Sunday, January 12, 2020

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 13-1

1 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 13-1
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
==Adegan dengan hewan di rekam di bawah pengawasan profesional untuk memastikan keamanan para hewan==
“Apa mungkin kau pernah ke Wando saat masih kecil?” tanya Kang.
Cha Young terkejut. Dia menganggukan kepalanya, pelan.
“Apa mungkin kau pernah ke Restoran Bada saat masih kecil?” tanya Kang, berharap.
Dan Cha Young kembali mengangguk.
“Lalu, apa kau ingat aku?” tanya Kang, lagi. Dengan tatapan yang sulit ku jelaskan.
Cha Young mengangkat kepalanya. Menatap, tepat ke mata Kang. Dia menggangguk. Kang tampak sangat terkejut.

Di saat itu, Cha Young menyudahi makannya. Dia masuk ke dapur dan memakai sarung tangan karet, mulai berberes. Kang menyusulnya dan menahan Cha Young. Suasana canggung sesaat. Kang mencairkan suasana dengan melepas sarung tangan karet yang Cha Young gunakan sembari mengatakan bahwa tamu tidak boleh mencuci piring. Dia meminta Cha Young untuk santai saja dan dia yang akan mencuci piring.
Suasana menjadi canggung lagi. Kang akhirnya bertanya, kenapa hari itu Cha Young tidak datang? (di saat dia janji akan membuatkan cokelat shasha).
“Seingatku, kau berjanji kembali untuk makan siang,” ingati Kang.
“Sesuatu terjadi.”
“Aku menunggumu,” beritahu Kang.
Cha Young jelas tahu hal itu, karena setahun setelah janji itu, dia datang menemui Kang. Tapi, saat itu, Kang dan ibunya sudah pindah ke Seoul.
“Maafkan aku, karena tidak memenuhi janjiku,” ujar Cha Young, tulus.
Pembicaraan mereka harus berhenti karena kedatangan Jeong-bok. Dia terkejut karena Cha Young masih ada di Wando, padahal dia mengira Cha Young sudah pergi tadi pagi. Jeong-bok juga mengomel karena Kang menolak makan di rumahnya dan malah memasak sendiri. Eh, tapi, dia juga penasaran, apa Cha Young pacar Kang? Apa pekerjaannya?
“Aku bukan pacarnya.”
Jeong-bok jadi senang mendengarnya. Dia langsung minta maaf karena sudah salah paham. Dia mulai bercerita pada Cha Young kalau dia sudah menyukai Kang sejak masih kecil. Tapi, paman-nya menyukai ibu Kang. Jadi, dia terpaksa mundur diam-diam. Dan setelah bertemu Kang lagi sekarang, perasaan-nya mulai tumbuh kembali.

Cha Young jelas tidak nyaman mendengarnya. Kang juga demikian. Dengan tegas, Kang memberitahu Jeong-bok kalau dia sudah menyukai seseorang. Jeong-bok jadi kesal dan kepo ingin tahu siapa gadis yang Kang sukai? Kang tidak mau memberitahu.
Jeong-bok yang kesal memilih untuk pergi. Tapi, sebelum pergi, dia diam-diam bertanya pada Cha Young, apa dia tahu siapa yang Kang sukai? Cha Young menjawab tidak. Jeong-bok yang masih cemburu langsung menjelek-jelekan gadis yang Kang sukai pasti berwajah jelek.
Dia sudah pergi, tapi kemudian kembali lagi.
“Aku tak apa-apa jika kau menolakku. Tapi kau harus kunjungi Bada (=artinya “Laut”) karena sedang ada di sini.”
“Aku sudah lihat tadi.”
“Bukan laut yang sebenarnya. Aku bicara soal cucu San. Jangan bilang kau lupa soal San. Kau tak ingat anjingmu? Kau meninggalkannya dengan pamanku dan berjanji akan kembali sebelum San berusia tiga tahun,” ingati dan beritahu Jeong-bok.
--

Jun pergi menjenguk neneknya. Dia mencoba menghubungi Kang, tapi ponsel Kang tertinggal di dalam mobil. Jadi, Kang tidak tahu kalau Jun menelpon-nya.
--

Kang dan Cha Young pergi ke rumah Jeong-bok untuk melihat Bada, cucu dari San. Kang yang masuk ke dalam kamar untuk melihat Bada sementara Cha Young hanya berdiri di depan pintu. Jeong-bok juga ada di dalam kamar dan menjelaskan pada Kang kalau Bada adalah cucu San dan sangat mirip seperti San, bukan? Bada sudah tua dan sakit. Dan entah kapan Bada akan mati, tapi Bada terus bertahan. Mungkin Bada tahu pemiliknya sudah meninggal, hingga Bada tidak mau minum selama dua hari ini dan tidak mau meninggalkan selimut paman Dong Gu.

Kang tampak sedih. Dia teringat dengan San, anjing kesayangannya. Yang harus di tinggalkan-nya saat dia ke Seoul.
Cha Young yang mendengar Bada tidak mau minum selama dua hari ini, segera ke dapur dan memeriksa bahan-bahan. Dia menemukan ada sekantong ikan pollack kering. Cha Young tersenyum.
--
Di tempat peristirahatan,
Jun sedang mampir untuk membeli segelas minuman. Pas sekali, Ny. Yoon menelponnya dan bertanya, dia ada dimana sekarang? Kenapa tidak menjawab telepon-nya?
“Tempat istirahat jalan tol,” jawab Jun.
“Tempat istirahat jalan tol? Sedang apa kau di sana?”
“Aku dalam perjalanan ke Wando.”
“Wando? Kenapa kau tiba-tiba ke Wando?”
“Untuk menemui Kang.”
“Kenapa?” tanya Ny. Yoon, dengan nada kesal.
“Karena aku merindukannya.”
Ny. Yoon langsung mematikan telepon. Dia tampak marah dengan tingkah Jun.
--
Kang sudah selesai melihat Bada. Dia menelpon dir. Kwon dan menjelaskan kalau paman Dong Gu meninggal karena kecelakaan mobil bukan sakit. Pemakamannya berlangsung lancar. Dan dia merasa perlu di sini lebih lama, jadi apa boleh dia cuti beberapa hari lagi? Dir. Kwon mengizinkan.
Selesai berteleponan dengan Dir. Kwon, Kang langsung duduk dengan lelah. Saat itu, dia melihat sepatu Cha Young yang masih terletak di depan rumah.
Dan saat Kang masuk, dia melihat Cha Young yang sedang memberikan Bada minum, dan Bada mau minum. Kang masuk dan duduk di sebelah Cha Young sambil bertanya, bagaimana cara Cha Young membuat Bada mau minum?
“Ini kaldu ikan pollock kering. Keluargaku juga dahulu punya anjing waktu aku masih kecil. Saat sakit, ia tak nafsu makan. Tapi aku ingat ia masih bisa minum kaldu ikan pollock kering. Untungnya, ia juga suka. Ia anjing baik,” jelas Cha Young.

Kang juga tampaknya senang karena Bada akhirnya mau minum. Cha Young lanjut berujar kalau alangkah baiknya jika Bada mau makan juga.
“Kudengar kau berencana tinggal dengan Laut di sini beberapa hari,” ujar Cha Young, membuka pembicaraan.
“Aku tak bisa meninggalkannya saat ia menderita seperti ini. Kau bagaimana, Cha-young?” tanya Kang.
“Aku akan naik bus pertama setelah matahari terbit. Jangan khawatirkan aku.”
“Jika aku memintamu tetap di sini denganku sedikit lebih lama, apakah aku egois?” tanya Kang, berharap.
Cha Young tampak tidak menduga kalau Kang akan bertanya seperti itu. Dia hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Kang. Sebaliknya, Cha Young pergi ke dapur dan mengukus ubi dan labu. Dia menghancurkan kedua bahan itu dan mencampurnya menjadi satu.

Kang memperhatikannya dari belakang. Dan setelah memperhatikan beberapa saat, Kang menghampirinya. “Maafkan aku. Aku terlalu egois. Aku yakin kau punya rencana. Maaf aku terus mengganggumu sejak kemarin. Akan kuberikan kunci mobilku. Kau tak perlu naik bus.”
“Aku janji akan kembali denganmu, jadi, akan kutepati. Walau aku tak bisa tepati janji untuk cokelat shasha. Aku hanya tak bisa meninggalkan seseorang saat dia menderita,” ujar Cha Young.
Kang tampak terkejut karena tidak menduga kalau Cha Young akan bersedia menemaninya beberapa hari.
Masakan Cha Young sudah selesai dan mereka membawanya untuk di makan Bada. Kang berusaha memberi makan Bada, tapi Bada terus menolak. Cha Young gantian mencobanya, dan Bada langsung mau makan dengan lahap. Wkwkwkw, Bada tampaknya lebih menyukai Cha Young.
--
Kang dan Cha Young akhirnya selesai memberi makan Bada. Kang secara tulus, mengucapkan terimakasih pada Cha Young karena sudah mau menemaninya. Dengan jujur, Kang bahkan berujar kalau dia mungkin akan nangis jika Cha Young pergi begitu saja.

Pembicaraan mereka terhenti karna Kang mendapat telepon di ponselnya. Kang langsung mengangkat, tapi ternyata itu adalah panggilan video. Dan yang menelpon adalah Tae Hyun. Tentu saja dia menelpon untuk bertanya mengenai Cha Young yang belum pulang walau sudah larut. Cha Young panik dan langsung mengambil alih ponsel Kang.
Cha Young bicara dengan Tae Hyun. Dia memerintahkan Tae Hyun untuk mematikan teleponnya. Tapi, karena Tae Hyun tidak mau, jadinya Cha Young yang mematikan sambungan panggilan video dan kemudian mengembalikan ponsel kembali ke Kang.
Eh, Tae Hyun malah menelpon lagi. Jadi, Kang memberikan ponselnya lagi pada Cha Young. Cha Young tampak malu dan mengangkat telepon agak jauh. Tae Hyun memperingati Cha Young agar tidak mematikan teleponnya lagi atau dia akan segera menyusul ke Wando sekarang. Cha Young masih mencoba sabar dan menyuruh Tae Hyun untuk segera tidur karena hari sudah malam. Tae Hyun malah balik membahas Cha Young yang masih berpakaian dan berkomentar karena dinding di belakang Cha Young tampak gelap. Apa Cha Young tidak lagi di hotel? Cha Young kesal dan berteriak, “Untuk apa aku ke hotel?”
Kang mendengarnya. Tapi pura-pura tidak dengar. Cha Young sangat malu. Dia mematikan panggilan video Tae Hyun. Dia kemudian bicara pada Kang kalau adiknya sepertinya sedang mabuk, jadi jangan di ladeni jika di telepon. Matikan saja.
Baru juga di bilang gitu, Tae Hyun udah nelepon lagi. Kali ini, Kang langsung mengangkatnya. Tae Hyun telepon sambil marah-marah, kenapa Kang membawa kakaknya ke motel dan bukannya hotel padahal Kang kan kaya? Apa kakaknya yang bersikeras ingin ke motel untuk menghemat uang?

Cha Young emosi dan malu. Dia panik dan berteriak memarahi Tae Hyun. Dia sampai memohon Kang untuk mematikan ponsel saja dan abaikan ucapan Tae Hyun.
Sebelum mematikan telepon, Kang menjelaskan dulu pada Tae Hyun, “Pertama, ini bukan motel. Kami di rumah temanku. Kedua, yang kau bayangkan tak akan pernah terjadi, jadi, jangan cemas. Kau ingin tahu apa lagi?”
Cha Young langsung mengambil alih telepon dan menjauh lagi. Dia dengan tegas memperingati Tae Hyun untuk tidak menelpon lagi. Jika Tae Hyun masih menelpon, akan ku bunuh kau!
Usai memperingati itu, Cha Young mengembalikan ponsel Kang kembali. Dia tertunduk malu dan langsung lari keluar rumah untuk menenangkan diri. Kang sendiri, tersenyum melihat tingkah malu Cha Young.


Cha Young yang ada di depan rumah, melihat jemuran pakaian paman Dong Gu yang belum di angkat. Dan tanpa di suruh, Cha Young mengangkat jemuran itu.

Sementara itu, Kang tidur di samping Bada. Dia bercerita mengenai apa saja yang ingin di lakukannya besok, lusa dan seterusnya. Dan karna itu, dia juga ingin Bada memikirkan apa yang ingin di lakukannya. Dia berharap Bada bisa bermimpi indah. Dan besok, dia akan datang berkunjung lagi bersama dengan Cha Young.
--

Cha Young tinggal di rumah Kang dan ibunya dulu. Setelah mandi, Cha Young duduk di depan cermin. Dan baru dia menyadari kalau ada foto Su Hui, Kang dan Dong Gu saat Kang masih kecil. Di foto itu, Kang tersenyum lebar dan bahagia.
“Hai, Nak. Aku senang kita bertemu lagi, Nak.”
--


Esok hari,
di Sanatorium,
Suster Nara menempelkan sebuah foto di mading yang berjudul : “Kepingan Kenangan Kami.” Itu adalah mading yang berisi foto-foto para pasien sanatorium yang meninggal di sanatorium dan ada juga kertas memo yang di tulis oleh mereka yang ada di sanatorium.





Yang di tempelkan oleh Suster Nara dan Yeong Sil adalah foto pernikahan orang tua Ye Sol, dimana kakek Ye Sol datang. Dan foto Michael bersama Susan dan ibu kandungnya.
Selain foto mereka ada foto Nenek, Min Seong, Haraboji, Ji Yong dan mereka yang lain lagi. Yeong Sil tampak sedih melihat foto-foto itu.
--


Yeong Sil pergi ke ruang 207, bekas kamar Michael di rawat. Dia melepas tag name Michael. Dan melihat Susan yang masih ada di dalam kamar, berkemas. Dia masuk dan menyapa Susan. Dia dengar, Susan akan pulang malam ini. Yeong Sil melihat kalau Susan membawa banyak foto Michael, bersama kakaknya dan dirinya. Foto Michael tersenyum. Dan masih banyak lagi.
“Michael memberi Dr. Lee kuis sebelum dia pergi. Katanya kau mungkin tahu jawaban kuisnya,” ujar Yeong Sil.
Susan tertarik mendengarnya.
--

Yeong Sil membawa Susan ke dapur dan di hadapan mereka ada 4 macam hidangan. Yeong Sil memberitahu nama makanan-makanan tersebut : Tteokguk. Olchaengi guksu. Sup pangsit. Ongsimi. Yeong Sil juga memberitahu kalau bukan dia yang membuat semua makanan itu.
“Ini kuis?” tanya Susan.
“Kau ingat makanan Korea yang kau makan saat mengunjungi Kampung Korea dengan Michael? Kata Michael kau sungguh suka makanan Korea di sana. Tapi saat kembali, kau tak bisa memakannya, karena restorannya sudah tutup.”
“Jadi, ini kuis yang ditinggalkannya untukku?”
“Ya. Dia sungguh ingin mencari makanan itu dan menyuguhkannya padamu. Apa ada jawabannya di antara keempat ini?”
“Ya.”
“Kalau begitu bisa tunjuk makanan jawabannya lalu memakannya?” tanya Yeong Sil.

Susan mengambil sendok dan piring. Dan dia mulai memakannya dengan tangisan. Dia merasa bahagia. Michael meninggalkan sesuatu untuknya. Dan makanan yang di bilang Michael, makanan yang sujebi tapi bukan sujebi adalah ongsimi.
Yeong Sil segera mengirim pesan pada Lee Kang, memberitahu jawabannya adalah ongsimi.
--
Yeong Sil menelpon seseorang dan tampak bahagia. Dia memberitahu orang di seberang telepon kalau Susan sangat menyukai ongsimi-nya dan bahkan akan kembali ke Korea untuk memakannya lagi.
Dan orang yang di telepon adalah Ibu kandung Michael. Ibu seperti biasa mengomel capek kalau dia membuat ongsimi dan sebagainya. Dia juga menyuruh Yeong Sil untuk tidak menelponnya lagi dan dia akan mengganti nomor teleponnya. Walau berkata begitu, tapi kita semua tahu bahwa Ibu adalah orang yang baik.
--

Kang pagi-pagi menemui Bada untuk membawanya jalan-jalan. Tapi, Bada tidak bereaksi sama sekali. Melihat itu, ekspresi Kang berubah menjadi sedih.

Cha Young datang untuk menemui Bada dan Kang. Tapi, saat dia tiba, dia melihat ekspresi sedih Kang dan Kang sedang menggendong Bada. Bada sudah meninggal.
“Kurasa dia tak ingin jalan-jalan,” ujar Kang.
“Boleh aku berpamitan? Andai kau menungguku. Kudengar kau suka dada ayam, jadi, aku pergi ke pasar membelinya. Selamat tinggal, Bada. Sungguh senang bertemu denganmu,” ujar Cha Young sedih pada Bada.


1 comment: