Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 9 - part 3


Network : tvN Netflix

Ada sebuah mangkuk pecah diatas tempayan. Itu adalah mangkuk untuk air tawar, yaitu mangkuk yang digunakan untuk berdoa. Sersan Pyo menjelaskan bahwa dia merasa mangkuk itu milik orang yang pernah tinggal di dekat sini, mungkin seperti seseorang yang mempunyai putra yang ikut perang, sebab ada foto di dalam kamar nya. Jadi mereka tidak pernah menyentuh mangkuk tersebut. Karena mereka semua punya Ibu juga.


“Ibumu akan bahagia begitu kamu kembali. Dia pasti menantikanmu,” kata Ju Meok dengan yakin.
Namun Se Ri sama sekali tidak yakin. “Entahlah.”

Ju Meok kemudian teringat sesuatu. Dia dan yang lainnya membawa Se Ri ke suatu tempat dan mereka semua duduk bersama disana. Lalu dia menunjukkan sesuatu kepada Se Ri. “Kamu lihat gunung kecil itu?” tanyanya.
“Ya,” jawab Se Ri.
“Itu Gunung Bukhan. Itu di Seoul, 'kan?” jelas Ju Meok dengan bangga.
“Sungguh? Sedekat itukah?” tanya Se Ri, kaget.

“Walaupun dekat sekali, kita tidak akan bisa bertemu lagi, 'kan?” komentar Eun Dong dengan sedih. “Tetap saja, kamu bisa menemui ibumu. Aku iri.”
Se Ri menceritakan tentang Ibunya. Hubungan mereka berdua tidak seakrab yang Eun Dong pikirkan. Jadi dialah yang iri kepada Eun Dong, sebab hubungan Eun Dong dengan Ibu lebih baik. Dengan sinis, Sersan Pyo mengatai Se Ri sedang meledek Eun Dong, sebab masih butuh waktu sembilan tahun dan tujuh bulan sebelum Eun Dong bebas tugas dan bisa menemui Ibunya.

Mengetahui itu, Se Ri memeluk punggung Eun Dong dan menghiburnya. Dia yakin kalau Eun Dong pasti sangat ingin bertemu Ibu. Dan Eun Dong mengiyakan, dia sangat merindukan Ibunya dan mencemas kan nya juga. Lalu dia menceritakan tentang kampung halaman nya yang jauh lebih dingin daripada disini, jadi dia cemas apakah kayu bakar dirumahnya cukup, dan apakah adik- adik nya bisa makan. Apalagi adik bungsu nya yang bertubuh lemah dan sering sakit.
“Mereka pasti baik-baik saja,” hibur Se Ri kepada Eun Dong. “Kalian jangan sampai terluka. Pastikan makan dengan baik. Tetap jaga kesehatan, dan hidup dengan baik, ya?” katanya kepada mereka semua. “Kalian tidak akan tahu. Kapan kedua negara bisa bersatu kembali.”

“Jangan membual. Hiduplah dengan baik saat kamu pulang. Jika kamu kembali lagi, aku akan … aku akan menguburmu,” ancam Sersan Pyo, tidak serius. “Digunung atau di sungai.”
“Terserah. Kubur aku di gunung atau di sungai,” balas Se Ri, tidak peduli.

Sersan Pyo tampak paling sedih di bandingkan yang lain. Karena sebentar lagi Se Ri akan pergi. “Matahari sudah mulai terbenam. Wanita berisik itu bisa pergi saat gelap,” katanya.
Ibu dan kedua kakak ipar Se Ri. Mereka datang ke rumah Se Ri, tapi mereka tidak bisa membuka password rumah nya. Dan Ibu mencoba mengingat apa password nya.
Flash back
Ibu datang ke apatermen Se Ri. Dan Se Ri merasa bahagia melihatnya. Tapi dengan dingin, Ibu menyuruh Se Ri untuk membuka pintu nya segera. Dan Se Ri pun membuka nya. “Sandinya ulang tahunku. Hari saat aku hampir mati.”
Flash back end
Ibu membuka password pintu apatermen Se Ri dan masuk ke dalam nya. Melihat itu, Hye Ji merasa kagum kepada Ibu mertuanya. Dia memberitahu Sang Ah bahwa Ibu begitu hebat, karena Ibu juga bisa masuk ke dalam rumah nya juga. Tapi Sang Ah tidak peduli dan mengabaikannya.

Didalam rumah. Ibu duduk dengan sedih. Dia mengingat saat dulu dia pernah datang ke sini juga.
Flash back
Dengan ramah, Se Ri menanyakan kenapa Ibu datang. Dan Ibu menyuruh Se Ri untuk menjual saham perusahaan milik Se Ri sebab kedua kakak Se Ri sedang kesulitan. Se Ri menjelaskan bahwa kakak- kakaknya serta Ayahnya, mereka tidak ada urusan dengan perusahaannya. Dia yang mendirikan dan mengembangkan perusahaan nya sendiri. Dan tidak mudah untuk dia sampai disini sendirian. Itu sangat sulit. Tapi Ibu tidak peduli.

“Tidak ada yang memintamu. Aku tahu apa yang kamu rencanakan. Kamu mau ayahmu melihatnya dan menyadari kalau kamu lebih baik dari kedua kakakmu. Kamu mau terpilih. Kamu mau merebut segalanya!” bentak Ibu.
“Ibu.”

Ibu?” dengan Ibu. “Jika kamu lepaskan keserakahanmu, hubungan kita pasti akan akrab seperti ibu dan putri sungguhan,” jelas nya.
Se Ri merasa sedih. Dia menjelaskan bahwa ini bukanlah keserakahannya, tapi ini adalah mimpi nya. Dengan sinis, Ibu malah mempertanyakan, apakah Se Ri pantas mendapatkan kemewahan ini. Sebab karena Se Ri lah hidupnya menjadi menderita.
Flash back end


Hye Ji kagum dengan barang- barang milik Se Ri. Dan dia menginginkannya. Namun dengan tegas, Ibu langsung menyuruhnya meletakkan itu dan keluar.


Sang Ah memotret data- data perusahaan milik Se Ri. Dan Ibu tidak bisa mengatakan apapun. Dia hanya membiarkannya dan memperhatikan barang- barang di rumah Se Ri. Lalu dia menemukan foto dirinya ada disana juga.

Flash back
Se Ri memotret Ibu yang sedang memandang pohon natal secara diam- diam.
Flash back end
Ibu merasa sedih mengingat itu.

Jung Hyuk mengantarkan Se Ri. “Jaga dirimu. Kembalilah ke hidupmu seolah-olah tidak ada yang terjadi,” kata nya.
“Kamu tidak berhak mencemaskanku. Jangan cemas. Aku akan baik-baik saja. Banyak pekerjaan menanti. Aku akan langsung terbiasa. Seperti biasa, aku akan hasilkan dan habiskan uang dengan baik, bekerja dengan rajin, dan mengencani pria,” balas Se Ri.

Mendengar perkataan terakhir Se Ri ‘mengecani pria’ Jung Hyuk merasa cemburu. Dia mengingatkan Se Ri tentang perkataan Se Ri mengenai masa berkabung setelah putus. Dan itu sekitar enam bulan.
Se Ri tersenyum mendengar itu. Dia menjelaskan bahwa itu hanyalah alasannya bagi Jung Hyuk. Lalu dia mengingatkan bahwa Jung Hyuk lah yang menyuruhnya untuk kembali hidup seperti dulu. Dan Jung Hyuk membalas bahwa dia tidak menyuruh Se Ri untuk mendekati pria lain.
“Apakah enam bulan?” tanya Se Ri. Dan Jung Hyuk mengiyakan. “Baiklah. Selama enam bulan, akan menjadi masa berkabungku.”
Se Ri kemudian mengenang kisah mereka berdua yang tampak seperti ini memang adalah takdir. Pertama, mereka kebetulan bertemu di Swiss. Lalu kedua, mereka bertemu di Korea Utara. Dan Jung Hyuk dia mendengarkannya.


“Kenapa?” tanya Se Ri, heran.
“Kamu boleh mengencani pria dan bercengkerama dengan yang lain seolah-olah tidak ada yang terjadi. Tapi jangan kesepian lagi. Jangan pernah berpikir ingin menghilang di tempat yang indah. Kamu punya aku,” kata Jung Hyuk dengan perhatian.
“Tapi kamu tidak akan ada di sisiku,” gumam Se Ri dengan sedih.
“Aku tidak akan ada di sisimu, tapi aku selalu berdoa agar kamu tidak kesepian. Berbahagialah, sampai akhir hayatmu. Aku senang jika kamu begitu,” jelas Jung Hyuk dengan tulus. Dan Se Ri menangis sedih.

Eun Dong mempertanyakan, bagaimana cara mencapai perbatasan darisini. Dan Sersan Pyo menjelaskan jalan nya kepada dia. “Jika kamu ke sana, kamu bisa sampai Sungai Yeokgok.”

“Ada perahu kecil. Orang menyembunyikannya untuk tangkap ikan dengan granat saat ombak pasang. Lalu ada jalan bebas ranjau. Jalannya ditandai dengan batu granit kotak setinggi 40 cm. Tidak ada ranjau dalam radius 10 meter. Jika mengikuti jalan itu, kamu akan tiba di Garis Perbatasan Selatan.”
Jung Hyuk membantu Se Ri naik ke atas kapal. Lalu dia mendayung kapal tersebut untuk menyebrang. Kemudian mereka berjalan bersama ke area Selatan.
“Woah. Itu tidak jauh dari sini, kan?” tanya Eun Dong. Dan Sersan Pyo membenarkan. Pulang pergi dari sini ke sana hanya butuh waktu sekitar satu atau dua jam.
Semuanya terdiam dengan heran dan memandang ke arah langit malam yang sudah sangat gelap. Dan mereka bertanya- tanya, kenapa Jung Hyuk pulang juga sekarang.
“Mungkin dia tersesat,” kata Eun Dong, cemas.
“Tidak mungkin,” balas Sersan Pyo, bingung.

Jung Hyuk berhenti berjalan dan menjelaskan bahwa tampaknya mereka telah salah jalan. Dan Se Ri merasa bingung kenapa mereka terus salah jalan. Lalu dia mencoba melihat ke sekeliling untuk memastikan dimana mereka berada. Namun Jung Hyuk langsung menarik tangannya.
“Aku pernah lihat jalan itu,” jelas Se Ri dengan yakin. Dan Jung Hyuk beralasan kalau jalannya hanya terlihat mirip saja. Namun Se Ri tidak percaya. “Ri Jung Hyuk-ssi. Jujurlah kepadaku.”

“Apa?” balas Jung Hyuk, gugup.
“Kamu buta arah kan?”
Sersan Pyo :  “Di antara kita, Kapten Ri yang paling pandai mencari arah bahkan dalam kegelapan.”
Jung Hyuk mengiyakan pertanyaan Se Ri dengan lega. Dia mengakui kalau dia memang kurang pandai mencari arah dalam kegelapan. Jadi diapun meminta maaf.

“Fakta bahwa dia belum kembali berarti. Entah dia mengalami kecelakaan …” tebak Sersan Pyo. Dan yang lainnya merasa terkejut. “…atau dia ingin habiskan waktu bersamanya,” jelas Sersan Pyo.
“Benar. Begitu, ya,” gumam semuanya, merasa bahwa itu mungkin saja benar.

Akhirnya Jung Hyuk serta Se Ri sampai juga di area perbatasan antara Utara dan Selatan. Sesampai nya disana, mereka berdua sama- sama merasa sedih. Karena itu tanda nya mereka harus berpisah.


“Kamu lihat pohon sebelah sana? Berjalanlah ke arah pohon itu. Itu pintu masuk tim pencarian Korea Selatan. Tim pencari akan patroli di pagi hari, jadi, minta bantuan mereka,” jelas Jung Hyuk sambil menunjuk ke arah sebuah pohon besar. Dan Se Ri pun mengangguk.
“Omong-omong, bisakah kamu antar aku ke sana?” pinta Se Ri. Dan Jung Hyuk menggeleng, sebab dia sama sekali tidak boleh melewati garis tersebut.


Se Ri merasa sedih, namun karena dia mengerti, maka dia pun diam. Jung Hyuk kemudian dengan perhatian menyalakan lampu senter untuk Se Ri. Supaya Se Ri bisa melihat bebatuan yang ada di dekat sana, dan jangan sampai tersandung jatuh.
“Jung Hyuk, jangan lupakan aku,” pinta Se Ri sambil tersenyum sedih.
“Tidak akan. Bagaimana bisa melupakan wanita yang jatuh dari langit?” balas Jung Hyuk.
“Aku tidak jatuh. Aku turun,” jelas Se Ri dengan sikap bercanda. Dan Jung Hyuk mengiyakan. Lalu mereka berdua saling berdiam diri.

Dengan sedih, Se Ri berusaha untuk tersenyum. Dia pamit kepada Jung Hyuk dan berjalan menuju ke tempat nya yaitu di Selatan. Saat dia harus melangkah masuk melewati garis perbatasan, dia merasa sangat berat hati serta sedih sekali. Tapi pada akhirnya dia tetap melewati garis tersebut.


Jung Hyuk memperhatikan Se Ri yang berjalan semakin menjauh dengan perasaan sedih. Dan ketika Se Ri telah melewati garis perbatasan. Dia segera mengikuti nya. Dia melangkah masuk ke Selatan dan menarik tangan Se Ri untuk menghadap ke arahnya. Melihat Jung Hyuk ada di belakang nya, Se Ri merasa sangat senang.
“Selangkah saja seharusnya tidak masalah,” jelas Jung Hyuk.

Kemudian Jung Hyuk memegang belakang kepala Se Ri dan menarik nya mendekat. Dia mencium Se Ri. Dan Se Ri membalas ciuman nya. Se Ri melingkar kan kedua tangannya di leher Jung Hyuk dengan erat. Mereka berdua berciuman dengan perasaan sedih. Sebab ini akan menjadi ciuman terakhir mereka.
Didalam kamar Jung Hyuk :
Jung Hyuk membayangkan bagaimana Se Ri masuk ke dalam kamar nya dan menyentuh buku- buku di dalam rak buku miliknya.

“Sulit kupercaya. Semua bukunya bernuansa gelap dan sulit dicerna,” gumam Se Ri sambil menggeleng- gelengkan kepalanya. Kemudian dia pun mulai menyusun ulang buku- buku di dalam rak buku milik Jung Hyuk. Dan setelah selesai, dia tersenyum puas. Lalu dia keluar dari dalam kamar Jung Hyuk.

Jung Hyuk mendekati rak buku miliknya. Dia menyentuh buku- buku yang disusun oleh Se Ri disana. Buku tersebut disusun dengan sangat rapi dan membentuk sebuah kata yang sangat romantis. Aku mencintaimu Ri Jung Hyuk. Membaca itu, Jung Hyuk tersenyum senang.

Post a Comment

Previous Post Next Post