Monday, February 17, 2020

Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 15 - part 2

0 comments



Network : tvN Netflix

Seo Dan kaget saat masuk ke dalam apatermen dan melihat seluruh nya kacau. Dia mencoba menghubungi Seung Jun, tapi tidak bisa. Lalu dia melihat koper yang Seung Jun tinggalkan di dalam kamar, dan dia jadi merasa cemas.

BIN mengadakan pertemuan. Mereka membahas tentang kasus Jung Hyuk. Petugas BIN 3 menunjukkan hasil penyelidikannya, dia menunjukkan video Juing Hyuk yang sedang membuka kan pintu mal bagi orang tua dan anak- anak. Video ini sangat populer dengan judul ‘Pria Tampan yang Sopan di Pasaraya di Gangnam’. Lalu ada juga video Jung Hyuk yang menolong seorang Ibu untuk menangkap kereta bayinya yang meluncur cepat di jalanan menurun.
“Dia Kapten Pasukan Khusus. Kita tidak boleh remehkan dia. Bayangkan jika dia gunakan itu untuk hal lain,” kata petugas BIN 1 dengan tidak senang. Karena baginya dua video itu tidak penting.

Petugas BIN 3 menunjukkan video yang lain. Jung Hyuk menolong anak kecil untuk mengambilkan balon nya yang tersangkut di atas pohon. Video selanjut nya, Jung Hyuk membantu mendorongkan gerobak kakek tua dijalanan mendaki.
“Apa kita sedang mencari kandidat Penghargaan Kebaikan? Kenapa hanya memilih rekaman yang seperti itu?” keluh petugas BIN 1 dengan kesal.
“Hanya ini rekaman yang kita punya,” jawab petugas BIN 3 dengan pelan.


Petugas BIN 1 mengintrogasi Jung Hyuk. “Kenapa kamu diam-diam menyusup ke Korea Selatan?”
“Demi membujuk Yoon Se Ri dan membawanya kembali ke negaraku,” jawab Jung Hyuk dengan tenang. “Aku tahu bahwa seorang wanita yang jatuh di negara kami berasal dari keluarga kaya. Aku berusaha membujuknya untuk tinggal di negara kami, tapi aku gagal. Itu alasannya,” jelas nya.

“Lalu anak buahmu?”
“Anak buahku tidak ada hubungannya. Mereka datang untuk Pesta Olahraga Militer Dunia, dan aku melibatkan mereka, jadi, mereka tidak bisa pulang,” jawab Jung Hyuk dengan tegas. “Karena sulit meyakinkan Yoon Se Ri sendirian.”
Petugas BIN 1 merasa tidak mengerti kenapa Jung Hyuk menjawab seperti ini. Jadi dia mengingatkan Jung Hyuk bahwa dengan jawaban Jung Hyuk ini, maka Jung Hyuk bisa di hukum. Tanpa rasa takut, Jung Hyuk menegaskan bahwa dia telah menjawab dengan jujur.

Se Ri merasa sedih mengetahui jawaban Jung Hyuk. Dengan jujur dia memberitahukan semuanya kepada petugas BIN 1. “Dia berbohong. Karena dia tidak pernah memintaku untuk tinggal di sana. Selama ini, dia berusaha memulangkan ku,” jelas Se Ri sambil mengingat semua kebaikan Jung Hyuk. Bahkan dia juga mengingat saat Jung Hyuk rela tertembak untuk melindungi nya.

“Dia tidak perlu melakukannya atau wajib melakukannya, tapi dia mempertaruhkan nyawanya demi melindungiku. Dia tidak pernah berusaha meyakinkanku atau memanfaatkanku. Seperti yang kubilang, Cho Cheol Gang datang dari Utara untuk membunuhku, dan Ri Jung Hyuk datang untuk menangkap Cho Cheol Gang, pria yang melakukan kejahatan dan melarikan diri. Justru aku yang menyembunyikannya,” kata Se Ri, menjelaskan semuanya. Lalu setelah itu dia merasa lemas, karena bagaimana pun dia masih berada dalam tahap penyembuhan.
Melihat itu, Ibu merasa cemas. Tapi Se Ri lanjut berbicara kembali. “Aku harus memulangkannya. Soal masalah yang lain, akan kuurus semua sendiri, walau aku harus menerima hukuman.”

Pertemuan BIN. Petugas BIN 1 membahas tentang jawaban Se Ri dan Jung Hyuk yang berbeda. Namun dia merasa kalau jawaban Se Ri yang paling realistis, karena mana ada korban yang rela tertembak demi melindungi tersangka.
“Lima orang lainnya mengatakan apa?” tanya seorang petugas BIN lainnya.
Flash back. Di Introgasi terpisah.
Man Bok : “Jawabannya jawabanku juga.”
Eun Dong : “Sudah berapa kali menginterogasiku? Kamu menanyakan ini karena tidak dengar jawaban dari yang lain, 'kan? Aku tidak bisa bilang juga.”
Letnan Park : “ …”

Ju Meok : “Kapten Ri kami di sini juga? Apakah dia baik-baik saja?”
“Maaf, Pak Kim. Aku yang bertanya,” kata si petugas BIN 2 dengan tegas.
“Aku hanya penasaran. Dia masih hidup, 'kan? Di drama Korea Selatan, saat inilah karakter utamanya terluka atau mati. Jadi, aku khawatir,” kata Ju Meok sambil mulai menangis.
Sersan Pyo : ”Seperti yang ku katakan, kamu membuang waktumu. Lebih dari 90 persen berat tubuhku ada di mulutku. Mulutku yang berat tidak akan mengungkap rahasia.”
Flash back end

“Mereka menolak bersaksi,” jelas petugas BIN 1.
“Karena pengakuan Ri Jung Hyuk dan Yoon Se Ri berlawanan, cara yang tersisa hanya lewat wawancara langsung,” kata seorang petugas BIN yang lain.
Wawancara langsung. Se Ri dan Jung Hyuk di pertemukan di satu ruangan untuk berbicara berdua saja dan pembicaraan mereka berdua akan di rekam. Ini adalah permintaan Se Ri untuk dibiarkan berdua saja dengan Jung Hyuk.

Se Ri memandangi Jung Hyuk dan menunggu nya untuk berbicara. Tapi Jung Hyuk hanya diam saja dan mengalihkan tatapan nya dari Se Ri. Sehingga Se Ri pun mulai berbicara duluan.
“Jung Hyuk. Lihat aku. Kumohon, lihat aku,” pintanya. Dan Jung Hyuk pun melihatnya. “Aku tahu kenapa kamu bersikap begini sekarang. Ini karena aku. Karena begitu semua terungkap, ini bisa membuatku terkena masalah. Begitu orang-orang tahu soal ini, ini akan menyulitkanku. Jadi, kamu berusaha bertanggung jawab,” kata Se Ri, menebak dengan benar.

Namun Jung Hyuk menyangkal nya. “Bukan begitu. Dengarkan. Seperti yang kamu ketahui, ayahku Direktur Biro Politik Umum dari Korea Utara. Aku bukan sembarang orang. Menurutmu, orang seperti itu akan membantumu dan menyembunyikanmu demi kepentingan pribadi? Kamu terlalu jujur. Aku tidak akan melakukannya, jika kamu tidak mengatakan latar belakangmu. Latar belakangmu yang mengagumkan, memberiku alasan. Alasan untuk memanfaatkanmu.”
Se Ri meminta Jung Hyuk untuk berhenti berbohong. Tapi Jung Hyuk terus berbohong. Dia memanfaatkan Se Ri, dia memegang rahasia Se Ri, dan memanfaatkan Se Ri. Mendengar itu, Se Ri  merasa emosi.


“Karena kamu sembunyikan aku di sana, aku juga menyembunyikanmu di sini. Aku melakukannya karena ingin. Aku bukan sandera. Kamu tidak… memanfaatkan aku. Orang yang memanfaatkanku tidak akan melindungiku dari tembakan atau jauh-jauh kemari demi melindungiku dengan nyawanya,” kata Se Ri dengan sedih dan emosional.
“Jangan salah paham. Aku kemari bukan untuk melindungimu. Cho Cheol Gang membunuh kakakku, dan aku datang untuk balas dendam. Jadi…. Aku mohon, jangan menipu diri,” balas Jung Hyuk dengan tajam.

“Jung Hyuk. Kamu mau membuang nyawamu? Kamu akan menyerah? Bukankah kamu mau pulang? Jika kamu terus bersikeras menanggung semuanya, kamu bisa menjadi kriminal sungguhan. Kamu tahu apa artinya?” tanya Se Ri sambil menahan rasa sakit nya.
“Se Ri. Daripada membuang hidupku, melihatmu sekarang membuatku kesal. Jadi, pergilah. Kumohon,” pinta Jung Hyuk.

“Ini pasti sulit bagimu. Ini terasa sulit bagiku,” balas Se Ri. Lalu dengan lemas dia berdiri dan pergi darisana. Dengan sedih, Jung Hyuk berusaha untuk menahan air matanya supaya jangan terjatuh.


Saat telah keluar dari dalam ruangan, Se Ri terjatuh tidak sadarkan diri. Melihat itu dengan cemas, Ibu langsung berlari menghampiri Se Ri dan membawa nya pergi.

Petugas BIN 1 masuk ke dalam ruangan. Dia mengomentari kenapa Jung Hyuk harus bersikap kasar, kepadahal Se Ri telah bersusah payah untuk datang ke sini dan sekarang Se Ri pingsan. 




Mendengar itu, Jung Hyuk merasa kaget dan langsung berlari keluar dari dalam ruangan untuk melihat. Namun disaat itu, Se Ri sudah dibawa pergi dan dia tidak bisa melakukan apapun.
Dengan sedih, Jung Hyuk hanya bisa memperhatikan dari jauh saja. Dan dia menangis.


Se Ri di rawat secara intensif. Dokter memberitahu Yoon Hee bahwa Se Ri mengalami sepsis. Karena luka tembak yang Se Ri alami, maka kekebalan tubuh Se Ri rendah. Dan stress berat yang menyebabkan Se Ri terkena sepsis, sebab itulah Se Ri pingsan.
“Apakah dia akan pulih setelah dirawat?” tanya Yoon Hee dengan cemas.
“Entahlah. Tingkat kematian akibat sepsis mencapai lebih dari 40 persen. Perawatan dini intensif sangat penting. Kita harus tunggu sampai besok,” jawab Dokter.

Jung Hyuk tidak menyentuh makanan di hadapannya sama sekali. Dia terus menangis sambil memikir kan tentang keadaan Se Ri saat ini.

No comments:

Post a Comment