Monday, February 17, 2020

Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 14 - part 3

0 comments



Network : tvN Netflix

Direktur Militer mengunjungi kediaman Ayah Jung. Dia berbicara dengan sikap bertele- tele. Dia menjelaskan bahwa dia menerima foto aneh dan dia menunjukkan foto itu kepada Ayah Jung. Lalu dia menanyakan, apakah Ayah Jung tahu kalau Jung Hyuk ada di Seoul. Dan Ayah Jung hanya diam saja.


“Jika kukirim foto ini ke Jenderal, menurutmu, apa yang akan terjadi?” tanya Direktur Militer, mengancam. “Hanya orang bodoh yang tidak menyadari nasib akhirnya setelah melihatnya. Aku yakin kamu tidak seperti orang bodoh itu,” lanjutnya dengan berpura- pura ramah.
“Apa maksudmu?” tanya Ayah Jung dengan sikap tenang.

Mendengar pertanyaan Ayah Jung, Direktur Militer merasa sangat senang. “Sebaiknya kamu pensiun diam-diam. Gunakan kesehatanmu sebagai alasan tidak akan mencurigakan. Jika begitu, akan kurahasiakan semuanya. Kamu tahu, begitu matahari terbit, matahari harus terbenam. Aku tidak ingin mengusirmu dari jabatanmu. Kamu harus memutuskannya sendiri, Direktur Ri,” ancamnya.
Dengan tenang, Ayah Jung meminum teh nya dan mendengarkan ancaman Direktur Militer.

Pimpinan Yoon memanggil semuanya untuk berkumpul di rumah sakit. Dan mereka semua merasa bingung kenapa Pimpinan Yoon memanggil mereka.
“Ada sesuatu yang ingin kuceritakan kepada semuanya,” kata Se Ri kepada semuanya dan petugas BIN yang hadir. “Kurasa aku punya petunjuk yang bisa menuntaskan insiden penembakan di sini,” jelas nya sambil menunjukkan rekaman yang di milikinya. Dan lalu dia menekan tombol play.

Se Hyung : “Dokternya bilang apa?”
Sang Ah : “Kondisinya tidak seburuk itu.”
Se Hyung : “Sial. Se Ri akan selamat lagi?”
Sang Ah : “Aku tahu. Kenapa kamu mengurusnya seburuk ini? Ini tampak sangat mencurigakan. Apa yang akan kamu lakukan jika dia siuman dan tahu semua?”
Se Hyung : “Kamulah yang melibatkan pria itu dalam rencana kita, Cho Cheol Gang.”
Flash back
Dalam kamar rawat Se Ri. Se Hyung dan Sang Ah berdebat mengenai Cheol Gang. Mereka berdua saling menyalahkan. Sang Ah menjelaskan kalau dia sebenarnya hanya menunggu Cheol Gang melakukan perkataan kotornya sendiri, tapi Se Hyung malah menemui Cheol Gang dan menyebabkan kekacauan ini.
Se Hyung tidak terima disalahkan. Dia menjelaskan dengan percaya diri. Dia membayar Cheol Gang secara tunai sehingga riwayat rekening serta telponnya bersih. Jadi intinya, tidak ada bukti yang mengarah kepada mereka.
Flash back end

Semua orang terkejut mendengarkan rekaman itu. Se Hyung ingin menjelaskan. Tapi Pimpinan Yoon dengan tegas langsung memutuskan Se Hyung untuk mundur dari posisi di Grup Queens dan pada rapat pemegang saham, dia akan memilih presdir yang baru. Serta dia tidak mau menganggap Se Hyung sebagai putranya lagi.
“Ayah, semua ini direncanakan oleh istriku,” kata Se Hyung, menyalahkan Sang Ah. “Kenapa kamu tidak bilang apa-apa?!” bentaknya. Dan Sang Ah diam.


Karena Pimpinan Yoon tidak bereaksi sama sekali. Se Hyung pun akhirnya mengeluarkan semua kekesalan yang telah di pendam nya selama ini. “Terus terang saja, kamu juga bukan ayah yang baik. Jika kamu membiarkanku mengambil alih, seharusnya lakukan lebih awal. Hal semacam ini tidak akan terjadi,” keluhnya dengan kesal.
“Hentikan, Se Hyung,” pinta Sang Ah, mengingatkan.

“Pikirkanlah. Tapi, kamu terus memegang jabatan dan mencari yang lebih baik. Karena kamu membuat kami bersaing, kamu yang menyebabkan semua ini!” teriak Se Hyung, sama sekali tidak mau berhenti berbicara. Dan Ibu pun langsung menamparnya.

Petugas BIN tidak peduli dengan konflik keluarga mereka. Dengan tegas, dia meminta kerja sama Se Hyung serta Sang Ah untuk membantu menyelesaikan kasus ini. Dia ingin tahu kepada siapa Se Hyung memberikan uang dan apa alasan Se Hyung, serta bagaimana Se Hyung bisa bertemu dengan pria bernama Cheol Gang.
Mendengar itu, Se Hyung dan Sang Ah hanya bisa diam.


Ayah Jung tertawa. “Akulah yang mengirim anakku ke Seoul,” tegas nya. “Jika kamu tidak percaya, tanya Direktur Biro Pengintaian Umum, Park Seong Guk. Direktur Park yang mengirim putraku dalam misi membawa wanita kaya dari Selatan ke negeri kita.”
“Misi untuk membawa wanita kaya kemari?” tanya Direktur Militer, tidak paham. Dan Ayah Jung menunjukkan artikel mengenai Se Ri.


Ayah Jung menjelaskan kalau Se Ri adalah seseorang yang sangat mapan, dan keadaan militer di negara mereka sedang buruk karena blokade ekonomi. Karena itulah, mereka berencana untuk membawa Se Ri ke sisi mereka supaya mereka mendapatkan investasi dari Selatan. Ini adalah misi rahasia di Biro Pengintaian Umum, jadi dia harap Direktur Militer mengerti. Mendengar kan penjelasan itu, Direktur Militer jadi merasa gugup.
“Aku tidak percaya kamu berbohong soal masalah sepenting ini, karena jika semua yang kamu katakan merupakan kebohongan, mundur saja tidak akan cukup,” ancam Direktu Militer.

Petugas BIN berpapasan dengan Jung Hyuk. Saat mereka berdua saling berjalan melewati satu sama lain, mereka berdua saling merasakan sesuatu.
Jung Hyuk mendapatkan pesan. Aku menemukan persembunyian Anjing Pemburu.

Seung Jun ingin menelpon Seo Dan, tapi dia merasa bimbang. Tepat disaat itu, dia tidak sengaja melihat kedatangan petugas Utara yang datang untuk mencarinya. Dan melihat itu, dia pun segera berlari untuk kabur. Tapi saat dia ingin berlari menggunakan tangga darurat, petugas Utara malah sudah naik. Jadi diapun sembarangan masuk ke dalam apatermen orang lain.


Ketika para petugas Utara masuk ke dalam apatermen nya. Seung Jun pun keluar dari apatermen tersebut dan segera kabur. Dia ingin kabur ke bawah, tapi tiba- tiba dia melihat seorang pria dengan pistol besar naik, jadi dia pun berlari ke atas.

Diatap. Seung Jun berteriak frustasi. “Sialan!” teriaknya. “Gu Seung Jun. Jadi inilah akhirmu. Tapi kenapa aku memikirkan wanita itu saat ini,” keluhnya.

Tiba- tiba pintu atap terbuka. Dan seseorang masuk. Ntah siapa yang datang, tapi raut wajah Seung Jun tampak seperti sangat kaget.

Cheol Gang merasa sangat kesakitan. Tapi dia berusaha untuk menahan rasa sakitnya. Dia lalu menghubungin seeseorang. “Hei. Kamu sudah perintahkan mereka sesuai ucapanku?” tanyanya.


Myeong Sun memanggil U Pil yang sedang bermain untuk pulang. Dan U Pil pun mengikutinya. Lalu dua orang petugas datang menghampiri mereka berdua.
“Kamu Hyeon Myeong Sun, istri Ju Man Bok?” tanya si petugas. Dan dengan waspada Myeong Sun langsung menyembunyikan U Pil di belakang tubuhnya.
“Benar. Ada apa ini?”
“Kamu harus ikut kami. Suamimu terlibat kecelakaan parah di Pyongyang,” kata si petugas. Dan Myeong Sun merasa sangat terkejut.
Sang Ah menghubungi Cheol Gang dengan telpon umum. “Apa solusimu? … Kamu sembunyi di mana setelah membuat kekacauan ini? Kamu sedang apa? … Apa? … Siapa yang dari Korea Utara? … Ri Jung Hyuk? Siapa itu?”

Sang Ah menemui petugas BIN. “Ada hal penting yang harus kuberi tahu.”

Kelima anggota tim Jung Hyuk berdiri di luar ruangan Se Ri, sebab keluarga Se Ri sedang berada di dalam ruangan. Mendengar itu, Jung Hyuk mengerti, dan dia meminta mereka berlima untuk jangan meninggalkan Se Ri sendirian.
“Kamu mau pergi?”

“Walau aku terlambat, jangan tinggalkan dia sendiri,” tegas Jung Hyuk. Dan mereka berlima mengiyakan. “Jika aku sangat terlambat… Seumpama itu terjadi, kalian harus kembali. Keluarga kalian menunggu,” jelas nya dengan serius. Dan mereka berlima merasa heran.
Namun tanpa menjelaskan apapun lagi, Jung Hyuk pergi.


Jung Hyuk menaiki taksi dan pergi dari rumah sakit. Dari belakang, petugas BIN mengikutinya.
“Aku meminta tim medis untuk bersiap atas kemungkinan penembakan,” kata si petugas BIN kepada bawahannya.
“Baik.”
“Kita akan menghadapi prajurit elite dari Utara, jadi, coba tangkap mereka secepat mungkin. Tapi jika gagal, untuk hentikan insiden ini membesar, kalian boleh bunuh mereka. Itu saja,” jelas si petugas BIN lagi kepada para bawahannya.
“Baik.”
Dari kaca spion, Jung Hyuk melihat mobil petugas BIN mengikutinya.

Jung Hyuk menemui para preman bayaran Se Ri. Mereka menunjuk kan kepada Jung Hyuk tempat dimana Cheol Gang berada.
Manajer Oh langsung kabur ketika melihat kedatangan Jung Hyuk.
Para petugas BIN sampai di tempat Cheol Gang juga. Dan mereka bergerak secara diam- diam.

Cheol Gang menyimpan barang- barangnya dan bersiap untuk pergi. Namun tepat disaat itu, Jung Hyuk datang sambil mengarahkan pistol kepadanya, jadi dia pun mundur.


“Kamu mau membunuhku? Kamu mungkin bisa membunuhku, tapi begitu melakukannya, kamu sama saja mati. Berkat ayahmu, kamu tidak pernah kesulitan dalam hidupmu. Tapi, tidak ada ayahmu yang melindungimu lagi. Dia akan kehilangan segalanya karena dirimu,” kata Cheol Gang dengan percaya diri.
“Cho Cheol Gang, bukan hanya kamu yang akan kehilangan segalanya. Aku juga mempertaruhkan segalanya,” balas Jung Hyuk.
Petugas BIN mengelilingi luar gedung. “Turunkan senjata kalian! Jika jatuhkan senjata dan ikuti kami, hukuman kalian akan dikurangi. Biar kuulangi. Turunkan senjata kalian!”
Mendengar itu, Cheol Gang mendengus geli dan mengangkat kedua tangannya. “Alam semesta mendukungmu sejak lahir, tapi tampaknya semesta mendukungku. Turunkan senjatamu. Orang sepertimu tidak akan bisa menembakku,” katanya dengan yakin.
Dan Jung Hyuk diam.
Se Ri memandangi hujan yang turun dengan deras di luar jendela.

Para petugas BIN mengarahkan senjata mereka ke arah Jung Hyuk. Dan Cheol Gang tersenyum melihat itu. Tapi Jung Hyuk hanya diam.

Cheol Gang membalikkan tubuhnya sambil mengangkat tangannya. Lalu saat dia memperhatikan kalau tidak ada satupun yang mengarahkan senjata padanya. Dia pun langsung mengambil pistol yang disembunyikannya dan mengarahkan itu kepada Jung Hyuk. Dor…!!

Se Ri berbaring di tempat tidur. Dan disaat itu, tanpa sengaja dia menemukan rekaman yang ditinggalkan oleh Jung Hyuk diatas meja. Jadi dia pun bangun lagi.
Dengarkan ini saat kau tak bisa tidur. Membaca pesan itu, Se Ri tersenyum senang. Lalu dia menekan tombol play.
Jung Hyuk : “Se Ri. Kamu kesulitan tidur lagi?”
“Ya. Kurasa aku tidak bisa tidur jika kamu tidak ada di dekatku.”
Flash back
Jung Hyuk menemukan pil tidur yang sering Se Ri minum. Dan dia membuangnya.

Jung Hyuk menyalakan alat perekam. Dan lalu dia memainkan musik yang disukai oleh Se Ri.
“Jangan minum obat saat tak bisa tidur. Bagaimana kalau dengarkan musik ini? Kamu bilang setelah mendengarkan ini kamu mau hidup lagi. Kisahmu membuatku lega akan masa lalu. Aku merasa ingin hidup kembali. Jadi, bagaimana kalau kita hidup hari ini seolah-olah akan bertemu besok?”

Jung Hyuk membeli berbagi makanan dan menaruhnya di lemari dapur Se Ri yang kosong. Dia sengaja menaruh semuanya di lemari bawah supaya Se Ri mudah mengambilnya.
“Jangan lupa makan dan tidurlah dengan nyenyak. Bagaimana kalau kita menjalani hari-hari kita berpura-pura bahwa kita bisa bertemu lagi besok, dan menjalani hidup bahagia?”

Jung Hyuk menuliskan banyak catatan tentang cara memasak untuk Se Ri. Lalu dia menempelkannya di pintu kulkas.
“Dan saat hidupmu menyenangkan hingga merasa bahagia, walau kamu melupakanku suatu hari, aku…  akan baik-baik saja.”
Jung Hyuk memandangi seluruh rumah Se Ri untuk terakhir kalinya.

No comments:

Post a Comment