Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 17


Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart

“Aku Han Xue.”
Han Xue tertawa melihat ekspresi terkejut di wajah Yifei. Lalu saat Yifei bertanya lagi, siapa dia. Han Xue pun memberitahukan namanya lagi, dan dengan jelas dia menegas kan bahwa dia bukanlah Han Bing. Setelah itu, dia pun pergi.
“Han Bing. Tunggu, Han Bing,” panggil Yifei, menghentikan Han Xue.
“Aku sudah bilang, aku adalah Han Xue. Adik Han Bing,” balas Han Xue, kesal.


Yifei menebak kalau Han Xue pasti kepribadian lain milik Han Bing. Dan Han Xue mengiyakan, lalu dia merasa heran karena Yifei tampak bersikap biasa saja. Kepadahal mantan pacar Han Bing, yaitu Yang Chun Yu, saat dia mengetahui keberadaannya, dia langsung pingsan. Dan Han Xue merasa Yifei sangat lucu dan hebat.
Yifei terdiam. Dia mengingat perkataan senior nya kemarin tentang orang yang memiliki kepribadian ganda.


Han Xue masuk ke dalam supermarket, dan mengambil sekaleng bir, lalu langsung meminum nya. Melihat itu, kasir memanggil nya dan memintanya untuk membayar terlebih dahulu. Dan dengan jujur, Han Xue menjawab bahwa dia tidak punya uang.
Yifei lalu datang dan membayarkan itu untuk Han Xue. Dengan tenang, Han Xue pun meminum kembali minuman nya. Tapi kemudian, tiba- tiba hp nya berbunyi, menunjuk kan bahwa sekarang sudah jam 12. Dan melihat itu, Han Xue pun tertidur.
Dengan segera, Yifei langsung berlari ke arah Han Xue dan menangkap tubuh nya yang jatuh tertidur secara tiba- tiba. 


Yifei menyelimuti tubuh Han Bing, dan mengelus kepala nya dengan lembut. Lalu setelah itu, dia mengingat kembali cerita Han Bing mengenai betapa tersiksa dirinya, sejak dia melihat seluruh keluarga nya di bunuh.
Yifei juga mengingat tentang Han Xue yang pernah memperingatkannya supaya jangan terlalu dekat dengan Han Bing. Serta perngakuan Han Xue hari ini, yang dengan jelas mengatakan bahwa nama nya adalah Han Xue.
“Dia dan aku sama. Seorang pasien.”

Jam 6 pagi. Han Bing terbangun. Lalu dia memandangin Yifei dengan pandangan minum. Dan Yifei berbohong, dia mengatakan bahwa semalam mereka berdua terlalu banyak minum bersama.
“Aku? Han Xue, kamu sudah gila,” keluh Han Bing, pada dirinya sendiri.

“Sebenarnya aku yang duluan banyak minum,” jelas Yifei, berbohong. “Semalam terlalu sedih, aku tidak berani kasih tahu kamu. Minghao sudah meninggal, semalam saat dia pergi ke panti jompo untuk menemui Ibunya, dalam perjalanan pulang dia meninggal di toilet tempat pengisian bensin. Dia dibunuh,” jelas Yifei, jujur.
Mendengar itu, Han Bing merasa terkejut. Dan Yifei pun mengajak Han Bing untuk sarapan bersama, karena dia telah menyiapkan nya.

“Apakah setiap pagi, kamu selalu makan seperti ini?” tanya Han Bing, karena melihat meja makan Yifei yang dipenuhi dengan banyak makanan.
“Ya. Jika kamu ingin makan, datanglah kapapun kemari.”


Dengan perhatian, Yifei mengambilkan makanan untuk Han Bing. Dan dengan heran, Han Bing berkomentar bahwa hari ini Yifei tampak berbeda, tapi dia berterima kasih juga atas perhatian Yifei. Lalu dia pamit pulang, karena dia masih harus menulis laporan tentang Minghao.
“Makanlah dulu. Baru pulang,” jelas Yifei.
“Pelaku membunuh Minghao, apakah karena Minghao tahu siapa pembunuh sebenar nya?” tanya Han Bing. Dan Yifei mengiyakan. “Ibunya sungguh kasihan.”

Yifei menemui Xiao Shen. Dia menanyakan, apakah Xiao Shen mengenal Han Xue. Dan Xiao Shen langsung bisa menebak, kalau Yifei pasti sudah ada bertemu dengan Han Xue, maka nya Yifei tahu.
“Kalau begitu, Han Bing sungguh mengidap kepribadian ganda?”
“Ya. Tapi Han Bing sama sekali tidak tahu, dia selalu merasa bahwa Han Xue adalah roh dari adik kembar nya yang telah meninggal. Sampai sekarang, Han Xue akan muncul pada waktu yang tetap, antara jam 12 malam sampai jam 6 pagi. Jadi Han Bing merasa, di dalam waktu itu, dia meminjamkan tubuh nya kepada adik kembar nya yang sudah meninggal,” jelas Xiao Shen.

Yifei mengerti. Dia merasa walaupun Han Bing mengidap kepribadian ganda, tapi Han Bing masih bisa hidup normal tanpa kekurangan apapun, dan itu pasti karena Xiao Shen. Lalu dia menebak, apakah karena alasan ini juga, maka Xiao Shen dan Gao Sheng putus saat itu.
“Han Bing sudah seperti adik kandung ku sendiri. Han Xue juga tidak akan melakukan hal yang melukai Han Bing,” jelas Xiao Shen.

“Kali ini orang yang aku cintai bertambah satu lagi,” balas Yifei. Dan Xiao Shen tidak mengerti. “Han Bing dan Han Xue, bukankah kedua orang ini harus aku terima.”
Mendengar itu, Xiao Shen merasa terharu. Dan dengan yakin, Yifei menjelaskan bahwa mulai hari ini, dia yang akan melindungin Han Bing dan Han Xue.

Saat sedang bekerja, Han Bing tiba- tiba melihat ingatan Han Xue kemarin. Dan dia merasa heran, kenapa bisa.
Yifei menemui Gao Sheng, dan memberikan sekaleng minuman soda kepadanya. Gao Sheng kemudian berbicara, dia bertekad akan menangkap pembunuh berantai tersebut. Dan Yifei menyemangati nya, lalu dia menceritakan tentang bahasa isyarat Prof. Wu kepada Minghao hari itu.
“Apa?”
“Aku mencari artinya diinternet. Dia bilang, ‘Aku sudah menemukan Ibumu’,” jelas Yifei.

Gao Sheng bingung, karena hari itu adalah pertama kali nya Prof. Wu dan Minghao saling bertemu. Dan Yifei menjelaskan pendapatnya, dia merasa bahwa seperti nya itu bukan pertemuan pertama antara Prof. Wu dan Minghao. Dan Gao Sheng pun pamit untuk pergi menemui Prof. Wu terlebih dahulu.

Yifei menemui senior nya. Dan senior menjelaskan bahwa dia ingin bertemu dengan Han Bing terlebih dahulu, baru bisa memutuskan dengan benar. Karena mereka harus mengobati bayangan hitam di dalam hati yang disebabkan oleh kepribadian ganda. Dan Yifei harus memberitahu Han Bing bahwa kepribadian kedua itu hanyalah ilusi.
“Maksud mu, tidak boleh mengakui kepribadian keduanya?”
“Dia sendiri tidak tahu bahwa dia mengidap kepribadian ganda, benar kan? Dia menganggap kepribadian keduanya sebagai adiknya sendiri. Ini adalah letak masalaha nya,” jelas senior.

Yifei kemudian menanyakan, apa yang harus dilakukannya. Dan senior bertanya, sebarap cinta Yifei kepada Han Bing. Dengan heran, Yifei menatap senior nya. Dan senior menjelaskan bahwa dia tahu Yifei mencintai Han Bing, dari tatapan mata Yifei saat membicarakan tentang Han Bing.
“Apakah itu sangat jelas?” tanya Yifei, malu.

“Aku telah mengobati banyak pasien dengan kondisi yang berbeda- beda, apakah kamu tahu cara paling berguna dalam menyembuh kan penyakit nya?” tanya senior.
“Cinta,” jawab Yifei sambil tertawa.
Senior menegur Yifei supaya jangan tertawa. Lalu dia menjelaskan betapa ajaib nya cinta itu. Dan Yifei pun mengerti, tapi dia merasa bingung, bagaimana caranya untuk menghadapi kepribadian yang kedua.

“Kamu juga harus mencintai kepribadian yang kedua,” tegas senior. Dan Yifei merasa itu cukup sulit. “Kapan kamu akan membawa nya ke sini?” tanya senior.
“Ini.. dia sudah pergi berobat ke tempat yang lain. Oh ya kak, kamu kenal Prof. Wu?” tanya Yifei.
“Tentu saja kenal. Dia adalah para ahli dari ilmu psikolog. Aku dengar, dia juga dipekerjakan oleh polisi sebagai penasihat dalam bidang psikolog. Kenapa kamu bertanya?” jelas senior, bingung. Dan Yifei tidak bisa menjelaskan kenapa.
Yifei diam dan memikirkan tentang perkataan senior nya. Mengenai cinta.

Saat Yifei melihat Han Bing naik ke dalam bus, dia mengikuti nya dengan mobil nya. Dia berkendara tepat disamping Han Bing dan terus memandang nya. Tapi Han Bng tidak menyadari hal itu.
Ketika Han Bing telah turun dari bus, dan berjalan kaki. Yifei tetap mengikuti nya dan memperhatikan nya dari jauh, sampai Han Bing tiba dengan selamat dirumah.

Saat Han Bing sedang bekerja, tiba- tiba dia mendapatkan pesan video. Video tentang sepasang kekasih yang saling mencintai. Serta ucapan selamat malam dari Yifei. Melihat pesan itu, Han Bing tersenyum senang.

Gao Sheng menemui Prof. Wu ditempat praktek nya. Dan dia langsung menanyakan, apakah Prof. Wu mengenal Ibu Minghao serta sejak kapan Prof. Wu tahu kalau Minghao sedang mencari Ibu nya, juga tentang apa yang Prof. Wu bicarakan kepada Minghao menggunakan bahasa isyarat.
Dengan tenang, Prof. Wu menjawab semua pertanyaan itu. Dia mengenal Ibu Minghao, karena dia pernah mengobati nya. Dia tahu kalau Minghao sedang mencarinya, saat pertemuan kedua mereka. Dan untuk bahasa isyarat yang digunakannya, itu untuk membujuk Minghao.


“Apakah saat itu, kamu mengatakan informasi mengenai Ibunya?” tanya Gao Sheng.
“Ternyata kamu juga mengerti bahasa isyarat tangan ya,” puji Prof. Wu. Dan Gao Sheng membalas bahwa dia tidak tahu. “Kalau begitu, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku mengatakan hal yang berhubungan tentang Ibunya?”
“Oh, seorang teman memberitahuku,” jawab Gao Sheng. Dan Prof. Wu diam sambil menatap nya. “Begini, ada seorang polisi yang mengerti bahasa isyarat tangan,” jelas Gao Sheng dengan lebih detail. Dan Prof. Wu akhirnya mengerti.
Gao Sheng kemudian menatap ke arah pena jadul milik Prof. Wu yang berada diatas meja, dan dia mengomentari bahwa sudah sedikit orang yang memakai pulpen seperti itu. Dan Prof. Wu membenarkan.

Gao Sheng masuk ke dalam mobil, dan memberikan perintah supaya Xiao Jiang menyelidiki Prof. Wu. Lalu mereka pun pergi darisana.
Prof. Wu memperhatikan Gao Sheng yang pergi.

Setelah bertelponan dengan seseorang, Junior Dokter menemui Ayah Yifei dan berbicara dengannya ditangga darurat yang sepi.
“Pasien kamar 301, Li Zhong Guo, infeksi dibagian operasi, apakah kamu tahu?” tanya Ayah Yifei. Dan Junior dokter tampak terkejut. “Aku dengar semalam, saat pengecekan jalan. Dia sendiri yang mengatakan bahwa dia ada merasa sakit. Dan kamu tidak mengecek nya, kenapa?”
“Ah itu. Pasien itu biasanya sedikit rewel,” jawab Junior Dokter, beralasan.

Ayah Yifei tidak mau menerima alasan seperti itu, karena ini bukan yang pertama kali nya. Dan dia meminta Junior Dokter untuk menyadari hal itu. Dan Junior Dokter pun mengiyakan.
Lalu saat Ayah Yifei berjalan pergi, Junior Dokter menatap nya dengan tajam.

Yifei dan Han Bing duduk bersama ditaman. Han Bing menceritakan bahwa seharian ini dia hanya duduk didepan meja kerja, tapi dia tidak bisa menulis laporan tentang Minghao. Karena dia selalu teringat pada Ibu Minghao. Dia tidak ingin Ibu Minghao menjadi terlalu sedih setelah dia menuliskan ini. Sebab alasan Minghao mau menerima uang untuk menggantikan orang lain masuk ke dalam penjara, itu adalah demi keluarga. Dan Yifei mengerti itu.
“Semakin aku berpikir, aku semakin kesal kepada si pembunuh. Meskipun dia memiliki alasan untuk membunuh orang, juga tidak boleh membunuh Minghao. Benarkan?” keluh Han Bing.

“Saat kecil, karena jantung ku tidak baik, jadi aku selalu tinggal dirumah sakit. Saat itu aku berpikir hal yang paling mahal di dunia ini adalah pergi menolong orang lain. Tapi kita tidak punya kekuasaan untuk menentukan kematian orang lain. Tidak peduli siapapun dia, jika bertemu dengannya, aku akan menghajar nya habis- habisan,” kata Yifei, bercerita. Dan Han Bing tertawa mendengar itu, lalu dia akhirnya tahu harus menulis laporan yang bagaimana.

Tepat disaat mereka bersulang, kembang api bermekeran diatas langit. Dan melihat itu, Han Bing merasa sangat senang dan langsung memotret dengan kameranya. Dan secara diam- diam Yifei memotret Han Bing dari belakang. Lalu ketika Han Bing menyadari itu, dia pun balas memotret Yifei.

Mereka berdua tertawa sangat bahagia. Dan lalu mereka berfoto berdua dengan latar kembang api yang bermekeran di atas langit.

Jam 12 malam. Han Xue terbangun, dan dia membaca pesan yang ditinggalkan oleh Han Bing di hp. “Han Xue, apakah aku pernah berkata padamu bahwa aku sangat berterima kasih padamu, juga sangat mencintaimu? Tidak ada kamu, mungkin aku tidak bisa hidup sampai hari ini. Terima kasih padamu yang selalu menlindungi ku. Kedepan nya, kamu tidak perlu khawatir padaku. Karena aku sudah bertemu orang yang melindungin ku. Sama seperti mu.”
Selesai membaca pesan itu, Han Xue membuka galeri hp. Dan saat dia melihat foto Yifei, dia langsung membanting hp itu dengan marah dan keluar dari kamar.

Melihat Han Xue seperti ingin pergi, Xiao Shen pun menghentikannya dan bertanya, kemana Han Xue ingin pergi. Dan dengan sedih, Han Xue memohon kepada Xiao Shen untuk membujuk Han Bing agar jangan mengusir nya, dia berjanji akan mendengarkan kata- kata Han Bing dan Xiao Shen juga. Dia yakin Xiao Shen bisa membujuk Han Bing, karena Han Bing paling patuh pada Xiao Shen. Jadi dia mohon supaya Xiao Shen membantu nya.

“Han Xue, maaf, aku juga tidak bisa apa- apa,” balas Xiao Shen dengan lembut. Mendengar itu, Han Xue marah dan langsung pergi.
Xiao Shen segera menelpon Yifei dan memberitahu nya. Dan Yifei pun mengerti.

Prof. Wu duduk didalam ruangannya dan memikirkan kembali tentang perkataan Gao Sheng, mengenai seorang polisi yang mengerti bahasa isyarat. “Bagaimana dia bisa tahu?” pikir Prof. Wu.
Lalu disaat dia sedang berpikir seperti itu, dia melihat Han Xue datang ke tempat nya dan mengetuk- ngetuk pintu nya. Dia melihat itu dari CCTV kantor.
Prof. Wu membuka kan pintu bagi Han Xue. Dan dengan ramah, dia menyediakan teh untuk nya. Lalu dia bertanya, kenapa Han Xue datang mencari nya.


“Aku ingin meminta bantuan mu,” pinta Han Xue. “Aku mohon padamu untuk jangan mengusir ku. Tidak peduli apapun yang kamu katakan, aku akan menuruti kata- kata mu. Hanya jangan mengusir ku.”
“Dari awal, kamu bukanlah kepribadian yang memiliki tubuh orang lain. Kamu sudah ada selama 15 tahun, itu sudah merupakan keajaiban, meskipun sedikit disayangkan, tapi terima lah kenyataannya. Sudah waktu nya,” jelas Prof. Wu.
Dengan marah, Han Xue bertanya, kemana dia harus pergi. Dan Prof. Wu menjawab bahwa Han Xue bisa menghilang. Seperti yang Han Xue pernah katakan, dia ada untuk melindungin Han Bing, dan sekarang misi itu sudah selesai, Han Bing sudah tidak membutuhkan dia. Semua orang juga sama, setelah melakukan hal yang seharus nya mereka lakukan, mereka harus pergi. Jadi dia menyuruh Han Xue untuk jangan bersikeras.
“Aku tidak ingin menghilang!” teriak Han Xue, putus asa. “Prof. Wu, mohon bantulah aku. Tolong lah aku. Matahari, itu pertama kalinya aku tahu bahwa dunia begitu terang dan begitu indah,” pinta Han Xue, memohon. “Aku juga manusia. Meskipun aku menumpang di tubuh Han Bing, tapi aku juga manusia.”
Prof. Wu diam dan tidak menanggapin Han Xue.

Han Xue tidak mengerti, dan dia menjadi semakin marah. Dia bertanya, kenapa dia harus menghilang dan kenapa dia harus mati. Kenapa?! Dia meminta Prof. Wu untuk memberikan penjelasan yang masuk akal padanya.
Han Xue pergi dari tempat Prof. Wu dengan perasaan marah.


Han Xue pergi ke bar dan menari- nari disana. Lalu seorang pria tiba- tiba saja memeluk nya dari belakang. Dan Han Xue pun mendorong nya. Tidak terima di tolak, pria itu ingin memukul Han Xue.
Tepat disaat itu, Yifei datang. Dan dia melindungi Han Xue. Melihat itu, Han Xue merasa heran dan menatap Yifei.
“Han Xue, ayo kita pergi,” ajak Yifei sambil tersenyum manis kepada Han Xue. Dia memegang tangan Han Xue dan menarik nya untuk pergi. Dengan menurut, Han Xue pun mengikuti nya.


Direstoran. Yifei dan Han Xue makan bersama. Yifei dengan perhatian mengambilkan makanan untuk Han Xue. Dan dengan bingung, Han Xue bertanya, bukankah Yifei tahu bahwa dirinya bukanlah Han Bing, jadi kenapa Yifei begitu baik padanya.
“Karena dimataku, kalian adalah satu orang,” jawab Yifei.
“Kamu tidak memberitahu Han Bing?” tanya Han Xue. Dan Yifei menjawab tidak. “Kenapa?” tanya Han Xue, ingin tahu.

“Aku berharap hal ini menjadi rahasia antara kita berdua saja. Jika Han Bing tahu, kalau aku tahu keberadaanmu. Dia pasti akan sangat sedih, aku tidak berharap dia sedih,” jelas Yifei.
“Mengapa?”
“Karena aku mencintainya.”
Mendengar jawaban itu, Han Xue tertawa kecil.

Post a Comment

Previous Post Next Post