Sunday, February 16, 2020

Sinopsis K-Drama : Itaewon Class Episode 06-2

3 comments

Sinopsis K-Drama : Itaewon Class Episode 06-2
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Geun Won datang ke kedai Jangga. Dia melihat kedai yang ramai dan penjualannya juga meningkat. Penanggung jawab kedai menjawab kalau semua berkat kerja keras Soo Ah. Geun Won malah menggerutu kalau seharusnya mereka lebih baik padanya saat dia ada di sini.
Tujuan Geun Won ke sana adalah mencari Soo Ah.
--

Geun Soo membantu Yi Seo mengangkut barang. Yi Seo telah menyewa sebuah apartemen. Dia juga memberitahu Geun Soo kalau dia ketahuan tidak kuliah dan bekerja di DanBam. Geun Soo terkejut karena itu artinya, Yi Seo di usir dari rumah.

Pembicaraan mereka terhenti karna Yi Seo mendapatkan telepon dari PD acara tv. PD itu sudah melihat proposal yang Yi Seo kirimkan dan tertarik untuk memakai DanBam dalam acara mereka. Yi Seo jelas senang mendengarnya.


Geun Soo jadi kepo mau tahu. Tapi, Yi Seo lebih memilih menelpon Sae Ro Yi duluan dan memberitahu kalau kedai DanBam bisa masuk ke program TV. Sementara Yi Seo bicara dengan Sae Ro Yi, Geun Soo membantu membereskan barang Yi Seo. Saat itulah, dia menemukan surat permintaan maaf yang dulu harus mereka tulis karena ketahuan ke kedai DanBam padahal masih di bawah umur (episode 03). Di bawah surat itu, ada lukisan wajah Sae Ro Yi.
--
Sae Ro Yi sedang berjalan bersama Soo Ah saat mendengar kabar dari Yi Seo. Selesai teleponan, Soo Ah langsung bertanya, apa ada hal baik? Sae Ro Yi memberitahu kalau DanBam sepertinya akan masuk TV untuk program Kedai Terhebat.
“Program kontes memasak itu?”
“Benar. Ternyata kau tahu. Kabarnya itu program baru.”
“Begitu. Kau berhasil mendapatkan hal itu. Kudengar mereka biasanya undang waralaba besar.”
“Yi-seo mengerahkan kemampuannya,” ujar Sae Ro Yi senang.
Mereka kemudian membicarakan hari itu. Soo Ah berkata kalau karna Sae Ro Yi, dia merasa lebih tenang sekarang ini. Karena Sae Ro Yi bilang kalau dia hanya bekerja keras dalam hidupnya. Dan karena itu, dia sudah memutuskan untuk tetap bekerja keras di hidupnya ini. Selama ini dia sudah hidup sebagai karyawan Jangga dan akan terus begitu.
“Terimakasih atas semuanya. Kau sungguh tak boleh menyukaiku mulai kini,” ujar Soo Ah.
Dan kedekatan mereka berdua itu, terlihat oleh Geun Won yang berada di dalam mobil. Dia tampak marah dan cemburu.
--

Geun Won makan malam bersama Presdir Jang. Tampaknya, Geun Won mulai terganggu dengan Sae Ro Yi, karena saat makan, Geun Won tiba-tiba bertanya, apa yang ayahnya akan lakukan pada Park Sae Ro Yi? Apa dia harus melakukan sesuatu?
“Dikeluarkan dari sekolah, kehilangan ayah, dan mantan narapidana. Biasanya mereka akan jatuh. Namun, dia bisa hidup dengan baik.”
“Ayah bilang orang yang punya tujuan sulit dihadapi.”
“Benar. Dia bisa saja membuat merek bernama DanBam suatu saat.”
“Itulah maksudku. Sebelum dia berbahaya, aku bisa...”
“Hanya sampai situ,” potong Predir Jang. “Kau bekerja untuk menghasilkan uang. Itu semua bisa dilakukan semua orang. Tapi ada tahap berikutnya. Walau kau tak bekerja, kau masih bisa menghasilkan uang. Kau bisa bangun sistem itu atau berinvestasi. Ada banyak cara. Tapi perbedaannya dapat terlihat dengan hal-hal seperti ini. Bekerja terus dengan sepenuh hati? Ini hal luar biasa untuk orang lain. Sepuluh tahun waktu yang panjang. Walau punya tujuan jelas, dia hanya punya satu kedai selama sepuluh tahun. Dia tak mungkin menjadi ancaman bagi kita,” jelas Predir Jang, menganggap remeh Sae Ro Yi.
“Kalau begitu, kenapa Ayah terganggu dengannya?”
“Kau suka dengan Manajer Oh, 'kan? Ayah juga pikir Manajer Oh pantas untuk kau sukai,” ujar Presdir Jang.
“Benarkah?”
“Ya. Bila kau bisa buat dia menjadi keluarga kita, ayah tak akan jodohkan kau lagi.”
Geun Won jelas senang mendengarnya, tapi penasaran akan satu hal, “Tapi apa hubungan Soo-ah dengan Park Saeroyi?”
“Dia penilai. Penilai yang ayah gunakan untuk pastikan Manajer Oh memihakku atau tidak. Hanya itu saja.”
Geun Won tertawa begitu senang dan makan dengan begitu lahapnya, mengetahui Sae Ro Yi hanyalah penilai bagi ayahnya. Penilai apakah Soo Ah pantas untuk masuk ke keluarga Jang atau tidak.
--


Esok hari,
Sae Ro Yi pergi ke stasiun TV untuk menemui PD acara. Dan ternyata, Geun Won juga ada di sana. Geun Won adalah orang yang akan menjadi saingan dalam acara ini. PD tentu terkejut melihat Sae Ro Yi dan Geun Won yang ternyata sudah saling mengenal. Geun Won langsung memarahi PD karena hendak menyandingkan Jangga vs DanBam, yang hanyalah sebuah kedai kecil.

Suasana jadi terasa canggung dan dingin. Sae Ro Yi menunjukkan jelas tatapan tidak sukanya pada Geun Won.
--

Pembicaraan dengan PD sudah selesai. Saat Sae Ro Yi menunggu lift untuk turun ke lobby, Geun Won menghampirinya. Dia menyindir Sae Ro Yi dan Soo Ah yang terlihat serasi tempo hari saat bersama di Itaewon. Dia mulai mengungkit Sae Ro Yi yang sudah berhubungan dengan Soo Ah selama 10 tahun. Ada apa di antara mereka?
Sae Ro Yi tidak menjawab. Geun Won mulai membahas mengenai dirinya yang menyukai Oh Soo Ah. Awalnya, melihat keluarganya dan statusnya, dia mengira tidak akan menikah dengan Soo Ah, tapi, ayahnya sudah bilang kemarin padanya kalau dia setuju Soo Ah menjadi bagian dari keluarga mereka.
“Karena dia mengajakmu berbicara dan kasihan denganmu, kau jatuh cinta kepadanya? Bukankah sudah jelas? Dia begitu karena kasihan padamu. Pikirkanlah. Apakah dia ingin menikah dengan putra Jangga atau berpacaran dengan mantan narapidana lulusan SMP?”
“Entahlah,” jawab Sae Ro Yi, berusaha tetap tenang dan sabar. “Aku yakin dia tak mau bersama pembunuh. Kau terintimidasi oleh mantan narapidana lulusan SMP?”
Geun Won sedikit takut, dan menyembunyikannya dengan menyebut ayahnya. “Apa? Apa yang Ayah katakan waktu itu? Dia membicarakanmu. Orang yang hanya bisa punya satu kedai walau sudah sepuluh tahun bekerja keras. Dia bilang kau tak mungkin menjadi ancaman bagi kami. "Park Saeroyi hanya seperti penilai untuk memeriksa hati Soo-ah." Hanya itu saja. Sadarlah, Park Saeroyi! Siapa yang akan melihat dirimu? Kau tak tahu Soo-ah bermasalah di kantor karena kau, 'kan? Cobalah hidup dengan peduli sesama. Sadari juga tempatmu,” hina Geun Won, dan masuk ke dalam lift.
--

Soo Ah mendapat telepon dari Geun Won. Geun Won menelpon untuk pamer kalau dia baru bertemu dengan Park Sae Ro Yi untuk membahas program acara Kedai Terhebat. Geun Won menelpon sambil mabuk dan menyuruh Soo Ah untuk tidak menyukai Sae Ro Yi, karna dia juga sudah memberi pelajaran pada Sae Ro Yi.
Soo Ah terkejut dan marah. Dia bahkan langsung mematikan telepon. Dia benar-benar tidak tahu kalau Geun Won bergabung dalam acara Kedai Terhebat.
--

Yi Seo mendapat telepon dari PD Acara yang membatalkan tampilnya kedai DanBam di TV. Yi Seo jelas tidak terima karena dia sudah mengatur jadwal kedainya. Tapi, PD tidak mau mendengan protes Yi Seo dan langsung mematikan telepon. Yi Seo benar-benar marah.
Pas sekali, Sae Ro Yi kembali. Dia mendengar Yi Seo yang memberitahu semuanya kalau acara TV sudah di batalkan. Tahu Sae Ro Yi sudah pulang, Yi Seo langsung bertanya, apa terjadi sesuatu di studio tadi? Sae Ro Yi hanya diam.
--
Sae Ro Yi pergi ke atap DanBam untuk minum sebotol soju. Dia memikirkan ucapan Geun Won tadi dan juga pengakuan Soo Ah tempo hari kalau dia yang melaporkan kedai DanBam ke polisi, dan ucapan Soo Ah kemarin kalau dia akan hidup sebagai karyawan Jangga. Sae Ro Yi tampak benar-benar sedih hingga matanya memerah.

Yi Seo menemuinya. Dia tahu sesuatu telah terjadi. Sae Ro Yi tidak memberitahu ada apa, hanya bisa meminta maaf karena Yi Seo sudah berusaha keras tapi malah di batalkan. Yi Seo tidak masalah karena toh masih ada banyak stasiun TV lain.
“Ada apa? Pengarah acaranya menyebalkan? Apa yang kau dengar sampai wajahmu seperti itu?” tanya Yi Seo, penasaran.
“Mau jalan-jalan?” ajak Sae Ro Yi.
Yi Seo setuju saja.
Mereka jalan-jalan di sekitar Itaewon. Tapi, Sae Ro Yi masih belum juga memberitahu ada apa. Sae Ro Yi hanya bilang tidak ada masalah. Dan kebetulan, mereka berpas-pasan dengan Soo Ah. Sikap Sae Ro Yi tidak seperti biasanya.
“Kau bekerja di kantor pada siang hari dan mengurus kedai di Itaewon pada malam hari. Kau pasti lelah sekali.”
“Tapi gajinya menjadi lebih besar.”
“Kau mau pulang ke rumah?”
“Ya,” jawab Soo Ah. “Begini... Soal program stasiun TV itu...”
“Lupakan saja. Aku bisa lakukan itu lain kali. Masih banyak stasiun TV lain. Bus terakhir hampir datang. Hati-hati,” potong Sae Ro Yi. “Ayo kita kembali,” ajaknya pada Yi Seo.
Soo Ah terkejut. Ini pertama kalinya, Sae Ro Yi seperti ini padanya.

Yi Seo bisa menebak hal besar telah terjadi karena Sae Ro Yi tidak seperti biasanya. Sae Ro Yi sendiri menilai dirinya menyedihkan. Yi Seo diam sesaat dan akhirnya bertanya, apakah Sae Ro Yi begitu menyukai Soo Ah? Bukankah Sae Ro Yi tahu kalau Soo Ah yang melaporkan DanBam ke polisi, tapi tampaknya, Sae Ro Yi tidak berubah.
“Ibuku bilang... belajar keras tak menjamin kesuksesan di zaman sekarang. Olahraga, musik, ataupun go. Dia mau aku pelajari hal-hal seperti itu. Go cocok denganku. Jadi, aku tekuni itu cukup lama. Tapi saat bermain melawan orang yang lebih hebat, aku tak pernah bermain dengan kerugian.”
“Kau benar-benar hebat dari kecil,” puji Sae Ro Yi.
“Kini aku merasa seperti bermain go dengan kerugian. Soal sanksi dilarang berjualan. Bukan Soo-ah yang melaporkan kita.”
“Apa?”
“Orang lain yang melaporkannya.”
“Kalau begitu siapa yang melakukan itu?”
“Yang melaporkan kita adalah orang yang punya dendam denganku,” jujur Yi Seo.
Mendengar itu, Sae Ro Yi langsung menyuruh Yi Seo kembali seorang diri ke kedai. Dia segera lari untuk mengejar Soo Ah.
Dan apa yang Yi Seo pikirkan? Ini : Siapa pun yang menjadi lawanku, pada akhirnya aku akan menang. Jadi, aku tak menyerah.”
-
Sae Ro Yi berlari hingga tiba di terminal bus. Dan untungnya, Soo Ah masih belum pergi. Soo Ah juga terkejut karena Sae Ro Yi berlari mengejarnya. Ada apa? Terjadi sesuatu?
“Bukan kau yang melaporkan kami.”
“Apa maksudmu?”
“Kenapa? Kenapa kau berbohong? Kau ingin aku benci padamu?”
“Sudah kukatakan, 'kan? Presdir Jang mengamatimu. Aku karyawan Jangga...”
“Maaf. Maafkan aku. Aku yang egois. Aku selalu memikirkan diriku saja.”
“Sudah kukatakan, 'kan? Jangan sukai aku,” ingati Soo Ah.
“Maaf membuatmu kesulitan di antara aku dan Jangga. Sedikit lagi. Walau ini sulit bagimu, tahan sedikit lagi,” pinta Sae Ro Yi.

Saat itu, bus yang Soo Ah tiba sudah tunggu. Soo Ah memilih pergi, tapi Sae Ro Yi tetap mengatakan apa yang ingin di katakan-nya.
“Aku tak peduli apa yang kau lakukan padaku. Sudah kukatakan, 'kan? Jangan pikirkan aku. Apa pun yang kau lakukan, aku akan baik-baik saja. Agar kau tak menderita, akan kuhancurkan... Perusahaan Jangga. Aku akan buat kau jadi pengangguran dan hidup tenang!” teriak Sae Ro Yi.
Soo Ah tersentuh. Ketulusan Sae Ro Yi padanya, tidak pernah di ubah. Mata Soo Ah berkaca-kaca. Peringatan atau apapun yang telah dia lakukan, tidak merubah perasaan Sae Ro Yi padanya.
--
Setelah bus Soo Ah pergi, Sae Ro Yi teringat lagi ucapan Geun Won yang meremehkannya yang dalam 10 tahun hanya bisa mempunyai 1 kedai. Dan Sae Ro Yi tidak mungkin menjadi ancaman bagi Jangga.
Sae Ro Yi akan membuktikan, seperti apa ancaman yang dapat di berikannya pada Jangga!
Daebak!!!! Dia menelpon LEE HO JIN. Ingat siapa dia? Dia adalah siswa yang di bully oleh Geun Won saat SMA (episode 01). Orang yang Sae Ro Yi tolong hingga dia harus di keluarkan dari SMA.
Dan sekarang, Lee Ho Jin membantu Sae Ro Yi. Dia membantu mengelola dana Sae Ro Yi dan menggunakannya untuk membeli saham Jangga. Itulah alasan di episode sebelumnya (episode 05), Sae Ro Yi memperhatikan kenaikan saham Jangga.
“Aku punya uang di dana lindung nilai, 'kan?” tanya Sae Ro Yi.
“Sekarang sedang sedikit turun, tapi akan segera naik lagi.”
“Berapa banyak yang sudah kuinvestasikan di Jangga?”
“Tunggu. Kulihat dahulu. Bila kita jumlahkan ini dengan yang kau investasikan delapan tahun lalu... Totalnya 1,9 miliar won.”
 “Investasikan semua ke Jangga!” perintah Sae Ro Yi.
--

Pagi hari,
Presdir Jang di ikuti oleh semua eksekutif Jangga, masuk bersama ke kantor. Baru juga masuk ke dalam gedung, sekretaris Kim sudah menghampirinya dengan panik. Dia memberitahu kalau dia menemukan sesuatu saat melihat daftar pemilik saham. Dia menunjukkan dokumen berisi daftar nama pemegang saham Jangga pada Presdir Jang.
Mata Presdir Jang membelalak saat melihat di daftar nama itu ada nama : Park Sae Ro Yi!
“Apa ini? Ini berapa banyak?”
Sekretaris Kim menunjukkan nominal saham yang Sae Ro Yi miliki. “Totalnya 1,9 miliar won.”
“Apa maksudmu 1,9 miliar?” tanya Geun Won, penasaran.
“Delapan tahun lalu, dia berinvestasi di sini, saat harga saham Jangga turun. Pagi ini, dia berinvestasi lagi 600 juta...,” jelas Sekretaris Kim pada Presdir Jang.
Presdir Jang ingat kalau 8 tahun yang lalu adalah saat Geun Won membuat masalah besar hingga di tahan polisi gara-gara dia memukuli pelayan (di episode 02) dan membuat harga saham Jangga turun dratis. Saat itulah, Sae Ro Yi menggunakan uang ayahnya untuk berinvestasi pada Jangga.
Presdir Jang benar-benar marah hingga tertawa seram dan membanting dokumen di tangannya. Dan tiba-tiba, dia berkata kalau dia merasa lapar dan ingin mencari makan.
--

Presdir Jang dengan di temani Geun Won dan Soo Ah pergi ke kedai DanBam. Seung Kwon yang menyambut meminta maaf dengan sopan karena toko baru akan di buka 15 menit lagi. Geun Soo terkejut melihat kedatangan ayahnya. Geun Won terkejut melihat Geun Soo bekerja di sana. Seung Kwon jadi mengira Presdir Jang datang untuk melihat Geun Soo.
Sae Ro Yi melihat kedatangan presdir Jang. Mereka saling menatap dengan tajam dan seolah berkomunikasi dengan telepati.
“Delapan tahun lalu. Walau itu adalah uang asuransi kematian ayahnya, dia berinvestasi di Jangga pada saat itu?”
“Harus kugunakan pada hal yang lebih bermakna.”
"Aku pikir kau kucing, tapi ternyata kau setidaknya seekor lynx.”
“Jangan menilai lebih dahulu.”
“Anak kecil yang menggangguku. Kukira aku sudah selesai denganmu saat kau dikeluarkan dan dipenjara. Aku tahu dari pandangan matamu. Tujuanmu adalah leherku. Menarik, aku merasakan ini pada umurku saat ini.”
Presdir Jang berdiri tepat di hadapan Sae Ro Yi. Suasan terasa tegang. Sae Ro Yi membungkuk dalam dan mengucapkan selamat datang.
“Aku ingin bertemu denganmu,” ujar Presdir Jang.
“Aku juga ingin bertemu denganmu,” balas Park Sae Ro Yi.
--==--==--==--==--==--
Daebak! Heol! Jjang! OMG! Uang asuransi kematian ayah Park Sae Ro Yi dan tabungan mendiang ayahnya, semua di gunakan untuk membeli saham Jangga di saat harga saham itu jatuh. Selama 8 tahun, dengan di bantu oleh Lee Ho Jin untuk mengelola uang itu, Park Sae Ro Yi berhasil menanam saham sebesar 1,9 miliar won di perusahaan Jangga!
Dia yang di anggap hanya seekor kucing dan tidak mengancam, dalam semalam, berubah menjadi lynx yang mengancam Jangga. Bagi Presdir Jang, Park Sae Ro Yi hanyalah orang yang bekerja keras untuk dapat melawannya dan tidak mengerti yang namanya investasi. Jadi, kalau Park Sae Ro Yi tidak mempunyai kedai itu lagi, Sae Ro Yi tidak akan bisa bertahan. Tapi, faktanya, Sae Ro Yi mempunyai banyak uang. Dengan saham sebesar itu di Jangga, tentu Sae Ro Yi mendapatkan cukup banyak dividen. Di tambah dengan uang kerja kerasnya selama 8 tahun ini, entah berapa banyak kekayaan yang Sae Ro Yi miliki.
Dengan uang sebesar itu di Jangga, Presdir Jang pasti ketakutan. Itu artinya, Park Sae Ro Yi mempunyai hak dalam RUPS. Dia bisa membuat keputusan. Dia bisa memberi guncangan pada Jangga.
Apalagi, di preview episode selanjutnya, Sae Ro Yi dengan Ho Jin pergi menemui dir. Kang Min Jung. Mereka ingin mendukung dir. Kang memimpin Jangga!

3 comments: