Monday, December 9, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 16

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart

Han Xue yang biasa nya hanya bisa terbangun dimalam hari yang gelap. Kini dia terbangun disiang hari yang cerah. Dan dia merasa senang melihat sinar matahari yang jarang dilihat nya itu.
“Han Bing, Han Bing, Han Bing,” panggil Yifei berulang kali. Dan saat matahari telah tertutup oleh awan, Han Xue pun tertidur. Lalu ketika dia bangun lagi, dia telah berubah menjadi Han Bing kembali.

“Han Bing, apakah kamu baik- baik saja?” tanya Yifei, khawatir.
Dengan bingung, Han Bing memegang kerah kemeja nya yang telah terbuka. “Apakah tadi aku ketiduran?” tanyanya. Dan Yifei merasa bingung. “Apa aku ketiduran?” tanya Han Bing lagi.
“Kamu bisa tidur, jika kamu merasa lelah.”
“Mm .. kalau begitu, aku akan tidur lagi.”

Sesampainya di depan rumah Han Bing. Yifei tidak tega untuk membangunkan nya. Lalu tiba- tiba hp nya bergetar, dan Yifei pun langsung mematikannya. Tapi karena mendengar itu, Han Bing pun terbangun.
“Jam berapa sekarang?” tanya Han Bing, saat melihat langit sudah gelap. Dan Yifei pun menjawab bahwa sekarang sudah hampir jam 12. Mengetahui itu, Han Bing langsung pamit dan ingin keluar dari dalam mobil.

“Eh,” tahan Yifei. “Bukankah kamu ingin pergi bersama ku ke tempat Gao Sheng?”
“Maaf, aku masih ada urusan. Kamu pergilah sendiri,” balas Han Bing. Lalu dia buru- buru keluar dari mobil dan pergi.

Minghao, Ibu bersalah terhadap mu. Jika Ibu tidak miskin, kamu tidak mungkin akan menderita. Ibu minta maaf kepada mu. Minghao, kemungkinan kamu tidak akan bisa melihat Ibu lagi.
“Mama mu menderita kanker paru- paru,” kata Gao Sheng, memberitahu.

Mengetahui itu, Minghao merasa sedih dan menangis. Lalu dia bertanya, kapan kah dia bisa keluar, karena dia ingin segera bertemu Ibunya.
Dan Gao Sheng menjawab bahwa besok Minghao sudah boleh keluar. Namun ada satu pertanyaan yang dia ingin Minghao untuk menjawab nya. 15 tahun lalu, apakah Minghao dan Sheng Pei, benar ada didalam satu sel tahanan yang sama. Dan apakah Minghao tahu siapa pelaku pembunuhan berantai yang sebenarnya, karena Sheng Pei telah meninggal.

“Kalian melepaskan ku hanya karena kalian ingin aku bekerja sama dalam penyelidikan. Untuk menangkap pelaku, kan? Jangan bermimpi. Aku tidak akan dipermainkan lagi,” kata Minghao, menolak untuk bekerja sama.
“Kamu harus hidup dengan baik. Menjadi orang yang baik,” pinta Ibu Minghao.
Gao Sheng meminta Minghao untuk mempertimbangkan hal ini dengan baik. Mendengar itu, Minghao diam sambil menahan air mata nya.

Didalam halaman penjara. Minghao memandangin foto Ibunya, dan berpikir.

Yifei dan Han Bing datang ke kuburan Xin Rui. Mereka menaruh bunga untuknya, dan berharap Xin Rui mendapatkan penghiburan disana.
“Aku sangat ingin mengetahui kebenaran mengenai dirinya. Jika Guru Lin tidak bisa sadarkan diri, maka kita tidak akan bisa tahu apa yang terjadi,” kata Han Bing, cemas.
“Masih ada satu orang lagi yang tahu.”
“Siapa?”
“Pelaku,” jawab Yifei, yakin.

Dibelakang mereka, dibalik pepohonan. Pelaku berdiri disana dan memperhatikan Yifei serta Han Bing.

Minghao akhirnya mau bercerita kepada para polisi, cerita tentang kebenaran 15 tahun lalu. Dia pertama kali bertemu Sheng Pei dipenjara.

Flash back
Minghao sedang mandi. Lalu Sheng Pei datang dan berdiri dibelakangnya. Sheng Pei bertanya, apakah Minghao adalah orang yang melakukan tabrak lari itu. Dan dengan heran, Minghao bertanya, siapa Sheng Pei.
“Aku adalah ayah dari anak perempuan yang kamu bunuh itu,” teriak Sheng Pei sambil mencekik leher Minghao dengan kuat.


Sheng Pei kemudian mendorong Minghao ke lantai, dan memukul nya dengan marah. “Aku dengar kamu hanya divonis hukuman 7 tahun. Dunia ini sangat tidak adil. Hari ini aku menginginkan nyawa mu!” jelas Sheng Pei. Kemudian dia mengambil selang dan menggunakan itu untuk mencekik Minghao.
“Tunggu dulu,” pinta Minghao, memohon dengan susah payah. “Bukan aku yang membunuh nya. Aku tidak membunuh orang. Orang lain yang menabrak dia. Aku hanya demi uang saja, maka nya aku menggantikan orang itu masuk ke penjara.”
Dan orang itu adalah Shi Jie.
Mendengar itu, Sheng Pei tidak peduli dan tetap mencekik Minghao hingga pingsan. Kemudian para polisi datang dan menahan nya.
Flash back end

“Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengannya lagi. Aku mengatakan kebenaran kepadanya. Sheng Pei bilang dia ingin balas dendam untuk putri nya. Ingin membunuh semua orang. Dia juga bilang, putri nya mati dengan cara yang tidak adil. Pasti ada suatu rahasia yang tersembunyi. Dia pasti akan memberikan keadilan untuk putri nya,” jelas Minghao.
Xiao Jiang bingung, dan bertanya, apakah Minghao tahu, rahasia apa itu. Dan Minghao juga tidak tahu.

“Lalu, siapa yang menyuruhmu masuk ke acara berita itu?” tanya Gao Sheng. “Katakan kepada ku, siapa?” tegas Gao Sheng.
“Aku hanya mendengar suaranya. Tapi aku tidak pernah bertemu dengan orang nya.”
Mendengar itu, Gao Sheng mengerti dan dia pun diam serta berpikir.
Han Bing menceritakan kepada Prof. Wu tentang hal aneh yang dialaminya. Dipagi hari, dia sempat menjadi Han Xue untuk sesaat. Itu terjadi saat sinar matahari menyinari matanya. Lalu dia mendengar suara Han Xue didalam hati nya.

“Apa yang dia katakan kepadamu?”
“Sinar matahari sangat bagus. Pada saat itu, aku kehilangan kesadaran dan menjadi Han Xue,” jelas Han Bing.

Prof. Wu mengerti, dan dia menyuruh Han Bing untuk berbaring. Lalu dia meminta Han Bing untuk menutup mata. Dan proses hipnotis di mulai. Seperti biasa dia membunyi kan lonceng didepan Han Bing.
Saat Han Bing membuka mata kembali. Prof. Wu bertanya, “Kamu Han Xue?”
Dengan raut seperti kebingungan, Han Xue diam. Lalu tiba- tiba hp Prof. Wu berbunyi, jadi dia pun permisi sebentar dan keluar dari ruangan.

Setelah Prof. Wu keluar dari ruangan, Han Xue membuka ikatan rambut nya. Lalu dia memandang ke arah jendela dan tersenyum senang melihat cahaya matahari yang sangat indah dan terang.
Kemudian secara diam- diam, Han Xue keluar dari ruangan dan pergi darisana.


Ketika Prof. Wu kembali ke dalam ruangan, dia merasa cemas karena Han Xue telah menghilang darisana. Dia bertanya kepada perawat nya, tapi perawat nya tidak tahu. Dengan sangat cemas, Prof. Wu keluar dan mencari- cari Han Xue di jalan. Lalu ketika dia akhirnya menemukan Han Xue, dia langsung berteriak memanggil nya.
Melihat Prof. Wu, Han Xue buru- buru menghentikan taksi dan masuk ke dalam nya. Dan dia tersenyum senang, karena dia berhasil kabur darisana.



Han Xue berjalan- jalan ditaman sambil menatap indah nya sinar matahari. Dia mencium aroma bunga yang sangat indah dan mengkagumi kecantikan bunga itu.
“Aku ingin selamanya hidup didunia yang terang ini,” gumam nya.

Sepasang pasangan yang sedang berfoto menginjak bunga- bunga ditaman. Dan melihat itu, Han Xue pun langsung menegur mereka. Tapi dia malah di dorong oleh mereka. Dan dengan kesal, Han Xue pun langsung memukuli nya.

Saat memukul, Han Xue teringat pada masa kecil nya.
Yifei datang ke kantor polisi, dan menemukan Han Xue sedang tidur dengan tenang di kursi. Sementara sepasang pasangan melaporkan keluhan mereka kepada petugas polisi, karena Han Xue memukuli nya.
“Polisi, apa yang terjadi?” tanya Yifei kepada petugas. Dan petugas menjelaskan. Yifei pun lalu meminta maaf kepada pasangan itu.

Han Xue terbangun, dan dia kembali menjadi Han Bing. Dengan bingung, dia menatap Yifei dan pasangan tersebut.
Setelah keluar dari kantor polisi, Han Bing menelpon Prof. Wu. Dan memberitahu bahwa dia akan datang besok.
“Han Bing,” panggil Yifei. Dan Han Bing mengabaikannya, karena dia merasa malu. “Han Bing, apakah kamu sama sekali tidak ingat?” tanya Yifei, mengikuti Han Bing.
“Maaf,” balas Han Bing, singkat. “Maaf, karena aku menelponmu untuk masalah ini. Ayo kita pergi,” ajak nya sambil menahan air mata nya.

“Katakan kepadaku, jika ada masalah. Aku bisa membantu mu,” jelas Yifei, menahan tangan Han Bing supaya jangan pergi.
“Tidak ada siapapun yang dapat membantu ku,” balas Han Bing.

“Aku akan menunggu mu. Menunggu sampai kamu siap memberitahu ku. Aku mengerti perasaan seperti apa ini, aku tidak akan bertanya lagi.”
Dengan sedih, Han Bing pun pergi.
Yifei menghubungin Xiao Shen.
Saat bertemu dengan Xiao Shen, Yifei menceritakan kecurigaannya terhadap kondisi Han Bing. Tentang sikap Han Bing yang sering berubah dan terkadang tidak bisa mengingat apapun. Dan dia meminta Xiao Shen untuk memberitahu nya, karena dia ingin membantu Han Bing.

“Sebenarnya, keluarga kami berhutang banyak kepada keluarga Han Bing. Ayah Han Bing adalah saksi mata dari suatu kasus pembunuhan. Dia memberitahukan kepada Ayahku, semua yang di lihat nya. Ayahku polisi, dan karena kesalahan nya dalam bekerja, pelaku pembunuhan itu kabur dan mencari Ayah Han Bing, lalu membunuh nya. Jadi Ayahku merasa sangat bersalah kepada Han Bing seumur hidup nya,” jelas Xiao Shen, bercerita. “Biarkan aku saja yang membantu nya. Dengan begitu, Han Bing akan merasa lebih leluasa.”
Yifei mengerti, dan dia meminta Xiao Shen untuk berjanji kepadanya. Tidak peduli perubahan apapun yang terjadi kepada Han Bing nanti nya, Xiao Shen harus memberitahu nya. Dan Xiao Shen berjanji.
Yifei menemui senior nya sewaktu sekolah, dan menceritakan tentang Han Bing. Dan senior ingin bertemu dengan Han Bing secara langsung, baru dia bisa tahu. Untuk sementara, dia menebak, apakah mungkin Han Bing memiliki kepribadian ganda.

“Kepribadian ganda?”
“Kepribadian ganda juga disebut dengan hambatan untuk mengenali diri. Pada saat kepribadian yang lain muncul, biasanya akan kehilangan ingatan,” jelas senior.
Yifei mencari tahu tentang kepribadian ganda. Dan dia mengingat setiap kepribadian Han Bing yang suka berubah menjadi seperti orang yang berbeda.
Gao Sheng meminjamkan mobil nya kepada Minghao, supaya Minghao bisa lebih cepat menemui Ibu nya.

Setelah itu, Gao Sheng menghubungin Yifei dan memberitahu nya. Dia meminta Yifei untuk menemui Minghao nanti nya, dan Yifei bisa mengikuti GPS untuk mengetahui lokasi Minghao. Dan Yifei mengerti.

Pelaku pembunuhan mengikuti mobil Minghao dari belakang. Sampai ke rumah sakit.
Minghao bertemu dengan Ibunya. Dan dia meminta Ibunya supaya mau dioperasi. Serta dia berjanji bahwa dia tidak akan membuat hal bodoh yang sama lagi.
“Minghao, Ibu tidak marah. Aku tahu, kamu menderita karena ku. Aku sangat merindu kan mu, anak ku.”
“Ibu aku akan berbakti kepadamu. Hidup lah dengan baik. Aku juga merasa sangat menyesal,” pinta Minghao dengan sedih.

“Minghao, apa kamu tahu apa harapan itu? Yaitu kamu bisa hidup dengan baik dan melanjutkan hidup mu. Jangan menyusahkan orang lain. Ibu tidak ingin kamu meminjam uang kepada siapapun lagi.”
“Ibu aku mohon padamu.”
Ibu tetap menolak untuk dioperasi, karena dia tidak ingin menyusahkan Minghao lagi. Dan dia juga merasa bersalah kepada Minghao. Jadi jika Minghao bisa hidup dengan baik, dia sudah sangat puas.

Dengan sedih, Minghao meminta Ibu untuk mendengarkannya. Dan dia berjanji akan menyembuhkan penyakit Ibu. Tapi Ibu tetap menolak. Minghao pun menangis dan memeluk Ibu nya.

Dalam perjalanan pulang, Minghao menghubungin Gao Sheng dan berjanji akan memberitahukan segala yang di ketahui nya. Asalkan Gao Sheng berjanji akan membantu Ibunya operasi. Dan Gao Sheng mengiyakan.
Minghao mampir ke pom bensin, karena bensin di mobil Gao Sheng sudah tinggal sedikit. Dan selagi mengisi bensin. Minghao pergi sebentar ke toilet.

Ketika Minghao sedang mencuci tangan, terdengar suara pintu kamar mandi dibuka. Dan dengan waspada dia memandang ke arah belakang nya, tapi dia tidak ada melihat siapapun, dan dia pun lanjut mencuci tangan nya.
Tepat disaat itu, seseorang muncul di belakang Minghao. Dan sebelum Minghao sempat melakukan pemberontakan. Dia menyuntik leher Minghao. Kemudian dia mematikan keran air yang masih menyala.

Setelah selesai bertelponan dengan seseorang, Yifei tampak sedih dan dia mengingat tentang Ibu Minghao.

Gao Sheng menonton video Ibu Minghao. Dan dia tampak sangat sedih.
Han Bing bertemu dengan Prof. Wu lagi. Dia menceritakan tentang kejadian semalam, yang untung nya berhasil di selesaikan dengan baik karena bantuan Yifei.
“Menyelidiki kasus pembunuhan, itu sangat berbahaya. Apakah kamu harus melakukan nya?” tanya Prof. Wu.
“Aku pasti akan mencari kebenarannya.”

Prof. Wu menghela nafas. “Aku bisa mengerti, karena kamu adalah seorang reporter. Tapi kenapa Kong Yifei ingin memecahkan kasus ini juga?”
“Itu karena .. seperti nya dia memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki orang lain,” jelas Han Bing. Dan Prof. Wu tertawa kecil, lalu bertanya, kemampuan apa itu. Tapi Han Bing juga tidak tahu.
Prof. Wu memuji betapa hebat nya Yifei. Dan Han Bing setuju, bahkan menurutnya Yifei adalah seseorang yang baik.
Prof. Wu kemudian meminta Han Bing untuk berbaring dan menutup mata. Karena dia akan memulai pengobatan. Dan Han Bing pun mengikuti perintah nya.
“Sekarang adalah jam 12 malam. Han Xue, keluar lah,” panggil Prof. Wu, menyembuyi kan lonceng di depannya. Dan Han Xue pun terbangun.

“Han Xue, bukankah banyak yang ingin kita bicarakan hari ini?” tanya Prof. Wu.
“Hari ini, aku akan tetap berada disini,” jawab Han Xue sambil duduk dengan nyaman.

“Tidak. Tidak perlu. Kamu boleh melakukan apapun yang kamu inginkan,” balas Prof. Wu. Dan Han Xue merasa sangat senang. “Hari ini, aku memerlukan bantuan mu,” jelas Prof. Wu.
“Bantuan apa?”

Gao Sheng menghubungin Yifei, dan memberitahu bahwa dia sudah menonton video Ibu Minghao. Tapi dia tidak mengerti apa yang dikatakan Ibu Minghao. Namun walaupun begitu, dia merasa sedih.
Dan Yifei mengerti. Lalu dia mengajak Gao Sheng untuk bertemu besok.

Yifei kemudian diam dan berpikir. “Bahasa isyarat? Bahasa isyarat?” gumam nya. Lalu dia mencari di internet tentang bahasa isyarat. Dan dia mengingat tentang bahasa isyarat yang Prof. Wu berikan kepada Minghao. Di ingatan Minghao.
“Mama. Aku sudah menemukannya,” gumam Yifei, mengartikan bahasa isyarat dari Prof. Wu kepada Minghao. “Kalau begitu, dari awal Prof. Wu sudah tahu mengenai keadaan Ibu Zheng Minghao?”
Saat Yifei sedang berpikir. Han Xue tiba- tiba datang ke tempat nya. Dengan heran, Yifei memperhatikan penampilan Han Bing yang berbeda dari biasanya, dan bertanya, kenapa Han Bing datang.
“Kenapa kamu terkejut? Apakah karena aku tiba- tiba datang mencarimu? Atau karena hari ini aku tampil berbeda?” tanya Han Xue.
“Dua- duanya” jawab Yifei sambil tersenyum.
“Aku suka kejujuran mu.”
Han Xue kemudian duduk disebelah Yifei, dan dengan mesra memegang bahu nya. Lalu dia bertanya apa yang Yifei sedang lakukan. Dan dengan perasaan aneh, Yifei pun menjawab bahwa dia sudah memeriksa suatu data.
“Bahasa isyarat? Ada apa dengan itu?”
Yifei merasa sangat tidak nyaman dengan sentuhan Han Xue, jadi dia pun sedikit mengelak. “Han Bing, Minghao sudah dibunuh,” katanya, memberitahu.
“Zheng Minghao? Dia sudah mati? Siapa yang membunuh nya?” balas Han Xue, cuek.

Han Xue kemudian menjauh dan memandangin cahaya matahari diluar jendela. “Sinar matahari sangat bagus,” gumam nya.
“Kamu siapa?” tanya Yifei. “Kamu bukan Han Bing.”


“Apa kamu ingin tahu?” balas Han Xue sambil tersenyum. “Aku adalah Han Xue,” katanya sambil tertawa, karena melihat keterkejutan Yifei.

No comments:

Post a Comment