Wednesday, August 14, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 16 part 2

0 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 16 part 2
Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Yi Moon membenarkan kepada para reporter kalau Yo Han adalah dokter 3 tahun lalu. Dan karena pernyataannya itu, makin banyak reporter yang ingin bertanya. Bukankah lisensi dokter Yo Han sudah di cabut? Apakah Yo Han di hukum? Apa dia di beri bantuan khusu? Bagaimana dia bisa bekerja di sini?
Reporter yang pertama kali bertanya, si rambut keriting, diam-diam mengirim pesan kepada seseorang.
Dan orang yang menerima pesan dari reporter itu adalah Eun Jung. Reporter itu mengirimi pesan kalau dia merasa Cha Yo Han tidak akan muncul. Eun Jung tampaknya kesal.
--

Seok Ki pergi ke tempat yang di suruh pasien yang dia temui di depan mading Pusat Medis Hanse kemarin. Di sana banyak orang yang tampak sakit berkumpul. Salah satu yang datang, ada wanita yang memakai topi hitam tebal dan menutupi wajahnya dengan syal.

Tempat yang di kunjungi Seok Ki, di dinding depannya ada tulisan : “Bincang Kematian. Kematian akhiri nyawa. Jika waktumu tidak lama…”



Semua yang sudah berkumpul, di persilahkan oleh yang mempunyai tempat untuk saling memperkenalkan diri. Mereka menggunakan nama ID dan memberitahu penyakit yang mereka derita saat ini. Ada yang mengidap penyakit payudara stadium empat, ada yang penyakit kanker kolon stadium tiga dan penyakit mematikan lainnya. Saat giliran Seok Ki memperkenalkan diri, Seok Ki memberitahu kalau dia tidak mempunyai ID dan dia mengidap kanker perut stadium tiga (entah ini benar atau Seok Ki hanya bohong, aku tidak tahu).
Dan giliran wanita bertopi hitam lebar yang memperkenalkan diri. Wanita itu mengidap penyakit yang di sebut neuroblastoma olfaktori.
“Itu ganas dan sudah stadium akhir. Dua bulan lagi atau mungkin sebulan lagi, aku akan mati. Kudengar orang-orang di sini membicarakan kematian untuk mengatasi rasa takut. Sejujurnya, kematian tidak membuatku takut,” ujar wanita itu.
“Kalau begitu, adakah bantuan lain yang kamu inginkan dari kami?”
“Kudengar salah satu anggota kalian pergi ke Swiss belum lama ini. Aku mendengar tentang bunuh diri yang dibantu. Aku datang ke sini hari ini untuk mendengarkan tentang itu…,” ujar wanita itu dan membuat Seok Ki dan yang lain sedikit terkejut.


Wanita itu tidak bisa menyelesaikan perkataannya karena tiba-tiba saja, dia mengalami batuk hebat dan jatuh pingsan. Di tangannya terdapat bercak darah. Wanita itu mengalami batu darah. Semua panik. Seok Ki langsung menghubungi ambulans.
--

Eun Jung sedang bertugas mengatur dosis infus pada pasien yang tampaknya sakit parah. Selesai melakukan tugasnya, dia melihat Seok Ki yang datang ke rumah sakit menemuinya.

Mereka bicara di luar rumah sakit. Membicarakan mengenai Yo Han. Eun Jung dengan menggebu-gebu berkata kalau mereka harus menghentikan Yo Han.

“Kamu sudah lupa? Bahkan Dewa pun ingin menghukum Yoon Seong Kyu, tapi Dokter Cha, seorang manusia, menyelamatkannya dari penderitaan. Yoon Seong Kyu seharusnya mati lebih menderita dengan harapan uji klinis,” ujar Eun Jung penuh kemarahan. Dan di dalam hatinya, dia juga berkata kalau Seok Ki tidak akan tahu bagaimana dia bisa meminta Seong Kyu menandatangani formulir persetujuan uji klinis itu. “Ada sesuatu yang ingin kudengar dari Yoon Seong Kyu. Kenapa dia melakukan hal yang mengerikan kepada Jeong In dan Seung Yoo. Kesalahan anak-anak itu,” lanjut Eun Jung penuh kemarahan hingga menangis.
“Kamu ingat kamu memintaku mendapatkan hukuman mati untuk Yoon Seong Kyu?” tanya Seok Ki.
Aku bisa saja meminta hukuman mati atau menikamnya sendiri, tapi tidak kulakukan karena pembunuhan itu ilegal dan tidak boleh ada pengecualian.”
“Itu masih berlaku. Aku melakukan ini karena menurutku itu benar. Aku tidak melakukannya karena alasan pribadi,” tegas Seok Ki, mengenai pendiriannya.

“Selain jaksa, kamu adalah orang tua,” ujar Eun Jung, penuh penekanan. Dia tidak sadar kalau Seok Ki mengepalkan tangannya dengan kuat. “Apakah prinsip lebih penting daripada pembunuh anak-anak dan kamu tidak punya perasaan pribadi terhadap Dokter Cha yang memberinya kematian mudah?”
“Menikam Yoon Seong Kyu dan mencabut lisensi Cha Yo Han tidak akan mengubah dunia. Hukum yang menghentikan mereka. Hukum yang menghukum mereka. Itulah yang mengubah dunia,” ujar Seok Ki dengan suara meninggi. “Cha Yo Han akan menghentikan dirinya sendiri. Kita hanya perlu menunggu. Agar dia bertemu pasien yang hanya memiliki rasa sakit dan kematian.”
Eun Jung sedikit lebih tenang dan menganggukan kepala setuju.
--
Yo Han masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia teringat perkataan Si Young yang berkata akan berusaha memahaminya. Tampaknya, hal itu mengganggu Yo Han.
--
Si Young berjalan sendirian di koridor. Dia teringat perkataan Yo Han kalau mengetahui dan memahami adalah hal yang berbeda. Dan Si Young tidak akan bisa memahami rasa sakitnya.


Si Young melewati sebuah kamar rawat, dimana di kamar itu, seorang pasien anak menangis penuh kesakitan dan ibunya berusaha menenangkannya. Si Young lanjut jalan, dan melihat pasangan suami istri, dimana sang istri sakit dan suami-nya yang menjaganya. Dia lanjut jalan lagi, dan melihat ibu tua bersama anaknya, dimana sang anak sangat khawatir saat ibunya tampak kesakitan.
Langkah Si Young terhenti, teringat pertanyaan terakhir Yo Han, untuk apa dia melakukan hal sulit? Kenapa melakukan hal mustahil? Si Young tidak akan bisa melakukannya, memahami rasa sakitnya.
Orang tua tidak boleh menderita menggantikan anaknya. Suami tidak boleh menderita menggantikan istrinya. Anak-anak tidak boleh menderita menggantikan orang tua mereka. Sebesar apa pun mereka berdoa untuk itu. Bukan hanya kamu. Tidak ada manusia yang bisa merasakan penderitaan orang lain. Mereka hanya bisa mencoba untuk mengerti. Untuk memahami penderitaan seseorang adalah memahami orang itu. Yang ingin kupahami bukanlah penyakitmu. Tapi orang yang menderita karena penyakit itu. Cha Yo Han. Itu yang ingin kupahami.
Itulah jawaban yang di sadari oleh Si Young. Dia ingin memahami mengenai CHA YO HAN. Bukan sebagai pasien atau orang yang menderita penyakit CIPA, tapi sebagai seorang pribadi CHA YO HAN.


Menyadari jawaban tersebut, Si Young segera berlari ke ruang kerja Yo Han. Tapi, ruang kerja Yo Han sudah terkunci, yang artinya Yo Han telah pulang. Si Young segera berlari, berharap masih bisa menemukan Yo Han. Dan dia menemukannya!

Si Young berlari dan masuk ke dalam lift yang di naiki Yo Han, sebelum Yo Han sempat menutup pintu lift. Nafas Si Young sampai terengah-engah.
“Kita semua membutuhkan orang itu. Meskipun tidak ada yang bisa menderita menggantikan kita, kita butuh orang yang bisa mengerti dan berbagi penderitaan. Kamu telah menjadi orang seperti itu bagi pasienmu, sementara kamu menderita sendirian,” ujar Si Young.
“Lalu? Kamu kasihan kepadaku?” tanya Yo Han, balik.
“Tidak.”
“Seperti biasanya, empati berlebihan dengan pasien, apakah ini juga rasa tanggung jawab sebagai dokter? Setelah mengetahui penyakitku?”
“Tidak.”
“Lalu kenapa? Jika bukan karena kasihan atau rasa tanggung jawab, kenapa?”

“Aku menyukaimu,” jawab Si Young, jujur dan tulus, menatap tepat ke dalam mata Yo Han. Yo Han tampak terkejut dengan jawaban Si Young, yang tanpa keraguan itu. “Aku menyukaimu,” ulang Si Young.

Tepat saat itu, pintu lift terbuka. Dan di depan lift ada Yi Moon, Kwon Suk bersama para reporter. Yi Moon segera memberitah pada reporter kalau di depan ini adalah dokter Cha Yo Han. Otomatis, semua reporter langsung memotret-nya.
Si Young dan Yo Han bertatapan, bingung dengan situasi ini.



No comments:

Post a Comment