Young.
--

Yoo Joon membawa Mi Rae ke café. Dia menunjukkan anak kucing yang sudah di jemputnya dari klinik. Melihat anak kucing itu, Mi Rae langsung tersenyum sangat ceria. Dia senang karena anak kucing itu tampak sehat. Dan setelah itu, dia baru tersadar, ada apa? Tidak mungkin Yoo Joon membawa anak kucing itu hanya untuk di perlihatkan padanya.

Yoo Joon memberitahu kalau anak kucing itu akan dia rawat di tempatnya sampai gips-nya di lepas. Mi Rae senang mendengar hal itu. Mereka saling tertawa. Yoo Joon kemudian bertanya, sejak kapan Mi Rae melakukan pelayanan medis? Mi Rae menjawab kalau dia sudah melakukannya sejak SMA, dia mengikuti ibunya (Tae Kyung). Ibunya sering pergi ke Afrika. Yoo Joon langsung bergumam kalau Tae Kyung sama seperti yang di pikirkannya, tipe pejuang. Cakap dan karismatik. Juga humanis.
Mi Rae tersenyum tipis, berkata kalau Yoo Joon pasti menggodanya. Tidak ada orang yang menyukai ibunya. Yoo Joon malah heran, karena menurutnya Tae Kyung adalah tipe langka dan menggagumkan.
--
Yo Han menatap Si Young dan bertanya, bagaimana cara Si Young akan bisa memahaminya? Si Young menjawab dengan serius kalau dia akan seperti Yo Han. Yo Han tidak bisa merasakan sakit tapi memahami penderitaan seorang pasien. Dia akan melakukan hal yang sama. Sama seperti Yo Han, dia akan berusaha memahami Yo Han.
Yo Han menyeringai dan tertawa kecil. Si Young bingung melihat Yo Han yang tertawa.
“Maaf. Aku tidak mentertawakanmu,” ujar Yo Han. “Aku tidak bisa memahami penderitaan pasien. Aku hanya menganalisis dan belajar sangat giat. Aku membayangkan sebaik mungkin dan memikirkannya. Kamu akan melakukan hal yang sama. Tapi mengetahui dan memahami itu berbeda. Aku memonitor diriku dengan kamera pengawas dan memeriksa tubuhku seperti ini. Rasa sakit karena harus melakukan itu tiap hari tanpa gagal. Kamu tidak bisa memahaminya. Kenapa kamu melakukan hal sulit? Kenapa kamu melakukan hal mustahil? Kamu tidak bisa melakukannya. 
Jangan repot-repot. Kamu hanya akan kelelahan,” tegas Yo Han, dan dari nada suaranya, terdengar kesedihan yang sangat.
Usai mengatakan itu, dengan ceria, Yo Han berkata sampai jumpa dan keluar dari ruangan. Di depan ruangaan, Yo Han menarik dan menghela nafas, berusaha agar tidak goyah.
--

Para reporter berkumpul di ruang konferensi. Yi Moon menjelaskan mengenai penyakit yang di derita oleh kakek Yu bukanlah virus Nipah. Dan dia juga memamerkan mengenai kemampuan dokter Cha Yo Han. Setelah itu, Yi Moon memberi instruksi agar Yo Han di bawa masuk.

Semua reporter sudah antusias. Tapi, yang masuk malah Kwon Suk. Kwon Suk menghampiri Yi Moon dan berbisik memberitahu kalau Yo Han tidak bisa datang karena berada di ICU untuk menemui pasien melioidosis itu. Yi Moon langsung kesal dan marah. Dia memerintahkan Kwon Suk untuk segera membawa Yo Han kemari, sekarang juga!
Saat itu, Myung Oh masuk dan ikut bergabung dengan duduk di bangku konferensi. Sambil menunggu Yo Han datang, seorang reporter mengangkat tangan untuk bertanya. Dia menanyakan, bukankah Cha Yo Han adalah ahli anestesi yang di penjara karena melakukan eutanasi kepada pasien tiga tahun lalu? Pertanyaan reporter berambut keriting itu, memancing rasa penasaran reporter yang lain. Raut wajah Yi Moon juga berubah menjadi gugup.
--
Yo Han masuk ke ruang ICU menemui kakek Yu. Dia bertanya keadaan kakek Yu.
“Suara pukulan yang berasal dari kepalaku sudah pergi sekarang. Kebingungan yang kualami selama lebih dari 40 tahun juga telah selesai,” ujar kakek Yu.
“Bagus. Kamu akan baik-baik saja sekarang.”
“Tuhan. Dia memberi kita kehidupan. Dia juga menghukum kita. Tapi perkataanmu benar. Dia tidak meninggalkan kita saat kita kesakitan.”
Yo Han tersenyum tipis mendengar ucapan kakek Yu.


No comments:

Post a Comment