Friday, May 29, 2020

Sinopsis K-Drama : Mystic Pop-up Bar Episode 03-2

1 comments

Sinopsis K-Drama : Mystic Pop-up Bar Episode 03-2
Images by : JTBC
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF


Weol Ju dkk sudah kembali ke Dunia Nyata. Begitu kembali, Weol Ju langsung membangunkan Byeong Jae. Setelah itu, Weol Ju menunjukkan foto Byun Sang Ho yang ada di medsos, yang memamerkan kalau dia di terima bekerja di Hotel Sangil. Byeong Jae ingat kalau Sang Ho adalah orang yang wawancara bersamanya.
Byeong Jae kaget saat tahu Sang Ho di terima karena rasanya tidak mungkin. Gwi langsung menunjukkan foto di sebuah berita, dimana di foto itu ada tn. Choi, tn. Byun dan Sang Ho. Untuk memperjelas, Gwi memberitahu kalau Sang Ho adalah putra anggota parlemen.
“Dari awal, kau sudah mustahil diterima. Kau mengerti?” ujar Gwi.
“Tapi bagaimana mungkin? Hotel Sangil perusahaan swasta. Apa ini masuk akal?” ujar Byeon Jae, masih tidak terima.
“Tentu tidak. Intinya, beberapa hal tak masuk akal dalam hidup ini.”
“Kalau begitu, aku dan ratusan pelamar lain hanya dijadikan pemanis saja? Aku sudah menyusahkan orang tua dan pacarku, saat aku hanya menjadi pemanis.”
“Byeong-jae, ini bukan karena kau tak kompeten...” Kang Bae berusaha menghibur.
“Itu lebih baik! Lebih baik aku gagal karena tak kompeten. Tapi ini? Sesuatu yang tak bisa diubah hingga aku dilahirkan kembali. Kenapa mereka seperti ini kepada kami?” ujar Byeong Jae, penuh rasa amarah dan kecewa.
Dengan langkah lunglai, Byeong Jae pergi dari sana. Weol Ju diam sesaat sebelum akhirnya menyuruh Kang Bae dan Gwi untuk bersiap besok. Mereka akan ke hotel Sangil.
“Hei, tunggu sebentar. Bila kau ingin melabrak orang itu, butuh bukti kuat. Kau tahu ini tak bisa diselesaikan dengan trik seperti di Dunia Mimpi. Para politisi dan pebisnis juga terlibat di sini. Kau mau merusak negara ini hanya karena anak itu?” ingati Gwi.
“Aku tak peduli soal politik, atau negara akan kacau setelahnya. Pimpinan Choi berengsek itu. Biar kuurus sendiri,” ujar Weol Ju, tanpa ekspresi.  
--
Esok hari,
Guard Gang Han, company
Yeo Rin menemui atasannya dan meminta agar klien yang harus di lindunginya, di ganti. Dia tidak bisa bekerja untuk tn. Choi dan juga tidak mau membuang bakatnya di sana. Yeo Rin bahkan menyebut tn. Choi sebagai penjahat. Dan yang perlu di lindungi adalah korban tn. Choi. Setelah tahu hal itu, bagaimana bisa dia tetap menjaga tn. Choi?! Dia tidak bisa makan dan tidur karna hal itu.
Tapi, permintaannya tersebut, di tolak mentah-mentah sama atasannya. Dia memperingati kalau Yeo Rin adalah pengawal bukan polisi. Dan pengawal melindungi orang yang membayar jasanya. Dan orang seperti tn. Choi yang memberikan mereka upah untuk makan! Jika Yeo Rin menolak, apa Yeo Rin bersedia membayar denda tiga kali lipat?! Jika tidak, maka bersikap profesional lah dan tetap diam hingga kontrak nya dengan tn. Choi habis.
Yeo Rin yang hendak melawan, tidak bisa lagi membantah.
--

Yeo Rin berjaga di depan ruang VIP restoran, dimana tn. Choi sedang makan. Dan muncullah Weol Ju mengenakan pakaian cheongsam dengan membawa ssanggapju. Yeo Rin mengizinkannya masuk karena mengira Weol Ju adalah pelayan. tn. Choi juga awalnya mau marah karena ada yang masuk, tapi begitu melihat wajah cantik Weol Ju, dia langsung bersikap baik.
Dan tanpa curiga, tn. Choi bahkan meminum ssanggapju yang di tuangkan Weol Ju.
--
Sementara itu, seseorang berwajah sama persis seperti tn. Choi datang ke hotel Sangil dengan di temani oleh Kang Bae. Salah seorang direktur hotel yang melihatnya, menyapa dengan sangat sopan sembari bertanya, kenapa tn. Choi sudah kembali padahal dia dengar kalau tn. Choi ada pertemuan dengan Anggota Parlemen Byun. Dan juga, siapa yang di sebelah tn. Choi? Kemana Kang Yeo Rin?
Orang yang berwajah sama persis seperti tn. Choi beralasan kalau dia kembali karena ada barang yang ketinggalan. Dan juga, Kang Bae adalah bodyguard barunya. Untungnya, direktur itu tidak curiga.
Saat masuk ke lift, mereka tidak tahu lantai berapa ruangan tn. Choi. Untung ada seorang staff di sana yang mengira tn. Choi memerintahkannya untuk menekan tombol lift, jadi tanpa curiga, staff itu menekan lantai ruangan tn. Choi.


Kang Bae dan pria itu berhasil masuk ke ruangan tn. Choi. Dan pria itu ternyata adalah Gwi. Begitu berhasil menyusup, Gwi segera kembali ke wajah aslinya karena menyamar menjadi orang lain menguras banyak energinya.
“Apa Weol Ju belum mengabari?” tanya Gwi.
“Ya, belum. Apa ada masalah?” khawatir Kang Bae.
--
tn. Choi sudah meminum habis ssanggapju dan Weol Ju tidak ada di sampingnya lagi. Yeo Rin juga mendadak masuk dan melapor kalau ada orang mencurigakan masuk ke hotel dan sepertinya mengincar daftar VIP mereka. tn. Choi langsung panik dan bergegas kembali ke Hotel.

Begitu masuk ke ruangannya, ruangannya sudah obrak abrik berantakan. tn. Choi begitu panik dan segera memanjat ke atas kursi, mengambil sebuah buku tebal yang ada di rak lemari atas. Di dalam buku itu, ada lubang yang di buat dan di letakkan flashdisk.
Weol Ju sudah ada di sampingnya dengan penampilan seperti Yeo Rin, menyodorkan tablet untuk tn. Choi memeriksa isi flasdisk. Tanpa curiga, tn. Choi menerima tablet tersebut.
Tapi, belum di colokkan, tiba-tiba saja terjadi gempa dan lampu berkedap kedip.
“Astaga! Siapa yang membangunkan dia?” teriak Weol Ju, penuh amarah dan keluar dari mimpi tn. Choi. 
Dan ternyata yang membangunkan adalah Yeo Rin. Weol Ju memarahi Yeo Rin karna sudah mencoba membangunkan tn. Choi yang sedang tidur. Yeo Rin tidak takut padanya dan malah curiga kalau Weol Ju sudah melakukan sesuatu pada makanan tn. Choi.
“Ada masalah? Dia juga mempermainkan pekerjaan dan hidup orang lain,” ujar Weol Ju, tidak peduli.

Yeo Rin juga tidak peduli dan terus berusaha membangunkan tn. Choi. Saat Weol Ju hendak menyerangnya, Yeo Rin langsung melawan. Weol Ju ternyata tidak lemah, dia malah bersemangat karena sudah lama tidak ada lawan.
Tapi kesenangan Weol Ju harus tertunda karna tn. Choi sudah kebangun. Weol Ju segera kabur keluar sambil menelpon Kang Bae. Dia memberitahu kalau data VIP ada di dalam flashdisk yang di sembunyikan di buku, tapi dia tidak sempat melihat judul bukunya. tn. Choi juga sudah bangun, jadi mereka harus bergegas.
--
Kang Bae dan Gwi membongkar semua buku yang ada di ruangan, tapi belum juga menemukannya.
Sementara itu, Yeo Rin dan tn. Choi sudah kembali ke hotel. Diretkur yang tadi menyambut, heran melihat tn. Choi datang padahal tadi baru saja datang. tn. Choi tidak mengerti ucapannya dan menyuruhnya untuk mengirim security ke atas.
Kang Bae dan Gwi masih terus mencari flashdisk. Dan akhirnya, mereka menemukannya. Tapi, di saat yang sama, tn. Choi dan para security juga tiba.
Begitu mereka masuk, Gwi mengangkat tangan dan berkata kalau sudah salah masuk ruangan. Mana ada yang percaya sama ucapannya. Tapi, walau begitu, Gwi tetap saja bisa mengalahkan semua security dan kabur. Semua langsung mengejarnya.

Yang paling terakhir keluar adalah Yeo Rin. Dia sudah mau mengejar Gwi, tapi tanpa sengaja, dia melihat pantulan Kang Bae di cermin lemari. Kang Bae ada di balik pintu. Yeo Rin langsung berpura-pura keluar ruangan sambil menggerutu. Setelah Yeo Rin pergi, Kang Bae menghela nafas lega dan menatap flasdisk yang ada di tangannya.
Kelegaan tidak berlangsung lama karna Yeo Ri masuk lagi dan menangkap basah Kang Bae. Kang Bae tidak mau menyerah semudah itu dan berusaha kabur. Tapi, Yeo Rin yang ahli bela diri dengan mudah menangkap Kang Bae. Kang Bae tidak kehilangan akal, dia menarik tangan Yeo Rin dan memnbuatnya terjatuh ke pelukannya.
Kemudian, Kang Bae menyuruh Yeo Rin bercerita kalau ada masalah. Anehnya, Yeo Rin tidak merasakan apapun terhadap sentuhan Kang Bae dan malah mengiranya orang mesum. Kang Bae jelas bingung karena Yeo Rin tidak menceritakan apapun dan malah tetap menyerangnya. Yeo Rin bahkan berhasil mengambil flashdisk Kang Bae.
“Hei. Kau tahu apa isi diska lepas itu? Itu bukti bahwa Pimpinan Choi merekrut karyawan baru lewat permintaan. Semua karyawan baru tahun ini masuk karena nepotisme. Kami ingin membeberkan itu. Kami sedang melakukan hal baik,” mohon Kang Bae.
“Tugasku... melindungi diri dan milik klien yang membayarku,” tegas Yeo Rin.
“Dengan uang, apa kita berhak merusak hidup orang? Kau juga mau merusak hidup orang dengan melindungi klienmu? Ada orang yang lulus dengan nilai bagus, dapat nilai sempurna pada ujian tertulis, dan punya banyak sertifikat keahlian, tapi tetap gagal,” ujar Kang Bae, mulai meluapkan emosinya.
Ucapan Kang Bae, membuat Yeo Rin teringat akan Byeong Jae.
“Dia tertipu oleh pimpinan itu, dan usahanya menjadi sia-sia. Orang yang dia cintai juga pergi. Apa  tugasmu membiarkan dia terus merusak hidup orang lain? Apa tugasmu melindungi orang yang akan terus merusak hidup ratusan hingga ribuan orang?” teriak Kang Bae. “Kita bisa menangkap dia dengan itu. Tolong kami.”

Yeo Rin menghela nafas panjang. Setelah berpikir beberapa saat, dia akhirnya melepaskan Kang Bae dan bahkan mengembalikan flashdisk kembali. “Belok kiri dan jalan terus. Tangga staf ada di sana. Kau bisa keluar lewat sana,” beritahu Yeo Rin dan menyerahkan kartu identitasnya.
Kang Bae terkejut dan benar-benar berterimakasih padanya.
--
Kang Bae berhasil keluar dan sudah ada Weol Ju serta Gwi yang menunggu dengan mobil. Mereka berhasil kabur dari kejaran security.
--
Isi dari flashdisk itu sudah tersebar dan menjadi headline di media manapun.

Karena kejadian itu, tn. Choi mengundang 3 orang petinggi untuk membahas masalah ini. tn. Byun marah-marah karena takut kalau masalah ini akan mempengaruhi pemilihannya. tn. Choi jadi kesal dan mengingatkan mereka yang saat butuh bantuannya, bicara dengan sangat manis dan bilang kalau mereka adalah keluarga. Jadi, di saat seperti ini, mereka juga harus bekerja sama dan menyelesaikan masalah ini.
tn. Choi meminta bantuan Jaksa yang ada di sana. Dan Jaksa itu dengan senang hati membantu karna hotel Sangil adalah perusahaan tempat cucunya bekerja. Dia segera menelpon bawahannya dan memerintahkan untuk menghentikan kasus korupsi dan nepotisme Hotel Sangil. Bilang saja kalau semua adalah ide jahat seseorang yang gagal di terima tahun ini.


Mereka mengira masalah sudah selesai, padahal sebenarnya, ada sebuah kamera pengintai yang di pasang di sana. Dan kamera itu di pasang oleh Gwi yang menggunakan kekuatannya untuk menyamar menjadi pelayan wanita yang mengantarkan minuman ke kamar hotel tersebut.
Isi dari rekaman tersebut langsung di kirimkan oleh Kang Bae ke stasiun tv dengan identitas anonim.

tn. Choi dan koleganya sedang minum dengan bahagia mengira masalah sudah selesai. Hingga seorang staff masuk dan menyampaikan berita yang sekarang sedang di siarkan. Berita itu menunjukkan video tn. Choi bersama semuanya bahkan saat jaksa memerintahkan menutup kasus. Habis sudah!
--
Byeong Jae berada di kamar sewa-nya melihat berita yang tersebar.
Dengan video ini, Choi Kang-hyun tak bisa berkelit lagi atas tuduhan nepotisme dan korupsi. Choi Kang-hyun dan para pejabat lain langsung ditangkap, dan surat penahanannya akan segera keluar.
Di saat sedang melihat berita, Byeong Jae mendapat telepon dari nomor tidak di kenal.
“Kami dari tim audit Hotel Sangil. Kau Park Byeong-jae?”
“Benar, itu aku. Ada apa?”
“Kami meminta maaf atas perlakuan tak adil dalam proses rekrutmen tahun ini. Kami melihat kau tak diterima meski mendapat nilai tertinggi. Setelah berdiskusi, kami sepakat untuk menerimamu tanpa syarat tambahan.”
Jelas, ini berita membahagiakan bagi Byeon Jae.
--


Berita itu membuat Byeong Jae akhirnya berani kembali berpacaran dengan Yu Mi. Dia bahkan membawa Yu Mi pergi ke restoran terkenal itu dan menikmati tumis gurita. Dia tampak sangat bahagia.

Weol Ju dkk melihat hal tersebut dari luar restoran. Weol Ju menggerutu kesal karena sudah bersusah payah membuat Byeong Jae mendapat kerja, tapi Byeong Jae malah makan di tempat lain. Tidak tahu berterimakasih.
“Biarkan saja. Ini restoran penuh kenangan untuk mereka. Tapi aku iri dengannya. Meski berpegangan tangan tanpa bicara apa pun, mereka saling memahami,” komentar Kang Bae.
“Kenapa iri? Kau juga bisa pegang semua orang dan mereka akan cerita kepadamu,” ujar Kang Bae.
“Bukan itu intinya. Dia ingin berpegangan tangan dengan seorang wanita,” ujar Weol Ju.
“Begitu rupanya.”
“Tidak. Bukan itu. Inti ucapanku, punya seseorang yang mengerti kita tanpa banyak bicara! Semua orang yang kupegang berbicara tanpa henti. Tapi aku bisa sembuh bila membantu tujuh orang lagi. Benar, Nn. Weol-ju?” semangat Kang Bae, tidak sabar.
Weol Ju membenarkan. Gwi juga menyuruh Kang Bae untuk memegang tangannya saja. Weol Ju tersenyum tipis melihat tingkah Gwi dan Kang Bae yang menggemaskan.
“Saat mengikuti perlombaan, kita bisa menjadi juara satu, dua, atau terakhir. Tapi kita semua memulai dari titik yang sama. Akibat orang yang memakai uang dan kekuasaan di titik awal, kau menjadi kesulitan. Walau kau pikir berhasil karena sudah bekerja, ini baru titik permulaan hidupmu. Semoga kau bisa bertahan di medan perang kehidupan. Semoga kau dan pacarmu bisa saling menguatkan...,” ini yang Weol Ju pikirkan saat melihat Byeong Jae dan Yu Mi.
--

Weol Ju dkk akhirnya kembali ke kedai mistis dan bersiap membuka kedai. Di saat memakai celemek, Kang Bae menemukan tag name Yeo Rin di saku belakang celananya. Dia baru sadar belum mengembalikan tag name itu. Dan dia kemudian menceritakan hal aneh yang terjadi, saat bersentuhan dengan Yeo Rin, tidak terjadi reaksi apapun. Padahal mereka bersentuhan sangat banyak.

“Pokoknya, dia orang pertama yang tak bereaksi.”
“Mungkin tak punya masalah? Atau dia tak ingin cerita apa pun,” komentar Weol Ju.
“Begitukah?” gumam Kang Bae, jadi ragu.
--

Yang di bicarakan sedang minum bir bersama temannya. Yeo Ri sedang stress karna di pecat. Ternyata, aksinya membebaskan Kang Bae itu terekam oleh kamera CCTV. Dan walau temannya bilang mencari tempat lain, itu jelas tidak mungkin. Karna dia adalah pengawal yang membuat klien-nya masuk penjara, jadi dia sudah masuk daftar hitam bisnis keamanan. Tidak ada lagi tempatnya untuk bekerja.
Yeo Rin benar-benar kesal dengan Kang Bae. Tapi, teman Yeo Rin malah penasaran dengan sosok Kang Bae. Apakah dia tampan?
“Pria itu terlihat lemah dan mirip wanita. Dia bukan tipe idamanku. Jauh sekali.”
“Kau belum pernah berpacaran, 'kan? Mungkin kau tak tahu tipemu sendiri.”
“Kau minta dipukul, ya? Bukankah kita bertemu untuk menghiburku?”
“Maaf. Tapi aku tetap bangga kepadamu. Berkat kau, banyak orang terselamatkan.”
“Hidupku sendiri rusak karena menolong orang lain. Seumur hidup, aku hanya berolahraga dan bela diri. Bisa bekerja apa selain menjadi pengawal? Susah mencari pekerjaan lain,” ujar Yeo Rin.
--

Swalayan Kapeul,
Kang Bae sedang mendapat masalah. Ada seorang pelanggan yang hendak mengembalikan barang dan minta penggantian uang, tapi dia tidak bisa menunjukkan kwitansi pembelian barang tersebut. Kang Bae berusaha bersikap baik, tapi pria itu malah hendak memukul Kang Bae.
Dan sebelum pria itu memukul, sudah ada tangan yang menahan tangan pria tersebut. Dna itu adalah Yeo Rin.

-===-
Sorry, sinopsis nya telat. Soalnya lupa kalau drama ini tayangnya hari rabu kamis dan videonya keluar hari kamis jumat. Dan juga, sinopsis di tulis di sela waktu luang 😊 thank u.
Sinopsis episode 04, di usahakan besok sudah bisa post ya. 

Nb : tulisan yang warna blue itu artinya di Dunia Mimpi ya :)

1 comment: