Saturday, December 14, 2019

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 05-2

0 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 05-2
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

Anak perempuan pasien Kim (teman Ji Yong dan Min Yong) menemui Kang untuk berterimakasih karena sudah menyelamatkan ibunya. Dia memberikan sekotak cokelat sebagai ucapan terimakasihnya. Kang malah berkata kalau dia bukan menyelamatkan pasien Kim tapi hanya mengobati alerginya. Dan anak itu tetap meminta Kang menerima hadiahnya.


Kang menolak dengan alasan dia tidak makan cokelat. Anak itu bingung dan mengira kalau Kang sedang diet. Kang akhirnya meminta permen cincin yang ada di jari anak itu sebagai hadiah. Anak itu bingung tapi tetap memberikannya pada Kang. Dan Kang langsung memakannya.
--

dr. Kwon berada di ruangannya dan sedang meracik bumbu ramen. Hahahah. Dia memasak ramen di ruangannya sambil melihat tutorial.
--
Cha Young juga sedang di dapur memasak makan malam. Seon Ae hanya diam dan memperhatikannya.
--
dr. Kwon memasak ramen dengan sangat serius. Dia tampak puas saat rasanya enak. Saat itu, ada orang yang mengetuk pintu ruangannya, dan dr. Kwon langsung menutup tempatnya memasak ramen.
--


Cha Young masih terus memasak seorang diri. Seon Ae tampak ingin membantu Cha Young yang sibuk, tapi dia berusaha menahan dirinya. Cha Young meminta Seon Ae membantunya dan terus berkata kalau Seon Ae tidak salah apapun. Seon Ae masih tetap diam.


Cha Young pergi ke ruang makan dan membagi makanan kepada semua orang. Dan Seon Ae keluar untuk membantunya membagi makanan. Cha Young tersenyum lebar karena Seon Ae sudah mau kembali memasak.
--

dr. Kwon menikmati ramen-nya dan mengajak Kang makan bersama. Kang menolak. Kang juga bertanya kenapa dr. Kwon tidak makan di kantin bersama dengan yang lain?
“Ada seseorang yang membuatku kehilangan selera makan,” jawab dr. Kwon.
“Apa koki yang berbuat salah akan tetap di sini?”
“Kita tak punya pilihan. Kita akan biarkan mereka di sini hingga mendapat pengganti. Tapi siapa mau dengan gaji sekecil itu?”
“Apa gajinya seburuk itu?”
“Kabarnya mereka ingin membangun kota kecil mewah di sini alih-alih sanatorium ini yang terus defisit. Jadi, mereka terus menurunkan gajinya. Karena itu koki sebelumnya di sini berhenti. Saat sanatorium ini ditutup, kau mau ke mana? Kau ahli bedah yang tak bisa membedah. Kau mau ke mana lagi? Kudengar kau juga membuat kesal Geosung sama seperti rumah sakit ini,” tanya dr. Kwon.
Kang hanya tersenyum dan terus menatap tangannya.
--

Pagi-pagi sekali, Kang sudah menggunakan alat terapi untuk mengobati tangannya yang terus bergetar. Dia berusaha keras agar bisa sembuh. Dia terus mengingat hinaan ny. Han dan tekadnya kalau dia tidak akan jatuh dan menyerah.
--


Cha Young pergi ke restoran sandwich dan memesan sebuah roti. Dia mendengar kalau restoran itu menjual sandwich yang enak dan karena itu dia ingin mencobanya. Begitu memakannya, Cha Young bergumam kalau rasanya memang enak. (sepertinya ini iklan dalam drama).
--
Cha Young pulang dan melihat Jun yang ada di halaman sanatorium memandang pasien wanita dan suaminya. Suami pasien itu sedang membacakan cerita untuk istrinya yang menutup mata.

Cha Young menyapa Jun dan bertanya alasan Jun datang kemari. Jun menjawab kalau pasien-nya di rawat di rumah sakit ini. Dia kemudian bertanya, kenapa Cha Young datang kemari? Apa dia datang untuk menemui dr. Lee Kang?
“Tidak. Aku bekerja sebagai koki di kantin,” jawab Cha Young.

Cha Young kemudian mengajak Jun untuk makan bersama. Jun langsung berkata kalau dia sudah makan. Dia bahkan langsung pamit pulang. Tapi, kemudian dia berbalik dan meminta Cha Young menyerahkan sesuatu kepada Kim Hui Ju (nama pasien wanita itu).


Cha Young menerima kantong tersebut sambil bertanya apa itu? Jun menjawab kalau itu adalah apa yang dia janjikan pada Hui Ju. Cha Young mengintip isinya dan bertanya apakah Jun yang membuatnya seorang diri?
--

Cha Young ke dapur. Dia mengeluarkan barang yang tadi Jun minta berikan pada Hui Ju. Barangnya seperti piring panjang.

--

Jun dalam perjalanan kembali ke kota. Dia mengingat pembicaraannya tadi dengan Cha Young. Saat itu, Cha Young memuji piring itu sangat indah.


Flashback.

Jun meminta tolong Cha Young untuk menghubunginya jika Hui Ju meninggal. Kirimkan pesan padanya. Dan Cha Young mengiyakan.

End

--

Cha Young mulai memasak. Sambil mengambil bumbu pasta kedelai, dia mengingat pembicaraan-nya dengan Jun. Dia bertanya bagaimana Jun bisa mengenal Hui Ju?

Flashback

“Dia orang pertama yang mengajariku membuat tembikar. Aku juga sudah lama menyukainya. Tapi dia tidak tahu,” jawab Jun.

End


Lamunan Cha Young terhenti karena haraboji datang dan meminta di bawa untuk makan jajangmyeon. Cha Young dengan tegas menolak. Haraboji memohon kalau ini untuk terakhir kalinya dan dia tidak akan meminta lagi. Cha Young tetap menolak apalagi dokter yang baru sangat membenci-nya. Jika ketahuan, dia akan di usir.

Haraboji jadi marah dan tidak lagi meminta pada Cha Young. Dia berbalik pergi. Cha Young tampak kasihan.

--

Tae Hyun berada di halaman sanatorium sambil membaca komentar di SNS-nya. Ada beberapa komentar yang meragukan kalau foto yang di upload Tae Hyun kemarin bukanlah mobilnya. Mereka bertanya apa model mobil itu dan meminta Tae Hyun memfoto bagian dalam mobil juga. Mereka mulai menuduh-nya hanya berpura-pura.

Tae Hyun sangat kesal membaca semua komentar itu. Dia bahkan ingin meng-unfollow orang yang berkomentar, tapi dia malah takut kalau itu akan membuatnya semakin mencurigakan. Tae Hyun berteriak frustasi dan mencari mobil yang kemarin di pakai-nya berfoto.


Eh, pas sekali, Kang tiba. Tae Hyun bersembunyi hingga Kang tidak melihatnya. Tae Hyun melihat Kang yang masuk ke dalam sanatorium. Dia berencana ingin meminjam kunci mobil untuk berfoto dan akan segera mengembalikan kunci. Tapi, dia malu juga.

Akhirnya, dia malah hanya berdiri di depan mobil sambil bicara. Dia ingin berfoto di depan mobil lagi.


Eh, haraboji malah muncul di belakang-nya. Dia meminta tolong Tae Hyun untuk mengantarnya ke restoran Tionghoa. Tae Hyun dengan kasar menolak. Dia juga berkata kalau jajangmyeon di restoran itu buruk karena tidak ada tambahan telur. Haraboji masih memohon dan bahkan berkata kalau Tae Hyun bisa makan jjampong. Tae Hyun masih saja menolak dengan kasar.

“Dengar, Pak. Kau juga kurang sehat. Kau tak bisa terus makan jajangmyeon. Kau harus makan nasi. Ayo. Kuantar kau ke kamarmu,” ujar Tae Hyun.

Haraboji masih terus meminta di bawa ke restoran itu dan berkata kalau Tae Hyun bisa makan nasi goreng. Tae Hyun emosi dan berteriak kalau dia tidak mau makan jajangmyeon, jjampong dan nasi goreng. Dia bahkan menyebut haraboji dengan sebutan : “Sialan!”

“Pak. Saatnya kau disadarkan. Kau selalu makan di tempat itu karena putramu memberi tahu akan menjemputmu jika kau menunggu di sana. Tapi kau harus berhenti. Kau bisa menunggu semaumu, tapi dia tak akan datang. Kau pikir, apa alasannya meninggalkanmu?” teriak Tae Hyun.

“Apa katamu?” senyum yang dari tadi tersunggi di bibir haraboji menghilang.

--


Kang masuk ke dalam sanatorium dan di sapa dengan ceria oleh suster Nara. Dia bahkan dengan sengaja memamerkan jepit rambut yang di pakainya. Nara bilang kalau dr. Kwon menyuruhnya memeriksa apakan Kang datang atau tidak karna Kang tidak menjawab telepon. Kang baru sadar kalau ponselnya tertinggal.

Kang langsung kembali ke mobilnya.

--

Tae Hyun masih bicara dengan haraboji, tanpa sopan santun.

“Aku tahu karena meninggalkan kakakku, aku juga ditinggalkan ibuku. Aku kembali karena setidaknya bisa memanfaatkan kakakku. Tapi lihat dirimu. Tak ada yang akan kembali untuk pria tua miskin sepertimu. Kau bilang telah menjual semuanya dan memberikannya pada anak-anakmu. Kau bahkan tak punya uang untuk membeli jajangmyeon sendiri. Selain itu, kau juga sakit. Kenapa bedebah itu mau kembali untukmu?”

Haraboji tampak sedih mendengar semua perkataan Tae Hyun.

(Haraboji tentu sadar kalau putranya meninggalkannya. Tapi, dia berusaha untuk percaya kalau putranya tidak demikian. Dan saat mendengar orang lain mengatakan kebenarannya, haraboji tentu terluka. Orang tua mana yang tidak merasa terluka saat sadar anaknya meninggalkannya di saat dia sudah tidak berdaya dan di anggap tidak berguna. Di saat dia hanya memiliki 1 harta : anak. Tae Hyun juga kurang ajar, sudah meninggalkan kakaknya, dan kembali karna kakaknya bisa di manfaatkannya).

Dia marah karna ucapan Tae Hyun dan mulai memukulinya dengan tongkatnya. Dia berteriak kalau putranya bukan bedebah. Tae Hyun tidak pantas menjelekkan mengenai putranya.


Cha Young melihat Tae Hyun yang di pukuli dengan tongkat, refleks langsung melindunginya. Kang tiba saat itu dan melihat hal itu.

Haraboji sangat terpukul. Dia menangis dan terjatuh ke lantai. Cha Young panik, apalagi haraboji langsung pingsan. Kang segera berlari menolong.

--


Anak pasien Kim memberikan makanan-nya pada Min Yong. Dia bahkan mengatakan kalau makanan itu adalah makanan nyawa-nya. Min Yong langsung meralat ucapan anak itu kalau yang benar adalah ‘makanan jiwa’. Anak itu membenarkan dan memuji Min Yong sebagai pria terpintar yang pernah di kenal-nya dan juga yang paling tampan.

“Menurutmu kakek jajangmyeon akan mati?” tanya Min Yong.

“Tidak, aku yakin dia tak apa-apa. Tapi kudengar dia ditinggalkan putranya sendiri di restoran Tionghoa.”

“Tidak, putranya berjanji akan kembali untuknya.”

“Tapi dia tak pernah datang. Direktur kasihan padanya, karena itu dia membawanya kemari.”

“Tidak, aku tahu dia akan datang! Bagaimana jika dia sungguh datang?” teriak Min Yong.

Ji Yong lewat dan langsung memarahi kakaknya karena sudah meneriaki anak itu (Ye Sol). Tapi, Ji Yong jadi sedih karena Min Yong memakan roti yang di berikannya untuk Ye Sol. Ye Sol langsung beralasan kalau dia sangat kenyang. Min Yong jadi marah karna ternyata roti itu di berikan Ji Yong untuk Ye Sol, tapi Ye Sol malah memberikannya padanya.


Ji Yong berujar kalau dia memberikan separuh roti itu walaupun dia sangat lapar! Dia menyebut Ye Sol kejam. Ji Yong langsung pergi, dan Min Yong mengejarnya. Ye Sol hanya bisa menghela nafas.

--

Haraboji sudah sadar. Di sampingnya ada suster Yeong Sil dan dr. Kwon. Begitu sadar, dia meminta tolong dr. Kwon untuk membawanya ke restoran Tionghoa.

“Aku sebenarnya berniat mengajakmu ke sana setelah kau bangun. Tapi kudengar hari ini tutup,” ujar dr. Kwon.

“Kami tinggalkan pesan di depan restoran agar putramu menghubungi rumah sakit jika dia datang mencarimu. Jadi, jangan cemas. Kau bisa menunggu di sini,” ujar suster Yeong Sil.

“Baiklah. Kalau begitu aku tidur saja sebentar dan bangun nanti. Jika dia menelepon, jangan lupa beri tahu aku,” pinta Haraboji.

dr. Kwon mengiyakan. Haraboji meminta dr. Kwon untuk berjanji membawanya ke restoran Tionghoa besok apapun yang terjadi. dr. Kwon berjanji.

--


Tae Hyun ada di bangsal dan menggerutu terus menerus mengenai luka di tangannya yang akan berbekas. Dia bahkan mengeluh kalau matanya tampak mengeci. Tidak tahu diri. Dia bahkan mengeluh kalau tulangnya patah saat Kang menghampirinya. Dia meminta di rontgen dan di berikan resep dokter.

“Kau tidak mengenaliku?” tanya Kang. “Di Yunani.”

Tae Hyun baru mengingatnya. Kang mendekat dan bertanya apakan Tae Hyun adik Cha Young? Tae Hyun ketakutan.

Kang mulai mengoleskan obat dan Tae Hyun terus saja berteriak kesakitan. Kang sampai berkata kalau luka Cha Young lebih banyak dari Tae Hyun, jadi jangan manja.

--



Walau terluka, Cha Young masih tetap memasak. Dia membuat jajangmyeon untuk haraboji. Dia bahkan memberikan topping udah kukus dan telur.


Begitu masakannya jadi, dia segera menuju kamar rawat haraboji dengan senyum lebar. Kang baru saja keluar dari kamar haraboji dan menghalangi Cha Young untuk masuk. Cha Young langsung berkata kalau kakek tidak di izinkan keluar, jadi dia membuatkannya sendiri. Ini tidak melanggar aturan.

Kang tetap menghalanginya. Wajahnya tampak sedih.

dr. Kwon keluar dari ruangan haraboji. Wajahnya pun tampak sedih.

“Kurasa dia takkan menyukainya. Kurasa pak Kim paling suka jajangmyeon yang di makannya di restoran, yang dia makan saat menunggu putranya. Pak Kim, pria jajangmyeon, akhirnya selesai berpiknik di dunia ini dan kembali ke asalnya,” beritahu dr. Kwon.

Cha Young shock. Matanya berkaca-kaca. Haraboji sudah meninggal dunia. Haraboji sudah pergi dari dunia ini, kembali ke asalnya.

--

Pemakaman di lakukan,

Kita di perlihatkan, di rumah haraboji ada kaligrafi bertuliskan : Jangan mengambil yang bukan milikmu. Jangan minum lebih dari kebutuhan.


Dan di samping kaligrafi ada tongkat dan sepasang sepatu yang biasa di pakai oleh haraboji.

--

Cha Young pergi ke restoran Tionghoa, dimana haraboji selalu pergi. Hari sudah gelap. Cha Young masuk ke dalam dan bertanya kepada pemilik. Dia datang untuk mengambil topi haraboji yang tertinggal di sana. Pemilik ternyata masih menyimpannya dan segera mengembalikannya pada Cha Young.

“Sudah lama aku tak melihatnya,” ujar pemilik.

“Dia pergi ke tempat lain.”

“Ke mana? Dia bepergian ke tempat bagus?”

“Ya,” jawab Cha Young, berusaha menahan tangis.


Dia pamit untuk keluar, tapi malah berpas-pasan dengan Kang yang masuk ke dalam restoran. Kang langsung menanyakan apakah Cha Young sudah makan? Dia mengajak Cha Young untuk makan jajangmyeon bersama.


Tanpa menunggu jawaban Cha Young, Kang memesan tiga piring jajangmyeon.

Jajangmyeon di hidangkan. Kang langsung mengaduk satu piring dan meletakkan-nya di samping meja Cha Young yang kosong. Cha Young hanya diam, jadi Kang berkata kalau tidak segera di aduk, mie-nya akan lembek. Cha Young mulai memakannya.

Dan Cha Young juga memesan sebotol baijiu.


Baijiu di berikan. Kang menuangkannya untuk 3 gelas kosong. Mereka makan dalam diam.
Hujan mulai turun. Deras. Kang dan Cha Young melihat keluar jendela.


Mereka seolah membayangkan kalau haraboji ada di samping mereka dan menikmati jajangmyeon-nya. Cha Young memasangkan topi haraboji. Mereka bertiga tertawa. Tawa bahagia yang lepas. Dan mereka menikmati jajangmyeon mereka.

“Direktur Kwon. Jika anak-anakku datang dan menangis karenaku, beri tahu mereka aku baik-baik saja. Beri tahu mereka jajangmyeon-nya lezat sekali dan aku menikmati menunggu mereka, serta itu membuatku melupakan penderitaan yang pernah kurasakan karena mereka. Beri tahu mereka jangan merasa bersalah dan kuharap mereka bahagia. Beri tahu mereka aku sangat paham dan kuharap mereka hidup bahagia dan harmonis. Tolong beri tahu anak-anakku aku akan mendoakan mereka bahkan setelah aku mati.
-CHOCOLATE-


No comments:

Post a Comment