Saturday, December 14, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 20

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart

Dipagi hari yang sangat cerah. Yifei dan Han Bing bersepeda bersama- sama. Mereka saling tersenyum bahagia saat bertatapan satu sama lain.

Kemudian setelah itu, Yifei bermain piano. Dan Han Bing berdiri disebelah nya serta mendengarkan permainan nya.
Selanjut nya, Yifei dan Han Bing pergi berdua ke pasar. Mereka berbelanja bersama sambil bermain- main bersama. Saling bercanda dan tertawa bersama.

Saat Han Bing membawa kan sebuah acara berita. Yifei akan menonton nya dari kantor nya sambil tersenyum sendirian.

Berbanding terbalik dengan Gao Sheng dan Xiao Jiang yang harus bergadang semalam demi mengawasi Prof. Wu. Dan mereka hanya bisa memakan pop mie saja. Namun saking fokus nya mengawasi, Gao Sheng pun jadi tidak berselera untuk memakan pop mie nya. Dan Xiao Jiang pun menasehati nya untuk makan. Tapi Gao Sheng tetap tidak mau. Jadi Xiao Jiang lah yang memakan itu.

Sampai pagi Gao Sheng terus mengawasi tempat Prof. Wu. Sementara Xiao Jiang tidur didalam mobil.

Lalu ketika malam kembali datang, mereka berdua masih berada disana untuk mengawasi. Dan memakan pop mie lagi.
Saat hari semakin malam, Gao Sheng mulai mengantuk, dia merasa sangat lelah. tapi dia memaksakan diri nya untuk tetap fokus. Gao Sheng mengingat tentang pulpen yang sudah dicek, disana memang ditemukan sidik jari tapi sidik jari disitu berbeda dengan sidik jari Gao Sheng cari.

Prof. Wu memainkan pena ditangannya sambil terus memperhatikan dari layar CCTV, mobil Gao Sheng yang masih berada di luar gedung nya dan mengawasi nya. Kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari laci nya. Sebuah dokumen yang ntah apa. Sepertinya itu data para penerima donor organ milik Xin Rui.
“Sudah saat nya,” gumam Prof. Wu.
Gao Sheng menceritakan kepada Yifei tentang Prof. Wu yang mulai terasa lebih mencurigakan. Dia sudah mengawasi selama tiga hari, dan selama itu Prof. Wu sama sekali tidak ada keluar, yang ada hanyalah pasien yang datang dan pergi saja. Kepadahal Prof. Wu seharusnya tahu kalau mereka sedang memperhatikan nya.
Xiao Jiang kemudian datang menghampiri Gao Sheng dan memberikan data mengenai Prof. Wu yang sudah dia selidiki. Di catatan kedokteran tertulis Prof. Wu pernah mengidap penyakit Alzheimer (pikun), dan karena itu, 8 tahun lalu Prof. Wu pernah masuk ke rumah sakit di Qing Cheng.
“Apakah dia sungguh memiliki sertifikat kedokteran?” tanya Yifei. Karena dia heran, kenapa orang dengan penyakit Alzheimer bisa menjadi dokter.
“Ada. Sertifikat kedokteran psikolog. Aku sudah menyelidiki dokumen nya,” jawab Xiao Jiang, yakin.

Xiao Jiang kemudian menawarkan diri untuk pergi ke rumah sakit yang ada di Qing Cheng dan menyelidiki lebih lanjut. Namun Gao Sheng menolak, karena dia mau kesana untuk menyelidiki nya sendiri. Dan Yifei juga ingin ikut.

Yifei mencoba menelpon Han Bing, tapi tidak diangkat. Karena Han Bing sedang menjalanin pengobatan hipnotis dengan Prof. Wu.
Han Bing menceritakan tentang Yifei yang sudah mengetahui soal Han Xue, dan Yifei sama sekali tidak kaget serta malah berterima kasih padanya. Namun dia masih merasa takut. Dan Prof. Wu meminta Han Bing untuk jangan khawatir, karena dia pasti akan membantu Han Bing untuk menyingkirkan Han Xue. Tapi dia ingin Han Bing juga membantu nya menyebarkan berita tentang putri nya kepada semua orang.

“Kamu masih punya seorang Istri? Ada apa dengannya?”
“Sebentar lagi, aku akan memberitahukan semuanya kepadamu.”
“Meskipun aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku akan membantumu sebisa ku,” kata Han Bing dengan perhatian. Dan Prof. Wu mengiyakan dengan raut wajah terharu.

Prof. Wu kemudian mengambil lonceng dan membunyikannya di depan Han Bing. “Sekarang sudah jam 12 malam. Han Xue keluar lah,” kata nya. Dan Han Xue pun membuka mata nya.
Dengan ramah, Prof. Wu menyapa Han Xue. Dan Han Xue langsung melepaskan ikatan rambut nya.
“Apakah kemarin aku sudah keterlaluan?” tanya Prof. Wu.
“Kamu memanggil ku keluar, untuk mengatakan kalau aku hanyalah ilusi?”
“Tidak. Aku salah. Sebenarnya kamu juga seorang kepribadian, sama dengan semua orang. Kamu adalah seseorang,” jelas Prof. Wu.
Han Xue mendengus, dan bertanya apa yang salah dengan Prof. Wu. Dan Prof. Wu menjelaskan bahwa hari ini dia ingin menceritakan mengenai hal yang hilang. Tidak peduli siapa, jika waktu nya sudah tba, maka harus pergi. Tapi meskipun tubuh jasmani telah mati, tidak berarti pikiran dan semangat nya juga mati. Jadi tidak peduli siapa mereka, kedepannya mereka akan menghilang karena kematian juga. Namun itu tidak berarti bahwa mereka akan menghilang selama nya dari dunia.
Mendengar itu, Han Xue merasa bingung dan tidak mengerti. Dan Prof. Wu dengan tegas menjelaskan bahwa hari ini dia akan membuktikan perkataan nya kepada Han Xue.

Han Xue tersenyum menatap sinar matahari yang hangat dan cerah. Sementara disamping nya, Prof. Wu menyetir mobil sambil sekali- kali melirik ke arah hp Han Xue yang keluar dari dalam tas. Dan Han Xue tidak menyadari itu.
Di bandara. Yifei mengirimkan pesan kepada Han Bing. Dia memberitahu bahwa dia harus ke Qing Cheng karena sedang ada urusan, jadi dia minta saat Han Bing membaca sms ini, Han Bing bisa segera menelpon nya.

Yifei serta Gao Sheng sampai dirumah sakit di Qing Cheng. Disana seorang perawat memberitahu mereka bahwa Wu Yan (nama asli Prof. Wu) memang pernah dirawat di rumah sakit ini. Dan penyakit Alzheimer yang di derita nya sangat parah sampai di tingkat sudah tidak bisa mengenali orang.
“Setelah itu, apakah dia membaik?” tanya Yifei.
“Alzheimer tidak akan pernah membaik,” jawab si perawat. Dan Yifei serta Gao Sheng langsung saling berpandangan.

Gao Sheng kemudian menanyakan, dimana Wu Yan. Dan si perawat menjelaskan bahwa dia mendengar Wu Yan pergi ke prancis untuk berobat. Lalu si perawat pun menunjuk kan foto Wu Yan kepada mereka berdua. Dan melihat foto nya, Gao Sheng serta Yifei terkejut, karena foto itu sama persis dengan wajah Prof. Wu.
“Apakah kamu tahu, dia rumah sakit mana dia berobat?” tanya Yifei.
“Ah, disana sudah bangkrut. Dokter utamanya aku tidak tahu. Tapi aku kenal seorang suster,” jawab si perawat.

Gao Sheng menghubungin Xiao Jiang untuk segera mengirimkan foto Sheng Pei. Sementara Yifei mencari taksi untuk diberhentikan. Dan setelah mendapatkan taksi, mereka berdua pun langsung masuk ke dalam.

Prof. Wu membawa Han Xue ke pasar. Disana dia menunjuk seorang pria yang sedang menjual buah- buahan dengan bersemangat.
“Sebelum putriku meninggal. Dia meninggalkan hadiah untuk orang- orang. Orang itu hidup karena putri ku. Ginjal putriku berada di dalam tubuh nya,” jelas Prof. Wu.

Menyadari kalau dirinya diperhatikan, pria itu pun menatap ke arah Prof. Wu. Tapi karena tidak kenal, dia pun mengalihkan tatapannya. Dan Prof. Wu merasa sedih. Melihat itu, Han Xue pun hanya diam dan terus mengikuti nya.
Gao Sheng menunjukan tanda polisi nya dan memperkenalkan dirinya kepada si suster. Lalu dia menunjukan foto Prof. Wu kepadanya. Dan untungnya, si suster masih mengingat tentang Wu Yan yang pernah di rawat dirumah sakit mereka dulu.
“Sekarang dia ada dimana?” tanya Gao Sheng.
“Tidak tahu. Aku dengar penyakit nya semakin parah. Dia dijemput oleh keluarga satu- satu nya,” jawab si suster. “Dokter yang menjaga nya adalah Kai Wen. Setelah berhenti dari rumah sakit, dia mengikuti pekerjaan sukarela.”
Gao Sheng kemudian menunjukan foto Sheng Pei kepada si suster. “Apakah dia?”


Prof. Wu membawa Han Xue ke taman bermain. Dan mencari guru bernama Zheng En.
Si suster membenarkan bahwa Sheng Pei adalah dokter di rumah sakit mereka.

Prof. Wu menatap guru Zheng En dan mengingat tentang kenangan bersama putri nya. Saat putrinya masih kecil dulu, mereka pernah pergi ke laut dan bermain bersama sambil tertawa dengan riang.
“Kamu siapa?” tanya Zheng En, bingung.
“Maaf, pertama kali bertemu. Maaf,” kata Prof. Wu sambil menahan kesedihannya. Lalu dia pun berniat pergi, tapi Zheng En memanggil nya.
“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Aku merasa seperti pernah bertemu dengan mu,” kata Zheng En, ramah. Dan Prof. Wu sedih mendengar itu.
“Kamu merasa wajah ku sangat familiar?” tanya Prof. Wu. Dan Zheng En membenarkan. “Xin Rui,” panggil Prof. Wu.

“Papa, papa. Maaf. Aku belum sempat berpamitan denganmu sebelum pergi. Maaf,” kata Xin Rui. “Aku tidak apa- apa. Aku tidak dendam dengan siapapun. Kamu juga jangan dendam dengan orang lain karena ku,” pinta Xin Rui. “Saat aku dikucilkan di sekolah, kamu sering berkata padaku, ‘membenci orang lain, maka diri sendiri juga tidak akan bahagia’. Jadi kamu jangan membenci orang lain,” kata Xin Rui sambil tersenyum.
Mendengar itu, Sheng Pei menganggukan kepalanya sambil terus menatap mata Xin Rui.

Zheng En merasa heran, kenapa dia tiba- tiba menangis dan merasa sedih. Dengan tegar, Prof. Wu menghapus air matanya sendiri, lalu dia meminta maaf. Kemudian dia pun pamit dan pergi darisana. Dan Han Xue segera mengikuti nya.

“Papa pergi dulu.”
Xin Rui tersenyum memandang Prof. Wu.
“15 tahun lalu. Putriku meningggal karena kecelakaan mobil. Sebuah tabrak lari. Setelah otak nya meninggal, kami menyumbangkan organnya. Bahkan pertemuan terakhir juga tidak sempat,” kata Prof. Wu, bercerita dengan sedih.


Mendengar itu, Han Xue menepuk pelan bahu Prof. Wu untuk menghibur nya. “Aku juga sering begini menepuk Han Bing. Han Bing sering mengatakannya padaku, karena aku sehingga dia merasa bersalah, karena dia tidak bisa melindungiku. Lalu aku akan menepuknya dengan pelan seperti ini,” jelas Han Xue.
Dengan terharu, Prof. Wu tersenyum kepada Han Xue. Dan Han Xue pun balas tersenyum kepada nya.

Prof. Wu membawa Han Xue ke gym. Disana Prof. Wu memperhatikan seorang pria bernama Yu Zhen. Dan dia heran, karena Yu Zhen tidak memiliki bekas operasi jantung. Dengan bingung, dia berpikir. Dan Han Xue memperhatikannya.

Junior Dokter masuk ke dalam kantor Ayah Yifei, dan memohon kepadanya lagi. Tapi Ayah Yifei tidak mau menolong nya lagi, dia menyarankan supaya Junior Dokter menyerah karena Junior Dokter tidak bisa terus menjadi dokter ahli bedah rongga dada lagi.
“Maksud Anda, saya tidak mempunyai kemampuan untuk itu?”
“Jangan terlalu berkeinginan tinggi. Ingin mendapatkan sesuatu diluar kemampuan sendiri. itu namanya berkeinginan tinggi,” jelas Ayah Yifei. “Aku dengar kamu juga seorang penjudi, benar?”
“Apakah karena ini, makanya saya dieliminasi? Guru, saya hanya ingin menghilangkan stress. Saya hanya beberapa kali ke sana,” jelas Junior Dokter, memohon.
“Keluar,” balas Ayah Yifei, singkat.

Dengan kesal, Junior Dokter pun permisi dan berjalan pergi. tapi sebelum keluar dari ruangan, dia berbalik dan membahas tentang pasien bernaman Xin Rui. Mendengar nama itu, Ayah Yifei bertanya kenapa Junior Dokter tiba- tiba membahas itu.
“Akhir- akhir ini ada orang yang mencari tahu tentang siapa saja yang menerima organ Lin Xin Rui. Aku tiba- tiba teringat, jadi aku memberitahumu,” jelas Junor Dokter, seperti mengancam. Lalu dia pun pergi sambil tersenyum.

Gao Sheng dan Yifei berhasil mendapatkan fakta bahwa Prof. Wu yang sekarang adalah palsu. Wu Yan yang asli sebenarnya adalah pasien dari Li Sheng Pei dulu nya. Tapi sayangnya, mereka tidak bisa sembarang menangkap orang tanpa bukti yang jelas, karena nantinya akan bisa dengan mudah dilepaskan.
Gao Sheng kemudian menghubungin Xiao Jiang, dan menyuruhnya untuk segera pergi ke tempat Prof. Wu dan mengumpulkan sidik jari. Untuk memastikan identitas nya.
Sementara Yifei, dia mencoba untuk menghubungin Han Bing lagi. Tapi masih tidak ada di angkat oleh Han Bing.

Han Bing terbangun didalam sebuah ruangan asing, dan dia merasa bingung. Tapi lalu dia melihat Prof. Wu ada bersamanya dan dia pun memanggil nya. “Mengapa kita bisa ada disini?” tanya nya.
“Saat sedang berkonsultasi. Han Xue muncul lagi. Aku ingin dia mengerti beberapa hal, jadi aku membawanya berjalan- jalan,” jawab Prof. Wu. Kemudian dia pun pamit dan pergi meninggalkan Han Bing.
Han Bing merasa kesal kepada Han Xue. Lalu dia pun berniat pergi juga darisana. Tapi tiba- tiba dia melihat kenangan milik Han Xue bersama Prof. Wu barusan, dan dia merasa bingung, apa yang terjadi.


Prof. Wu menemui Junior Dokter yang sedang minum- minum sendirian. “Mengapa harus berbohong?” tanya nya, serius.
“Berbohong? Ah, kamu sudah tahu ya. Sebenarnya aku sama sekali tidak tahu, dimana jantung Lin Xin Rui. Aku sudah mencarinya, tapi tidak ada catatan nya,” jawab Junior Dokter dengan santai nya. Dan Prof. Wu merasa tidak puas dengan jawaban nya.

“Sebenarnya jantung Lin Xin Rui diperlakukan secara ilegal,” jelas Juniro Dokter dengan berbisik. “Aku tidak tahu. Aku tidak tahu,” lanjut nya kemudian sambil tersenyum. Dan dengan tajam, Prof. Wu menatap nya. Sehingga Junior Dokter pun menjadi tidak nyaman.
“Jika kamu ingin tahu, tanyakan saja langsung pada Guru Kong (Ayah Yifei). Karena saat itu, dialah penanggung jawab nya,” jelas Junior Dokter sambil lanjut minum- minum.
Mendengar itu, Prof. Wu merasa malah dan langsung menarik Junior Dokter untuk ikut bersama dengan nya.

Yifei datang ke depan rumah Han Bing dan menelpon nya. Lalu saat Han Bing akhinrya menjawab telpon darinya, dia langsung menanyakan, apakah Han Bing baik- baik saja. dan Han Bing menjawab bahwa dia baik- baik saja.
“Aku terus tidak bisa menghubungi mu. Aku sangat khawatir, sekarang ada dimana?” tanya Yifei dengan cemas.
“Aku disini,” jawab Han Bing dari belakang Yifei.


Mendengar suara nya itu, Yifei langsung berbalik menatap ke arah Han Bing. Dan Han Bing tersenyum manis kepadanya. Lalu Yifei pun segera memeluk Han Bing.


Prof. Wu membawa Junior Dokter ke tempat yang sepi dan mencekiknya. “Kamu tahu jantung itu ada dimana, kan? Jelas- jelas kamu tahu. Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan, yang kamu tidak memberitahuku. Sebenarnya apa?!” tanya Prof. Wu dengan marah. “Jantung itu sebenarnya ada dimana?!”
“Di .. di anak guru Kong, yaitu Kong Yifei,” jawab Junior Dokter dengan susah payah.
Mendengar itu, Prof. Wu tampak terkejut.

No comments:

Post a Comment