Saturday, August 31, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 25

1 comments
Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 25
Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Yo Han seolah bisa mendengar apa yang Gi Seok katakan. Dia menghapus air mata Gi Seok dan membelai wajah Gi Seok.
“Akan kuberikan yang terbaik. Jadi, kamu juga harus tetap kuat,” ujar Yo Han.
Gi Seok mendengar ucapan Yo Han tersebut.
--
Seok Ki melihat video rekaman Gi Seok, pasien CIPA dan juga ucapan Eun Jung kalau Yo Han adalah pasien CIPA, juga. Di akhir rekaman, ada pertanyaan reporter kepada Yo Han, apa yang ingin Yo Han katakan kepada pasien di luar sana yang menderita karena sakit?
“Tidak ada yang bisa kukatakan untuk meringankan rasa sakit mereka. Tapi aku berjanji akan berusaha keras untuk menyingkirkan dan mengurangi rasa sakit yang mereka rasakan,” jawab Yo Han.
Seok Ki mematikan rekaman tersebut. Dia berpikir keras dan memutar cincin di jarinya.
--
Yoo Joon memberitahu hasil tes Gi Seok. Dan angka hasil tes Gi Seok agak aneh.
“Nilai galaktomanan harus melebihi 0,5 untuk dianggap positif. Nilai dia 0,6,” beritahu Yoo Joon.

Yo Han berjalan keluar dari kamar rawat Gi Seok. Dia mendapat telepon.
--
Orang yang menelpon adalah Seok Ki yang telah menunggu di atap Pusat Medis Hanse. Yo Han menemuinya dan bertanya alasan Seok Ki ingin bertemu? Seok Ki membahas mengenai Yo Han yang menderita CIPA, dan apa itu alasan kenapa Yo Han begitu mudahnya melakukan eutanasia pada pasien? Apa Yo Han menganggap rasa sakit sebagai sesuatu yang di pelajari, bukan hal yang di rasakan? Dia tahu sudah terlambat untuk meminta sidang ulang, tapi dia akan mempertanyakan kualifikasi Yo Han sebagai dokter, mengenai apakah Yo Han berhak untuk merawat pasien.
Yo Han menghela nafas berulang kali. Dia tidak tampak panik. Jika Seok Ki sudah selesai bicara, dia akan pergi. Dia sangat sibuk. Seok Ki malah menghalangi.
“Kenapa kamu menemuiku jika mengetahui soal penyakitku dan berpikir aku tidak pantas merawat pasien? Apa yang ingin kamu pastikan? Kamu ingin memastikan apakah aku jujur atau munafik? Maaf, seperti yang kubilang, hanya pasienku yang berhak memutuskan aku memenuhi syarat atau tidak,” tegas Yo Han.
“Kamu percaya diri? Kamu yakin pasienmu akan terus memercayaimu tanpa merasa dikhianati bahkan saat mereka tahu tentangmu?”
“Bahkan saat ini, seorang pasien berbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur. Bisa atau tidaknya aku menyelamatkan pasien tersebut, itulah yang penting bagiku,” tekan Yo Han.
Dia berjalan pergi, tapi Seok Ki mendahuluinya dan berhenti di depannya, “Bagaimana kamu bisa mengenal Pak Lee Won Gil?” tanya Seok Ki.
--
Si Young melihat foto-foto di ponsel Gi Seok. Dan saat dia masuk ke dalam ruangan Gi Seok, dia tampak terkejut.
Yo Han sudah selesai menemui Seok Ki dan dalam perjalan kembali ke ruangannya. Saat itu, dia mendapat telepon dari Si Young yang memintanya untuk cepat datang. Yo Han segera berlari ke sana.
Dia tiba di depan kamar Gi Seok. Mata Gi Seok ternyata terbuka. Si Young tidak tahu apakah Gi Seok siuman atau hanya matanya terbuka. Dia tidak bisa memeriksanya karena Gi Seok tidak bisa merasakan sakit.

Yo Han segera meraih senter dan menyinarinya ke mata Gi Seok. Dia bisa melihat bola mata Gi Seok yang bergerak mengikuti arahnya berjalan. Yo Han mulai memberikan instruksi agar Gi Seok mengikuti arah jarinya, dan dia melakukannya (bola matanya). Tapi, saat dia menyuruh Gi Seok menggerakkan jari tangan dan kakinya, Gi Seok tidak bisa.
Yo Han meminta Gi Seok untuk berkedip jika bisa mendengar suaranya. Dan Gi Seok melakukannya. Dia berkedip.
Melihat hal itu, Yo Han dan Si Young menyimpulkan : Sindrom Locked-in. (kondisi saat pasien sadar, tapi tidak bereaksi terhadap rangsangan luar).
--
Seok Ki berjalan pulang sambil mengingat jawaban Yo Han. Yo Han tidak mengenal siapa itu Lee Won Gil.
Flashback
“Bagaimana jika ada obat yang membuatmu mati dengan nyaman dalam kebahagiaan? Bagaimana jika seseorang mengizinkanmu memakai obat itu?” tanya Seok Ki.
“"Mati bahagia"? Bagaimana mungkin ada obat seperti itu? Hidup dan mati tidak sesederhana itu. Jika kamu merasa ingin mati dan melihat obat itu di sebelahmu, kamu berpikir akan meminumnya dan mati? Meskipun seseorang ingin mati, semua makhluk hidup punya insting untuk tetap hidup hingga mengembuskan napas terakhir. Begitulah sifat manusia. Tidak berubah semudah itu. Karena itulah tiap makhluk hidup sangat malang,” jawab Yo Han.
End
Di tengah pikiran yang semerawut, Eun Jung menelponnya. Dengan nada senang, Eun Jung bertanya, apakah Yo Han mengakuinya? Seok Ki mengiyakan. Eun Jung tersenyum dengan sangat lebar dan ceria, karena itu  artinya, Yo Han akan kehilangan izin praktiknya.
“Ini tidak cukup membuatnya kehilangan izin praktiknya,” ujar Seok Ki.
“Tapi setidaknya kita bisa membuatnya dipecat dari rumah sakit itu. Begitu orang-orang tahu bahwa mereka dirawat oleh dokter yang bahkan tidak bisa merasakan sakit, banyak pasien akan mulai meragukan diagnosis medisnya.”
“Aku mau kamu tenang dahulu.  Mari kita pikirkan apa yang harus dilakukan.”
“Apa yang harus dipikirkan?”
“Ada banyak yang kupikirkan selain masalah ini. Mari bicarakan ini lain kali,” ujar Seok Ki dan mematikan telepon.
Wajah Eun Jung berubah dengan sikap Seok Ki yang tidak memihaknya.
--

Si Young dan Yo Han menemui ibu Gi Seok dan memberitahu kalau Gi Seok menderita Sindrom Locked-In. Dan mereka harus mencari tahu penyebab terjadinya. Prognosis-nya bisa bagus atau buruk tergantung pada penyebabnya. Tapi, setidaknya sekarang Gi Seok bisa berkomunikasi lewat kedipan.
Yo Han bertanya, apakah ibu Gi Seok tahu teman Gi Seok yang bisa mereka tanyai? Ibu menjawab, ada. Ada seseorang yang menelpon untuk menanyakan kabar Gi Seok. Si Young meminta ibu menghubungi teman itu untuk datang ke rumah sakit.

Saat ibu Gi Seok pergi menelpon teman Gi Seok tersebut, Si Young melihat wajah Yo Han yang tampaknya seperti sedang ada masalah. Yo Han tidak memberitahu dan hanya berkata tidak ada apa-apa.
Berapa lama lagi waktuku menjadi dokter?  tanya Yo Han di dalam hatinya.
Doctor John
Episode 13
Si Young kembali ke ruangannya dan mencari informasi mengenai CIPA di internet (tiba-tiba teringat. Kalau kalian ada yang lagi skripsi dan mau cari jurnal, bisa coba cari di Google Scholar. Aku waktu kuliah, baru tahu kalau ada yang namanya Google Scholar yang isinya tentang jurnal.  Kalau kita jadi di Google biasa kan kadang hasil pencarian tercampur, ada jurnal, ada web, ada blog dsb).
Dan dia menemukan website Clevlend Clinic. Si Young segera mencatat informasi mengenai Clevend Clinic tersebut.

Dan pagi pun tiba, Si Young tertidur di atas meja-nya. Yo Han yang kebetulan lewat, melihatnya. Dia menutupi tubuh Si Young dengan jubah dokter Si young. Dia juga melihat di meja banyak berserakan buku dan kertas jurnal mengenai CIPA. Dengan hati-hati, Yo Han duduk di sebelah Si Young dan memperhatikan wajah Si Young. Yo Han tersenyum tipis.
Si Young terbangun tidak lama kemudian. Dia kaget karena Yo Han ada di sebelahnya. Dan kemudian, Si Young menunjukkan pada Yo Han, mengenai klinik Clevlend. Tim peneliti di sana sedang mempelajari pengendalian rasa sakit dengan gen CIPA.  Dan seharusnya mereka memiliki lebih banyak data dan materi tentang kasus-kasus CIPA. Haruskah dia menghubungi mereka?
Yo Han jelas tahu semua mengenai itu. Karena dia sudah menghubungi klinik tersebut kemarin via email dengan subject : Apply for position.
--
Yoo Joon mengajak ibu Gi Seok untuk sarapan di kantin rumah sakit. Ibu harus sarapan agar tetap kuat dan mempunyai tenaga untuk menjaga Gi Seok. Mendengar ucapan Yoo Joon, ibu pun mulai makan.
--

Yo Han, Yoo Joon dan Heo Jun ke kamar rawat Gi Seok. Mereka menanyakan mengenai apakah Gi Seok menggunakan obat steroid (yang di temukan di tas Gi Seok) atau tidak. Jika jawabannya ‘ya’, kedip sekali. Jika ‘tidak’ kedip dua kali. Gi Seok mengedip sekali.
Yoo Joon bertanya lagi, apa setelah menyuntikkan obat, Gi Seok ada ke tempat baru selain pusat kebugaran? Gi Seok mengedip sekali.
Saat itu, suster masuk untuk menukar baju Gi Seok. Dan saat baju di buka, Yo Han melihat seperti ada beberapa lubang di lengan Gi Seok (emang bentuk lubang. Aku nggak tahu, seperti bekas luka yang jadi berlubang. Lihatnya, buat aku jadi merinding. Aku nggak tampilkan, takut ada yang nggak bisa lihat).
Dan di saat yang bersamaan pula, mereka bertiga menerima pesan grup dari Si Young yang memberitahu kalau dia sudah bertemu dengan teman Gi Seok.
--


Semua berkumpul untuk rapat dan mendengarkan informasi yang Si Young dapatkan. Ternyata, Gi Seok di bully oleh beberapa orang. Dia di seret ke gudang dan di pukuli. Hal itu di lakukan karena mereka tahu Gi Seok tidak bisa merasakan sakit. Mereka terus memukuli dan menendang Gi Seok. Kepala Gi Seok bahkan menghantam tumpukan papan yang ada di sana. Hidung Gi Seok bahkan sudah mengeluarkan darah. Kepalanya di tendang dan lagi-lagi kepalanya mengenai meja yang ada di sana.
Yo Han mengetukkan jari ke meja, tanda dia sedang berpikir keras. Yo Han menyuruh agar di lakukan pemeriksaan CTA.
“Kamu mencurigai sesuatu?” tanya Yoo Joon.
“Diseksi arteri vertebral (Penurunan aliran darah dari pecahnya arteri vertebral),” jawab Yo Han.
“Dokter. Hasil pindai CT pertama tidak menunjukkan apa pun,” ujar Won Hee.
“Jika itu akut, infark serebral tidak muncul di CT. Kami akan segera mengujinya,” jawab Yoo Joon dan keluar untuk melakukannya.
Heo Jun, Won Hee dan Mi Rae mengikuti Yoo Joon keluar. Si Young masih belum keluar dan melihat Yo Han yang masih terus mengetukan jari, ada apa?
“Jika arteri vertebralnya terpotong, prognosisnya akan sangat buruk,” ujar Yo Han.
“Kita belum tahu hasilnya. Mari kita periksa dahulu.”
Si Young pun keluar menyusul yang lainnya.
Yo Han bangkit berdiri. Tapi, dia kehilangan keseimbangan tubuhnya lagi. Dia berusaha bertahan dnegan memegang pinggiran meja, tapi pada akhirnya, dia terjatuh. Yo Han segera berusaha bangkit dan langsung memeriksa suhu tubuhnya dan meminum obat.
--


Eun Jung membuka website Pusat Medis Hanse dan masuk ke bagian “Suara Pelanggan.” Dia tampak memikirkan sesuatu. Dan dia melihat foto mendiang putrinya yang ada di dalam dompet.
Saat itu, pegawainya masuk dan memberitahu kalau pasien Eun Jung sudah tiba.
--
Pasien yang di maksud ternyata adalah Ri Hye. Eun Jung membawa Ri Hye ke taman rumah sakit. Dia memberitahu kalau taman ini di buat oleh pekerja sukarela di hospis ini. Saat di dalam ruangan, mereka hanya membahas mengenai penyakit mereka, tapi di taman, mereka bisa membahas hal-hal indah seperti bunga dan pohon.
“Aku tidak bisa mencium aroma bunga, tapi aku bisa mendengar burung-burung bernyanyi dan angin sepoi-sepoi melalui dedaunan,” ujar Ri Hye.
Min Seong, putra Ri Hye, memanggil Ri Hye agar mendekat ke arahnya. Dia membahas mengenai bunga-bunga yang indah.

Eun Jung melihat mereka. Dia teringat dengan mendingan putrinya, Jeong In. Dia menangis, merindukan putrinya tersebut. putrinya yang cantik.
Dan kemudian dia teringat, saat Jeong In berada di tengah api dan berteriak memanggilnya. Wajahnya berubah menjadi penuh kebencian.
--

Si Young memberitahu hasil pemeriksaan CTA Gi Seok pada Yo Han. Tidak ada gejala diseksi arteri vertebra. Yo Han tampak bingung. Dia membongkar kembali tas sekolah Gi Seok, mencoba menemukan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk. Dan dia melihat kemeja Gi Seok yang terlipat rapi. Saat di buka, ternyata bagian dalam kemeja itu memiliki noda hitam sepatu. Dan ada pasir juga.
Yo Han memerintahkan Si Young untuk mencari tahu lokasi gudang dimana Gi Seok di pukuli.
--

Kwon Suk memegang tablet komputer di tangannya dan berjalan cepat penuh kepanikan menemui Yi Moon. Dia memberitau ada masalah. Ada sesuatu yang di unggah di “Suara Pelanggan.” 
Joo Kyung dan Tae Kyung juga membaca artikel itu. Artikel tersebut berjudul : “Bagaimana mungkin orang yang tidak merasakan sakit menjadi dokter?" dan juga di sebutkan kalau Yo Han adalah pasien CIPA.
“Kami melakukan beberapa tes setelah dia ditunjuk. Tidak ada kelainan,” ujar Joo Kyung.
“Ini masalah genetik, maka pemeriksaan saja tidak akan bisa menangkapnya. Untuk membuktikan rumor ini, kita bisa menanyainya langsung,” ujar Tae Kyung.
--
Para suster dan dokter di Pusat Pengendalian Rasa Sakit juga membaca artikel tersebut. Suster Hong merasa itu hanyalah pencemaran nama baik karena artikel di unggah setelah tayangan Yo Han di wawancarai tayang di TV. Mereka menduga kalau itu hanya tulisan orang yang iri.
Won Hee tiba-tiba berkata kalau Yo Han bukankah tampak aneh saat menangani Gi Seok saat pertama kali?
Ucapan Won Hee itu, membuat Yoo Joon teringat keanehan Yo Han. Juga saat Yo Han pingsan dan Si Young malah meminta bantuannya membawa Yo Han ke rumah sakit lain. Alasannya saat itu adalah tidak mau membuat kehebohan di rumah sakit mereka. Dan setelah di pikirkan, hal itu sangat aneh.
Yoo Joon segera lari mencari Si Young dan Yo Han.
Si Young sedang menelpon teman Gi Seok dan meminta alamat gudang itu.
Yoo Joon menemukannya terlebih dahulu. Dia meminta waktu Si Young. Apakah itu benar? Mengenai dokter Cha? Adalah seorang pasien CIPA?

Si Young kaget. Jika Yoo Joon sudah bertanya, maka artinya semua sudah tahu. Dengan panik, Si Young langsung lari untuk mencari Yo Han. Saking paniknya, dia sampai terjatuh dan membuat tangannya lecet.  Walau begitu, dia tetap lanjut lari.
Begitu melihat Yo Han, tangis Si Young pecah. Yo Han dapat menebak apa yang terjadi.
“Semalam, Jaksa Son Seok Ki mengunjungiku. Dia tahu soal penyakitku. Tidak apa-apa. Aku selalu ingat bahwa hari ini akan datang,” ujar Yo Han, berusaha tegar.
Yo Han melihat tangan Si Young yang lecet. Dia segera mengeluarkan kotak P3K-nya dan mengobati tangan Si Young.
“Dokter Cha. Kamu berjanji kepadaku. Kamu bilang jika sesuatu menimpamu, aku yang pertama tahu,” tangis Si Young.

“Jangan menangis,” ujar Yo Han dan membelai wajah Si Young. “Jangan menangis.”
--
Myung Oh menemui Yo Han dengan panik. Dia bertanya kebenaran artikel itu. Yo Han tidak menjawab, tapi dari wajah Yo Han, Myung Oh bisa tahu jawabannya benar.
Saat itu, Tae Kyung menelponnya.
--
Eun Jung membaca artikel itu. Artikel tersebut di tulis oleh dokter Ahn. Eun Jung tampak puas.
Seok Ki menelpon Eun Jung dan Eun Jung mengabaikan telepon dari Seok Ki. Alasan Seok Ki menelpon adalah karena artikel tersebut.
--
Semua dokter senior berkumpul. Mereka akan mengadakan sidang mengenai Yo Han, apakah berita itu benar atau tidak. Myung Oh juga hadir di sidang tersebut.
Si Young menunggu di depan ruangan dengan cemas.
Di dalam, Yo Han membenarkan berita di artikel itu, dia pasien CIPA.

1 comment: