Saturday, February 22, 2020

Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 16 - part 3 END

7 comments



Network : tvN Netflix

 Se Ri memuji kakaknya, Se Jung. Menurut nya pilihan terbaik yang pernah Se Jung buat adalah menyerahkan bisnis ke tangan manajer profesional. Sehingga perusahaan mereka bisa sukses sekarang. Dan dengan tidak senang, Se Jung membalas bahwa dia juga masih sibuk, dia harus memeriksa semuanya, memberikan perintah, dan mengonfirmasi. Jadi tanpanya, perusahaan ini akan runtuh.

“Sungguh?” tanya Se Ri sambil tersenyum. “Kalau begitu, bolehkah aku memberi saran?’ tanyanya. “Itu bisnis yang paling ideal jika ingin merombak perusahaan kita.
“Biar kudengar dahulu. Katakan,” balas Se Jung dengan sikap bangga.


“Lupakan. Kakak juga tidak punya wewenang,” balas Se Ri dengan cuek. Dan Se Jung langsung mendengarkan dengan baik. Begitu juga dengan Hye Ji. “Ini soal membangun yayasan beasiswa. Yayasan yang mendukung anak-anak dari keluarga miskin, baik di Korea atau luar negeri, dan mengajarkan musik klasik jika mereka berbakat,” jelasnya.
“Banyak perusahaan melakukan itu,” kata Yoon Hee, setuju dengan saran Se Ri.

“Kurasa kita bisa kirim mereka ke sekolah musik terkenal di Swiss, tempat para musikus genius berkumpul,” jelasnya dengan bersemangat. “Lupakan,” katanya kemudian. “Tidak semua orang bisa melakukan ini.”
“Apa maksudmu? Kami bisa,” balas Hye Ji dengan tidak senang. “Sayang, lakukan ini. Kamu bisa mendidik para musikus genius. Itu hebat sekali, 'kan?” bujuknya.
“Kamu pikir aku tidak bisa? Itu mudah,” kata Se Jung, setuju.
Dengan puas, Se Ri pun berjanji akan memperkenalkan Se Jung dengan salaf satu staf, jadi Se Jung harus bersiap. Lalu dia mengajak Ibu untuk pergi ke mal bersama. Dan Ibu mengiyakan.

1 tahun kemudian
Se Ri berjalan- jalan ke Swiss. Dia pergi ke tepi laut, tempat dimana Jung Hyuk pernah memainkan piano nya disana.


“Kamu tidak menemukannya?” tanya Yoon Hee, dengan perhatian.
“Ini tidaklah mudah. Para wartawan mengunggah artikel soal Se Ri Choice dan Grup Queens bekerja sama mendidik musikus genius dan mengadakan pertunjukan tahunan di Swiss. Aku berusaha menghubunginya dengan mengunggah artikel ini. Tapi, tidak ada jaminan dia akan membacanya atau muncul di Swiss,” jelas Se Ri dengan lemas.

Yoon Hee merasa sedih untuk Se Ri. Dan Se Ri menjelaskan bahwa dia yakin walaupun dia tidak bisa menemukan Jung Hyuk, tapi Jung Hyuk pasti akan bisa menemukan dia. Karena Jung Hyuk selalu seperti itu. Dan Yoon Hee mengiyakan, dia sepenuhnya mendukung Se Ri.


Yoon Hee kemudian membahas tentang Se Hyung. Dia merasa sangat lelah, karena walaupun sekarang Se Hyung masih ada di penjara, tapi Se Hyung malah mengajukan tuntutan penceraian. Lalu dia pun pamit dan pergi.

“Dah,” kata Se Ri, mengerti.


Se Ri memandangi bunga pemberian Jung Hyuk. “Edelweiss melambangkan kenangan indah.”


Se Ri berjalan- jalan ke Swiss lagi. “Aku harus bagaimana, Jung Hyuk? Aku tidak bisa menghargaimu sebagai kenangan belaka. Jadi, walau kita tidak bertemu tahun ini, kunantikan tahun depan. Jika tidak berhasil, kunantikan tahun depan. Sampai kamu menemukanku, aku akan menunggu dan berdoa.”



Se Ri berhenti berjalan. Dan berdiri terpaku, saat menemukan Jung Hyuk yang sedang memainkan piano ditaman. Dia tersenyum dan mendekati Jung Hyuk. Tapi kemudian dia berhenti dan pergi darisana, karena dia menyadari kalau orang yang di kira nya Jung Hyuk, ternyata orang itu bukanlah Jung Hyuk.

“Itulah keputusan yang kuambil. Hidup kita hanya sekali. Tapi, aku sudah memutuskan untuk menghabiskan hidupku bertemu dengan cinta sejatiku, melepaskannya, dan menunggu untuk bertemu sekali lagi. Itulah keputusanku. Jadi, jika perasaanmu sama, datanglah kepadaku.”


Se Ri pergi ke atas gunung tinggi dan melakukan aktivitas paralayang.


Saat mendarat, Se Ri tidak sengaja terjatuh dan tertimpa oleh balon paralayang nya sendiri. Dengan kesal, dia mengeluh. “Selalu seperti ini. Selalu lancar sampai saatnya mendarat. Dalam hidup, akhirnya yang paling penting.”



“Kurasa pendaratanmu lumayan,” kata seseorang di dekat Se Ri.

Se Ri keluar dari bawah balon paralayang nya sambil masih mengeluh. “Aku memang berhasil mendarat, tapi talinya kusut.”

“Kamu jatuh di tempat yang tepat,” kata orang tersebut. dan orang tersebut adalah Jung Hyuk, melihat itu Se Ri merasa sangat terkejut. “Tidak, aku salah. Kamu tidak jatuh. Kamu turun,” komentarnya sambil tersenyum. “Aku merindukanmu,” bisiknya.



Se Ri menangis bahagia dan langsung berlari memeluk Jung Hyuk dengan erat. “Sudah kuduga. Aku tahu kamu pasti bisa menemukan ku. Tapi, masih sulit kupercaya kamu datang sejauh ini. Pasti sulit. Pasti berbahaya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kamu kemari?”

“Aku salah naik kereta. Dan kereta itu membawaku kemari,” jawab Jung Hyuk sambil memandangin Se Ri dengan tatapan lembut. “Kereta itu membawaku ke tempat yang ingin kukunjungi tiap pagi dan malam. Membawaku ke tujuanku.”


Se Ri dan Jung Hyuk kemudian saling berciuman dengan penuh kerinduan.


Myeong Eun menghubungi peramal yang pernah meramal Young Ae dan Myeong Sun. Si peramal menjelaskan bahwa sekarang dia melakukan bisnis via telpon, karena dulu dia pernah sempat di tangkat dan itu sangat mengerikan. Bahkan arwah yang merasuki nya pergi. Tapi sekarang dia merasa seorang hantu perawan merasuki nya, makanya dia bisa melakukan jasa ramalan lagi.


“Itu kabar baik!” seru Myeong Eun dengan bersemangat. “Menurutmu, kapan putriku akan menikah?” tanyanya.

“Biar kulihat,” balas si peramal. Lalu dia mulai memainkan lonceng secara diam- diam dan saat dia sudah dirasuki, dia menaruh hp di telinga nya lagi. “Hanya ada seorang pria yang menjadi cinta sejatinya. Tapi, tiga tahun lalu, mereka berpisah. Artinya, tidak akan ada pria lain lagi di hidupnya.”


“Dia hebat,” puji Myeong Seok, terkejut. Dan Myeong Eun langsung membentaknya untuk diam.
“Tapi, dia akan menjadi sangat sukses. Dia akan sering keluar negeri juga. Dengan kesuksesannya, dia tidak akan butuh pria,” jelas si peramal. Dan Myeong Eun pun merasa cemas pada putrinya.

Si peramal kembali ke diri aslinya. Dia menanyakan bayaran yang bisa Myeong Eun tawarkan ke dia. Jika Myeong Eun bisa memberikan bayaran tinggi, maka Seo Dan bisa menemukan pria dalam setahun enam bulan atau bahkan setahun. “Mana yang kalian inginkan?” tanyanya.


“Bayar dia!” bisik Myeong Seok. Dan Myeong Eun setuju.

Tepat disaat itu, Seo Dan keluar dari dalam kamar. Saat dia mengetahui apa yang sedang Ibu lakukan, dia menjelaskan kepada Ibu bahwa zaman sekarang melajang itu trendi. Kemudian dia pamit untuk pergi karena dia sedang sibuk untuk mempersiapkan penampilannya di Rusia bulan depan.


“Bu Peramal. Tolong buatkan jimat untuk satu bulan,” kata Myeong Eun dengan cepat kepada si peramal, ketika Seo Dan telah pergi.

“Myeong Eun, biarkan saja. Dia tidak mau menikah,” komentar Myeong Seok.

“Siapa bilang itu untuk dia. Karena dia begitu bersikeras, aku biarkan dia hidup sukses. Aku ingin punya kekasih,” jelasnya. Lalu dia tertawa. “Berikan aku jimat terbaik yang kamu punya.”


Seo Dan berjalan dengan penuh percaya diri sambil membawa alat musiknya.


Myeong Sun dan Man Bok akan segera pindah ke Pyongyang. Dan para Ibu- Ibu merasa senang untuk nya, sebab sebelumnya Man Bok selalu bekerja di bagian gelap untuk menguping orang lain, tapi sekarang Man Bok bisa bekerja di bawah sinar matahari. Dan Myeong Sun mengiyakan.

“Dia melakukan apa di sana?” tanya Wol Suk, ingin tahu.


Man Bok berdiri di tengah lapangan luas untuk mendengarkan dan merekam suara angin. Dan dia tampak sangat senang melakukan itu.


Sersan Pyo pergi ke pasar untuk membeli shampoo, sabun, dan kondisioner dari selatan. Dan karena merasa takut, si penjual pun terus mengatakan bahwa dia tidak ada menjual produk dari selatan. Tapi saat dia mengetahui kalau Sersan Pyo bukanlah petugas kontrol, si penjual pun langsung menunjukkan semua barang- barang jualannya.


“Ini shampoo baru. Ini dari Se Ri Choice,” jelas si penjual. “Ini yang terbaik,” pujinya.

Melihat shampoo tersebut, keempat mantan anggota tim Jung Hyuk merasa senang untuk Se Ri serta mereka juga merasa rindu padanya.

“Aku ingin tahu apakah Kapten Ri sudah berangkat,” kata Letnan Park, bertanya- tanya.

“Saat kami bicara pekan lalu, dia akan berangkat akhir pekan ini. Dia pasti sudah pergi,” jelas Ju Meok. “Aku yakin Se Ri juga di sana,” bisiknya kemudian. Dan mereka bertiga tertawa senang.



Setelah rapat selesai. Se Ri memberitahu semua karyawannya bahwa dia akan cuti dua pekan mulai besok, jadi bila ada apapun, dia tidak ingin mereka untuk menghubungi nya karena dia akan mematikan hp nya. Dia mempercayakan semua pekerjaan untuk mereka rundingkan dan jalankan bersama.

“Bu Yoon mau ke Swiss lagi? Apakah kamu menyembunyikan harta karun di sana? Kamu bukan Heidi, kenapa terus ke sana?” tanya Chang Sik, penasaran. Dan Se Ri hanya tersenyum saja.

“Pasti pria, 'kan? Pasti orang asing. Hubungan jarak jauh, ya?” tebak Manajer pembelian, turut berbahagia untuk Se Ri.

“Kita mungkin harus tulis artikel berita berbahasa Inggris,” balas Chang Sik dengan yakin.




Swiss. Se Ri datang ke yayasan yang di bantunya. Disana dia mendengarkan permainan piano para mahasiswa yang dibeasiswakannya bersama dengan Jung Hyuk.

Se Ri dan Jung Hyuk berpegangan tangan di bawah meja sambil tersenyum riang.


Se Ri dan Jung Hyuk tinggal bersama di Swiss. Mereka tinggal di rumah yang sederhana dengan halaman yang luas dan mereka menanam banyak bunga disana. Mereka berdua tampak sangat bahagia.


7 comments:

  1. Kembalikan seung jun pada seo dan.... :'( agak ga rela sebenernya hehe
    Terima kasih atas sinopsisnya. Neomu joha*bow*

    ReplyDelete
  2. Makasih onnie untuk sinopsis. Bahasanya bagus & mudah dipahami. Film yang keren & sinopsis yang keren. Selalu semangat untuk Onnie.

    ReplyDelete
  3. Kereeen... SEO dan kasiann yaak

    ReplyDelete
  4. Terima kasih banyak sinopsisnya.. sungguh bahasanya enak banget buat dibaca.. semangat terus untuk buat sinopsis film2 selanjutnya onnie.. 😍🙏

    ReplyDelete
  5. Kamsahamnida untuk sinopsis nya ..saranghae umaahhh

    ReplyDelete
  6. setuju.. sinopsisnya bagus bnget.. kya nonton bneran , makasih..

    ReplyDelete