Monday, January 20, 2020

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 16-2 END

5 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 16-2 END
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

Kang dan Cha Young makan malam bersama untuk merayakan ulang tahun Kang. Kang memuji Cha Young yang sangat cantik hari ini. Cha Young dengan malu berujar kalau dia memang sengaja berdandan dan memakai baju paling mahal miliknya untuk datang ke tempat Kang.
Cha Young menyalakan lilin dan mematikan lampu. Dia menyuruh Kang membuat permohonan dan kemudian meniup lilin. Kang mengatupkan kedua tangannya dan menutup mata, kemudian berujar, “Terimakasih telah berkahi aku dengan momen ini.”

Cha Young tersenyum mendengar permohonan Kang, karena itu bukanlah permohonan. Kang berkata kalau dia tidak mempunyai permohonan karena telah memiliki segalanya. Kang hanya ingin Cha Young berhenti memanggilnya dengan panggilan ‘dokter’ karena mereka sekarang sudah pacaran. Cha Young jadi canggung mendengarnya. Dan Kang memanfaatkan momen itu untuk mencium Cha Young. Cha Young bertambah malu dan berdebar-debar.
Selesai makan malam, mereka duduk santai di ruang tamu sambil meminum segelas wine.
“Perlukah kita kabur bersama?” tanya Cha Young, tiba-tiba.
“Ke mana?”
“Itu tidak penting. Selama tak ada yang bisa menemukan kita di sana,” jawab Cha Young.
Kang menatapnya. Dia tampaknya tahu kalau Cha Young sedang mempunyai masalah. “Aku bisa melakukannya. Ayo.”
“Sekarang?” kaget Cha Young, karena Kang sudah berdiri dan mau kabur dengannya sekarang juga.
“Tentu. Kau mengatakannya, sekarang saja. Tunggu. Entah kita pergi ke negara mana, tapi di sana mungkin dingin,” ujar Kang dan membalutkan syal rajut ke leher Cha Young.
“Terima kasih telah berkata kau akan ikut denganku. Aku menghabiskan waktu seharian mencoba kabur dari ibuku. Ibuku orang yang jahat. Sebenarnya, aku kemari untuk menghindari ibuku. Tapi kurasa aku harus menemuinya. Aku ingat ada yang perlu kukatakan kepadanya,” cerita Cha Young.
“Sayang sekali. Kita harus lari lain kali. Omong-omong, semoga berhasil,” semangati Kang dan mengenggam erat tangan Cha Young, memberikan kekuatan.
Cha Young terus menatap Kang. Dia semakin mencintai Kang.
--
Esok hari,
Cha Young pergi ke gereja untuk berdoa. Hatinya masih kacau karena akan bertemu dengan ibu yang sudah meninggalkannya. Dan mungkin, dia berdoa memohon kedamaian di dalam hatinya.
Kang ada di sana juga dan menatapnya dari belakang.
--

Cha Young pergi menemui ibunya di sebuah restoran mewah. Ibunya berpenampilan glamour. Dan begitu melihat kedatangan Cha Young, dia tersenyum lebar dan melambai. Dia juga memuji Cha Young yang sangat cantik hingga dia hampir tidak mengenalinya. Cha Young sangat canggung hingga bicara sangat formal. Ibu malah marah karena merasa Cha Young bicara seolah dia adalah klien Cha Young saja.
Ibu kemudian memanggil pelayan dan meminta untuk di bawakan steak paling mahal yang ada di restoran ini dan masak medium rare. Sementara Cha Young, dia hanya memesan segelas kopi panas.
Ibu bicara dengan Cha Young sambil makan. Dia mengomentari Cha Young yang sangat keras kepala seperti ayahnya. Padahal dia ingin mentraktrir Cha Young dengan steak. Cha Young langsung jujur berkata kalau dia sempat khawatir bertemu ibunya, tapi tampaknya ibunya bahagia. Ibu membenarkan dan senang karena terlihat bahagia.
Cha Young mulai membahas apa yang ibunya lakukan membuat banyak orang menderita (dirinya, Tae Hyun dan ahjussi penginapan). Dia tidak senang karena ibunya tampak bahagia. Ibu malah berkata bahwa itu semua bukan salahnya, orang-orang yang tertipu olehnya yang bodoh hingga hal seperti itu terjadi. Sama seperti ayah Cha Young yang menjamin temannya dan akhirnya kehilangan semua hartanya.
“Aku belajar hanya ada dua jalan hidup. Entah kau ditusuk dari belakang atau menusuk dari belakang. Mereka yang ditusuk bisa tenang, tapi kata mereka, yang menusuk tidak. Tapi itu tidak benar. Lebih baik menusuk seseorang daripada ditusuk. Maka kau setidaknya bisa makan steik seperti ini,” ujar Ibu, tanpa malu dan rasa bersalah sedikitpun.
Dan terlihat, kalau Kang juga ada di restoran itu, duduk di meja di belakang Cha Young dan mendengar semua pembicaraan Cha Young dan ibunya.
“Di pusat perbelanjaan yang roboh, aku bertemu seorang wanita. Saat kau memintaku menunggu di pusat perbelanjaan dan meninggalkanku,” ingatkan Cha Young.
“Itu karena aku diganggu lintah darat. Kukira mereka takkan berulah padamu jika aku pergi.”
"Kau harus keluar dari sini hidup-hidup." Dia membeli cokelat untuk putranya, tapi dia memberikannya kepadaku. Lalu dia meninggal. Aku belajar tentang hidup dari wanita itu.”
“Baik. Aku mendengarnya dari Tae-hyun. Karena itu kau hidup seperti orang bodoh. Kau masuk sekolah kuliner terkenal di Italia. Tapi kini kau hanya merawat orang sekarat. Kau bodoh. Kau pikir orang akan menghargainya?”
“Aku tak ingin melihatmu lagi sampai mati,” ujar Cha Young, dengan mata berkaca-kaca. “Tapi aku datang jauh kemari karena wanita itu mengajariku hidup. Katanya manusia adalah harapan terakhir kita. Dan kau ini manusia. Kukira kau akan merasa bersalah pada mereka yang kau lukai.”
Ibu tidak suka mendengarnya. Dia tidak menganggap apa yang Cha Young katakan. Saat itu, pacar ibu tiba-tiba datang dan mengajak ibu untuk segera kabur karena tn. Jang tahu mereka ada di sini dan sedang menuju ke sini. Ibu langsung menggerutu kesal karena dia hanya mengambil 5juta won saja sampai di kejar begini.
Dan karena itu, Ibu memilih kabur. Dia berkata pada Cha Young akan menghubunginya lagi nanti. Dan juga, Cha Young bisa menghabiskan steak-nya dan Cha Young yang bayar makanan-nya, nanti uangnya dia ganti.
“Jangan menghubungiku. Aku takkan menjawab,” tegas Cha Young. “Jangan sekarang. Mari bertemu sekitar sepuluh tahun lagi. Kita akan lihat hidup siapa yang benar. Mari bicara saat itu,” tantang Cha Young.
Cha Young ingin membuktikan pada ibunya, apa yang menjadi prinsipnya dan cara hidupnya, jauh lebih benar daripada apa yang ibunya lakukan.
Setelah ibu Cha Young pergi, Kang mengirim pesan : Kau ingin ku genggam tanganmu?
Cha Young terkejut membaca pesan itu dan melihat sekeliling restoran. Dan dia melihat Kang.
Kang masih mengirim pesan pada Cha Young : Aku khawatir, jadi, aku berniat hanya melihatmu naik kereta bawah tanah. Tapi tanpa sadar, aku di sini. Maaf mengejutkanmu.

Cha Young jelas merasa terharu karena Kang ada di sana. Dia mendatangi meja Kang dan menyodorkan tangannya sembari meminta Kang mengenggam tangannya. Dia berkata kalau tangannya kedinginan. Kang mengenggam tangan Cha Young dengan hangat dan bahkan memeluknya. Tanpa perlu mengatakan apapun, mereka tahu apa yang masing-masing mereka katakan.
--
Kang dan Cha Young pulang bersama denagn menaiki kereta. Cha Young tertidur di bahu Kang dan Kang terus menggenggam tangan Cha Young. Tidak melepaskannya sama sekali.
Kereta terus melaju… hingga hanya tersisa Kang seorang diri di dalam kereta tersebut.
Cha Young : Aku akan turun di stasiun selanjutnya. Maafkan aku. Bisa beri aku sedikit waktu lagi? Jangan paksa aku untuk segera kembali. Jangan menungguku. Jangan merasa bersalah untukku. Dan jangan mengasihaniku.
Kang : Aku tak akan memaksamu atau menunggumu. Tapi jangan sampai tersesat. Pastikan saja, kau kembali.
Cha Young tiba di rumah. Dia berbaring di lantai, beralaskan seprai. Keringat membasahi wajahnya. Dia tampak sakit.
Kang ada di depan rumah itu. Hanya berdiri. Tidak menemui Cha Young.
--
Entah sudah berapa lama waktu yang berlalu,
tn. Lee mengikuti Jun yang sedang melihat pameran keramik. Dia memberitahu Jun kalau Ny. Yoon dan Ny. Lee kemarin akhirnya bertengkar hebat dan saling menjambak rambut. Tekanan darah nenek sampai naik. Jun tidak mendengarkannya sama sekali.
tn. Lee terus bicara membujuk Jun untuk kembali ke rumah sakit. Dan Jun menyuruhnya untuk diam karena mereka sedang ada di pameran.

Saat sedang melihat keramik, mata Jun tertarik pada seorang pengunjung wanita yang terus memegang bahu dan tampak kesakitan. Jun memperhatikannya dan tampak memikirkan sesuatu. Dia segera menghampiri wanita itu dan menyarankan agar wanita itu segera ke dokter karena dia merasa kondisi wanita itu serius. Wanita itu salah paham, mengira Jun sedang merayunya.
Dan tiba-tiba saja wanita itu terjatuh pingsan. Jun segera menyuruh staff pameran menelpon ambulans. Dia memberikan pertolongan pada wanita itu.
Ambulans tiba. Wanita itu di angkut ke dalam ambulans dan Jun ikut dengannya. Wanita itu sudah sedikit sadar dan bertanya, siapa Jun?
“Aku Lee Jun, dokter ahli saraf di RS Universitas Geosung,” perkenalkan Jun. (akhirnya, Jun mungkin akan kembali ke rumah sakit. Bukan untuk keluarganya, tapi demi panggilan dirinya sebagai dokter).
--

Dir. Kwon mengunjungi Seon Ae. Dan Seon Ae jelas terkejut dengan kedatangan dir. Kwon. Dia meminta dir. Kwon untuk tidak mempedulikan-nya karena dia hanya akan membebani-nya saja.
“Aku bahkan tak pernah menikmati masakan buatanmu. Kau tak boleh lari seperti pengecut. Meminta maaf saja tidak akan cukup. Yang berlalu biarlah berlalu. Biarlah aku jadi pria jahat dan kejam untuk mendampingimu,” ujar dir. Kwon dan berjalan ke arah Seon Ae. Memeluknya dengan erat. “Jika reinkarnasi nyata, kita bisa menebus dan minta maaf pada yang diperlakukan salah. Saat waktu itu tiba, aku akan membayar semua kesalahanku. Sekalipun mereka memaafkan kita, aku tak akan lupa dan menerima hukuman untuk semuanya. Jadi, di kehidupan ini, biarkan aku jahat dan kejam padamu.”

Seon Ae menangis dalam pelukan dir. Kwon.
--
Kang masih bekerja di sanatorium. Dia menikmati hari-harinya di sana.
Saat itu, seorang kakek menghampirinya dan meminta untuk makan pizza. Yeong Sil yang menjaga kakek, menjelaskan pada Kang kalau cucu kakek sempat mengajak Kakek untuk makan pizza. Katanya, pizza paling enak adalah pizza yang baru keluar dari oven kayu.
Kang membenarkan kalau pizza yang paling enak adalah yang baru keluar dari oven kayu. Dan karena dia juga belum makan, dia mengajak kakek itu untuk makan bersamanya.
--
Tae Hyun berada di pantai. Dia melakukan siaran live, sama seperti Hui Na.
“Kurasa kalian semua terkejut melihatku alih-alih Hui-na. Aku di sini karena Hui-na pergi jauh. Katanya dia akan pergi ke tempat dia bisa menikmati matahari hangat dan birunya laut. Benar. Dia memintaku memberi tahu kalian dia minta maaf pergi tak terduga seperti ini bahkan tanpa berpamitan,” ujar Tae Hyun ke arah kamera. Dan wajahnya, terlihat sedih.
Flashback
Kondisi Hui Na terus memburuk. Dan sebelum dia pergi ‘jauh’, dia meminta Tae Hyun untuk memberitahu semua penonton channel-nya, bahwa dia baik-baik saja, di suatu tempat di dunia.
“Buat semua orang percaya. Baiklah. Karena aku sungguh… tak akan mati. Aku akan bekerja keras dan melanjutkan hidup sepenuhnya di dunia kita yang indah ini.”

Tae Hyun berusaha keras untuk tidak menangis. Tapi, sorot matanya sangat sedih dan berkaca-kaca.
Dan Hui Na meneteskan air matanya sebelum pergi.
End
Tae Hyun berusaha keras mengontrol emosinya. Kenangan akan Hui Na menjadi pelajaran yang sangat berharga baginya.
“Anggap ini hari terakhirmu, dan kau tahu saat ini tak akan kembali, nikmati setiap saat yang datang, Semuanya. Hari yang kau sia-siakan hari ini adalah hari esok yang sangat diinginkan seseorang yang wafat kemarin.”

Tae Hyun mengakhiri rekaman siaran. Dia duduk, menghadap ke laut dan menatap ke langit. Tersenyum. Seolah Hui Na ada di sana.
--
Dae Sik dan Yeong Sil memakai baju couple, duduk di taman sanatorium. Dae Sik bermain gitar dan berlatih bernyanyi bersama Yeong Sil. Tapi, tiba-tiba saja, Dae Sik berhenti karena suaranya sangat buruk hari ini. Yeong Sil menyemangati Dae Sik karena hari ini masih jauh lebih baik daripada kemarin. Mereka berlatih bernyanyi karena ingin mengikuti lomba dan memenangkan penghargaan anugerah popularitas.
Mereka lanjut bernyanyi.
Lagi asyik bernyanyi, tiba-tiba terdengar suara memanggil nama Yeong Sil. Suster Nara kembali. Dia sangat merindukan semuanya. Dia terus berkata rindu ini dan itu.
“Maaf mengganggu, tapi kami ikut penyisihan acara Korea Sings besok, artinya kami harus berlatih setiap saat,” potong Dae Sik, agar Nara berhenti bicara.
Yeong Sil memperkenalkan Dae Sik pada Nara. Yeong Sil sangat senang Nara kembali, tapi dia masih takut pada ayah Nara. Nara dengan santai memberitahu kalau kedua kaki ayahnya patah saat mengejar tersangka, jadi tidak akan bisa kemari sementara menjemputnya.
“Omong-omong, siapa pria yang memakai kaus kembar denganmu?” tanya Nara.
“Maksudmu… Pria ini? Dia pacarku.”
Nara jelas terkejut. Dan Yeong Sil menyuruhnya untuk segera pergi.
Dae Sik sangat senang karena Yeong Sil memperkenalkannya sebagai pacar pada Nara.
--
Kang sendirian di rumahnya. Dia merindukan Cha Young. Benar-benar merindukannya. Dia tidak tahan hanya menunggu Cha Young lagi.
Kang pergi ke sanatorium dan pergi ke dapur. Dia mengingat semua kenangan manisnya dengan Cha Young di ruang dapur itu. Dan itu, membuatnya tersenyum.
Kang pergi ke pantai. Berjalan seorang diri. Dia ingat kenangannya dengan Cha Young di pinggir pantai Wando dan saat dia menyatakan perasaan-nya juga di pinggiran pantai. Semua kenangannya dengan Cha Young, terus berputar di dalam kepalanya.
Kang terus berjalan ke berbagai tempat. Dan mengambil foto tempat-tempat yang di datanginya.

Maafkan aku. Bisa beri aku sedikit waktu lagi? Kau baik-baik saja, 'kan? Aku tahu kau akan menungguku sekalipun kularang. Maaf aku tak bisa segera kembali walau kau tunggu. Aku memberi tahu ini andai kau khawatir. Sejauh ini, aku tak pernah tersesat, tidak sekali pun. Semua karena kau mengikutiku ke mana pun aku pergi dan berdiri memegang cahaya penunjuk untukku agar aku tidak jatuh atau terluka. Katamu aku baik-baik saja dan aku harus tetap hidup sama seperti biasanya. Aku bersyukur pria hebat sepertimu membuat jantungku berdebar. Kenyataan bahwa aku jatuh cinta pada orang berhati hangat sepertimu membuatku bahagia. Aku… sungguh mencintaimu sepenuh hatiku.
Isi narasi Cha Young.
--
di Yunani,
Kang pergi ke sana untuk mencari Cha Young. Dia menelusuri jalan-jalan di sana, mencoba mencari Cha Young. Dia pergi ke restoran Cha Young bekerja dulu, saat pertama kali dia datang ke Yunani mencari Cha Young untuk Min Seong.
Pelayan restoran itu begitu senang melihat Kang. Dia masih mengingat Kang karena Kang adalah pelanggan yang membuka tiga botol anggur termahal restoran mereka. Dia bertanya, Kang ingin minum apa hari ini? Kang menjawab kalau dia datang bukan untuk minum wine. Dia mencari Moon Cha Young.
Pelayan memberitahu kalau Cha Young tidak ada hari ini. Kang mengerti dan berkata akan menunggu di sini karena dia juga tidak punya tujuan lain.
Kang duduk di meja depan restoran. Dia mengingat saat bertemu Cha Young di restoran itu.
Hari sudah semakin sore, dan Kang masih ada di sana. Tapi, Cha Young masih belum datang ke restoran.
Hari sudah sangat larut, dan Kang masih di sana, menunggu.
--

Esok hari,
Kang pergi mengunjungi tempat dimana Cha Young mengikuti kompetisi demi hadiah wine.
Kang masih terus mencari Cha Young di Yunani. Dia berkeliling ke setiap sudut.
Dia bisa saja bertemu dengan Cha Young, karena Cha Young ada di dekat sana. Hanya saja mereka saling berselisih jalan.

Kang kembali ke restoran. Pelayan menyiapkan pesanan Kang. Dan Kang begitu terkejut saat melihat yang di hidangkan adalah kue tart, persis seperti kue ulang tahun yang Cha Young buatkan untuknya. Kang tahu kalau Cha Young ada di sana.
Dan kita kembali ke scene awal di episode 1.

Kang mengendarai sepedanya dengan kencang menuju suatu tempat. Dia tiba di sebuah tangga dan segera melempar sepedanya ke samping dan memanjat tangga menuju ke atas.
“Aku sudah berlari lama sekali untuk datang kepadamu. Terkadang aku ingin berhenti. Terkadang aku hampir tersandung dan terjatuh. Dan terkadang aku tersesat. Tapi karenamu, aku sampai sejauh ini. Setelah sekian lama waktu berlalu, ini adalah permulaan kisah kami.”
Kang tiba di tempat di bawah jembatan. Dan dia menemukan orang yang di rindukannya. Moon Cha Young.
Kang memeluk Cha Young dengan erat dari belakang. Meluapkan rasa rindunya. Cha Young tersenyum melihatnya.
Kang mencium Cha Young dan mendekapnya dengan erat.
“Aku datang menjemputmu. Aku ingin kau istirahat lebih banyak, tapi aku terlalu merindukanmu.”
“Aku ingin beristirahat denganmu juga.”

Mereka berjalan bersama. Dan Kang memasangkan syal-nya pada Cha Young.
==END==











“Kisah kami berakhir di sini, tapi kami tahu ini bukan akhir. Kami akan tersesat lagi di suatu titik, dan penderitaan akan membuat kami jatuh lagi di sepanjang jalan. Tapi selama kami terus berharap tak ada yang bisa membuat kami menyerah. Kami akan selalu mengingatnya. Untuk kalian yang berjalan di sisiku sekarang. Terima kasih.”

"NILAI HIDUP SESEORANG DITENTUKAN CINTA YANG DIBERIKAN, BUKAN CINTA YANG DIDAPATKAN" - EPICTETUS

---
Tamat! Terimakasih untuk kisah CHOCOLATE yang bagiku terasa hangat. Aku menyukai drama ini. Tanpa intrik cinta segitiga ataupun perebutan kekuasaan yang terlalu di tonjolkan, melainkan mengenai nilai hidup seseorang.
Awalnya, aku juga tidak tahu kalau drama ini akan tayang. Aku menemukannya karena sudah selesai menulis sinopsis Extraordinary You dan bingung harus nulis sinopsis drama Korea apalagi. Dan kebetulan sekali, drama ini tayang baru episode 01. Aku mencoba menonton-nya dan langsung menyukainya, entah kenapa.
Aku suka bagaimana drama ini, menceritakan setiap karakter. Bagaimana mereka berubah. Bagaimana karma itu ada. Dan segalanya.
Aku jengkel pada karakter Tae Hyun yang memanfaatkan Cha Young. Namun, semakin lama karakternya berkembang. Mungkin, orang-orang di sanatorium itu sudah merubah Tae Hyun menjadi pribadi yang lebih baik. Tae Hyun mulai merasa menyesal setelah menyakiti hati haraboji dan pada akhirnya, haraboji meninggal. Dan yang paling merubah Tae Hyun adalah Hui Na, bagiku. Hui Na yang tidak menyerah atas hidup walaupun dia tahu bahwa dia akan ‘pergi’, tetap menganggap bahwa dunia adalah tempat yang indah. Hui Na pun mengakui bahwa hidupnya dulu menyedihkan sama seperti Tae Hyun, menganggap bahwa dia memiliki banyak waktu, tapi pada akhirnya, waktu setiap manusia terbatas.
Dan dalam keterbatasan waktu itu, tidak peduli sependek apapun waktu yang kita miliki, selama kita mampu mengisinya dengan hal-hal berarti, itu jauh luar biasa.
Terlalu banyak yang ingin ku katakan mengenai drama ini. Terlalu panjang jika di tulis.
Dan entah kenapa, di episode akhir, aku seperti merasa bahwa drama ini mengajarkanku mengenai karma.
Su Hui, ibu Kang, yang memberikan cokelat pada anak kecil, menyelamatkan hidup anak itu. Karena Su Hui, anak itu mampu bertahan di kerasnya hidup. Dia tidak berubah menjadi sama seperti ibu yang meninggalkannya, melainkan menjadi jauh lebih baik. Su Hui mengajarkan-nya mengenai hidup.
Ny. Han, nenek dari Jun dan Kang. Dia terlalu angkuh akan hartanya. Dia mengabaikan Kang saat meminto tolong karena Su Hui berada di reruntuhan mall. Dan akhirnya? Kedua anaknya yang masih hidup dan menantu-nya, hanya sibuk memperebutkan hartanya. Menantu-nya bahkan mengancam-nya. Tidak ada rasa bahagia di masa tua Ny. Han.
Masih banyak lagi. Tapi, nanti kepanjangan. Hehehe.
Gimana komentar kalian?


5 comments:

  1. Awalnya gk segaja baca sinop drama ini di sini terus mulai nonton ak setuju sama pendapatnya mimin buatku drama ini punya cerita yg sederhana tp memberikan pelajaran untuk menghargai hidup

    ReplyDelete
  2. Betapa berartinya waktu juga kehidupan seseorang, tapi sering kali kita mengabaikan waktu... juga sedikit peduli akan kemanusiaan,drama ini mengajarkan hal demikian, terimakasih Min...

    ReplyDelete
  3. Suuka bnget ma drama ini.ga cuma mslh cinta dan harta tapi menginngatkan kita akn pentingnya arti kehidupan di setiap detik waktu kita.meski teruss bikin aq mewek

    ReplyDelete
  4. Suuka bnget ma drama ini.ga cuma mslh cinta dan harta tapi menginngatkan kita akn pentingnya arti kehidupan di setiap detik waktu kita.meski teruss bikin aq mewek

    ReplyDelete
  5. Suuka bnget ma drama ini.ga cuma mslh cinta dan harta tapi menginngatkan kita akn pentingnya arti kehidupan di setiap detik waktu kita.meski teruss bikin aq mewek

    ReplyDelete