Sinopsis C- Drama : Beautiful Reborn Flower Episode 8 part 2


Original Network : Tencent Video iQiyi Youku iQiyi


Qiao Man baru saja pulang dan beristirahat. Namun tiba- tiba An Kailun menelpon nya. Awalnya An Kailun berbasa- basi terlebih dahulu dengan menanyakan bagaimana keadaan Qiao Man. Dan mendengar itu, Qiao Man langsung bertanya, ada apa.
Dengan malu, An Kailun menceritakan masalah tentang Zhu Fan, dan dia meminta bantuan Qiao Man untuk bantu berbicara dengan He Ping. Dan Qiao Man merasa ragu, karena dia juga tidak terlalu akrab dengan He Ping.

“Iya, iya, iya. Saya tahu hal ini cukup merepotkan, tapi sekarang saya sementara tidak bisa menemukan siapa pun, saya juga tidak bisa menemukan solusi yang lebih baik, jadi tolong bantu saya memikirkannya. Bantu saya,” pinta An Kailun, putus asa.
“Baiklah,” jawab Qiao Man dengan pelan. Dan An Kailun pun langsung berterima kasih.
Selesai bertelponan, Qiao Man merasa pusing sendiri. Karena dia barusaja semalam memarahi He Ping, jadi gimana caranya menghubungi He Ping.
Dikantor. He Ping berbicara dengan Pengacara Zhang. Dia menceritakan tentang masalah plagiat barang seni di perusahaan mereka dan dia meminta bantuan Pengacara Zhang untuk segera menggugat. Sebab karena masalah plagiat ini, perusahaan mereka jadi mengalami kerugian yang banyak.
“Kalau begitu apakah kamu punya dokumen untuk membuktikan kalau produk-produk seni ini adalah produk asli dari seniman yang kalian kontrak?” tanya Pengacara Zhang.
“Tentu saja. Dalam proses mempersiapkan pameran, kami sudah mencatat gerak-gerik seniman dan pemikirannya. Kita juga bisa memintanya memberikan bukti,” jawab He Ping.
“Baiklah kalau begitu. Sekarang bagian yang paling penting dari kasus pelanggaran hak cipta karya seni adalah pengakuan orisinalitas. Selama kamu punya bukti dalam aspek ini, maka saya bisa segera menulis surat pengacara untuk mengajukan gugatan ke pengadilan.”
“Kalau begitu mohon bantuanmu.”
Tepat ketika He Ping sudah hampir saja selesai mengobrol, Yang Lan datang dan memberitahu He Ping bahwa Qiao Man datang untuk menemui He Ping.
Ketika melihat Qiao Man datang ke kantornya, He Ping merasa senang. Tapi ketika dia mendengar Qiao Man membahas tentang masalah Zhu Fan dan ingin agar dia tidak menuntut An Group. Dengan tegas, dia meminta Qiao Man untuk jangan ikut campur dalam masalah ini, dan menjelaskan bahwa kalau dia tidak menuntut mereka, maka dia sama sekali tidak bisa memberikan penjelasan kepada Dewan Direksi.


“Meskipun kamu mau menuntut, kamu juga tidak seharusnya menuntut An Group, benar kan?” tanya Qiao Man, berusaha untuk membujuk. “Ini adalah perbuatan Zhu Fan sendiri. Meskipun harus diberi sanksi, tapi itu juga seharusnya dia sendiri, tidak perlu menghancurkan reputasi satu perusahaan yang sebesar ini.”
“Qiao Man, Lipingge bukan hanya milik saya sendiri. Meskipun saya menarik gugatan saya, para direktur juga tidak akan setuju, dan juga, Hanson mungkin bersekongkol dengan Zhu Fan,” jelas He Ping.

Mendengar kalau Hanson terlibat, Qiao Man tidak bisa percaya. Karena Hanson baru saja pulang ke China, dan bila Hanson berada di kantor An Group, maka itu wajar, karena Hanson adalah adik An Kailun. Namun jawaban Qiao Man ini tidak bisa menjawab pertanyaan di dalam hati He Ping.
“Kalau begitu kita jangan membicarakan masalah Hanson dulu,” jelas Qiao Man. “Kamu katakan saja satu patah kata. Apakah kamu menyelesaikan masalah Zhu Fan atau tidak?”
“Qiao Man, bukannya saya tidak ingin membantumu, tapi saya sama sekali tidak bisa membantumu dalam masalah ini,” jawab He Ping.

Mendengar jawaban itu, Qiao Man pun berniat untuk pergi saja. Dan He Ping berusaha untuk menghentikan nya agar tetap tinggal. Tapi Qiao Man tidak mau, karena menurutnya sudah sia- sia saja dia membantu He Ping saat di Barcelona, sebab He Ping sama sekali tidak punya loyalitas.
Dan melihat kalau Qiao Man beneran akan pergi, He Ping pun berpura- pura sakit. Dia menjelaskan bahwa luka karena dipukul oleh Hanson belum sembuh. Dan Qiao Man pun menyuruhnya untuk pergi ke rumah sakit saja. Dan He Ping mengeluh dengan manja.


“Begitu saya kembali perusahaan ada banyak hal yang perlu diurus, masih harus menyelidiki orang yang memalsukan produk kami itu, akhirnya selesai diselidiki, kamu datang dan memohon belas kasihan kepada saya. Saya benar-benar...” keluh He Ping.
“Kalau begitu kamu pergi ke dokter sekarang,” balas Qiao Man.
“Sekarang? Sekarang tidak bisa.”
“Suka akting itu juga adalah penyakit. Kamu penyakit yang harus disembuhkan. Cepat pergi,” kata Qiao Man sambil tertawa dan menarik He Ping untuk ikut dengannya.

Pulang dari mengurut, Qiao Man menertawai He Ping yang kesakitan karena diurut barusan. Lalu dia memberikan berbargai macam obat yang bagus untuk He Ping.

“Qiao Man, terima kasih,” kata He Ping, senang. “Saya akan mempertimbangkan lagi masalah tuntutan terhadap An Group,” jelas nya.
“Sungguh? Bagus sekali.”
“Jangan senang dulu. Saya harus berdiskusi dengan dewan direksi. Tapi, Zhu Fan harus diberi sanksi,” jelas He Ping dengan serius.
“Apa maksudnya?” tanya Qiao Man, kecewa.
“Kamu jangan cemas dulu. Ini bukan masalah saya sendiri, saya harus berdiskusi dengan semua orang. Saya akan berusaha sebisa mungkin.”

“Lin He Ping, terima kasih, saya merepotkanmu lagi dengan masalah sebesar ini.”
“Sama-sama,” balas He Ping. Lalu diapun menyuruh Qiao Man untuk pulang duluan.
Setelah Qiao Man pulang. He Ping mengenang masa lalunya.

Ketika Nan Sheng datang ke tempat pekerjaan Bibi Lan untuk mengantarkan bekal, dia tidak sengaja mendengar dan melihat kesulitan Bibi Lan saat bekerja. Namun walaupun sulit, Bibi Lan tetap saja mau melindungi dan merawat nya. Sehingga dia merasa tidak enak hati, karena dia telah menambah beban Bibi Lan.

Saat He Ping pulang ke rumah, dia heran karena Nan Sheng tidak ada. Dan lalu dia menemukan surat yang di tinggalkan oleh Nan Sheng di atas meja.
“Bibi Lan, He Ping. Tidak sangka saya tinggal di sini sudah membuat masalah dan beban yang sebanyak ini. Ini adalah hal yang paling tidak ingin saya lihat. Saya pergi dulu. Kalian tidak perlu mencari saya. Nan Sheng.”

Dijalan. Nan Sheng bertemu dengan tiga orang preman yang mengaku sebagai teman sekelas He Ping. Dan mereka ingin meleceh kan nya. Dengan takut, dia pun mengancam akan melapor ke polisi. Tapi mereka bertiga sama sekali tidak merasa takut. Dan tepat disaat itu, He Ping datang, dan dia langsung melindungi Nan Sheng serta menarik tangan Nan Sheng untuk ikut pulang bersama dengan nya.

Di rumah. He Ping memarahi Nan Sheng, karena telah pergi begitu saja dari rumah dan membuat nya merasa sangat khawatir. Dan Nan Sheng meminta maaf serta dia berjanji bahwa kelak dia tidak akan pernah perbuat seperti ini lagi.
“Tidak ada gunanya kalau hanya berjanji. Tulislah surat jaminan,” jelas He Ping.
“Ini bukan di sekolah, kenapa harus menulis surat jaminan?” tanya Nan Sheng, tidak mengerti.

“Harus tulis surat jaminan,” tegas He Ping sambil memberikan pena dan buku kepada Nan Sheng. “Cepat tulis surat jaminan,” paksanya. Dan Nan Sheng menolak.
Dengan paksa, He Ping memegang tangan Nan Sheng dan memaksa nya untuk menulis. “Kamu lepaskan saya,” pinta Nan Sheng sambil menatap He Ping.
“Baik. Saya tidak memaksamu. Tulis sendiri,” kata He Ping sambil melepaskan Nan Sheng.
“Bagaimana cara menulisnya?” tanya Nan Sheng, bingung.
“Cukup tulis kelak apa pun yang terjadi, saya tidak akan meninggalkan Lin He Ping dan Bibi Lan.”

Post a Comment

Previous Post Next Post