Saturday, December 14, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 21

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart

“Aku sangat mengkhawatirkan mu,” bisik Yifei. Kemudian setelah dia merasa tenang, dia pun melepaskan pelukan nya. Dan menatap Han Bing.
Dengan lembut, Han Bing tersenyum kepada Yifei. Melihat senyum itu, Yifei mendekatkan wajah nya dan mencium bibir Han Bing. Dan Han Bing membalas ciuman nya.

Prof. Wu mencekik leher Junior Dokter dengan kuat, dan menyuruh dia untuk memberitahu kepada nya siapa orang yang menerima jantung putri nya. Dan dengan susah payah, Junior Dokter pun jujur dan memberitahu bahwa jantung Xin Rui ada pada Kong Yifei.

Mendengar itu, Prof. Wu merasa terkejut dan langsung melepaskan Junior Dokter. “Kong Yifei. Maksudmu jantung Xin Rui, diambil oleh Dokter Kong dan ditaruh di dalam badan anak nya, Yifei?” tanyanya dengan tajam.
“Bukan. Bukan. Aku tidak tahu,” balas Junior Dokter, ketakutan. Lalu dia pun langsung berlari pergi darisana. Sementara Prof. Wu jatuh terduduk ditempat nya.

Prof. Wu memikirkan kejadian barusan. Dia sangat heran, kenapa Junior Dokter tidak mau jujur kepada nya. “Apakah ada sesuatu yang lain dibelakang itu?!” pikir Prof. Wu, marah.
Xiao Jiang datang ke tempat Prof. Wu secara diam- diam. Dan dia mengambil sikat gigi Prof. Wu, rambut Prof. Wu yang tertinggal dikamar mandi, serta gelas kumur yang ada sidik jari Prof. Wu. Lalu dia menyeerahkan nya kepada tim identifikasi. Dan sekarang, dia telah berhasil mendapatkan hasil yang mereka tunggu- tunggu.


Xiao Jiang menunjukan hasil identifikasi itu kepada Gao Sheng. Dan saat Gao Sheng membaca hasil nya, dia langsung menelpon Yifei dan memberitahu nya. “Dia adalah Wu Yan palsu. Meskipun belum pasti bahwa dia adalah Sheng Pei yang asli. Tapi yang pasti, dia bukanlah Wu Yan. Serta sidik jarinya sama dengan sidik jari yang tertinggal didalam kamar Guru Lin,” jelas Gao Sheng.
Mendengar itu, Yifei tampak seperti sudah menduga nya. Jadi dia tidak terkejut.
Gao Sheng melaporkan hal tersebut kepada Zhao Dui juga. Dia menjelaskan bahwa Prof. Wu adalah Wu Yan palsu, serta kematian Guru Lin juga ada hubungan nya dengan Prof. Wu. Jadi dia menduga kemungkinan besar, Sheng Pei adalah Prof. Wu yang sekarang. Namun tentang Wu Yan yang asli, dia tidak tahu dimana.
Xiao Jiang mempertanyakan, apakah wajah Prof Wu yang sekarang adalah hasil operasi plastik. Dan Gao Sheng menjawab bahwa kemungkinan itu ada, karena teknologi sekarang sudah canggih. Jadi yang harus mereka lakukan sekarang adalah membuktikan bahwa Prof. Wu yang sekarang itu adalah Sheng Pei.
“Ini bukanlah kasus yang biasa. Dia mungkin adalah pembunuh berantai, bahkan mungkin dia juga operasi plastik. Semua penyelidikan harus dirahasia kan. Asalkan ada sedikit bukti, segera tangkap!” jelas Zhao Dui dengan tegas. Dan Gao Sheng pun mengiyakan.

Yifei kembali ke rumah Han Bing, dan menemui nya. Dengan heran, Han Bing bertanya ada apa. Dan Yifei langsung menyuruh nya untuk jangan pernah ke tempat Prof. Wu lagi dan jangan pernah menemui Prof. Wu lagi.
“Kenapa?” tanya Han Bing, bingung.
“Prof. Wu kemungkinan besar ada hubungannya dengan kasus pembunuhan berantai ini. Prof. Wu mencuri dan menggunakan identitas Wu Yan,” jelas Yifei. “Gao Sheng sudah menyelidiki nya dan akan segera mendapatkan titik terang.”
Han Bing sulit untuk mempercayai hal itu. Dan Yifei meminta Han Bing untuk melakukan saja apa yang dikatakan nya ini. Lalu dia menjelaskan bahwa dia mengkhawatirkan tentang Han Xue, karena takut nya Han Xue yang akan pergi ke sana menemui Prof. Wu.
“Belakangan ini Han Xue tidak datang tepat waktu. Kalau dia ingin datang, maka dia datang,” jelas Han Bing. Dan Yifei pun berpikir.
“Kita hanya harus bersama selama 24 jam.”

Yifei membawa Han Bing untuk tinggal ditempat nya. Disana mereka mengobrol berdua sambil minum- minum juga. Yifei menjelaskan kepada Han Bing bahwa menurut dugaan, Prof. Wu adalah Sheng Pei. Karena Sheng Pei masih hifdup.
“Jika begini, kemungkinan Prof. Wu adalah pembunuh berantai yang sebenar nya dalam kasus pembunuhan ini,” gumam Han Bing. Dan Yifei membenarkan, tapi mereka masih harus menunggu semua bukti ditemukan.

Prof. Wu berpikir keras. Dia bingung, kenapa catatan mengenai jantung anak nya disembunyi kan dan Junior Dokter harus berbohong saat pertama kali padanya. Dengan marah, Prof. Wu melemparkan semua barang di meja nya.
“Operasi rahasia? Sebenarnya apa yang disembunyikan?!” teriak nya dengan marah. Lalu dia memandang dirinya sendiri di depan cermin.


Keesokan harinya. Jam istirahat makan siang. Saat Prof. Wu keluar dari dalam gedung. Gao Sheng dan Xiao Jiang langsung masuk ke dalam sana. Dengan alasan ingin bertemu dengan Prof. Wu, mereka berdua meminta izin kepada perawat untuk membiarkan mereka menunggu di dalam ruangan Prof. Wu. Dan si perawat pun mengizinkan mereka.
Kemudian setelah mereka berdua masuk ke dalam ruangan Prof. Wu. Mereka mulai melihat- lihat dan mencari sesuatu yang mencurigakan di sana.

Direstoran. Dengan santai, Prof. Wu memakan daging steak nya sambil menonton dari hp nya. Video cctv Gao Sheng dan Xiao Jiang yang sedang menggeledah ruangan kantor nya.

Prof. Wu pergi ke ruangan belakang sebuah toko bangunan, dan dia menemui seseorang disana. Tanpa mengatakan apapun, dia memberikan kertas kecil kepada orang tersebut.

Ketika Junior Dokter membuka sebuah pesan masuk dihp nya, dan dia mengklik link yang ada disana, hp nya langsung mati. Dan dia pun merasa bingung, tapi ketika hp nya kembali menyala, dia pun merasa lega dan menyimpan hp nya kembali ke dalam saku.

Pria yang ditemui oleh Prof. Wu. Setelah dia selesai menghack hp Junior Dokter dan membuat duplikat nya, dia langsung menyerahkan hp duplikat itu kepada Prof. Wu. Dan tanpa mengatakan apapun, Prof. Wu mengambil hp itu dan memberikan amplop berisi uang kepada orang tersebut.

Prof. Wu duduk ditaman sambil memberi makan burung- burung disana. Lalu ketika hp duplikat nya berbunyi, karena sms masuk, dia pun langsung membuka nya. Dan ternyata isi nya tidak terlalu penting. Jadi dia pun tidak tertarik. Tapi kemudian sebuah telpon masuk, dan Prof. Wu pun langsung mengenakan headset nya untuk mendengar kan.

Ayah Yifei menelpon Junior Dokter dan menanyakan tentang ancaman Junior Dokter kemarin, dia ingin tahu siapa orang yang terus menanyakan tentang Jantung Xin Rui. Dan Junior Dokter menjawab bahwa sebenarnya dia tidak ingin membahas ini dan dia ingin selalu membantu Ayah Yifei untuk menutupi ini, tapi sekarang situasi nya sedang sangat sulit.
Mendengar itu, Prof. Wu merasa sangat terkejut.


“Belakangan ini aku selalu tidak lancar. Aku selalu berpikir, apakah itu karena 15 tahun lalu, aku tidak melihat seluruh nya? Sehingga sekarang karma nya datang,” jelas Junior Dokter, mengancam dengan halus.
“Apa maksud mu?” tanya Ayah Yifei, mulai takut.
“Aku ingin jujur. Aku berharap Tuhan mengampuni ku, tapi demi Anda Prof. Kong. Aku tidak bisa berbuat demikian. Jika dalam pekerjaan, aku bisa lancar sendikit, aku mungkin tidak akan memiliki begitu banyak pikiran,” jelas Junior Dokter, mengancam.
Mendengar ancaman itu, Ayah Yifei mengepalkan tangannya dengan marah. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang, dan menanyakan apa keinginan Junior Dokter.

“Tidak ada. Aku hanya memberitahu Anda, aku sangat lelah. Tapi semakin aku susah, aku semakin terpikir anak malang itu,” kata Junior Dokter sambil berpura- pura menangis.
Dengan sedih, Prof. Wu melepaskan headseat yang dipakai nya dan menyimpan hp nya. Lalu dia berdiam diri sangat lama disana. Setelah cukup lama, dia pun berdiri.
Seperti biasa, Yifei dan Han Bing bersepeda bersama ditaman. Tapi kemudian tiba- tiba saja, Han Bing mengingat ingatan milik Han Xue dan mendengar cerita tentang putri Prof. Wu. Mengingat itu, Han Bing pun langsung berhenti. Dan dengan bingung, Yifei memanggil nya serta mendekat ke arah nya.

“Han Xue kemarin ada bersama dengan Prof. Wu. Prof. Wu mengatakan pada Han Xue tentang Xin Rui yang meninggal 15 tahun lalu karena tabrak lari, Kemudian semua organ Xin Rui di sumbangkan kepada orang- orang. Dia bilang seperti itu,” jelas Han Bing.
“15 tahun lalu? Mendonorkan semua organ?” gumam Yifei, berpikir. Lalu dia teringat pada sesuatu, jadi dia pun langsung pamit kepada Han Bing dan meninggalkan sepeda nya dan berlari pergi darisana. Karena dia harus segera pergi ke rumah sakit.
Dengan bingung, Han Bing berpikir.

Yifei berlari sekencang mungkin. “15 tahun lalu. Aku pernah melakukan operasi transplantasi jantung. Apakah jantung ku milik Li Xin Rui?” pikir nya.

Prof. Wu berjalan ke arah rumah sakit. Dia tampak sangat marah.
Yifei berlari semakin kencang.
Prof. Wu sampai di rumah sakit.

Ayah Yifei sedang membahas sesuatu dengan para rekan nya, dan saat dia melihat Prof. Wu ada disana dan menatap nya dengan tajam. Dia merasa heran, namun karena dia tidak mengenali siapa Prof. Wu, maka dia pun berjalan pergi begitu saja.
Prof. Wu mengikuti Ayah Yifei dan memperhatikan nya dari jauh.
Yifei sampai di rumah sakit.

Di dalam kantor. Ayah Yifei mengingat perkataan Junior Dokter, tentang ada seseorang yang menanyakan Xin Rui. Serta dia mengingat juga perkataan Yifei yang mengatakan bahwa Sheng Pei masih hidup. Lalu tepat disaat itu, seseorang masuk ke dalam ruangan nya.
Dan saat Ayah Yifei berbalik untuk melihat siapa. Dia melihat Prof. Wu.
“Apakah Anda ada masalah?” tanya Ayah Yifei, ramah.
“Prof. Kong, kamu sudah lupa dengan ku?” balas Prof. Wu.
“Aku ingat. Bukankah kita pernah bertemu di kamar pasien Guru Lin?”
“Bukan saat itu. Kelihatannya kamu sudah tidak ingat.”
Mendengar itu, Ayah Yifei mulai gugup dan bertanya siapa Prof. Wu. Dan tanpa menjawab, Prof. Wu berjalan mendekati Ayah Yifei.

“Aku mempunyai seorang putri. Sama seperti orang tua di dunia ini, aku sangat menyayangi nya dengan segenap jiwa dan raga. Aku menggandeng dia, menjaga dia, tapi dia malah meninggal. Mati karena kecelakaan mobil. 15 tahun ini, aku selalu beranggapan seperti itu, tapi kenyataannya bukan begitu,” kata Prof. Wu, bercerita dengan sedih. “Aku adalah Ayah Li Xin Rui,” jelas Prof. Wu, memperkenalkan dirinya.
Mendengar itu, Ayah Yifei tampak sangat terkejut.
Yifei berlari sekencang mungkin menuju ke ruangan Ayahnya.

“Saat itu, kenapa kamu perbuat seperti itu? Anak itu telah perbuat kesalahan apa?!” desis Prof. Wu, menahan marah. Dan Ayah Yifei berpura- pura tidak mengerti maksud nya. “Kenapa kamu begitu menginginkan jantung nya?! Demi putra mu, kah?!” teriak Prof. Wu sambil memegang kedua bahu Ayah Yifei dengan kuat.
“Bukan!” balas Ayah Yifei, berteriak. “Hal ini tidak ada hubungannya dengan putra ku! Putraku tidak pernah menerima jantung itu!” sangkal Ayah Yifei.

Dengan marah, Prof. Wu mendorong Ayah Yifei ke sofa. “Aku selalu menganggap, sebelum kamu mati, setidak nya kamu akan mengatakan kejujuran,” desis nya. Lalu dia mengeluarkan jarum suntik dari saku nya.
Dan dengan pasrah, Ayah Yifei menutup mata nya.

Tapi sebelum Prof. Wu sempat menusuk Ayah, Yifei datang dan menahan tangan nya. Dan  dia mendorong Prof. Wu ke dinding dan menahan nya dengan kuat. “Apa yang mau kamu lakukan?! Kamu ingin membunuh semua orang yang kenal dengan Li Xin Rui, kah? Karena jantung nya? Kalau begitu, bunuhlah aku. Jantung nya ada didalam tubuh ku.”
“Yifei,” panggil Ayah, pelan.

Karena sedang memegang tangan Prof. Wu, maka Yifei pun jadi bisa mendengar suara didalam hati Prof. Wu. “Ayah kamu yang membunuh putriku. Ayahmu demi memberikan jantung pada mu. Dia mengeluarkan jantung putriku, dalam keadaan putriku masih hidup. Saat putriku masih hidup. Saat dia masih hidup!!”
Mendengar itu, Yifei melepaskan Prof. Wu dan melangkah mundur dengan ekpresi terkejut mengetahui semua itu. “Tidak mungkin!” sangkal nya.

Prof. Wu menjelaskan kepada Ayah Yifei bahwa sekarang adalah saat nya Ayah Yifei merasakan penderitaan yang sama seperti nya, penderitaan kehilangan anak. Karena dengan begini lah, semua nya baru adil.
Mendengar itu, Ayah Yifei langsung berlari ke arah Prof. Wu dan menjatuhkan jarum yang di pegang oleh Prof. Wu. Tapi Prof. Wu berhasil memukul dan menjatuhkan Ayah Yifei.

Melihat itu, Yifei merasa terkejut. Dan sebelum Prof. Wu sempat mengambil jarum suntik itu, dia menendang Prof. Wu. Lalu dia mendekati Ayah nya, dan menanyakan dengan perhatian, apakah Ayahnya baik- baik saja.
Seperti barusan, karena Yifei sedang memegang tangan Ayahnya. Maka dia pun bisa melihat klias balik kejadian yang terjadi. Kejadian saat Ayah Yifei dan Junior Dokter berada di rumah sakit untuk mengoperasi Xin Rui.
Flash back
Sebelum operasi pengambilan jantung dimulai, Junior Dokter melihat tangan Xin Rui bergerak sedikit. Dan dia pun memberitahu Ayah Yifei. Mengetahui hal tersebut, Ayah Yifei pun menjadi ragu untuk mengoperasi Xin Rui.

Tangan Ayah Yifei bergetar. Dan melihat itu, Junior Dokter memegang tangannya. “Anda masih memikirkan Yifei, kan?” tanyanya. “Kalau tidak, biar saya saja.”
“Tidak. Saya saja,” balas Ayah Yifei. Lalu dia memberanikan dirinya dan mulai mengoperasi Xin Rui untuk mengambil jantung nya.
Setelah operasi selesai, Junior Dokter berjanji kepada Ayah Yifei bahwa dia tidak akan memberitahukan hal ini kepada orang lain.
“Apa yang sedang kamu katakan?” tanya Ayah Yifei.
“Tadi tangan Li Xin Rui masih bergerak,” jawab Junior Dokter, pelan. “Tapi jangan khawatir. Anggap saja ini rahasia kecil di antara Anda dan saya.”
Flash back end

“Yifei, kamu kenapa?” tanya Ayah, heran, karena Yifei diam dan menatap nya.
“Xin Rui. Dia masih hidup.”

Mendengar itu, Ayah langsung menarik tangannya dari Yifei. Dan dengan lemas, Yifei terduduk di lantai. “Dia masih hidup,” katanya lagi. Dan mengetahui itu, Prof. Wu menangis.

Yifei kemudian memegang dadanya, karena merasakan sakit yang sangat, lalu dia pun pingsan. Dan melihat itu, Ayah dengan panik langsung memompa dada Yifei dan berteriak memanggil perawat untuk datang membantu.
“Yifei,” panggil nya, panik.

No comments:

Post a Comment