Sunday, December 15, 2019

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 06-1

0 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 06-1
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

Karena hujan yang turun, pemilik restoran menawarkan 1 buah payung-nya yang sudah usang untuk di gunakan Kang dan Cha Young. Kang menerima payung itu dan berterimakasih. Cha Young menyuruh Kang saja yang memakai payung itu karena dia masih harus kembali ke Sanatorium karena Seon Ae membutuhkannya. Cha  Young hendak lari menerobos hujan, tapi Kang menarik tangannya dan menyuruhnya untuk berbagi payung saja dengannya. Dia akan mengantarkan Cha Young kembali ke sanatorium.
--

Esok hari,
Kang dalam perjalanan menuju sanatorium. Tapi, dia melihat Ji Yong yang duduk di pinggir jalan dnegan membawa kantong kertas. Kang melewatinya begitu saja dan berusaha tidak peduli.
Ji Yong duduk di pinggir jalan tanpa melakukan apapun. DIa hanya menatap mobil-mobil yang lewat. Dia juga memakai baju yang kebesaran.

Kang ternyata memutar balik mobilnya dan berhenti di depan Ji Yong. Dia bertanya kenapa Ji Yong ada di sini? Ji Yong langsung lari sambil membawa kantong kertas-nya. Tentu saja Kang dengan mudah menangkapnya. Dia bertanya kenapa Ji Yong kabur?
“Aku tidak kabur. Aku pergi menemui ibuku,” beritahu Ji Yong.
“Di mana ibumu?”
“Dia menikahi seorang lelaki. Jangan beri tahu kakakku.”
“Di mana ibumu?”
“Kakakku menyembunyikannya, tapi aku menemukannya,” ujar Ji Yong dan memberikan secarik kertas yang berisi alamat ibunya.
Melihat alamat itu yang jauh, Kang langsung berkata kalau Ji Yong tidak bisa ke sana. Suruh saja ibunya yang datang kemari, menemuinya. Ji Yong dengan sedih memberitahu kalau ibunya tidak suka menjenguknya. Kang jadi kasihan padanya.
--

Pada akhirnya, Kang membawa Ji Yong di dalam mobil-nya. Ji Yong berteriak untuk di turunkan, tapi Kang tidak membiarkannya. Ji Yong memberitahu kalau dia harus pergi untuk memberikan hadiah ulang tahun Ibu-nya. Ji Yong juga memberitahu kalau baju yang di kenakan-nya ini adalah hadiah ulang tahun dari ibunya, jadi dia akan memberikan ibunya hadiah juga.
Kang menyuruh Ji Yong untuk pergi dengan Min Yong saja. Ji Yong menghela nafas frustasi karena kakak-nya pasti tidak akan membiarkannya. Kang berkata kalau Ji Yong tidak bisa pergi karna kondisi-nya tidak baik, nanti saja pergi kalau sudah sembuh.
“Aku tidak akan sembuh. Aku tahu itu,” teriak Ji Yong.
Kang terdiam mendengar ucapannya.

Kang benar-benar membawa Ji Yong kembali ke sanatorium. Ji Yong terus berteriak kalau dia tidak mau kembali dan ingin bertemu ibunya. Dia mulai menangis dan menyebut Kang sebagai orang jahat.
Kang ternyata tidak turun dari mobilnya. Dia memutar balik mobilnya dan akan membawa Ji Yong bertemu dengan ibunya. Ibu Ji Yong ada di Gongju yang jaraknya 3 jam jauhnya dari sini. Jadi, Ji Yong bisa tidur dan dia akan membangunkannya saat mereka sudah sampai. Tangis Ji Yong langsung berhenti.
--
Cha Young berada di dapur King’s Table dan memasak bubur dengan bahan-bahan yang sehat. Ada ginseng. Abalone. Daging ayam, dll. Buburnya tampak menggugah selera.

Begitu selesai memasak, Cha Young segera membawa makanan itu ke kamar Tae Hyun. Tae Hyun masih berbaring di atas tempat tidur dengan menutupi tubuhnya dengan selimut dan memakai kacamata hitam. Cha Young menyuruhnya untuk bangun dan makan, tapi Tae Hyun menolak dan berkata kalau dia tidak lapar.
Cha Young terus membujuknya untuk makan. Dia tahu kalau Tae Hyun adalah anak yang rakus, tapi Tae Hyun malah belum makan sejak kemarin pagi. Tae Hyun tetap tidak mau makan dan menyuruh Cha Young untuk keluar dari kamarnya.
“Kau seperti ini karena merasa bersalah atas wafatnya Pak Kim?” tahu Cha Young.
“Kenapa aku harus merasa bersalah? Dia sakit parah dan bisa mati kapan saja. Kenapa itu salahku? Aku marah karena akun Overwatch-ku dibekukan sebulan!” sangkal Tae Hyun, berbohong.
“Benar, bukan salahmu dia meninggal. Dia ingin pergi ke surga dan makan jajangmyeon yang lebih enak. Karena itu dia meninggal. Jangan salahkan diri. Aku tinggalkan buburnya di sini,” ujar Cha Young, menghibur dan kemudian keluar dari dalam kamar Tae Hyun.
Setelah Cha Young keluar, Tae Hyun baru bangkit. Dia menangis. Apalagi saat melihat bubur yang di buat Cha Young penuh dengan hal bergizi. Dia semakin sedih. Tapi, dia menutupinya dengan terus menggerutu : “Kenapa menyalahkan diri? Aku tak bodoh sepertimu! Jajangmyeon di surga? Yang benar saja. Orang memanfaatkanmu karena kau masih percaya omong kosong! Kau bodoh. Kurasa dia masih percaya kelinci tinggal di bulan. Mutiara adalah air mata putri duyung? Lalu mutiara hitam? Apa putri duyung memakai maskara? Astaga! Dasar si naif bodoh. Bagaimana dia bisa bertahan di dunia yang kejam ini? Sialan!”
Cha Young mendengar teriakan gerutuan Tae Hyun itu, tapi dia jelas tahu kalau Tae Hyun seperti itu karna rasa bersalah-nya pada haraboji dan juga karena dia peduli padanya.

Dan kita di perlihatkan postingan Tae Hyun di SNS-nya dengan nama akun : prince.taehyun . Dia memposting foto sepiring jajangmyeon dengan caption : Maafkan aku. Saat kau makan jajangmyeon di surga, minta mereka menambahkan telur di atasnya. Saat kita bertemu lagi, ku traktir jajangmyeon yang enak.
--

Cha Young pergi ke sanatorium dengan mengendarai sepeda sambil mendengarkan musik menggunakan earphone-nya. Dia tampak menikmati angin yang bertiup mengenainya. (scene yang menenangkan hati).
--
Begitu tiba, Cha Young langsung memasak. Tangannya telaten membuat bumbu dan meracik-nya menjadi masakan yang lezat. Dia membuat gimbab yang membentuk kelopak bunga. Tampak cantik. Dan dia menatanya ke atas piring milik Jun yang hendak di berikan kepada pasien Hui Ju.

Selesai memasak dan menata, Cha Young segera mengantarkan makanan tersebut ke kamar pasien Hui Ju. Dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk. Suami Hui Ju sedang tidak ada. Hui Ju memberitahu kalau suaminya sedang bekerja.

Cha Young menjelaskan terlebih dahulu kalau dia sudah bertanya kepada direktur Kwon dan katanya Hui Ju suka makan gimbap. Hui Ju membenarkan. Cha Young senang mendengarnya dan memberitahu kalau dia membuat gimbap sakura.
“Jika kau tidak bisa melihat bunga sakura di musim semi, kau bisa makan gimbap ini saja,” jelas Cha Young.

Hui Ju tertarik mendengarnya dan mulai merapa tekstur gimbap itu dengan tangannya. Cha Young terkejut karna Hui Ju tidak bisa melihat gimbap itu. Hui Ju tampaknya mengetahui keterjutan Cha Young sehingga dia memberitahu kalau dia hampir tidak bisa melihat karna penyakitnya.

Hui Ju mencium gimbap buatan Cha Young sebelum memakan-nya dan memuji rasanya sangat enak. Dia bisa membayangkan bagaimana bentuknya. Cha Young menuangkan teh untuknya dan menggenggamkan tangan Hui Ju ke gelas teh tersebut. Dia menjelaskan kalau itu adalah teh bunga plum. Hui Ju tersenyum dan meminumnya. Dia sangat senang. Dia bisa mencium wangi bunga plum dari teh itu dan wangi bunga sakura dari gimbap itu.
“Beri tahu aku jika ingin makan sesuatu. Aku akan berusaha semampuku. Dr. Lee Jun membuat piring indah untukmu,” ujar Cha Young.
“Jun membuatnya?” tanya Hui Ju kaget.
“Ya. Dia memintaku memastikan kau mendapatkannya, tapi aku bilang akan memberikannya dengan makanan.”
Hui Ju meraba piring yang di pakai untuk menghidangkan gimbap. Dia tersenyum, “Astaga, si bodoh itu. Kukira dia memecahkan semuanya, tapi kurasa dia selamatkan satu.”
--


Jun menerima foto dari Cha Young, dimana piring yang di berikannya di gunakan untuk menata gimbap. Dan juga ada foto Hui Ju berfoto sambil memegang piring tersebut. Mata Jun berkaca-kaca, sedih. Dia mengirim pesan, mengucapkan terimakasih pada Cha Young.
--
Cha Young mencuci piring Jun. Dia kemudian mengingat pembicaraannya tempo hari dengan Jun.
Flashback
“Boleh aku tanya satu hal lagi? Kenapa Dr. Lee Kang datang ke sanatorium?”
“Dia ahli bedah yang tak bisa membedah lagi.”
“Kenapa? Kenapa dia tak bisa membedah pasien?”
“Tanya sendiri jika kau penasaran,” jawab Jun.
End
Dan Cha Young memang benar-benar penasaran.
--

Kang dalam perjalanan ke Gongju. Ji Yong ada di sampingnya dan sudah tertidur.
Mereka tiba di sebuah restoran sesuai di secarik kertas yang Ji Yong perlihatkan padanya tadi. Kang hendak membangunkan Ji Yong, tapi dia melihat kantong kertas yang Ji Yong pegang, isinya berhamburang. Jadi Kang menata dan memasukkan isi-nya kembali ke dalam kantong kertas tersebut.

Tapi, dia menemukan sebuah surat tulisan tangan, dimana bagian depan ada gambar seorang perempuan dan tulisan : Selamat Ulang Tahun. Karena penasaran, Kang membaca isi surat tersebut.
Halo. Aku Ye-sol, teman Min Yong. Ji-yong belum bisa belajar membaca dan menulis karena penyakitnya, jadi, aku menuliskan perkataannya.
Kang selesai membaca dan memasukkan surat itu kembali ke dalam kantong kertas. Setelah itu, dia baru membangunkan Ji Yong.

Ji Yong masih setengah tertidur. Dia langsung berlari keluar mobil dan lupa membawa kantong kertas-nya itu. Kang ikut keluar dan memberikan kantong itu pada Ji Yong. Ji Yong membungkuk berterimakasih. Tampaknya, dia takut masuk sendiri hingga bertanya apakah Kang akan ikut masuk dengannya? Kang mengiyakan.
Saat mau masuk, Kang malah mendapat telepon dari Seo Hyeon Cheol, Bagian bedah sarah rumah sakit universitas Geosung. Kang mengangkat telepon dan meminta Ji Yong menunggu sebentar. dr. Seo menelpon karna pasien malformasi arteri vena, Park Pil Ho di bawah ke IGD karena kejang yang di sebabkan minum alkohol. Dan dia menelpon karna ingin bertanya pada Kang apakah mereka membutuhkan embolisasi atau radiasi… Kang kan adalah dokter dari Pil Ho.
Ji Yong tidak sabar lagi dan langsung lari masuk dalam restoran duluan.
Kang langsung memberikan pengarahan pada dr. Seo mengenai apa yang harus di lakukannya.
--
Cha Young ternyata pergi ke RS Universitas Geosung. Dia datang untuk mengambil obat untuk jaga-jaga. Suster Park ternyata tahu kalau Cha Young kerja di kantin sanatorium Geosung. Cha Young mengiyakan. Suster Park langsung berkata kalau dr. Kang juga di pindahkan ke sana. Cha Young membenarkan dan memberitahu kalau mereka sudah bertemu.
--

Kang masuk ke dalam restoran selesai bertelepon. Dia segera menanyakan pada kasir apakah melihat anak laki-laki yang masuk? Kasir menjawab kalau dia tidak melihatnya. Kang langsung masuk dan berkeliling mencari Ji Yong di setiap sudut restoran, tapi tidak ada. Kang mulai panik dan berteriak memanggil nama Ji Yong. Ji Yong hilang!
--

dr. Kwon panik mendapat telepon dari Kang kalau Ji Yong hilang dan mereka ada di Gongju sekarang. Kang memberitahu kalau dia baru menghubungi polisi dan dia akan terus mencari juga. Dia meminta maaf.
--
Cha Young berjalan dari rumah sakit. Dia mengingat pembicaraan-nya dengan suster Park tadi.
Flashback.
“Kenapa Dr. Lee Kang dipindahkan ke sanatorium?”
“Pergelangan tangannya bermasalah. Ahli bedah saraf sering mengoperasi pembuluh darah kecil dalam otak, jadi, tangan mereka sangat penting. Tapi tangannya mulai gemetar saat operasi, jadi, dia dikeluarkan sebelum selesai,” beritahu suster Park.
End
Cha Young menatap langit. Perasaan-nya kacau.
--


Saat dia sampai di sanatorium, dia melihat Min Yong yang duduk di taman sambil menangis. Cha Yong tentu khawatir dan bertanya apa yang terjadi? Dia takut terjadi sesuatu pada Ji Yong, meninggal. Min Yong menangis dan memberitahu kalau Ji Yong hilang. Dia meminta Cha Young meminjamkan uang untuknya untuk naik ongkos bus. Cha Young sedikit lega karena setidaknya Ji Yong tidak meninggal.
--
Cha Young dengan Min Yong naik bus untuk ke Gongju. Saat mereka tiba, hari sudah malam. Min Yong masih menangis, dan Cha Young berusaha menenangkannya. Mereka akan menemukan Ji Yong.
--
Kang masih mencari Ji Yong. Dia kembali ke restoran dan bertanya. Ternyata, salah satu pekerja melihat Ji Yong tadi.
“Ya, aku melihatnya masuk sebelumnya, tapi tak bisa menemukannya. Anak tujuh tahun. Setinggi ini,” jelas Kang, memberitahu ciri-ciri Ji Yong.
“Yang memakai kaus besar. Matanya seperti katak terkejut. Apa dia?”
“Ya, benar. Kau melihatnya?”
“Mungkin dia putra wanita Seoul itu.”
Wanita Seoul?”
“Ada wanita muda yang berasal dari Seoul, tapi dia menghilang saat sedang mencuci piring. Matanya juga seperti katak terkejut.”
“Kalau begitu boleh minta kontak dan alamatnya?”
“Aku tak punya kontaknya. Tapi kudengar dia tinggal di gedung dekat Gereja Gongju atau semacamnya.”
--

Kang segera pergi mencari Ji Yong di sekitar gereja Gongju. Dan dia melihat Min Yong serta Cha Young yang baru turun dari taksi. Min Yong memberitahu Kang kalau dia mempunyai alamat ibunya dan Ji Yong pasti ada di sana.
“Tapi aku janji tidak akan mengunjunginya lagi,” gumam Min Yong.

Dan umur panjang, mereka menemukan Ji Yong yang sedang makan sate tteokbokki di seberang jalan. Min Yong segera menemuinya dan memarahinya sambil menangis karena sudah membuat semua orang cemas. Ji Yong meminta Min Yong untuk tidak menangis karna dia baik-baik saja.
Ji Yong juga memberitahu dia sudah bertemu ibunya. Ibunya memberikannya uang dan menyuruhnya untuk membeli makanan enak.
“Dimana dia sekarang?” tanya Cha Young.
“Dia menyuruhku membeli makanan enak dan tak mengunjunginya lagi,” jawab Ji Yong.
“Cha Young nuna tanya di mana ibu sekarang,” ujar Min Yong.


Ji Yong mulai menangis. Dia memberitahu kalau pria yang tinggal bersama ibunya, memukuli ibunya. Ji Yong menangis terisak-isak. Dan terlihat kalau dia belum memberikan hadiahnya. Dia masih membawa kantong kertas-nya.
--
Kang berada di rumah sakit dan menelpon direktur Kwon. Dia memberitahu kalau Ji Yong baik-baik saja, tapi Min Yong tiba-tiba pingsan. Jadi mereka ada di rumah sakit. Suhu tubuh Min Yong 38.2 derajat dan mengalami mual serta muntah. Jadi, Min Yong sedang di infus. Mereka akan di antarnya pulang malam ini.

Ji Yong tidur di samping kasur Min Yong. Dia khawatir karena kakanya sakit. Dia berjanji tidak akan membuat cemasn Min Yong dan tidak akan menghilang secara tiba-tiba lagi. Min Yong menyuruh Ji Yong untuk terus ada bersamanya sepanjang waktu. Mereka bahkan membuat janji cari kelingking.
Pas Kang datang, Ji Yong langsung berbaring lurus dan menutup matanya dengan rapat. Dia takut di marahi oleh Kang. Kang memeriksa Min Yong dan Ji Yong.
“Aku tidak merasa sakit sama sekali,” beritahu Ji Yong, masih tetap menutup matanya.
“Aku tahu.”
“Kau tidak akan memarahiku kan?”
“Kita lihat nanti.”
Ji Yong takut dan langsung memanggil kakaknya. Min Yong langsung meminta Kang untuk memaafkan Ji Yong. Kang tidak menjawab dan malah mengalihkan dengan bertanya dimana Cha Yong? Min Yong memberitau kalau Ji Yong lupa memberikan hadiah kepada ibu, jadi Cha Young bilang akan mengantarkannya.
--

Cha Young tiba di depan sebuah gedung. Dia melihat seorang wanita duduk dan menelungkupkan wajah ke tangan.
Cha Young jadi teringat masa lalunya. Saat dia masih kecil, dia menelpon ibunya di telepon umum. Karena tidak di angkat dia meninggalkan pesan suara kalau dia sudah menunggu di pusat perbelanjaan, kenapa tidak datang? Dia sudah menungu 1 jam. Dan dia akan menunggu di lantai 1 mall.

Wanita yang menelungkupkan wajahnya, mengangkat wajahnya. Dan penuh lebam. Cha Young bisa tahu kalau wanita itu adalah ibu Min Yong dan Ji Yong.
“Permisi. Apa ini Perumahan Jangmi? Maaf, apa kau kenal Bu Yang Seung-hui yang tinggal di Perumahan Jangmi? Maaf, apa kau kenal Min-yong dan Ji-yong? Ini hadiah ulang tahun dari Ji-yong untuk ibunya. Jika kau kenal ibu Ji-yong, bisa tolong berikan ini kepadanya? Jika kau bertemu ibu Ji-yong, bisa tanyakan kepadanya apa ini kebahagiaan yang didapatkannya dari meninggalkan anaknya? Jika kau bertemu ibu Ji-yong, sampaikan selamat ulang tahun. Lalu bisakah... Bisakah tolong tanyakan padanya apa dia tahu ini hari ulang tahun Ji-yong yang terakhir?”
Seung Hui hanya diam, tanpa berani menjawab satupun pertanyaan Cha Young dan terus menundukkan kepalanya.
Cha Young menangis terisak-isak.
--
Kang berjalan pulang bersama Min Yong dan Ji Yong keluar dari rumah sakit. Ji Yong terus bertanya apakah Kang marah? Kang menjawab tidak. Ji Yong tidak percaya karena Kang terus diam. Min Yong berkata pada Ji Yong kalau jadi Kang, dia juga pasti kesal karena Ji Yong pergi tanpa mengatakan apapun. Dia yakin kalau Kang pasti juga di marahi oleh direktur Kwon.
Cha Young udah kembali. Dia sudah memberikan hadiah itu pada ibu Ji Yong dan Min Yong. Dia mengajak mereka semua untuk makan. Ji Yong berkata kalau dia lapar dan juga ini hari ulang tahunnya. Cha Young terkejut dan melihat jam-nya. Masih ada waktu 5 jam sebelum hari ini berakhir. Mereka masih bisa merayakan-nya. mau makan apa?
“Tuna mayones, gimbap segitiga, mi instan pedas,” jawab Min Yong.
“Sosis, pangsit, mangga, telur, dan ayam,” jawab Ji Yong.
--

Cha Young dan Kang berbelanja di mini market. Mereka membeli makanan instan dan meracik makanan itu menjadi lezat. Ji Yong dan Min Yong melihat dari luar jendela minimarket, tersenyum sangat lebar. Kang melihat kemampuan Cha Young dalam meracik makanan sederhana, menjadi berbeda dan tampak lezat.



Selesai itu, mereka menyalakan lilin dan bernyanyi lagu ulang tahun. Sebelum meniup lilin, Min Yong menyuruh Ji Yong untuk membuat permohonan terlebih dahulu.
--

Seung Hui melihat surat dari Ji Yong.
Ibu, aku merindukanmu. Ibu, selamat ulang tahun. Aku sangat senang ulang tahunmu sama denganku. Aku dapat hadiah ulang tahun yang kau kirimkan. Agak besar untukku, jadi, Nenek memintaku memakainya tahun depan. Lalu dia membiarkanku memakainya karena tak tahu apa akan ada tahun depan. Aku akan pakai saat pergi menemuimu. Ibu, aku merindukanmu. Aku ingin mengadakan pesta ulang tahun denganmu. Hadiahku untukmu adalah roti lapis bahagia. Waktu Ayah masih hidup, dia belikan tanpa memberitahumu atau Min-yong. Lezat sekali. Membuatku bahagia setiap memakannya. Dia belikan karena aku susah makan dan sering sakit, jadi, jangan marah soal ini. Aku sangat mencintaimu, Ibu. Sayang, Ji-yong.
Seung Hui menangis terisak-isak membaca surat Ji Yong. Hatinya pedih. Dia meninggalkan kedua anaknya hanya demi pria yang memukulinya.
--

Min Yong lagi-lagi meniup lilin ulang tahun Ji Yong. Ji Yong tidak begitu marah seperti sebelumnya. Mereka mulai makan. Min Yong memakai ramen pedas. Ji Yong juga ingin memakannya, tapi Min Yong bilang itu terlalu pedas untuk Ji Yong. Ji Yong jadi kesal dan berkata kalau dia sungguh sial.
“Kurasa kau tidak sial. Kau harus anggap dirimu beruntung. Jika kakakku seperti Min-yong, aku akan senang dan bersemangat,” ujar Cha Young.
“Omong kosong,” balas Ji Yong.
“Bukan omong kosong. Kau kenal Tae-hyun, 'kan? Pria seperti dia adalah adikku.”
“Benar. Aku sangat prihatin dia adikmu,” timpal Min Yong.
“Aku tahu. Aku orang paling sial di ruangan ini. Kau tidak sebanding. Minum saja susumu.”
“Tidak, aku yang paling sial di sini. Ini ulang tahunku, tapi ibuku tak di sini.”
“Aku juga berulang tahun tanpa ibuku.”
“Ulang tahunku di rumah sakit tahun lalu. Aku bahkan disuntik.”
“Aku juga ulang tahun di rumah sakit tiap tahun. Aku diinfus sebesar ini,” ujar Cha Young.
“Jangan bohong.”
“Aku tidak bohong. Aku ke rumah sakit setiap tahun di hari ulang tahunku. Aku tak pernah pesta sepertimu semenjak hari itu,” ujarnya sedih.
“Kenapa? Hari apa itu?” tanya Min Yong penasaran.
“Kau tak perlu tahu. Itu hanya hari mengerikan. Hari yang tak ingin kuingat walau dalam mimpi,” jawab Cha Young.
Kang memperhatikan ekspresi wajahnya yang tampak sedih tersebut.
--

Kang membawa Cha Young, Min Yong dan Ji Yong pulang ke sanatorium. Min Yong dan Ji Yong sudah tidur, sementara Cha Young hanya terus melihat keluar jendela dalam diam. Kang memperhatikannya dan mengingat ucapannya serta saat Cha Young ketakukan saat di temukan di dalam lemari. Hal itu tampak mengganggu Kang.



No comments:

Post a Comment