Saturday, November 9, 2019

Sinopsis Chinese Drama : All I Want For Love is You Episode 01 – 1

3 comments

Sinopsis Chinese Drama : All I Want For Love is You  Episode 01 – 1
Je T’aime Bien Aussi
Images by : QQLive
Di malam dengan bulan purnama bersinar terang,


Di atas atap. Berdiri seorang wanita berpakaian merah layaknya seorang pendekar dan seorang pria berpakaian putih layaknya bangsawan. Sang wanita dengan terang-terangan, meminta pria itu agar menjadi orangnya. Pria itu tampak terkejut mendengar permintaan sang wanita.



Di saat itu, empat orang berpakaian ala ninja, melempar shuriken ke arah sang pria. Sang pria menghindar dan membuatnya terjatuh dari atas atap. Dengan cepat, sang wanita melompat turun dan menangkap tubuh sang pria.
Para penyerang tidak menyerah. Mereka turun dan mulai menyerang. Wanita itu adalah pendekar yang hebat. Dia mampu mengalahkan empat penyerang itu seorang diri sembari melindungi pria-nya. Di saat itu, dia mendorong tubuh sang pria terlalu kencang hingga sang pria hampir terjatuh, dengan cepat, sang wanita menangkap tubuh pria itu.

Sialnya, dia malah tanpa sengaja merobek celana pria itu dan tampaklah kalau pria itu mengenakan dalaman bergambar angry birds. What????!!!
Byaaarrr!!!
Semua khayalan sirna. Kembali ke dunia nyata. Wanita itu, yang masih seorang siswi SMA, tampak sangat terkejut saat menyadari telah merobek celana pria yang di kaguminya.
Apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita mundur ke beberapa tahun sebelumnyaaa…
--



Wanita itu bernama Gu Xiaoman. Terlahir dengan sangat sehat dari sebuah keluarga sederhana. Ayahnya dulunya adalah petinju di kota mereka dan sekarang menjadi kepala security di rumah sakit pusat kota. Tidak peduli siapapun, ayahnya selalu berjiwa pahlawan. Pahlawan Gu yang bertanggung jawab atas negara dan rakyat!

Ayahnya bahkan mendapat penghargaan dari pimpinannya, yaitu : Dekan Zuo.
Ibunya sudah meninggal saat dia berusia 6 tahun karena kecelakaan. Walau begitu, hidup tetap harus berjalan bukan?

Ayahnya mendidik Xiaoman dengan keras sedari kecil. Mereka selalu melakukan lari pagi. Dan setiap terjatuh, Xiaoman akan bangkit kembali tanpa menangis. Xiaoman juga menggeluti olahraga Sanda dan memenangkan banyak kejuaraan.
Semua medali dan piagam kejuaraan Sanda yang di dapatkannya, di gantung dan di pajang di ruang tamu.

Dan walau sudah tumbuh menjadi remaja, Xiaoman masih terus melakukan lari pagi dan latihan meninju samsak yang di pasang di taman rumahnya. Di saat berlatih tinju dengan ayahnya, Xiaoman selalu menatap ke atas balkon rumah sebelah. Kenapa? Karena di sana ada anak dari Dekan Zuo, Zuo An.

Zuo An adalah idola Xiaoman. Zuo An sudah mempelajari semua hal dan mengumpulkan semua kejayaan. Kalau saja belajar bisa berubah menjadi kekuatan, maka dalam dunia pembelajaran ini, Zuo An akan bisa menghabisi mereka semua.
Dan hari ini, adalah hari pertama Xiaoman menjadi siswa kelas XII. Dan karena itu, Xiaoman memutuskan untuk merubah image-nya dari pendekar wanita menjadi seorang wanita yang lemah lembut. Xiaoman bahkan sengaja memakai jepit rambut berbentuk ikan. Semua di lakukannya agar Zuo An bisa melihat sisi lembut dan cantik-nya.

Ayah Gu sudah menyiapkan sarapan untuk Xiaoman. Sebelum mulai sarapan, Xiaoman bertanya, apakah ayahnya ada masuk ke kamarnya semalam? Ayahnya mengiyakan. Dia masuk untuk mengambil novel Xiaoman untuk di bacanya saat berjaga di rumah sakit.
Mendengar itu, Xiaoman jadi yakin kalau diary-nya dia simpan di rumah akan cukup berbahaya. Untungnya, ayahnya hanya suka novel seni beladiri. Kalau tidak, rahasia-nya….
Ayah Gu bingung melihat Xiaoman yang hanya diam dan menyuruhnya untuk segera sarapan. Xiaoman mengambil sebuah bakpao dan berkata akan berangkat sekarang. Ayah Gu menolak. Dia sudah menyiapkan sup otak babi untuk Xiaoman makan. Tapi, melihat wajah Xiaoman, ayahnya tahu kalau Xiaoman tidak mau memakannya.
Ayah Gu mengerti dan tidak memaksa. Dia merasa sedih karena Xiaoman harus mewarisi otaknya yang tidak bagus dalam hal belajar. Dan karena Xiaoman sudah kelas XII, XIaoman kan harus makan yang bernutrisi. Xiaoman mencoba positif dan menyuruh ayahnya untuk tidak khawatir karena dia pasti bisa masuk universitas. Dan mengenai sup otak babi, dia akan memakannya nanti saja. Ayah Gu tersenyum karena anaknya akhirnya menurut.
Sebelum anaknya berangkat sekolah, Ayah Gu mengingatkan kalau sekarang Xiaoman sudah kelas XII dan jangan berkelahi lagi.
Di depan rumah Xiaoman, sudah menunggu Zhan Yue. Melihat kedatangan Zhan Yue, Xiaoman langsung berjalan cepat ingin menghindarinya. Zhan Yue malah menghentikannya dan mengejek Xiaoman yang pasti hari ini di suruh makan sup otak lagi kan? Kalau otak babi bisa memperbaiki otak, berarti babi bisa jadi sangat pintar.
Xiaoman benar-benar kesal mendengar ocehannya. Apalagi saat Zhan Yue mengejek jepit rambutnya. Karena motif jepit Xiaoman adalah ikan, jadinya Zhan Yue ngejek kalau Xiaoman bawa ikan karena isi otaknya hanya air.

Xiaoman benar-benar kesal. Dia mengingatkan kalau dirinya itu lebih kuat dari Zhan Yue. Zhan Yue tidak terima. Dia memang urutan terakhir, tapi Xiaoman urutan 2 dari belakang. Cuma beda 1 peringkat saja.
Xiaoman emosi. Dia hendak menghajar Zhan Yue dan Zhan Yue langsung melindungi wajahnya. Xiaoman berusaha menahan diri dan tidak jadi memukul, tapi Zhan Yue malah mengejeknya yang tidak seperti perempuan karena setiap harinya kerjanya hanya bertengkar saja. Xiaoman berteriak emosi!!!
Orang yang lagi lewat naik sepeda saja ketakutan melihat pemandangan di depannya dan langsung putar arah.
Kenapa???
Zhan Yue di hajar oleh Xiaoman. Hahahha. Zhan Yue sangat kesal dan berteriak kalau dia suatu hari nanti pasti akan bisa mengalahkan Xiaoman.
--
Xiaoman dan Zhan Yue naik bus yang sama menuju sekolah. Zhan Yue adalah tetangga masa kecilnya dan juga teman sekelas-nya. Orang yang sangat menyebalkan. Selalu mengganggunya dari kecil dan selalu di hajar olehnya.

Tapi, Zuo An berbeda. Zuo An pintar, rajin dan sangat mempesona. Tidak pernah membuang waktu setiap belajar. Dan Xiaoman selalu sengaja berdiri di pinggir halte bus agar bisa melihat Zuo An yang lewat (Zuo An ke sekolah naik mobil, di antar supir).
Zhan Yue bingung melihat Xiaoman yang bukannya masuk ke dalam sekolah, malah berdiri di pinggir halte. Dia mengejek Xiaoman yang berdiri di sana, apa untuk pungut uang jatuh? Xiaoman berusaha keras mengabaikannya.

Eh, tapi dia malah melihat orang yang mencopet. Melihat itu, Xiaoman langsung teriak : “Copet,” dan mengejar si pencopet. Saat ngejar, Xiaoman tanpa sengaja bertabrakan dengan Xiaoyue. Dan karena terburu-buru, Xiaoman tidak sadar kalau tas-nya terbuka dan buku diary-nya terlempar keluar. Buku itu di temukan oleh Zhan Yue.
Zhan Yue dan Xiao Yue sudah berteriak menyuruh Xiaoman untuk tidak mengejar si pencopet lagi, tapi Xiaoman tidak mendengarkannya. Zhan Yue memungut buku diary Xiaoman dan melihat isinya. Wajahnya tampak terkejut.

Xiaoman terus berusaha mengejar si pencopet hingga dia menyeberang tanpa melihat jalan dan hampir tertabrak mobil. Mobil yang hampir menabraknya adalah mobil Zuo An. Walau begitu, Xiaoman tetap saja lari mengejar si pencopet. Zuo An yang melihat itu jadi khawatir dan ikut mengejarnya.
Si pencopet sengaja berlari ke gang buntu dan sepi, dimana teman-temannya sudah menunggu. Xiaoman terpojok dan terkepung.
“Ayahku bilang, aku sudah Kelas XII, tidak boleh berkelahi. aku juga berjanji pada diri aku sendiri. Gu Xiaoman, Gu Xiaoman, kamu bukan hanya jagoan wanita, kamu itu bidadari. Tapi kamu malah membiarkan Zuo An melihatku begini, berlari mengejarmu! Dan jepit rambutku (lepas karena ngejar si pencopet)! Susah payah aku membuat gaya rambut imut begini,” marah Xiaoman.
“Apa yang kau katakan sih?!” kesal si pencopet.
“Aku bilang, kalian semua, MATI SAJA!”
Tanpa ba bi bu lagi, Xiaoman segera maju dan menghajar 4 orang pria dewasa itu. Semua tumbang di hajar olehnya.

Zuo An tiba di sana dan melihat Xiaoman yang baik-baik saja dan bahkan berhasil mengalahkan 4 pria itu. Dia tersenyum tipis dan tampak lega karena Xiaoman baik-baik saja. Sayangnya, Xiaoman tidak tahu kalau Zuo An ada di sana dan memperhatikannya.
Xiaoman mengembalikan dompet yang di copet itu kepada pemiliknya kembali. Sang pemilik sangat berterimakasih atas bantuan Xiaoman.

Xiao Yue masih menunggu Xiaoman di halte bus tadi. Dia lega karena Xiaoman baik-baik saja dan menasehatinya untuk tidak seperti itu lain kali. Xiaoman senang dengan perhatian Xiao Yue dan menyebut Xiao Yue sahabat terbaiknya. Xiao Yue memeriksa keadaan Xiaoman dan memberitahu kalau tas Xiaoman terbuka. Coba periksa, apa ada yang jatuh. Xiaoman langsung memeriksa dan panik saat tahu kalau diary nya hilang.
Xiao Yue memberitahu kalau tadi dia lihat kalau Zhan Yue memegang buku tulis warna merah muda. Apa itu buku Xiaoman? Mendengar itu, Xiaoman langsung lari kencang ke sekolah.
--
Zhan Yue sudah tiba di sekolah dan berjumpa dengan teman geng-nya. Dia mengajak mereka nanti malam untuk pergi ke warnet mereka biasanya. Kedua temannya menolak dan mengajak pindah warnet saja. Karena kemarin kan, gerombolan orang tinggi itu  bilang kalau mereka datang lagi, mereka akan di hajar.
Zhan Yue tetap ingin ke warnet sana karena hanya warnet itu yang tidak meminta KTP mereka. Dan juga dia sudah punya cara untuk menghadapi ‘gerombolan tinggi’ itu.

Eh, Xiaoman sudah tiba dan menginterupsi pembicaraan mereka. Dia tanpa basa basi, memerintahkan Zhan Yue agar mengembalikan buku-nya. Kedua teman Zhan Yue takut di hajar oleh Xiaoman, menyuruh Zhan Yue agar segera mengembalikan saja. Zhan Yue berpura-pura bodoh berkata tidak mengambil apapun.
Tidak bisa pakai cara biasa, Xiaoman hendak memakai cara kekerasan. Tapi, dia teringat kalau tidak akan berkelahi lagi, jadi mencoba bicara baik-baik dengan Zhan Yue. Zhan Yue masih sok tidak tahu dan menantang Xiaoman untuk mencarinya saja. Xiaoman mencari di tas Zhan Yue dan memang tidak ada. Dia hendak memeriksa baju Zhan Yue, tapi kedua teman Zhan Yue langsung mengejeknya tidak tahu malu karena hendak menggeledah baju pria.
“Zhan Yue. Kalau kamu tidak kembalikan barang aku, aku akan melucuti pakaianmu,” ancam Xiaoman.

Zhan Yue menyebut Xiaoman tidak tahu malu. Xiaoman tidak peduli dan menarik baju Zhan Yue. Zhan Yue ketakutan dan langsung berpura-pura memanggil Zuo A. Xiaoman langsung berbalik, tapi tidak ada siapapun. Dengan cepat, dia menangkap Zhan Yue lagi. Jelas tadi dia sudah berpas-pasan dengan mobil Zuo An, dan seharusnya sekarang Zuo An sudah berada di kelas. Dan juga, kalau Zhan Yue tidak mengambil barangnya, kenapa bisa menyebut nama Zuo An (kelemahannya).
Zhan Yue mengejek Xiaoman yang sudah agak pintar dan tidak sia-sia makan sup otak babi. 1 2 3, dia lari. Kabur dari Xiaoman!


Xiaoman mengejarnya. Tertangkap lagi! Zhan Yue meminta Xiaoman untuk berhenti karena semua orang melihat mereka. Xiaoman tidak mau. Zhan Yue melihat ke belakang Xiaoman dan memberitahu kalau ada Zuo An. Xiaoman tidak percaya! Zhan Yue menyakinkannya.
Dan saat Xiaoman berbalik, ternyata memang Zuo An baru kembali. Zhan Yue langsung mengancam Xiaoman kalau sekarang juga, dia akan memberitahu Zuo An isi dari buku harian Xiaoman!
Zhan Yue langsung lari ke arah Zuo An. Xiaoman panik dan mengejarnya! Mereka melewati Zuo An.
Sraaaakkkk!!!!

Tangan Xiaoman tanpa sengaja nyangkut di celana Zuo An dan merobek celana Zuo An. Terlihat kalau Zuo An memakai boxer bermotif angry birds. Zhan Yue langsung tertawa dan menarik perhatian semua orang. Xiaoman panik.

Zuo An tetap berwajah datar. Dia melepas jaket olahraga-nya dan mengikatkannya ke celananya, menutupi robekan tersebut. Kemudian, berjalan pergi. Xiaoman takut dan merasa sangat bersalah. Dia lebih menyesal lagi karena tidak mampu mengucapkan kata ‘maaf’.

Xiaoman benar-benar malu karena kejadian tadi. Zhan Yue malah terus mengikutinya, walaupun Xiaoman tidak mau mendengarkannya. Zhan Yue menyuruh Xiaoman untuk tidak panik dan khawatir, karena kan tidak banyak yang melihat kejadian tadi. Dan dunia juga tidak akan kiamat karena kejadian tersebut.
Xiaoman sudah agak lega. Eh, malah terdengar pengumuman dari speaker, dimana Kepala Sekolah memberi peringatan kepada kelas XII-2, Gu Xiaoman karena sudah merobek celana Zuo An di depan umum!

Zhan Yue malah tertawa. Xiaoman benar-benar marah. Zhan Yue malah terus mengejarnya.
Mau masuk kelas, Xiaoman malah di hadang geng Yaola. Yaola adalah pemimpin dari Klub Penggemar Zuo An, dan Xiaoman sangat ingin bergabung dengannya. Yaola menghadang Xiaoman terkait kejadian Zuo An tadi. Xiaoman berusaha menjelaskan kalau tadi, dia benar-benar tidak sengaja.

Yaola tidak mendengarkannya dan malah berkata kalau Xiaoman tadi sudah menyerang Zuo An. Dia juga menyuruh Xiaoman untuk meminta maaf pada Zuo An. Xiaoman setuju. Yaola menyuruh Xiaoman untuk meminta maaf pada Zuo An di depan umum dan mereka sebagai saksinya. Dan juga, jika Zuo An menyuruh Xiaoman melakukan sesuatu, maka Xiaoman harus melakukannya.
Zhan Yue tidak setuju. Toh hanya masalah celana, ngapain di perbesar begini. Yaola emosi. Kalau itu hanya masalah biasa, gimana kalau dia lepas celana Zhan Yue sekarang!? Zhan Yue tidak takut dan malah menantang balik.
Xiaoman langsung melerai mereka. Kenapa malah jadi mereka yang bertengkar. Dia setuju dengan permintaan Yaola. Dia akan meminta maaf pada Zuo An di depan mereka semua. Toh, dia memang bersalah.
Pas sekali, Zuo An tiba setelah mengganti celananya. Yaola langsung memberitahu kalau Xiaoman hendak meminta maaf sekarang. Zuo An berkata kalau hal tersebut tidak perlu. Tapi, Yaola malah membawa Xiaoman ke hadapan Zuo An. Walau Zuo An tidak mempermasalahkan hal tadi, Xiaoman tetap harus meminta maaf dan membuktikan kalau masalah tadi sudah selesai.
Xiaoman dengan gugup berusaha meminta maaf. Tapi, berada di depan Zuo An, membuat Xiaoman jadi sulit bicara.
Zhan Yue langsung maju dan menyebut Zuo An yang sudah keterlaluan! Gu Xiaoman kan sudah minta maaf dengan sungguh-sungguh, kenapa wajah Zuo An tetap saja dingin?! Zuo An tampak kesal dan bertanya apa urusannya dengan Zhan Yue?
“Masalah Xiaoman adalah masalahku juga.”
“Kalau begitu, kau gantikan dia minta maaf,” balas Zuo An.
Zhan Yue tidak mau. Dia malah menyebut Zuo An yang bersikap kelewatan dan sombong hanya karena nilai akademiknya bagus. Baginya Zuo An hanyalah seorang kutu buku. Dalam hidup sehari-hari, memang nilai ujian berguna? Emang kerja pakai nilai ujian, hah?
Para siswa pria langsung setuju dengan Zhan Yue. Yaola langsung menyuruh mereka semua diam.
Xiaoman dengan tulus meminta maaf. Semua adalah salahnya. Xiaoman bahkan sambil menundukkan kepalanya di hadapan Zuo An.
Zuo An tampak tidak enak. Zhan Yue menarik Xiaoman agar tidak menundukkan kepala dan kembali menyebut Zuo An yang kelewatan. Zuo An langsung meluruskan kalau tadi dia kan sudah bilang tidak perlu minta maaf.

Xiaoman kembali menundukkan kepala meminta maaf. Zuo An maju dan menyuruh Xiaoman untuk mengangkat kepalanya. Xiaoman langsung mengangkat kepalanya. Brukkk! Kepalanya mengenai dagu Zuo An dan membuat Zuo An terjatuh.

Refleks, Xiaoman berusaha menangkap Zuo An, eh malah membuat baju Zuo An jadi robek. Yaola berteriak marah pada Xiaoman. Xiaoman panik dan langsung menjauh.

Mau lanjut atau tidak? hehhehe 😊 mau nulis ini karena ceritanya ringan sih. Tidak ada konflik yang terlalu rumit. Kisah cinta dari SMA hingga kuliah.
Selingan di sela nulis sinopsis : Love You Like the Mountains and Ocean yang sudah mulai rumit konfliknya. Hahahha. Kesel lihat Shen Zhen soalnya. Don’t worry, sinopsis-nya tetap akan di tulis sampai tamat. 24 episode. Lagi nulis yang sinopsis episode 14-nya, semoga lusa malam (senin) udah bisa di upload.
Prioritas sinopsis-nya tetap yang : Love You Like Mountains and Ocean dengan Extraordinary You duluan. Yang ini, kalau banyak yang baca akan di teruskan, usahakan 1 episode up per-minggu.


3 comments:

  1. Terserah dirimu saja mimiin... Yg penting slalu upload setiap hari. Slalu d tunggu loooh... Thanks

    ReplyDelete
  2. Wkwk kocak ceritanya, udah sering baca sinopsis tentang anak sekolahan tp gak pernah bosen lanjutkan min, semangaat

    ReplyDelete