Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 8 - part 1


Network : tvN Netflix
Tokoh, Kejadian, Organisasi, dan Latar Belakang adalah Fiksi

“Jika tertangkap basah, kamu bisa kehilangan semuanya. Maksudku adalah dia bisa membuatmu terbunuh. Dan kamu masih menyukainya?”
“Sejujurnya, aku tidak mau mati. Siapa yang mau mati?” jawab Jung Hyuk. Dan Seo Dan merasa lega. Namun Jung Hyuk melanjutkan perkataannya lagi, “Tapi … aku tidak punya pilihan.”

Seo Dan tidak mengerti maksud Jung Hyuk. Dan Jung Hyuk pun menjelaskan bahwa dia pernah gagal melindungi orang yang di kasihi nya serta kehilangan orang itu. Dan orang yang dimaksud nya adalah kakaknya, Mu Hyuk.
Hari saat Jung Hyuk datang ke pemakaman Kakaknya. Dia menangis sedih.

“Lebih baik mati,” jelas Jung Hyuk dengan yakin. “Aku harus membantu memulangkan nya. Walau sesuatu menimpaku saat melakukannya, aku harus menerimanya.”
“Kamu tidak keberatan walau kamu mati?” tanya Seo Dan, memastikan sekali lagi.
“Kamu tidak keberatan. Walau sesuatu menimpanya karena dirimu? Dia tertembak,” jelas Seung Jung. Dan Se Ri teringat kejadian saat Jung Hyuk melindungi dirinya dan tertembak. “Bahkan hari ini, banyak prajurit datang, 'kan?” lanjut Seung Jung, menjelaskan. Dan Se Ri teringat saat Cheol Gang dan pasukan nya datang ke rumah sakit. “Setelah senapan dan prajurit … Entah apa yang akan menimpanya nanti. Dan kamu masih tidak peduli?”
“Kamu mengancamku?” balas Se Ri, tidak senang.


“Ini bukan ancaman, tapi fakta. Kamu cerdas Se Ri. Pikirkan baik- baik. Jika kamu bersyukur atau kasihan dengannya atau mungkin … jika kamu menyukainya, kamu harus menghilang sekarang,” jelas Seung Jung dengan sikap yang jelas sedang menakut- nakuti dan mengancam Se Ri.

Mendengar itu, Se Ri terdiam karena takut. Dan Seung Jung menyadari hal itu, sekali lagi dia mengingat kan Se Ri untuk bersikap rasional, karena jika tidak maka bila sesuatu tidak berjalan dengan lancar, semua orang yang menyembunyikan Se Ri dan membantu Se Ri akan terkena imbas nya.

Jung Hyuk dengan tegas meminta Seo Dan untuk membiarkan nya pergi, karena dia harus pergi. Dan Seo Dan menjelaskan bahwa dia sama dengan Jung Hyuk yang ingin melindungi Se Ri. Tidak peduli apapun itu, dia ingin melindungi Jung Hyuk yang merupakan tunangan nya. Jadi karena itulah dia tidak bisa membiarkan Jung Hyuk pergi dan terbunuh.
Jung Hyuk mengabaikan Seo Dan, dan berjalan pergi. “Aku memperingatkanmu. Jangan sampai kamu menyesali nya,” kata Seo Dan, mengancam. Dan tanpa peduli, Jung Hyuk tetap berjalan pergi darisana.
Seo Dan sedih melihat itu.

Dokter kepala bertelponan dengan gembira di telpon. Dia memberitahu Istrinya bahwa hari ini dia tidak bisa pulang, sebab ini adalah kesempatan yang jarang untuk bisa bersama dengan Putra Direktur yaitu Jung Hyuk. Intinya dia mau menjilat Jung Hyuk dengan perbuat baik supaya mendapatkan keuntungan. Dan disaat dia sedang asyik bertelponan seperti itu, Jung Hyuk datang ke dalam ruangannya.
“Aku ingat kamu pernah bilang aku bisa menggunakan fasilitas rumah sakit seolah-olah semuanya milikku,” kata Jung Hyuk, langsung ke intinya.
“Tentu saja. Dengan senang hati.”
Jung Hyuk mengendarai mobil ambulans dan pergi. Para dokter mengantarkan kepergiaannya sambil terus melambaikan tangan mereka dengan bersemangat.

Seung Jung : “Begitu kau melibatkan diri,”
Jung Hyuk mengikuti arahan GPS di mobil untuk menuju ke tempat Se Ri berada.

hidupnya pasti mulai hancur.”
Seo Dan pergi ke telpon umum dan berniat untuk menghubungi Badan Keamanan. 110.

“Dan pasti sudah keluar jalur. Dia pasti bertindak di luar kebiasaannya.”
Jung Hyuk terus mengendarai mobil nya sesuai dengan arahan di GPS. Dan saat dia mengencangkan laju mobil, dia bertemu dengan jurang di depannya, untung saja dia sempat menghentikan mobil tepat waktu sebelum dirinya dan mobil nya jatuh ke dalam jurang.
“Menurutmu bagaimana akhirnya? Apa yang akan menantinya?”
Jung Hyuk kemudian keluar dari dalam mobil dan memeriksa jurang di depannya yang sangat curam. Dan tidak ada satupun jalan lagi disana.

“Kamu tidak takut?”
Se Ri merenungkan semua perkataan Seung Jung tersebut. Dan dia merasa sangat takut sesuatu akan terjadi kepada Jung Hyuk, karena dirinya.

Eun Dong cemas kalau Se Ri di culik. Dan Sersan Pyo menjelaskan bahwa di CCTV terlihat jelas kalau Se Ri masuk ke dalam mobil Seung Jung secara sukarela, jadi itu pastinya bukan penculikan, dan dia menebak bahwa mungkin saja Seung Jung itu adalah pacar nya Se Ri.
“Bukan begitu,” kata Jung Hyuk dengan wajah muram. “Saat petugas Badan Keamanan menggeledah kemarin, kurasa dia berusaha sembunyi demi melindungiku.”
“Jika begitu, dia pasti sudah menghubungimu dan memberi tahu alasannya,” balas Sersan Pyo.

Letnan Park datang dan memberikan hp Jung Hyuk yang sudah di perbaikinya. Dan dengan segera, Jung Hyuk pun langsung menyalakan hp nya. Lalu saat hp nya telah menyala, sebuah telpon langsung masuk, dan dengan penasaran semuanya melihat untuk tahu apakah itu Se Ri. Dan Jung Hyuk pun segera mengangkat telpon itu.
“Ini aku,” kata Jung Hyuk.

“Kamu pikir aku siapa?” tanya Seung Jung. “Kamu menunggu panggilan Se Ri? Aku Gu Seung Jung.”
Jung Hyuk langsung berbicara to the point. Dia tahu Se Ri ada bersama dengan Seung Jung, jadi dia ingin tahu dimana Seung Jung. Dan Seung Jung pun tertawa kecil, sebab Jung Hyuk belum terlalu pulih tapi sudah ingin datang mencari Se Ri. Dia menjelaskan bahwa dia menelpon Jung Hyuk untuk memberitahu kalau Se Ri ada bersama dengannya, tapi ternyata Jung Hyuk sudah tahu, jadi dia menyesal telah menelpon Jung Hyuk.

“Kutanya kamu dimana?”
“Se Ri bersamaku, dia baik- baik saja. Dia aman dan nyaman. Jadi berhenti mencarinya. Aku akan urus sisanya. Itulah keinginan Se Ri,” jelas Seung Jung dengan tegas.
Jung Hyuk merasa putus asa mendengar itu. Dia memohon supaya Seung Jung mengizinkannya untuk mendengar suara Se Ri sekali saja. Tapi Seung Jung malah langsung mematikan telponnya.

Ju Meok penasaran siapa sebenarnya Seung Jung itu. Dan Sersan Pyo menjelaskan bahwa Seung Jung pasti adalah kekasih Se Ri dari Selatan. Mendengar itu, Jung Hyuk merasa kesal dan mengabaikan mereka. Dia mencoba menelpon nomor Seung Jung, tapi tidak aktif.
“Kenapa Se Ri tidak menghubungimu?” tanya Ju Meok, ingin tahu.
“Dia tidak berani menghubungi, jadi, meminta pacarnya menelepon,” jawab Sersan Pyo dengan sikap ketus dan sinis seperti biasa.

Letnan Park dengan perhatian menanyakan, apakah Jung Hyuk mau dia yang menghubungi Seung Jung lagi. Dan Sersan Pyo langsung membentak nya, sebab Se Ri sudah kembali bersama dengan kekasih nya, dan pastinya Se Ri ingin melupakan masa lalu. Kemudian Sersan Pyo mengangkat tangannya dan bersorak bahwa ini adalah kabar baik untuk mereka.
“Dia bukan kekasihnya!” teriak Jung Hyuk, marah. “Itu tidak benar. Kamu tidak tahu apa-apa. Kamu seharusnya tidak meracau begitu,” jelas Jung Hyuk pada Sersan Pyo.
“Di Selatan, mereka …”
“Itu tidak benar! Mereka mengakhiri tunangan nya. Dia bukan pacar nya,” bentak Jung Hyuk.

Ju Meok terkejut mengetahui kalau Seung Jung adalah mantan tunangan Se Ri. Dan Jung Hyuk pun terdiam. Sementara Sersan Pyo mulai mengoceh lagi, dia merasa bahwa perasaan nya benar, pasti ada sesuatu diantara Seung Jung dan Se Ri.
“Itu tidak benar. Tidak ada apa-apa di antara mereka. Kamu tidak paham arti ‘mengakhiri’? Artinya, mereka putus. Mereka sudah tidak ada hubungan,” jelas Jung Hyuk, bersikeras dengan tegas.
“Lantas kenapa meneriakiku?” tanya Sersan Pyo dengan bingung.
“Aku tidak meneriakimu. Kebiasaan bicara buruk mu membuatku kesal. Aku hanya memintamu menyudahinya. Siapa bilang aku meneriaki mu?” keluh Jung Hyuk dengan kesal. Dan Sersan Pyo pun langsung terdiam.

Min Ji datang ke kamar Jung Hyuk dan mengomel kepada mereka semua. Sebab mereka sangat berisik dan menganggunya yang berada di sebelah. Dan Jung Hyuk pun meminta maaf kepadanya. Min Ji kemudian ingin pergi, namun saat dia melihat nama Jung Hyuk yang tertulis di depan kamar, dia langsung mengenali Jung Hyuk sebagai pria yang di bicarakan oleh Se Ri.

Dengan senang dan bersemangat, Min Ji pun langsung mendekati Jung Hyuk dan menyapa nya. “Senang bisa bertemu denganmu. Dimana gadis cantik dari Selatan itu?” tanyanya. “Kudengar dia bucin seorang pria bernama Ri Jung Hyuk. Kudengar dia cogan.”
“Bucin? Cogan? Apa artinya?” tanya Eun Dong, tidak paham. Dan Jung Hyuk meminta Ju Meok untuk mengartikan kata- kata itu.
Dengan bangga, Ju Meok mendengus dan mengartikannya. “Itu slang (singkatan) terbaru di Selatan. Bu artinya budak. Cin artinya cinta. Jika ada yang mengatakan dia bucin seseorang, berarti dia sangat menyukai orang itu,” jelas nya. Dan Sersan Pyo mengeluh kenapa Ju Meok memakai kata ‘slang’ seolah mereka adalah orang culun.


“Itulah arti dari bucin,” sela Min Ji.
“Sementara cogan artinya dia telah hanyut dalam pesonamu yang telak dan tidak bisa lari karena kakinya melunak bagai acar kol. Itulah artinya,” jelas Ju Meok. Dan Jung Hyuk tersenyum senang mengetahui arti semua itu.

Min Ji menjelaskan bahwa dia sekarang tahu maksud Se Ri, karena telah melihat Jung Hyuk secara langsung. Dan dia setuju dengan Se Ri. Mendengar itu, Jung Hyuk semakin tersenyum senang. Dan seperti biasa, Sersan Pyo berbicara dengan sinis, dan sama seperti Se Ri, Min Ji pun mengabaikannya.
“Silakan bicara sesukamu,” kata Min Ji, memberikan izin. “Karena dia bucinmu, aku maafkan,” jelas nya, kemudian dia pergi dengan senang.

Sersan Pyo memperhatikan Jung Hyuk, dan menanyakan apakah sekarang Jung Hyuk tersenyum. Dan Jung Hyuk langsung menyangkal nya dan berhenti tersenyum. Dengan serius dia menjelaskan kepada mereka semua bahwa dia akan menyelidiki soal Se Ri, jadi mereka bisa kembali bekerja.
Mereka semua pun mengerti dan pamit kepada Jung Hyuk, lalu mereka pergi.

Keluar dari dalam kamar, Sersan Pyo bertanya dengan cemas, apakah mungkin kepala Jung Hyuk juga terkena tembakan. Sebab Jung Hyuk berteriak, lalu tersenyum sendiri. Dan dia jadi merasa heran, ada apa. Eun Dong menebak, apakah Jung Hyuk menderita gangguan biporal. Dan Ju Meok setuju dengan Eun Dong, dia menebak Jung Hyuk terkena bipolar tingkat tinggi.
“Ah, senjata api memang menakutkan,” gumam Sersan Pyo, ngeri.

Hari pindahan. Seo Dan tampak tidak bersemangat, dan Myeong Eun pun bertanya dengan cemas. Myeong Seok menjelaskan bahwa itu normal bagi calon pengantin baru sebelum pernikahan. Kemudian dia menceritakan kisah nya saat sebelum menikah dengan Istrinya. Satu bulan sebelum pernikahan, Istrinya ragu untuk menikah dengannya karena Istrinya menyukai orang lain. Mendengar itu, Seo Dan langsung mendengarkan cerita Myeong Seok dengan serius.

“Itu membuatku memikirkan banyak hal. Haruskah aku mendatangi orang tuanya dan memohon?” kata Myeong Seok, bercerita dengan bersemangat. “Haruskah kucari bajingan yang dia sukai dan mematahkan kakinya? Aku tega melakukan itu. Lalu apa yang kulakukan?” tanyanya.

“Astaga, ini bukan drama dari Selatan. Kenapa kamu berhenti bicara begitu?” keluh Myeong Eun dengan kesal. Karena dia sangat penasaran. “Apa yang kamu lakukan?”
Pergilah. Kamu dengannya saja jika menyukainya. Aku akan mendoakan kebahagiaanmu. Itu kataku. Tiga hari kemudian, dia meminta maaf sembari menangis. Lalu kami menikah,” kata Myeong Seok dengan senang. Sementara Myeong Eun merasa kasihan kepada Mi Hyang (Istri Myeong Seok), karena seharusnya Mi Hyang melarikan diri selagi sempat.
Dengan kesal, Myeong Seok pun berteriak pada Myeong Eun. Dan malas mendengarkan pertengkaran mereka, Seo Dan pun pamit untuk mencari udara di luar.

“Apakah terjadi sesuatu? Mereka bertengkar?” tanya Myeong Eun, merasa heran. Karena Seo Dan tampak sangat tidak bersemangat serta suram.


Cheon terkejut saat datang ke rumah Seung Jung dan melihat Se Ri ada disana. Namun dengan santai, Seung Jung memperkenalkan Cheon sebagai pelayan yang mengurus rumah dan memberikan tur. Dan dengan terpaksa, Cheon pun menyapa Se Ri dengan ramah.
Dihalaman. Cheon menanyakan, kenapa Seung Jung membawa Se Ri ke tempat mereka. Dan Seung Jung menjelaskan bahwa dia adalah penipu, jadi dia akan tetap menjadi penipu. Cheon menjelaskan bahwa bisnis nya ini memang ilegal, tapi dia masih ada etika bisnis, dia telah berjanji dengan Cheol Gang tentang masalah ini.


“Pak Cheon. Jika Pak Cho Cheol Gang terlibat, dia dapat setengah komisi. Tanpanya, kamu bisa dapat semua. Bagaimana?” tanya Seung Jung, memberikan penawaran.
“Aku hanya bilang … Seharusnya kamu beri tahu rencanamu kepadaku. Kamu mau aku bagaimana?” tanya Cheon, setuju.
“Pertama-tama, kita harus memisahkan Se Ri dan Ri Jung Hyuk. Jika tidak menghentikan pria itu, dia akan mengembalikan Se Ri ke Selatan,” jelas Seung Jung. Dan Cheon mengerti.


Seo Dan menghubungi Seung Jung. Dan lalu mereka bertemu di café. Seo Dan menunjukkan foto Se Ri dan mennayakan, apakah Seung Jung mengenal baik Se Ri. Dan Seung Jung mengiyakan.
“Dia bukan dari Divisi 11. Dia justru menyusup dari Selatan ke negara kami. Benar?” tanya Seo Dan.
“Dia bukan menyusup. Ada kecelakaan,” jelas Seung Jung. Tapi Seo Dan tidak peduli itu, yang dia mau adalah dia ingin melaporkan kasus ini.

Seung Jung terkejut, dan mengingatkan Seo Dan bahwa jika Seo Dan melapor maka Jung Hyuk juga akan dalam masalah. Dan Seo Dan tetap tidak peduli, dia tidak peduli jika Jung Hyuk terluka ataupun mati. Kemudian dia pun pamit untuk pergi melaporkan kasus ini.
Namun Seung Jung dengan segera memegang tangan Seo Dan, dan menghentikannya. Dan dengan tajam Seo Dan memandangi tangan Seung Jung yang memegang nya. Menyadari itu, Seung Jung pun langsung melepaskan pegangan tangannya dan duduk kembali.

“Aku paham maksudmu. Tapi mari bekerja sama sebelum kamu melapor. Aku yakin kamu mau memisahkan Yoo Se Ri dan Ri Jung Hyuk. Itu juga mau ku, Kamerad …” jelas Seung Jung.
“Menurutmu kita Kamerad hanya karena beberapa kali bertemu?” sela Seo Dan dengan sinis. Dan Seung Jung pun langsung mengubah panggilannya untuk Seo Dan.

Seung Jung mengajak Seo Dan untuk bekerja sama, karena dia ada memiliki satu cara sederhana. Namun Seo Dan tidak peduli dan berjalan pergi. “Lima, empat, tiga, dua, satu …” hitung Seung Jung. Dan Seo Dan beneran kembai dan duduk di tempatnya.
“Cara sederhana? Aku ingin mendengarnya,” kata Seo Dan. Dan Seung Jung tersenyum.

Dokter kepala berserta para dokter yang lainnya datang membawakan makanan untuk Jung Hyuk. Mereka ingin menarik perhatian Jung Hyuk supaya mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa pergi ke Pyongyang. Tapi sesampainya di kamar Jung Hyuk, ternyata mereka baru tahu dari suster kalau Jung Hyuk telah di pindahkan ke rumah sakit militer.
Dan mendengar berita itu, Dokter kepala pun langsung ambruk karena syok. Sebab rencanan nya untuk bisa pergi ke Pyongyang jadi gagal.

Jung Hyuk datang ke suatu tempat. Dia meminta bantuan seseorang disana untuk membantu nya melacak alamat tempat dimana Seung Jung dan Se Ri berada. Dan dengan senang hati, orang tersebut bersedia untuk membantu Jung Hyuk, sebab jika bukan karena Jung Hyuk, maka anak bungsu nya pasti sudah mati tanpa di operasi, jadi dia ingin membalas jasa pada Jung Hyuk. Dan Jung Hyuk pun berterima kasih kepadanya.

“Kurasa ada vila rahasia di Gunung Janam. Aku tidak bisa cari alamat dan tempatnya,” jelas Jung Hyuk.
“Kamu mau mendeteksi jalur listrik untuk mencari tempatnya?”
“Benar,” jawab Jung Hyuk.
“Gedung khusus seperti vila punya jalur listrik khusus yang terhubung dengan gedung lainnya. Itu untuk menangkal pemadaman. Sementara di wilayah ini, ada tiga jalur listrik khusus, nomor 12, 13, dan 30. Jika salah satunya terhubung ke pos jaga rahasia, pasti nomor 30 yang mengarah ke hutan,” jelas petugas sambil menunjuk kan map yang ada didepannya.


Jung Hyuk masuk ke dalam hutan. Dia berjalan mengikuti tanda angka yang berada di pohon. 30- 30. 30- 25. 30- 15. Itu berarti dia sudah akan sampai di tempat yang benar.

Didalam kamar. Saat sedang asyik berbaring, Se Ri teringat pada perkataan Jung Hyuk bahwa di dalam semua kamar hotel selalu ada di pasang alat penyadap. Dan teringat akan itu, maka Se Ri pun mulai memeriksa di setiap sudut kamar. Seperti apa yang di lakukan oleh Jung Hyuk. Dan dia berhasil menemukan banyak alat penyadap disana.



Dia mematikan semua alat penyadap yang tertempel di lampu, di dinding, dan di belakang TV. Lalu dia  bahkan menutup lampu remote TV menggunakan lakban tebal. Kemudian dia juga menyiram lampu kamar mandi dengan air. Seperti apa yang pernah di ajarkan oleh Jung Hyuk.


Setelah selesai memeriksa seluruh isi kamar nya. Se Ri menemui Seung Jung dan Cheon. Dia menaruh semua alat penyadap itu di depan mereka berdua dan bertanya, apakah mereka tidak tahu. Dan Seung Jung serta Cheon berpura- pura kalau mereka tidak tahu.
“Ini alat penyadap. Saat di Pyongyang, aku melihat ini terpasang di kamar hotel. Kita harus berhati-hati,” jelas Se Ri. “Tempat ini semacam akomodasi. Seperti vila mewah?” tebak nya dengan benar. “Mau kuperiksa kamar mu juga?” tanyanya menawarkan. Dan Seung Jung langsung menolak.
Dengan penasaran Seung Jung, menanyakan darimana Se Ri mengetahui semua ini. Dan Se Ri menjelaskan bahwa dia diberitahu oleh seseorang. Lalu dengan segera dia mengalihkan pembicaraan, dan mengajak mereka berdua untuk memulai rapat. Dan mereka berdua merasa sangat terkejut.

“Baik. Beri tahukan rencanamu dahulu. Bagaimana caramu mengembalikanku secepat mungkin? Keluarga ku bilang mereka akan mencari cara agar aku bisa kembali. Pasti ada rencana. Adakah rute yang kamu ketahui? Lewat darat, laut, atau udara?” tanya Se Ri dengan mendetail.
Mendengar itu, Seung Jung merasa pusing dan diam. Cheon pun mengangkat tangannya, dan Se Ri mengizinkan nya untuk berbicara.


Cheon berbicara dengan suara pelan. Dia menjelaskan bahwa ini adalah rahasia, yaitu ada kesepakatan antara kapal. Mendengar itu, Seung Jung tidak mengerti dan merasa penasaran. Namun Se Ri langsung tahu apa maksud Cheon. Dan dia pun menjelaskan bahwa mereka tidak bisa menggunakan cara itu.
“Kenapa?” tanya Cheon, terkejut.
“Kamu tidak tahu? Ada pemeriksaan perairan. Kepala Penjaga Pantai yang baru sangat tegas. Dia tidak mau menerima kartu pulsa,” jelas Se Ri dengan kesal.
“Ah, dia tidak mau?” gumam Cheon.

Dengan kecewa, Se Ri mempertanyakan, apakah mereka hanya mempunyai cara itu. Dan Seung Jung pun berbicara, dia menjelaskan bahwa dia mau membawa Se Ri pulang dengan cara yang aman, yaitu dengan menaiki penerbangan kelas bisnis.
“Bagaimana caranya?” tanya Se Ri, ingin tahu.
“Tampaknya kamu lupa. Aku punya nama lain, Alberto Gu. Aku orang asing dengan paspor Inggris,” jelas Seung Jung. “Kujadikan kamu sepertiku.”
“Bagaimana caranya?”

“Menikahiku. Alberto. Kita harus daftarkan pernikahan kita dahulu, lalu kita bisa dapatkan paspor dari kedutaan besar. Kamu bukan Yoon Se Ri dari Korea Selatan. Kamu akan naik pesawat bersamaku sebagai istri Alberto Gu,” jelas Seung Jung dengan bangga.
“Itu masuk akal,” kata Cheon, setuju.
Se Ri terkejut. Dan Seung Jung menyerahkan dokumen yang sudah disiapkan nya kepada Se Ri. Dia berbohong dengan mengatakan bahwa inilah yang di inginkan oleh keluarga Se Ri.

Myeong Eun datang ke rumah Jung Hyuk. Dia mentraktir para bawahan Jung Hyuk yang sedang membenarkan rumah dengan banyak hidangan mewah. Dan dengan sikap jaim, Sersan Pyo menolak untuk minum- minum saat Myeong Eun ingin menuangkan soju ke dalam gelas nya. Namun pada akhirnya, dia meminum juga soju yang di tuangkan untuk nya.
Bahkan di banding Eun Dong, Ju Meok, dan Letnan Park. Sersan Pyo lah yang paling semangat berbicara dengan Myeong Eun dan minum- minum terus bersama dengannya. Dan Myeong Eun senang dengan Sersan Pyo sebab dia bisa mendapatkan banyak informasi darinya.

Se Ri membaca dokumen pernikahan yang diberikan oleh Seung Jung barusan. Dan kemudian Seung Jung datang ke kamar nya. Sebab ini adalah malam natal, maka Seung Jung ingin mereka untuk merayakan nya. Dan dia meminta Se Ri untuk turun sejam lagi. Dan Se Ri pun mengiyakan.

“Hari ini malam natal,” gumam Se Ri. Kemudian dia memandang keluar jendela. “Turun salju.”

Jung Hyuk sampai di depan vila Seung Jung, namun disana banyak orang yang berjaga- jaga, sehingga dia tidak bisa masuk begitu saja ke sana. Dan Jung Hyuk pun berusaha mencari jalan untuk bisa masuk ke dalam sana secara diam- diam ditengah lebat nya salju yang turun.



“Se Ri. Kamu suka bouillabaisse, ‘kan? Dan Sauvignon Blanc,” kata Seung Jung, setelah menyiapkan makanan dan minuman kesukaan Se Ri. Dan mendengar itu, Se Ri teringat saat dia makan kerang serta minum soju bersama dengan Jung Hyuk dan kawan- kawan. (Baca Ep. 4). Dan dia tiba- tiba merasa kangen serta sedih.

Seung Jung  menarikkan kursi untuk Se Ri, dan mempersilahkan nya untuk duduk. Kemudian dia duduk didepan Se Ri dan mengangkat gelas nya untuk bersulang, dan Se Ri pun juga mengangkat gelas nya serta minum bersama nya.

“Bagaimana?” tanya Seung Jung. Dan Se Ri menjawab bahwa minumannya sedikit pahit. “Begitukah? Padahal aku sudah pesan yang berkualitas. Mau kubuka botol baru?” tanyanya dengan perhatian.
“Tidak apa-apa. Aku sedang tidak ingin minum,” balas Se Ri.

Seung Jung kemudian membahas tentang masalah pernikahan mereka. Dia tahu itu hanya pernikahan diatas kertas, tapi dia mau mereka untuk menyiapkannya. Dan karena dia tidak bisa memberikan Se Ri gaun ataupun foto pernikahan, maka dia memberikan cincin pernikahan kepada Se Ri.
“Apa ini?” tanya Se Ri, tidak mengerti.
“Aku tahu ini lucu. Ada wine dan lilin di sini. Aku sedang melamarmu. Kita berpisah tujuh tahun lalu, tapi akhirnya bersama lagi,” jelas  Seung Jung.

Se Ri mendengus geli. “Jangan terlalu serius. Ini terasa seperti kita menikah sungguhan.”
“Tidak bisa sungguhan?’ sela Seung Jung dengan nada serius. Sehingga Se Ri berhenti tertawa. “Aku tahu kamu menyukai orang lain. Tapi itulah yang bisa terjadi di situasi abnormal seperti sekarang. Kamu pasti kesepian dan ketakutan. Tidak ada yang diandalkan. Tapi perasaan itu tidak nyata. Semua akan hilang saat kamu pergi. Perasaan itu palsu,” jelas Seung Jung.

Kemudian Seung Jung mendekati Se Ri dan berlutut di sebelahnya dengan memegang cincin pernikahan yang telah di persiapkannya. “Jadi, lupakan semuanya dan nikahi aku,” jelas nya sambil memasukkan cincin pernikahan tersebut ke jari Se Ri.

Jung Hyuk menyadari kamera CCTV yang berada di sekitar rumah. Jadi dia pun pergi ke bagian sakelar dan mencabut kabel nya. Sehingga semua listrik di dalam rumah pun padam dalam seketika.
Seung Jung merasa bingung, karena seharusnya tidak akan ada pemadaman listrik disini. Jadi dia pun berteriak memanggil Cheon dan pergi untuk memeriksa.
Satu penjaga pergi ke bagian sakelar. Dan satu penjaga lagi pergi ke tiang listrik untuk memeriksa. Jung Hyuk yang telah bersembunyi di bagian sakelar, dia langsung menyerang dan menjatuhkan orang yang datang ke bagian sakelar untuk memeriksa. Kemudian dia pun masuk ke dalam vila.
Namun sebelum Jung Hyuk sempat masuk lebih jauh, dua orang penjaga datang, dan dia pun langsung menyerang serta menjatuhkan penjaga tersebut.

Mendengar kekacauan tersebut, Se Ri serta Seung Jung keluar dan melihat. Se Ri merasa kaget, dan bertanya- tanya kenapa Jung Hyuk bisa ada disana. Dan dia merasa khawatir sebab seharusnya Jung Hyuk masih dirawat di rumah sakit. Lalu saat dia melihat Jung Hyuk di serang, dia menjerit ngeri dan menutup matanya.
Walaupun tubuhnya sudah di pukuli, Jung Hyuk tetap berdiri dan melawan mereka semua.

Se Ri merasa khawatir dan panik, dia ingin pergi keluar untuk menemui Jung Hyuk. Namun  Seung Jung langsung bertanya dengan nada keras seperti berteriak kepada Se Ri, “Untuk apa kamu keluar?!” katanya. Dan Se Ri pun berhenti bergerak di dekat pegangan pintu, saat mendengar teriakan tersebut.

“Apa? Mau pergi bersamanya? Kamu mau hidup dengannya di Korea Utara? Ataukah… kamu mau membawanya ke Seoul? Kamu mau apa?” tanya Seung Jung. Dan Se Ri diam. “Menyebalkan jika bertanya dan tidak dapat jawaban. Ini tidak benar, Se Ri. Jangan buka pintunya. Kamu pikir dia bisa membantumu pulang? Dia terus gagal,” jelas Seung Jung ingin menghasut Se Ri.
“Jangan bicara begitu tentangnya. Dia mengusahakan yang terbaik dan aku memilih untuk tidak pergi. Kami akan mencari cara lain,” balas Se Ri, membela Jung Hyuk.


Seung Jung mengancam Se Ri menggunakan pertanyaan yang sama, apa akibat yang akan terjadi ketika Se Ri berhasil pergi dari Utara dengan selamat dan siapa yang akan menanggung akibat nya. Serta apakah mungkin Jung Hyuk juga akan bisa selamat.
Se Ri merasa heran, kenapa Seung Jung sangat yakin dengan semua itu. Dan Seung Jung pun menjelaskan bahwa dia mengenal Seo Dan, tunangan Jung Hyuk, dan Seo Dan sudah mengetahui semuanya termaksud dengan identitas asli Se Ri, jadi Seo Dan tidak bisa menerima Jung Hyuk memberikan perlindungan dan melindungi Se Ri, dan Seo Dan ingin menangkap Se Ri lalu Jung Hyuk untuk mati disini.
Mendengar itu, Se Ri merasa sangat terkejut dan terdiam. Dia menangis khawatir untuk Jung Hyuk.


“Semua akan baik-baik saja, jika kamu biarkan dan relakan dia. Semua akan kembali seperti semula. Kamu, kembali ke tempatmu. Dan dia, kembali ke tempat asalnya,” bujuk Seung Jung dengan kata- kata yang sangat halus dan membujuk.

Jung Hyuk berhasil mengalahkan semua penjaga Seung Jung.

Se Ri dan Seung Jung keluar menemui Jung Hyuk. “Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Se Ri.
“Kamu terluka?” tanya Jung Hyuk dengan perhatian. Tanpa memperdulikan dirinya sendiri.
Mendengar perhatian itu, mata Se Ri mulai berkaca- kaca. Dia memarahi Jung Hyuk yang tidak berhak untuk menghkhawatirkan orang lain, sebab Jung Hyuk masih terluka dan harus di rawat sesuai dengan perkataan Dokter. Tapi Jung Hyuk malah datang ke sini, di malam sedingin serta selarut ini. Dan dia pun bertanya untuk apa Jung Hyuk datang ke sini.


“Kamu harus bertanya? Aku menjemputmu. Kukira kamu menungguku,” kata Jung Hyuk.
“Maaf membuatmu kecewa, tapi aku tidak menunggumu. Biarkan aku kembali ke Seoul. Aku harus pulang agar bisa melanjutkan hidupku,” balas Se Ri dengan sikap dingin. Tapi sebenarnya dia berusaha untuk menahan air matanya supaya tidak terjatuh.

“Aku akan cari cara lain,” janji Jung Hyuk.
“Kamu tidak bisa!” sela Se Ri, membentak. “Rencanamu terus gagal. Mana bisa ku percaya? Seung Jung punya rencana, kami akan daftarkan pernikahan dan aku dapatkan paspor orang luar. Lalu aku bisa pergi dengan selamat. Dia baru saja melamarku,” jelas Se Ri dengan sengaja. “Aku akan menerimanya” lanjut Se Ri dengan sedih.

Jung Hyuk memandang cincin pernikahan di jari Se Ri. Dan dia merasa sangat sedih.
Se Ri meminta Jung Hyuk untuk supaya mereka jangan bertemu lagi. Dia tidak berbicara menggunakan kata ‘kita’ sebab mereka tidak memiliki hubungan dan mereka juga sudah melanggar hukum. Lalu dia menjelaskan dengan dingin bahwa dia sudah muak dengan tempat ini dan sangat ingin pergi, jadi dia meminta Jung Hyuk untuk jangan mencoba menghentikan dirinya. Dan kedatangan Jung Hyuk yang datang untuk menjemput nya membuat nya merasa tidak nyaman dan dia tidak suka itu.

Jung Hyuk berjalan mendekati Se Ri dan menyentuh bahu nya. “Kamu serius?” tanyanya.
“Aku serius,” jawab Se Ri sambil menganggukan kepala dan meneteskan air mata.
“Aku paham,” balas Jung Hyuk dengan sedih. “Aku mengerti. Jadi, jangan menangis,” pintanya sambil menghapus air mata Se Ri. Kemudian dia pun berbalik dan pergi darisana.

Se Ri sedih dan menangis melihat kepergiaan Jung Hyuk darisana. Seung Jung datang dan berdiri di samping Se Ri. Dia memerintahkan para penjaga nya yang ingin mengikuti Jung Hyuk supaya jangan mengikuti Jung Hyuk dan kembali ke pos saja. Kemudian dia mengajak Se Ri untuk masuk.
Namun Se Ri tidak mau masuk, karena dia ingin sendirian untuk sementara. Dan Seung Jung mengiyakan, tapi dia meminta supaya Se Ri jangan terlalu lama di luar karena cuaca nya dingin, lalu dia pun masuk.

Se Ri menangis tersedu- sedu. Dia merasa sangat sangat sedih.

Jung Hyuk berjalan pulang dengan perasaan sedih.

“Dingin. Dinginnya,” gumam Se Ri sambil memegang erat tangannya. “Dia sendirian. Bagaimana kalau dia pingsan saat pulang?” tanya Se Ri merasa khawatir kepada Jung Hyuk. “Bagaimana kalau begitu? Astaga. Ini membuatku gila,” keluh nya. Kemudian dia pun berbalik untuk masuk ke dalam vila yang hangat. Tapi dia merasa ragu dan dia pun berhenti di depan pintu masuk. “Aku harus bagaimana?”

Seung Jung menunggu Se Ri di dalam vila sambil menghabiskan wine di gelas nya. Tapi tiba- tiba terdengar suara mobil dinyalakan, dan dia pun segera berlari keluar untuk menghentikan Se Ri. Namun Se Ri sudah keburu pergi dengan membawa mobil nya.

“Kemana dia pergi? Padahal belum lama. Dia dimana?” gumam Se Ri bertanya- tanya dengan khawatir. Saat salju makin lebat dan dia belum melihat Jung Hyuk juga, dia pun mulai menangis.
Jung Hyuk berhenti berjalan dan berbalik, saat melihat mobil Se Ri mendekati nya.
Se Ri turun dari dalam mobil dan mendekati Jung Hyuk. “Masuklah ke dalam mobil,” ajak nya sambil memegang tangan Jung Hyuk. “Aku akan mengantarmu.”


Jung Hyuk diam, dan lalu dia menarik Se Ri ke dalam pelukan nya. Se Ri mendorong Jung Hyuk dengan pelan dan memintanya untuk melepaskannya. Tapi Jung Hyuk tidak mau dan semakin mempererat pelukan nya. Dan Se Ri pun balas memeluk nya.

Seung Jung merasa stress karena Se Ri membawa mobil nya dan pergi. Dengan sinis Cheon mengatai Seung Jung, sebab sebelum nya Seung Jung bersikap seolah itu seperti sebuah rencana yang sempurna. Lalu dia memberitahu bahwa ada satu masalah lagi.
“Masalah apa?!” tanya Seung Jung, marah dan tidak sabaran.

Post a Comment

Previous Post Next Post