Saturday, November 30, 2019

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 01-1

0 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 01-1
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Di sebuah tempat yang menghadap ke laut,
Lee Kang tiba di sana dan menatap kepada wanita yang ada di sebelahnya, Moon Cha Young yang sedang menatap ke laut. Dia tidak berani menghampiri Cha Young dan tampak ragu. Dan saat dia menoleh kembali, Cha Young sudah tidak ada lagi.
Episode 01
Di sebuah kota yang berada di sekitar laut dan tampak indah (sebuah negara asing, bukan Korea)

Lee Kang mengendarai sepedanya dengan kencang menuju suatu tempat. Dia tiba di sebuah tangga dan segera melempar sepedanya ke samping dan memanjat tangga menuju ke atas.


Dia tiba di depan sebuah tempat, dimana seorang wanita sedang berdiri menghadap ke laut (silahkan lihat di gambar, bentuk tempatnya).
“Aku sudah berlari lama sekali untuk datang kepadamu. Terkadang aku ingin berhenti. Terkadang aku hampir tersandung dan terjatuh. Dan terkadang aku tersesat. Tapi karenamu, aku sampai sejauh ini. Setelah sekian lama waktu berlalu, ini adalah permulaan kisah kami.”
Lee Kang tampak lega melihat sosok wanita tersebut dari belakang. Dia mendekat, dan wanita itu berbalik. Dia adalah Moon Cha Young.
Tahun 1992, Wando
Di pagi buta, sebuah kapal nelayan sudah berlayar untuk menjala ikan.
Dan pasangan ibu anak dari restoran Bada, juga sudah bangun dan bersiap pergi ke pelabuhan untuk membeli hasil tangkapan para nelayan.
--
Lee Kang dan ibunya, Jeong Su Hui, sudah tiba di tepi pelabuhan. Dari jauh, nelayan Ha Dong Gyu sudah berteriak menyapa mereka. Dia juga memberitahu kalau dia mendapatkan banyak ikan. Lee Kang dan ibunya sangat senang mendengarnya.
Selesai membeli hasil tangkapan ikan nelayan, Lee Kang meminta ibunya untuk kembali terlebih dahulu, sementara dia akan menyusul sebentar lagi. Su Hui tersenyum, dia juga menyuruh Dong Gyu untuk mampir ke restoran Bada untuk makan siang. Dong Gyu menganggukan kepala dengan sopan. Su Hui langsung kembali dengan menarik gerobak yang berisi ikan-ikan segar dan hasil laut lainnya.
Dong Gyu memberikan Kang beberapa buah cokelat. Dia memberitahu kalau itu adalah cokelat Belgia yang di bawa oleh temannya yang bekerja di penangkapan ikan laut. Dong Gyu kemudian bergumam sedih melihat Su Hui yang menarik gerobak berat itu sendirian dan dia ingin membantu mengantarkan.
Kang langsung mengomelinya karena tidak memberitahu tadi. Dong Gyu bingung, memberitahu apa? Kang langsung berteriak kalau seharusnya Dong Gyu menyatakan cinta pada ibunya dan melamarnya. Dong Gyu panik dan langsung menutup mulut Kang. Bagaimana jika mendiang ayah Kang mendengarnya? Bisa-bisa dia bangkit dari kubur dan menghajarnya dan membuatnya lompat ke dalam laut.
Eh, Kang malah menantang Dong Gyu untuk melakukannya. Nyatakan cinta pada ibunya dan lihat apakah ayahnya bangkit dari kubur atau tidak.  Dong Gyu langsung menyindir Kang yang sangat berani. Mereka mulai saling bermain.
--



Di restoran Bada,
Su Hui mulai memasak semua hasil laut yang di belinya. Ada gurita, abalone, ikan bawal, rumput laut dsb. Semua masakannya tampak menggiurkan dan enak.

Di saat Su Hui memangang ikan halibut, Kang yang membantu, memberitahu kalau ikan itu harus di taburi teri asin. Dia dengan kalau daging ikan tidak akan hancur jika mereka menambahkan teri asin di atas halibut saat memanggangnya. Su Hui membenarkan, karena itu bisa mengeraskan daging dan mencegahnya hancur.

Kang kemudian mencicipi saus yang ibunya buat. Ekspresinya tampak aneh. Su Hui jadi penasaran dan ikut mencicipi. Dia membenarkan bahwa rasanya tidak enak. Seperti kurang sesuatu. Bukan gula ataupun sirup beras.
 “Ubi kering,” beritahu Kang.
--

Seorang anak perempuan, Moon Cha Young, tiba di depan restoran Bada. Dia melihat ubi kering yang sudah di iris tipis dan di jemur. Setelah memastikan tidak ada siapapun, Cha Young mulai memakan ubi tersebut yang di jemur di lantai.

Kang yang datang untuk mengambil ubi, melihatnya. Dia segera memberitahu kalau itu untuk sapi. Cha Young terkejut dengan kemunculan Kang. Kang tidak marah karena dia mencuri makan. Malah sebaliknya, Kang menunjukkan ubi kering di atas meja, itu yang boleh mereka makan.
“Aku iri pada sapi. Mereka bisa makan makanan enak,” gumam Cha Young, sedih.
Kang jadi kasihan melihat ekspresinya apalagi dia tampak kelaparan.
--


Kang membawa Cha Young ke restoran Bada dan menghidangkan banyak sekali makanan untuk Cha Young. Melihat semua makanan itu, Cha Young jadi ngiler, tapi dia tidak punya uang untuk membayar-nya. Kang tersenyum ramah dan memberitahu kalau dia tidak meminta Cha Young untuk bayar. Dia membiarkan Cha Young memakan semua makanan itu, di meja, di depan restoran Bada. Sementara dia masuk kembali ke dalam restoran, membantu ibunya menghindangkan makanan untuk para tamu.

Cha Young makan dengan sangat lahap. Para tamu juga makan dengan lahap. Semua tampak sangat lezat.
Su Hui dan Kang juga tampak bahagia melihat para tamu menikmati masakan mereka.
Su Hui melihat Cha Young yang sedang makan dengan lahap dan bertanya pada Kang, apakah itu adalah temannya? Kang membantah, gadis itu belum makan sejak tadi malam. Su Hui jadi kasihan. Tapi, dia jadi heran karna Cha Young tampak seperti menangis.


Kang segera berlari keluar dan bertanya apakah Cha Young menggigit batu? Cabai pedas? Cha Young berkata bukan. Dia menangis karena makanan-nya terlalu enak hingga dia merasa bahagia. Kang segera mengambil tissue dan mengelap air mata Cha Young. Dia bahkan menawarkan untuk mengambilkan nasi tambah untuk Cha Young.
Sebelum masuk mengambil nasi, Kang menyuruh Cha Young untuk datang lagi saat jam makan siang. Jika Cha Young datang, dia akan membuatkan cokelat shasha. Dia juga koki. Dan Cha Young boleh datang kemari kapan pun dia merasa lapar. Tidak perlu membayar, jadi jangan khawatir.
Saat Kang sudah masuk, saudara Cha Young malah muncul. Tae Hyun memarahi Cha Young yang malah makan di sini padahal ibu dan ayah sudah mencarinya dengan panik. Dia bahkan berkata kalau ibu akan sangat marah karena Cha Young makan.
--

Cha Young pulang bersama Tae Hyun. Baru sampai di rumah, ibu malah sudah menyuruhnya untuk menimbang berat badan. Dan saat melihat berat badan Cha Young naik 1,2 kg, ibu mulai marah. Audisinya tinggal dua hari lagi dan Cha Young kan sudah berjuang sangat keras untuk menurunkan berat badan! Dan sebanyak apa Cha Young makan hingga berat badannya naik begini?
Tae Hyun langsung melapor kalau Cha Young makan semangkuk nasi penuh dan menjilat mangkuknya hingga bersih. Ibu semakin histeris.
Saat itu, ayah pulang dengan membawa ayam goreng. Dia pamer kalau dia membuat ayam itu di dapur hotel ini sambil mengenang masa lalu, dan semua yang mencoba ayam gorengnya, bilang rasanya sangat enak.  Dia meminta istrinya dan Cha Young untuk makan.
Tapi, ibu malah membuang semua ayam goreng itu. Dia memarahi suaminya yang merasa bangga karena pernah menjual ayam goreng di pasar pinggiran kota? Dia merasa hal itu sangat memalukan. Dia ingin mereka segera kembali ke Seoul sekarang juga. Liburan mereka sudah usai!
--


Di dapur restoran Bada, Kang sedang bersemangat membuat cokelat shasha. Dia merebus air juga sambil melelehkan cokelat. Karena tidak berhati-hati, Kang menjatuhkan panci yang berisi air panas dan air panas itu tumpah mengenai tangannya. Kang langsung berteriak kesakitan.
--

Cha Young ada di mobil, mereka akan pulang ke Seoul. Dia memegang sendok dan menempelkannya di pipinya. Sementara Tae Hyun sibuk melihat cermin. Ibu memperingati Cha Young untuk menggosok sendok lebih keras agar bengkak di pipi Cha Young menghilang. Ayah membela dengan berkata kalau wajah Cha Young sangat kecil, jadi tidak bengkak sama sekali.
Tae Hyun malah memanasi keadaan dengan bertanya bolehkan di yang menjadi aktor daripada Cha Young?
Cha Young teringat ucapan Kang yang akan membuatkannya cokelat shasha, jadi dia meminta ayahnya untuk menepikan mobil. Dia harus makan cokelat shasha.
--


Tangan Kang sudah di obati. Dan walau masih terasa sakit, Kang tetap memaksakan diri membuat cokelat shasha. Dia tersenyum puas saat akhirnya, cokelat shasha nya jadi.
Kang berdiri di luar restoran sambil memegang cokelat shasha-nya, menanti Cha Young. Dia meletakkan cokelat itu di atas kotak surat.
Tidak lama, 2 buah mobil mewah berhenti di depan rumah mereka. Keluarlah seorang nenek, dan sebuah keluarga (ayah ibu dan putrany). Kang memberitahu mereka kalau restoran mereka sudah tutup.
Tapi, nenek malah bertanya, apakah dia bernama Kang? Kang membenarkan. Nenek kembali bertanya, siapa nama ayah Kang?
“Lee Jae Hun,” jawab Kang.
“Kau murid pandai? Apa nilaimu bagus?”
“Aku biasanya dapat nilai tertinggi atau tertinggi kedua di kelas. Tapi sering kali, aku dapat nilai tertinggi,” jawab Kang.
Su Hui yang keluar rumah, begitu terkejut saat melihat nenek dan keluarganya. Kang yang tidak tahu apapun, berteriak memberitahu kalau mereka kedatangan pelanggan.
Nenek (Han Yong Seol), tn. Lee Seung Hun dan Ny. Yoon Hye Mi masuk ke dalam restoran, dan Su Hui menghindangkan minuman. Ny. Han memberitahu kalau sekarang ini di rumah sakit ada rumor seperti ini : Lee Jae Hun yang akan mewarisi Rumah Sakit Geosung, kawin lari dengan putri pembantu dan meninggal muda. Lalu kini, kakaknya, Lee Seung Hun, bertindak seolah Geosung miliknya.
tn. Lee dan Ny. Yoon langsung panik dan beralasan tidak tahu bagaimana rumor seperti itu bisa muncul. tn. Han tidak mau mendengarkan. Dia kembali memberitahu kalau dia melakukan balik nama lahan di Osan ke nama Jae Hun untuk membangun pusat jantung, tapi dia mendengar kalau tn. Lee dan Ny. Yoon berencana menjualnya.
Ny. Yoon berusaha menjelaskan. Ny. Han tidak mau mendengar. Dia tahu kalau mereka berpikir semua akan menjadi milik mereka setelah dia mati. Dia punya seorang putri sulung, tapi, hanya tersisa tn. Lee putranya yang akan mewarisi seluruh harta.
tn. Lee membantah kalau dia tidak pernah mempunyai pikiran seperti itu sama sekali.
Ny. Han tidak peduli. Sekarang dia merasa lega karena Jae Hun ternyata mempunyai seorang putra. Jadi, kini, dia mempunyai sebuah rencana cadangan. Ny. Yoon tidak terima, dia meminta nenek untuk memikirkan putranya Jun, bukan yang lain. Jun adalah anak yang cerdas dan pandai. tn. Lee membenarkan dan meminta ibunya memikirkan Ju, cucu tertua.
“Siapa namanya? Kang? Menurutmu dia bisa mengalahkan Jun, putra mereka?” tanya Ny. Han. “Aku berencana mewariskan Geosung kepada seseorang yang cakap dan kompeten.”
“Tolong jauhkan Kang dari pertengkaran keluarga. Seperti yang kau lakukan selama ini, tolong teruskan berpura-pura dia tak ada. Kang dan aku akan hidup dengan tenang di sini…,” ujar Su Hui.
Ny. Han menggebrak meja, “Kau pikir aku meminta pendapatmu? Cucuku telah kehilangan dan menyerahkan banyak hal karena ibu yang payah sepertimu. Kau sadar itu?”
--
Jun yang di tinggal sendirian, malah sibuk menendang kandang anjing yang ada tulisan : “Jangan sentuh, San Sakit. Adik kecil Kang.”

Melihat itu, Kang langsung berteriak menyuruhnya berhenti. Jun tidak mau berhenti sama sekali. Kan terpaksa mendorongnya hingga terjatuh dan memarahinya karena mengganggu anjingnya. Jun tidak menyesal malah balik marah dan mengeluh karena tangannya tergores.
Kang meminta maaf karena sudah mendorong Jun dan bahkan membersihkan baju Jun. Tapi, Jun malah menyerangnya dan menyuruhnya untuk tinggal saja sampai mati dengan anjing itu, kenapa malah membuatnya kesal?!
Mereka berkelahi. Tapi, saat Kang mengangkat tinju-nya, Jun langsung mengangkat tangan ketakutan. Kang tidak memukulnya dan hanya memperingatinya untuk makan dan langsung pergi.
Kang kemudian melihat keadaan San. Jun tidak terima. Dia mengambil sebuah batu dan melemparkannya dengan keras ke kepala Kang hingga berdarah.

Kang jelas marah. Mereka mulai saling memukul dan berkelahi. Dan perkelahian itu membuat mereka berdua terjatuh ke dalam laut.
--

Kang dan Jun di larikan ke IGD Rumah Sakit Geosung Jeonnam.
Kang terluka parah. Tidak sadarkan diri dan kepalanya terus mengeluarkan darah. Su Hui panik. dokter yang memeriksa adalah dokter magang, dan mereka masih harus menunggu dr. Kim datang.

Sementara Jun yang tidak terluka begitu parah, masih sadarkan diri dan hanya mengalami luka kecil, di kelilingi oleh banyak sekali dokter dan perawat. Dokter bahkan berkata kalau Jun baik-baik saja dan tidak perlu khawatir. tn. Lee dan Ny. Yoon panik dan berkata bagaimana kalau Jun mengalami trauma? Dokter menenangkan dan berkata akan meredakan rasa sakit. Dan menyuruh anggotanya membawa Jun ke ruang operasi.
Su Hui yang dari tadi memperhatikan, langsung menghentikan mereka. Dia merasa tidak adil. Putranya yang terluka parah tapi malah di abaikan. Dia meminta tolong agar dokter memeriksa putranya dan bukan mengalihkan ke dokter magang. Suster membujuknya agar mau menunggu sebentar lagi karena dokter lain akan segera tiba. Su Hui sudah emosi, dia sudah menunggu daritadi, tapi tidak ada dokter yang datang.

Ny. Yoon malah mendorongnya dengan kasar dan menyuruhnya untuk menyingkir. Su Hui tidak menyerah dan masih terus memohon. Ny. Yoon semakin kasar padanya dan bahkan dokter juga memarahinya. Dia menyuruhnya untuk menunggu.


Tidak hanya itu, tn. Lee bahkan memandangnya dengan hina. Hati Su Hui sangat terluka, apalagi saat melihat Kang yang terbaring tidak sadarkan diri. Dia jadi teringat ucapan mertua-nya tadi, bahwa Kang sudah kehilangan dan menyerahkan banyak hal karena ibu yang payah sepertinya.
“Tunggu!” teriak Su Hui, “Kang juga anggota keluarga Geosung. Putraku, Kang, dia juga cucu Nyonya Han Yong-seol!” teriak Su Hui, frustasi.
Semua jelas terkejut. tn. Lee dan Ny. Yoon menjadi panik.
--

Musim Semi, 1993
Cha Young datang kembali ke Wando dengan menggunakan bus antar kota. Dia datang seorang diri dan langsung menuju ke restoran Bada. Tapi, saat dia tiba di sana, restoran sangat sepi.

Dong Gyu yang kebetulan lewat dengan anjingnya, melihat Cha Young yang berdiri di depan restoran. Dia memberitahu Cha Young kalau keluarga yang tinggal di situ sudah pindah ke Seoul tahun lalu.
“Kenapa pindah?”
“Kenapa menurutmu? Sejak awal mereka tak pantas tinggal di kota nelayan seperti ini,” jawab Dong Gyu.
Cha Young jadi sedih. Padahal dia datang untuk makan cokelat shasha. Dan juga, dia sudah tidak perlu menjadi artis lagi, jadi dia bisa makan sebanyak yang di inginkannya. Dong Gyu kelihatan kasihan padanya.
--
Entah sudah berapa lama Cha Young duduk di depan restoran Bada. Dia teringat ucapan Dong Gyu, kalau Kang menunggunya sangat lama. Lengan Kang bahkan terluka saat membuat permen cokelat untuknya.
Cha Young jadi sedih. Dia teringat ucapan Kang kalau dia boleh datang kapapun dia merasa lapar, dan tidak perlu khawatir untuk membayar.
--
Musim Panas 2012
Waktu sudah berlalu lama sekali.
Kang mengenakan pakaian-nya dengan rapi. Sahabatnya, Kwon Min Sung, memanggilnya dari depan pintu kamar mandi, bertanya apakah dia sudah siap? Kang menjawab kalau dia akan segera keluar.

Kang keluar dengan mengenakan jas hitam. Hari ini, dia akan memperingati hari kematian ibunya, Su Hui, di rumah Min Sung. Kang berterimakasih karena Min Sung mau memberikan tempat baginya memperingati hari kematian ibunya dan bahkan menemaninya.

Flashback
Su Hui mengajak Kang untuk ke Seoul, tapi Kang dengan tegas menolak. Dia bahkan mau tinggal sendirian saja di Wando bersama dengan San. Dia tidak mau pindah. Dia hanya ingin menjadi koki di Restoran Bada.
Mendengar itu, Su Hui jadi marah. Dia menyuruh Kang untuk menjadi orang besar. Bukannya hanya bermimpi menjadi koki di restoran kecil seperti ini.
“Ibu pernah memberitahuku. Impianmu adalah membuat orang bahagia dengan masakanmu. Itu juga impianku.”
“Ibuku mati sebagai pembantu ibu ayahmu, tapi aku ingin mati sebagai menantunya. Aku yakin itu yang diinginkan ayahmu. Dan itu impianku,” balas Su Hui, berbohong.
Dia memaksa Kang untuk ikut dengannya. Kang masih menolak, tapi Su Hui terus memaksa.
End

Di depan foto mendiang ibunya, Kang berujar bahwa dia merasa bersalah pada ibunya. Karena impian ibunya tidak terwujud. Dia berlutut memberikan hormatnya.
--

Di rumah sakit Universitas Geosung,
Dokter Lee Jun datang ke UGD tapi tidak ada orang di atas tempat tidur. Dia jelas heran. Tapi, saat dia melihat ke bawah ranjang, pasien wanita itu sedang berada di bawah sana sambil meringkuk ketakukan. Jun tampak kesal dan menyuruh pasien itu untuk keluar karena dia tidak punya waktu untuk bermain petak umpet. Tapi, pasien itu tidak merespon sama sekali.
Jun melihat rekam medis pasien itu. Dan kemudian berujar pada suster kalau dia tidak perlu merawat pasien tersebut, panggil saja psikiater. Setelah Jun pergi, suster berusaha memintanya untuk keluar.
Seorang suster yang berjaga di meja melihat dan membantu untuk meminta pasien itu untuk keluar.
“Nona Moon. Ini aku, Perawat Park. Sudah setahun, 'kan? Kau tampak lebih baik sekarang. Saat pertama bertemu enam tahun lalu, tampaknya sangat serius. Kau tak berteriak sejak tahun lalu. Kau mau menyapaku? Nona Moon Cha-young?”
Pasien itu mulai sediki tenang. Dan ternyata dia adalah Cha Young.
Cha Young akhirnya mau berbaring di ranjang. Perawat Park memuji Cha Young yang sudah lebih baik dan mungkin tidak perlu bertemu dengan-nya lagi tahun depan. Cha Young tiba-tiba memuji orang-orang di rumah sakit sangat baik seperti perawat Park, kecuali satu orang.
“Maksudmu dokter Lee Jun?” tanya Perawat Park. “Ku dengar dokter Lee kehilangan keluarganya di kecelakaan yang sama denganmu. Tapi dia tidak suka membicarakannya. Kami tidak bisa membicarakannya di dekatnya. Mungkin karena itu dia kesal saat di dekatmu. Kau mengingatkannya akan hal yang ingin dia lupakan.”

Cha Young baru tahu hal itu. Dia jadi melihat Jun dengan pandanga berbeda.
--

Kang tiba di rumah sakit. Di saat dia menunggu lift, dia melihat pertengkaran sepasang kekasih. Sang pria memutuskan sang wanita, saat sang wanita baru saja di izinkan keluar dari rumah sakit. Wanita itu jelas tidak terima di putuskan seperti itu. Dia mulai memohon agar tidak di putuskan.


Kang memperhatikan kalau wanita itu tampak pucat, bernafas tidak stabil dan tidak fokus dalam berbicara. Dia segera menghampiri mereka dan memeriksa denyut nadi sang wanita. Dia juga meminta si wanita untuk melihat wajahnya. Eh, pria malah berteriak-teriak mengira wanita nya berselingkuh dengan Kang.

Wanita itu pingsan, dan Kang segera menggendongnya. Pria itu malah berteriak menyuruh Kang menurunkan wanitanya. Kang kesal dan menendangnya. Dia menyuruh pria itu untuk pergi menemui pacar barunya saja, karena tidak ada gunanya dia berada di sini.
--


Jun tiba di ruangan MRI dengan panik, bertanya pada petugas di sana, apa yang terjadi? Petugas MRI memberitahu kalau wanita itu (yang tadi pingsan dan di gendong oleh Kang) adalah pasien Jang Yu Suk yang di pulangkan hari ini. Dan tampaknya ada pendarahan lagi di titik operasi-nya.
Jun tidak percaya dan memeriksa sendiri. Setelah melihat hasil scan MRI, dia bertanya siapa yang membawa pasien ini kembali? Petugas itu kesulitan menjawabnya.
--
Kang sudah mengenakan jas dokternya. Jun menghampirinya dengan marah dan bertanya, apakah Kang yang membawa pasien Jang Yu Suk kembali?
“Kau pasti terlalu lelah bekerja. Dokter sensitif sepertimu tak akan gagal menyadari gejala semacam itu,” ujar Kang, tampak seperti menyindir.
“Hei. Apa kau mengikutiku ke mana-mana? Kau menghabiskan waktumu mencari-cari kesalahanku?” marah Kang.
Kang tertawa, “"Terima kasih, Kang. Berkat kau, aku terhindar dari kecelakaan serius. Aku akan mentraktirmu makan malam." Kurasa itu maksudmu. Akan kusisihkan waktu untuk itu. Sebagai informasi, aku ingin makan iga. Maksudku sapi, bukan babi,” balas Kang dengan tenang.
Dan kebetulan sekali, tn. Lee tiba dan melihat mereka berdua. Kang memberikan hormat sekilas dan lanjut berjalan pergi.


No comments:

Post a Comment