Saturday, December 14, 2019

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 05-1

0 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 05-1
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

Cha Young di dalam lemari, meringkuk ketakutan. Trauma-nya muncul.
Di saat itu, pintu lemari terbuka. Cha Young melihat Kang yang ada di depannya, tapi tampak samar. Kang heran melihat Cha Young yang ada di dalam lemari.

Cha Young memeluknya dengan erat, sambil berujar : “Ada orang-orang di sana. Seseorang masih ada di sana,” ujarnya menunjuk ke dalam lemari yang kosong. “Ada yang masih hidup di sana. Tolong! Kumohon tolong!”
Dia tampak sangat ketakutan. Dan kemudian pingsan. Kang tentu heran mendengar racauan Cha Young sebelum pingsan tadi.
--

Kang membawa Cha Young ke bangsal perawatan dan memasangkan infus padanya. Dia juga masih mengingat reaksi ketakutan Cha Young tadi sebelum pingsan. Dengan perhatian, Kang mengelap keringat yang membahasi wajah Cha Young dengan handuk kering yang tersedia di meja. Tapi, begitu mendengar suara pintu di buka, Kang langsung berhenti mengelap keringat-nya.
Yang datang adalah Seon Ae setelah mendengar Cha Young sakit. Kang kemudian bertanya pada Seon Ae kenapa Cha Young bisa ada di sanatorium ini? Seon Ae menjelaskan kalau Cha Young bukanlah pasien di sini, tapi koki. Cha Young mengikutinya dan menjadi staf dapur di sini untuk membayar hutang adiknya.
Cha Young masih belum sadar dan itu membuat Seon Ae semakin khawatir.
--
Saat Cha Young sadar, yang ada di sisinya adalah suster Ha Yeong Sil. Pas pula saat Cha Young sadar, Yeong Sil mendapat telepon dari pasien yang memberitahu kalau mereka sekarang sedang melakukan pesta penyambutan untuk dokter yang baru.


Usai teleponan, Yeong Sil memberitahu Cha Young kalau ada dokter baru untuk sanatorium ini. Dan dokter itu juga yang menemukan saat Cha Young pingsan tadi. Yeong Sil juga memuji dokter baru itu (Kang) yang tampak seperti patung berproporsi sempurna. Seperti David karya Michelangelo. Dan karena itu, Yeong Sil mengajak Cha Young ikut dengannya ke pesta tersebut.
--

Yeong Sil pergi ke tempat pesta, ruang kumpul sanatorium. Cha Young tidak ikut. Begitu Yeong Sil tiba, para pasien mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Kang. Pasien nenek langsung memarahi kalau ini bukan pesta ulang tahun tapi penyambutan dokter baru.

Mereka menyuruh Kang untuk meniup lilin. Tapi, saat Kang hendak meniup lilin-nya, Ji Yong malah melarang. Dia ingin melakukannya. Kang mengizinkan. Ji Yong langsung berseru senang dan hendak meniup lilin, tapi, belum sempat dia melakukannya, Min Yong (kakak Ji Yong) sudah meniup nya terlebih dahulu.
Ji Yong langsung marah. Dia langsung bertanya kenapa Min Yong selalu melakukan hal menyenangkan?
“Bukan begitu. Kakakmu tak ingin kau melakukannya karena dia ingin kau panjang umur,” bela seorang anak perempuan.
“Kau pengacaranya atau apa?” tanya Ji Yong balik, kesal. “Kalian menyebalkan,” lanjutnya dan langsung pergi.
“Kenapa bilang begitu?” mara Min Yon pada anak itu dengan kesal dan langsung mengejar Ji Yong.
“Karena adikmu tak tahu kau sangat peduli padanya,” gumam anak perempuan itu sedih.
Wkwkwkw. Suasana jadi canggung. Suster Bae Nara langsung mengalihkan dengan menyuruh pasien lain untuk memperkenalkan diri mereka pada dr. Kang.

Yang pertama memperkenalkan diri adalah seorang ahjumma yang tidak mengenakan pakaian rumah sakit, Bong Yong-sun. Dia ada di sana untuk menemani nenek Jang Suk Ja, istri pertama dari suaminya. Suami Ny. Jang membawa pulang Yong-sun karena dia tidak bisa mengandung. Dan Yong Sun selalu dekat dengannya.
Yong-sun menunduk hormat pada Kang dan memintanya untuk menyembuhkan penyakit nenek Suk Ja. Nenek Suk Ja langsung berkata pada ny. Jang kalau Kang kemari bukan untuk mengobati mereka.

Anak perempuan tadi dengan sedih bertanya, kenapa Kang tidak bisa mengobati? Kang kan dokter.
“Terimakasih pestanya,” ujar Kang, hendak pergi.
Anak perempuan itu masih bertanya bagaimana nasib ibunya? Apa Kang tidak bisa menyembuhkannya? Kang jelas tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut dan tetap lanjut jalan pergi.



Dan dia berjumpa dengan Cha Young, di koridor rumah sakit. Cha Young tampak terkejut dan menyadari bahwa Kang adalah dokter baru yang di maksudkan oleh Yong Sil tadi. Kang berjalan melewatinya. Sementara Cha Yong, berdiri diam.
--

Jun pergi ke Sanatorium Geosung walau hari sudah gelap. Dia melihat mobil Kang yang terparkir di halaman sanatorium. Dia mengingat ucapannya tadi pada Kang kalau Kang yang sudah salah melewatkan waktu emasnya demi Cha Young dan dia lah yang sudah menyelamatkan nyawa-nya.
--


Jun berada di tempat pembuatan tembikar. Dia mulai membuat sesuatu dari tanah liat hingga larut malam. Dia membuat sebuah piring. Dia bahkan memanggang sendiri piring tembikar buatannya. Tidak terasa hari sudah bagi. Jun menghancurkan piring tembikar buatannya saat dia merasa hasilanya kurang memuaskan.
Saat itu, dia mendapat telepon dari seseorang. Dan dengan panik, Jun langsung pergi ke suatu tempat.
--

Rumah Sakit Donghyun,
Seorang wanita berada di kursi roda dan di dorong oleh suaminya, keluar dari rumah sakit. Wanita itu tampak lemah hingga untuk masuk ke dalam mobilnya, suaminya harus memapahnya.
Dan ternyata, Jun ada di sana. Dia memperhatikan wanita itu dari dalam mobilnya. Wajah-nya tampak sedih.
--
Di kediaman keluarga Lee,
tn. Lee sedang menelpon para kolega-nya sambil pamer mengenai putranya, Jun. ny. Yoon ada di sampingnya dan menulis di kertas : Jun, Pewaris Geosung. tn. Lee membaca apa yang di tulis ny. Yoon dan mulai membual pada kolega-nya kalau Jun akan memimpin Geosung di masa depan sebagai… maksudnya, pturanya akan mewarisi Geosung.
Kang ternyata kembali ke kediamana keluarga Lee dan mendengar semua ucapan tn. Lee. Melihat kedatangan Kang, tn. Lee segera mengakhiri pembicarannya di telepon. Dan kemudian, dengan sinis, dia bertanya untuk apa Kang kemari?
“Pertimbangkan mutasiku,” ujar Kang. “Aku menjadi dokter untuk selamatkan orang.”
“Siapa yang menjadi dokter untuk membunuh orang?” balas ny. Yoon, sinis.
“Aku ahli bedah,” ujar Kang, lagi.
Pas sekali, Ny. Han keluar dan mendengar ucapan-nya. Dia langsung berkata Kang adalah ahli bedah tidak berguna yang tidak bisa memakai tangannya. Dia juga menyindir Kang yang melewatkan waktu emas-nya karena menyelamatkan seorang gadis.
“Maafkan aku. Aku berharap lebih karena berasumsi kau akan seperti Jae-hun. Kau amatir yang tak bisa mengurus diri sendiri,” ujar Ny. Han, jelas merendahkannya.
“Aku takkan lari seperti ayahku,” tegas Kang.
“Aku keliru. Orang bodoh sepertimu takkan berani mendaki gunung seperti itu,” balas Ny. Han.
“Jika kau kira aku akan jatuh dan menyerah, kau salah,” balas Kang, juga.
“Keras kepala nekat. Mirip ibu jalangmu…”
“Aku tak akan mati seperti ibuku!” teriak Kang penuh amarah dan memotong omongan Ny. Han.
Ny. Han langsung berteriak keras memanggil ahjumma.


Sekarang, di hadapan Kang ada 2 buah piring. Satu adalah piring kosong dan satu lagi piring berisi kacang hitam. Ny. Han menyuruh Kang untuk memindahkan kacang di piring satu ke piring yang kosong. Kang melakukannya, tapi dia kesulitan karena tangan-nya terus bergetar. Kang tidak menyerah dan terus mencoba.
Ny. Han langsung mengejek Kang yang bahkan tidak bisa mengambil kacang. Bisa apa ahli bedah dengan tangan tidak berguna? Apa Kang bisa mensterilkan luka?
Kang tampak sangat keras menahan amarahnya. Itu terlihat dari caranya mengenggam sumpit dengan sangat keras.
“Perlukah Kang mencari kerja lain?” tanya Ny. Han pada tn. Lee dan ny. Yoon.
tn. Lee langsung tersenyum lebar. Senang. Dia pasti merasa kalau tidak akan ada lagi penghalang untuk Jun-nya.
--
Dengan marah, Kang kembali ke Sanatorium Geosung.
Pas sekali, saat dia sampai, pasien baru juga tiba di sanatorium. Pasien itu adalah wanita yang tadi di perhatikan oleh Jun.

dr. Kwon juga ada di sana dan memeluk suami pasien itu dengan erat. Wajah-nya tampak sedih. Setelah pasien dan suaminya masuk ke sanatorium, Kang baru menghampiri dr. Kwon. dr. Kwon langsung berusaha menutupi air matanya dengan berujar kalau debu halus dan polusi membuat matanya berair. Kang memberikan sapu tangannya untuk dr. Kwon.
“Suami pasien adalah muridku. Aku meresmikan pernikahan mereka. Mereka pasangan yang sangat mesra. Mereka pasangan paling mengagumkan yang kukenal,” beritahu dr. Kwon dan menangis.
dr. Kwon kemudian menanyakan apakah Kang baik-baik saja? Kang adalah ahli bedah. Dia sudah tahu mengenai kondisi tangan Kang. Dia ikut sedih. Jika Min Seong tahu, dia pasti akan kecewa.
“Ini membuatnya bahagia. Dia dahulu benci aku menjadi dokter,” ujar Kang.

“Tidak, dia biasa memujimu di depanku. Bahwa sahabatnya adalah NS surgeon (ahli bedah saraf) terbaik di negeri ini.”
“Sungguh? Min-seong mengatakannya?” tanya Kang, senang mendengarnya.
dr. Kwon mengangguk dan Kang sedikit tersenyum.
--

Cha Young berada di dapur dan sedang memotong rumput laut yang sudah di keringkan. Dia mulai membumbui rumput laut itu dengan bumbu. Seon Ae memuji rumput laut yang Cha Young buat tampak lezat. Dia mencobanya dan memuji rasanya yang enak.
Seon Ae kemudian membahas mengenai Kang. Dia dengar kalau Kang adalah orang yang mengoperasi Cha Young dulu. Kang pasti dokter yang sangat hebat dan terkenal. Dia jadi penasaran, kenapa pria seperti Kang bisa berakhir di sini?
Cha Young juga baru terpikir akan hal itu. Tampak dari ekspresinya.
--

Tae Hyun bukannya membantu Cha Young bekerja, malah sibuk berfoto selfie di depan mobil Kang. Dia juga meletakkan kantong kertas merk terkenal di atas kap mobil dan mengambil foto. Tae Hyun mengupload-nya ke SNS dengan caption : Hadiah ulang tahun. Kaus dan sepatu Hermes. Hingga ke ujung dunia. Mau pergi? dahulu aku tidak bisa membayangkan semua ini. mobil impianku.
Tentu saja unggahan-nya yang tampak seperti orang kaya, mendapat banyak like dari para follower-nya. Followers wanita bahkan memuji Tae Hyun yang keren. Mereka mulai membanjiri kolom komentar dengan komentar iri dan pujian. Tae Hyun sangat senang hingga menari-nari bahagia.


Cha Young melihat kelakuannya tersebut. Dia segera merebut ponsel Tae Hyun dan melihat apa yang Tae Hyun upload. Dia memarahi Tae Hyun yang lagi-lagi pamer tidak benar di SNS. Dia juga melihat kantong kertas Tae Hyun yang ternyata isinya hanya sandal rumah dan kertas koran. Cha Young membuang semuanya ke lantai sambil memarahinya karena terus membual di SNS.
Tae Hyun langsung berteriak marah. Dia marah karena Cha Young membuang kantong kertas-nya ke lantai. Dia membeli kantong kertas itu seharga 4.000 won di aplikasi toko loak!
“Kembali kepada Ibu sebelum kubunuh kau,” usir Cha Young, sudah kesal.
“Aku tak akan ada di sini jika tahu di mana dia. Ibu meninggalkanku karena bertemu lelaki.”
“Aku juga ingin meninggalkanmu. Di mana harus kutinggal? Untuk memastikan tak melihatmu lagi? Tahu di mana tempat sampah?”
Tae Hyun malah tertawa mengejek, “Kau tak akan bisa meninggalkanku. Aku bahkan tak bisa didaur ulang. Kau tak akan dapat kantong sampah yang cukup besar untukku.”
Naik darah tinggi Cha Young.
--

Cha Young mencabut daun bawang sambil meluapkan kekesalan-nya pada Tae Hyun. Tiba-tiba saja, seseorang memukul kepalanya dari belakang dengan tongkat. Seorang pasien kakek-kakek, tersenyum dan mengajak Cha Young untuk makan jajangmyeon bersama. Dengan sopan, Cha Young menolak karena hari ini dia sibuk, jadi besok saja.

Haraboji masih terus meminta karena tidak ada ‘besok’ untuknya. Bagaimana jika dia mati besok? Cha Young jadi tidak tega mendengarnya.
--
Pada akhirnya, Cha Young membawa haraboji ke restoran China yang menjual jajangmyeon. Tempat dimana haraboji biasa makan. Cha Young juga menelpon Seon Ae dan memberitahu kalau dia pergi sebentar. Dia meminta tolong untuk di rendamkan kacang karena dia akan membuat tahu nanti malam.
Setelah itu, Cha Young menemani haraboji makan. Haraboji tampak gembira dan bertanya kenapa Cha Young tidak memesan? Cha Young menjawab dengan suara lantang kalau dia tidak suka jajangmyeon. Haraboji tertawa dan mulai memakan jajangmyeon-nya. Dia juga mengejek Cha Young yang tidak bisa membuat jajangmyeon.
Cha Young mencoba sedikit jajangmyeon milik haraboji dan berkomentar kalau jajangmyeon di sini tidak enak. Dan dia yakin jajangmyeon buatannya akan 100 kali lebih enak…

Omongannya terhenti karna dia melihat tatapan marah dari pemilik kedai. Ketakutan, Cha Young langsung meralat ucapannya kalau penglihatannya sudah memburuk belakangan ini. Jadi, dia tidak bisa melihat.

Haraboji mendengar seorang pelangga memesan baijiu, jadi dia meminta agar Cha Young mentraktirnya segelas baijiu. Cha Young tidak menjawab dan memilih untuk menunggu di luar. Cha Young membayar dulu jajangmyeon pesanan haraboji sambil berkata pada pemilik kedai kalau rasa jajangmyeon nya sangat enak.
--
Cha Young berjalan pulang bersama haraboji. Dan haraboji masih meminta Cha Young untuk membelikannya baijiu. Cha Young menolak dengan tegas. Haraboji kembali berkata, “Bagaimana jika aku mati besok?”
Cha Young tetap pada pendiriannya. Jika dia membelikan minuman untuk haraboji, dia yang akan mati sebelum haraboji. Dia bahkan membiarkan haraboji memukulinya, tapi dia tetap tidak akan bisa membelikan baijiu. Jadi, pukuli saja dia sampai mati.
Haraboji memberitahu kalau topi-nya ketinggalan di restoran tadi. Itu topi pemberian putranya dan harganya sangat mahal. Cha Young langsung menyuruh kakek untuk menunggu di sini dan dia akan segera pergi mengambilnya kembali. Haraboji setuju.

Tapi, baru Cha Young mau pergi, seorang pria pengantar barang, menyetir tidak hati-hati dan menyerempet haraboji. Cha Young panik.
--

Haraboji di bawa kembali ke sanatorium oleh Cha Young. Kang yang mengobati lukanya. Dia juga memarahi haraboji dan bertanya siapa yang mengizinkan haraboji untuk keluar dari sanatorium?
“Maafkan aku,” ujar Cha Young, menyesal.
“Apa tak ada aturan atau sistem? Staf nonmedis membawa pasien keluar gedung, dan tak ada yang mencegah?” marah Kang.
“Ini tak akan terulang lagi. Maafkan aku.”
“Maksudmu kau tak akan mengajakku makan jajangmyeon lagi?” tanya haraboji pada Cha Young.
“Kau tak boleh pergi sementara,” ujar Kang.
“Kata siapa?”
“Aku. Kataku.”
“Kau pikir siapa dirimu?”
“Aku doktermu.”
“Tidak mau. Aku akan keluar lagi untuk makan jajangmyeon,” tegas kakek.
“Jika tak menurutiku, kau harus meninggalkan rumah sakit ini,” tegas Kang, juga.

Selesai mengobati haraboji, Kang langsung keluar dari bangsal. Cha Young mengejarnya dan memberitahu kalau ada alasannya kenapa haraboji seperti itu. Dia berjanji akan menjaga haraboji, jadi dia meminta Kang mengizinkan haraboji untuk keluar. Dia akan memastikan untuk tidak melepaskan tangan haraboji. Dia akan hati-hati dan pastikan tidak akan ada bahaya.
“Aku tak akan lama di sini. Aku segera pergi. Aku tak peduli alasanmu kemari. Tapi aku hargai jika kau tak membuat masalah hingga pergi. Kumohon,” ujar Kang.
--
Di sebuah ruang pasien, seorang pasien wanita kesulitan bernafas hingga suaminya panik. Kang datang dan memeriksanya. Suster Nara memberitahu kalau pasien tiba-tiba kejang dan tekanan darah terus turun. Pasien mulai seperti ini setelah makan.
Kang menduga kalau ini adalah reaksi alergi. Suami pasien memberitahu kalau istrinbya alergi krustasea. Kang menjelaskan kalau tampaknya ini adalah syok anafilaktik. Dia memberikan perintah pada suster untuk menyuntikan 0,3 mg epinefrin intramuskular dan cek makanan yang dimakan pasien,Kim Ha Hyeong.
Tiba-tiba saja, pasien Kim kesulitan bernafas.
--

Seon Ae berada di ruangan dr. Kwon. Dia di marahi karena sudah membuat bimbibab untuk pasien Kim. Cha Young hendak masuk ke dalam ruangan, tapi suster Yeong Sil menghalangi.
“Aku tak bisa percayakan dapur kami padamu. Keluar dari sini sekarang,” teriak dr. Kwon.
“Maafkan aku. Aku akan kunjungi pasien dan minta maaf.”
“Minta maaf? Bagaimana caramu meminta maaf? Kau pikir bisa pergi minta maaf saja setelah membunuh seseorang? Begitu kau menjalani hidupmu?”
“Maafkan aku,” ujar Seon Ae, lagi.
“Bu Han, kudengar kau menderita Alzheimer. Apa kau punya akal sehat? Bagaimana bisa pasien Alzheimer jadi penanggung jawab makanan pasien? Kau pikir itu masuk akal?”
“Aku baik-baik saja saat ini. Memasak tak masalah bagiku, dan aku belum pernah salah.”
“Kau baru berbuat salah hari ini. Kau menaruh udang di makanan pasien yang alergi krustasea. Kau membahayakan nyawa pasien,” teriak dr. Kwon.
“Sejujurnya, aku tak ingat melakukannya. Aku berusaha keras mengingatnya, aku tak ingat menaruh udang,” ujar Seon Ae.
“Itu maksudku. Penyakitmu serius. Seharusnya kau tak boleh memasak,” balas dr. Kwon.
dr. Kwon keluar dari ruangannya dengan marah. Dia bertanya pada Yeong Sil keadaan pasien Kim. Yeong Sil menjawab kalau dr. Kang sedang merawatnya sekarang. dr. Kwon langsung berkata pada Cha Young untuk meninggalkan sanatorium hari ini. Sekarang juga.
dr. Kwon langsung pergi dan Yeong Sil mengejarnya.
Cha Young melihat Seon Ae yang menangis di dalam ruangan dr. Kwon.
--
Kang masih terus menolong pasien Kim yang sulit bernafas. dr. Kwon tiba bersama dengan Yeong Sil dan melihat kalau pasien Kim mengalami sianosis (kulit kebiruan). Kang langsung memutuskan untuk melakukan intubasi.
Intubasi di lakukan. Tangan Kang masih bergetar. Kang berusaha keras menghentikan getaran di tangannya dan memasukkan pipa intubasi ke dalam mulut pasien Kim. Dan berhasil!
--
Cha Young membawa Seon Ae ke dapur. Seon Ae masih shock dan berkata kalau dia hampir membunuh orang. Cha Young berusaha menghibur dengan berkata kalau dr. Kang adalah orang yang cerdas dan kompeten, jadi dia akan menyelamatkan nyawa pasien Kim.
Seon Ae berdoa memohon agar Kang berhasil menyelamatkan pasien Kim.
Cha Young kemudian ingin tahu apa makanan yang tadi di makan oleh pasien Kim. Gyeong Su (asisten Seon Ae memasak) menunjuk sayur yang di gunakan untuk membuat bimbibab tadi. Cha Young langsung mencobanya.
Sementara Gyeong Su membujuk Seon Ae agar mereka kembali saja ke King’s Table. Sulit bekerja di sini karena banyak pasien yang memiliki pantangan. Sangat lelah dan menegangkan. Gaji di sini bahkan hanya sepersepuluh dari pendapatan di King’s Table.
“Mari makan dahulu. Sekalipun kita harus pergi, mari makan dahulu,” ujar Cha Young, tiba-tiba.
“Kau bisa makan di saat begini?” sinis Gyeong Su.
“Aku lapar. Aku ingin bibimbap dan kubis bumbu.”
“Kau sudah gila? Kenapa minta itu saat dia sedang terguncang? Jika kau lapar, makan saja yang ada,” ujar Gyeong Su.
“Aku ingin kau buatkan sesuatu untukku. Daun pembungkusnya hanya enak jika baru dibumbui. Kumohon,” mohon Cha Young pada Seon Ae.
--

Kondisi pasien Kim berangsur membaik. Intubasi di lepas dan pasien Kim bisa bernafas dengan baik. Yeong Sil bahkan memuji Kang yang sangat pandai. dr. Kwon juga memberitahu kalau pasien Kim sementara ini harus makan bubur beras.
Setelah keluar dari ruang rawat pasien Kim, dr. Kwon baru tampak lemas. Yeong Sil ada di sampingnya dan berkomentar kalau dr. Kwon memang berhati lembut. Yeong Sil kemudian membahas karna pasien Kim sudah lebih baik, bisa tolong biarkan Seon Ae kali ini? Tidak mudah bagi mereka untuk menemukan koki bagus di kantin rumah sakit. Para penjaga di rumah sakit juga bilang kalau mereka hanya suka makan di kantin.
“Aku akan masak di dapur. Bu Bae dan kau akan membantuku,” ujar dr. Kwon.
“Apa yang kau bicarakan? Kita kenal lama. Kau tak bisa masak. Kau akan masak apa untuk pasien, mi ramen?” teriak Yeong Sil.
“Kita di tempat kerja. Jaga bahasamu.”
“Tidak. Sebagai adikmu, aku harus bilang ini. Bagaimana bisa kau bicara seperti itu kepada Bu Han di dapur tadi? Maksudku, dia dahulu istrimu. Kau juga Alzheimer?” balas Yeong Sil.
dr. Kwon sampai kehilangan kata-kata.
--


Seon Ae ternyata membuatkan kubis berbumbu untuk Cha Young. Cha Young memperhatikannya dan tampak memikirkan sesuatu. Setelah selesai Seon Ae memasak, Cha Young langsung memakan sayuran-nya.
Dugaannya benar. Dia memberitahu kalau kubis bumbu yang dimakan pasien Kim bukan buatan Seon Ae kan? Seon Ae berteriak kalau dia tidak ingat. Dia punya alzheimer. Cha Young menjelaskan kalau ada acar udang di daun berbumbu bagian luar yang di makan pasien Kim dan karna itu pasien Kim terkena alergi. Tapi, Seon Ae membumbui kubis hanya dengan pasta kedelai seperti sekarang.
Gyeong Su tampak panik dan memarahi Cha Young karna membahas hal yang sudah lewat. Lebih baik mereka segera keluar sekaran juga.

Cha Young masih terus menjelaskan kalau daun berbumbu dengan acar udang bukan buatan Seon Ae makanya Seon Ae tidak ingat membuatnya. Memasak adalah kebiasaan yang di ingat tubuh, jadi tidak akan mudah lupa atau mengubahnya. Tidak seperti kalau kita mengingat dengan otak.
Seon Ae jadi penasaran dan mencoba kubis bumbu yang dimakan pasien Kim tadi. Dia membandingkannya dengan buatannya. Dan sadar kalau kubis bumbu yang dimakan pasien Kim adalah buatan Gyeong Su. Kubis bumbu itu memiliki acar udang dan saus teri. Dan Gyeong Su selalu memakai saus teri saat membumbui sayuran.
Gyeong Su masih membantah dan berteriak-teriak. Dia mencoba dan berkata tidak ada saus teri. Dia bahkan menyebut indera perasa Seon Ae yang hilang sama seperti otaknya. Cha Young langsung berkata kalau dia merasakan saus teri di sayuran itu.
Gyeong Su terpojok. Dia akhirnya mengaku. Dialah yang membuatnya. Dia lupa memeriksa beberapa pasien alergi pada krustasea atau semacamnya. Karena dia sibuk bekerja untuk gaji kecil. Dia mulai marah marah. Dan memutuskan untuk berhenti!
Cha Young berusaha menghentikannya pergi, tapi Seon Ae menyuruh Cha Young untuk membiarkan Gyeong Su pergi.
“Saat kutahan dia di sini, dia kesulitan. Kau juga boleh pergi jika mau,” ujar Seon Ae.



No comments:

Post a Comment