Sinopsis K- Drama : Tale of the Nine Tailed Episode 13 part 2

 


Original Network : tvN

Ketika Lee Yeon terbangun, dia menemukan surat yang Ji A tinggalkan diatas meja. Dan lalu dia turun menemui Ji A yang menunggu di tepi laut.

Ji A : Aku menulis ini sembari melihatmu tidur. Aku memutuskan untuk kembali ke Seoul. Kesimpulan yang kubuat setelah bermalam di sini adalah ini.”



Sejauh apa pun kita berlari, kita tidak bisa melarikan diri. Aku dipantai. Mari berjalan-jalan bersama. Mari berjalan ke ujung pantai dan kembali bersama.”



“Aku kecil dan tidak berdaya. Beban takdirku terlalu berat untuk dipikul. Aku merasa akan tenggelam di dasar laut itu. Tapi Yeon, kamu mendorongku ke atas seperti pelampung. Kamu membuatku mengapung. Kamu memastikan aku tidak tenggelam.”

Lee Yeon : “Aku bersumpah akan memberinya hadiah kehidupan yang menjemukan dan hangat yang dijalani orang biasa, tapi di tepi pantai, beginilah jawabannya. "Tidak sendirian." Dia ingin mati bersama dan hidup bersama."

“Namun, tampaknya itu janji yang tidak bisa kutepati.”

Soo Ho mengintip dan menguping pembicaraan antara Yoo Ri dan Imoogi.

Yoo Ri meminta Imoogi untuk menyelamatkan Lee Rang, dan sebagai bayarannya dia akan memberikan nyawanya. Mendengar itu, Imoogi merasa sangat tertarik. Dan Yoo Ri kemudian mengucapkan kata perpisahan kepada Lee Rang.

Pak Lee, aku tidak akan menemanimu lagi, tapi semoga kamu panjang umur. Jangan lupa makan dan naikkan berat badanmu. Berhentilah mengejar kakakmu. Secercah saja. Kuharap kamu menemukan secercah kebahagiaan,” kata Yoo Ri, berharap sangat tulus.




Setelah itu, Yoo Ri menutup matanya dan mengizinkan Imoogi untuk membunuhnya. Tapi Imoogi hanya menakuti- nakuti Yoo Ri saja dan tidak membunuhnya. Sebab dia ingin Yoo Ri ikut dengannya.



Lalu Imoogi meletakkan satu buah ceplukan diatas tubuh Lee Rang. “Saat Imoogi di dalam tubuhnya memanggilmu, kamu akan menjadi serdaduku.”


Setelah mengatakan itu, Imoogi berniat untuk pergi, tapi dia berhenti, karena dia menyadari keberadaan Soo Ho yang sedang bersembunyi didalam lemari sambil menutup mulutnya.

“Tinggal di tempat seperti itu terlalu lama dan kegelapan akan menelanmu secara utuh,” kata Imoogi. Lalu dia pergi.


Pri Rang pergi ke kantor polisi dan menyerahkan dirinya. Dia mengakui bahwa dialah yang telah membunuh Mumi yang ditemukan, juga ada empat orang lagi. Mendengar pengakuan itu, Detektif Baek sangat terkejut.

“Apa motif Anda? Untuk apa kepala stasiun penyiaran…” tanya Detektif Baek.

“Aku hanya ingin berumur panjang. Jika pernah berada di posisiku, Anda akan membuat pilihan yang sama,” jawab Pria Rang.

Ji A pulang ke rumahnya. Karena dia ingin mengingat wajah kedua orang tuanya dibenaknya dengan benar. Dan dia meminta Lee Yeon untuk jangan khawatir, karena sisiknya hanya akan muncul saat dia merasa terancam atau berdarah. Dan Lee Yeon mengerti.

“Mungkin tidak lama lagi aku akan kehilangan diriku sepenuhnya,” gumam Ji A dengan sedih.



Dengan perhatian, Lee Yeon menarik Ji A ke dalam pelukannya. Lalu setelah itu, dia menjelaskan bahwa dia akan pergi menemui Hye Ja. Jadi Ji A nanti harus membawa rekan Kim dan rekan Pyo ke rumahnya.

Soo Ho menangis dengan keras. Dan lalu Lee Rang terbangun. “Yoo Ri... Di mana Yoo Ri?” tanyanya langsung, ketika dia terbangun.

“Dia pergi dengan pria menakutkan itu. Dia tidak akan pernah kembali,” jawab Soo Ho sambil lanjut menangis.


Lee Yeon menemui Hye Ja, dan menanyai tentang peramal yang telah mengambil manik rubahnya. Dan Hye Ja menjawab bahwa tampaknya peramal itu bukanlah roh rendahan. Menurut rumor, peramal itu adalah salah satu hakim akhirat yang terkadang suka meninggalkan posnya.

“Itu menarik. Beri tahu aku jika kamu mendapati sesuatu tentang dia,” kata Lee Yeon dengan sikap tenang.

Ji A membelikan banyak hadiah pakaian baru untuk Ayah Nam dan Ibu Nam. Dan menerima itu, kedua orang tua Ji A merasa sangat senang.


Melihat kesenangan mereka, Ji A juga merasa senang. Namun dengan gugup, dia berusaha menutupi sisik ditangannya, supaya mereka berdua tidak melihat.


Yoo Ri bekerja menjadi supir Imoogi. Dan dalam perjalanan, dia meminta Imoogi untuk memberikannya waktu 5 menit saja.

Shin Joo merasa sangat senang, ketika melihat Yoo Ri datang ke tempatnya. Dan sebelum dia sempat berbicara banyak, Yoo Ri tiba- tiba mencium bibirnya. Sesudah itu, Shin Joo tersenyum seperti orang  yang sedang dimabuk cinta.


“Ini salam perpisahanku. Kita putus,” jelas Yoo Ri. Dan senyum Shin Joo langsung menghilang. “Shin Joo, kamu baru dicampakkan. Jadi, jangan menungguku lagi dan jangan mencariku,” tegasnya.

“Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Shin Joo, bingung.

“Tidak, aku hanya bosan denganmu. Aku mudah bosan,” balas Yoo Ri.

Shin Joo tidak percaya dengan alasan Yoo Ri, sebab meskipun Yoo Ri bersikap dingin, tapi Yoo Ri adalah orang yang paling baik hati. Dan dia sangat mengenal Yoo Ri.


“Hentikan sikap baikmu,” bentak Yoo Ri, sengaja bersikap kasar dan kejam. “Aku benci caramu merendahkanku tentang membutuhkan teman dan keluarga. Penampilan lusuhmu dan senyum yang terus tersungging itu? Aku membenci semuanya,” jelasnya, beralasan.

“Aku tidak akan merendahkanmu. Aku akan membeli dan memakai apa pun yang kamu minta. Aku tidak akan tersenyum jika kamu tidak mau,” pinta Shin Joo, berjanji.


“Bisakah kamu berhenti?” teriak Yoo Ri, emosi. “Aku membencimu, mengerti? Aku tidak menyukaimu!” teriaknya. Dan Shin Joo tetap tidak percaya.

Saat Yoo Ri berbalik dan berjalan pergi, Shin Joo langsung memeluknya dari belakang. Dia memohon supaya mereka tidak putus dan dia ingin Yoo Ri menarik perkataan barusan, jika tidak, dia tidak akan melepaskan Yoo Ri. Juga dia meminta maaf, jika dia ada perbuat salah. Dia mengatakan itu sambil mulai menangis dengan sedih.

Dengan mengeraskan hatinya, Yoo Ri menepis tangan Shin Joo. Dan pergi.


Shin Joo mengejar Yoo Ri keluar. Dan Yoo Ri menyuruh Shin Joo untuk jangan mengikutinya. Tapi Shin Joo tetap saja keras kepala dan mengikutinya.

“Bisakah kamu menghilang dari hidupku?” kata Yoo Ri, sengaja perkataan kejam. Dan mendengar itu, Shin Joo pun berhenti mengikuti Yoo Ri.

Didalam mobil. Imoogi memperhatikan itu dengan tertarik.

Shin Joo menangis dan menghabiskan banyak tissue ditempat Lee Yeon. Lalu dia menceritakan tentang alasan yang Yoo Ri katakan. Dan Lee Yeon berkomentar bahwa dia kurang lebih memahami maksud Yoo Ri. Mendengar itu, Shin Joo kembali menangis lagi. Dan Lee Yeon pun langsung mengubah sikapnya.


“Pencuri ceplukan itu benar-benar berengsek. Kenapa dia tega mempermainkan hatimu seperti ini?” kata Lee Yeon dengan niat untuk menunjukkan sikap bahwa dia berpihak kepada Shin Joo.

“Jangan menjelek-jelekkan Yoo Ri!” bentak Shin Joo. Dan Lee Yeon pun langsung diam. “Dia cinta pertama dan terakhirku. Aku bahkan berniat melamarnya. Kemarin, aku pergi ke Jongno dan membelikannya cincin emas. Tapi sulit kupercaya…,” katanya, bercerita.

“Pasti ada alasan kenapa dia tiba-tiba mencampakkanmu,” hibur Lee Yeon.


Tepat disaat itu, Lee Rang datang. Dia yakin bahwa ini karena Imoogi, sebab Imoogi membawa Yoo Ri. Mendengar itu, Lee Yeon tidak peduli, dia lebih peduli karena Lee Rang sudah sadar. Dan dia langsung memeluk Lee Rang dengan senang, kemudian dia bertanya bagaimana caranya Lee Rang bisa siuman.

“Apa maksudmu Imoogi membawanya?” tanya Shin Joo, lebih peduli pada perkataan Lee Rang tentang Imoogi.

“Dia menyelamatkan nyawaku dan pergi bersamanya sebagai balasannya. Soo Ho melihat mereka pergi bersama,” jawab Lee Rang, menjelaskan.


Dengan panik, Shin Joo langsung ingin pergi untuk menyelamatkan Yoo Ri. Tapi Lee Yeon menahannya. Dan Lee Rang memukul perutnya dengan kuat, dia merasa Shin Joo begitu bodoh dan gegabah. Mendengar itu, Shin Joo tidak bisa merespon, karena perutnya sangat sakit sekali.



Dengan perhatian, Lee Yeon menenangkan Shin Joo. “Aku menjanjikan ini padamu. Aku akan menyelamatkan pacarmu dan membawanya kembali.”

“Aku akan membunuh Imoogi,” kata Shin Joo, bertekad kuat.

“Serahkan itu padaku. Dia mencoba membunuhku dua kali,” balas Lee Rang.


Shin Joo kemudian teringat akan Soo Ho, dan bertanya dimana Soo Ho. Dan Lee Rang menjawab dirumah. Mengetahui itu, Shin Joo langsung menegur Lee Rang, karena Lee Rang tidak boleh meninggalkan anak kecil di rumah sendirian.

“Dia tidak akan meninggalkan rumah sekalipun kamu menyeretnya,” kata Lee Rang sambil tersenyum percaya diri.

Dirumah. Soo Ho sibuk bermain- main dengan mainan barunya.


Ji A datang membawa rekan Kim dan rekan Pyo. Dan Lee Yeon memperkenalkan kepada Lee Rang bahwa mereka berdua adalah pekerja paruh waktunya.



Rekan Kim memuji ketampanan Lee Rang, dan dia yakin bahwa Lee Rang pasti bukanlah manusia. Dan lalu rekan Pyo menyimpulkan, ada tiga manusia dan dua rubah. Lalu dia bertanya, bagaimana dengan Shin Joo.

“Ada tiga manusia dan tiga rubah,” jawab Shin Joo dengan canggung. Dan rekan Pyo serta rekan Kim merasa terkejut, karena tidak menyangka.



Karena semuanya sudah saling memperkenalkan diri, rencana pun siap untuk dibahas. Tapi sebelum dimulai, Lee Rang menanyai, kenapa Ji A masih ada disini. Dan Ji A menjawab bahwa ini karena dia lebih sering menghadapi Imoogi dibandingkan Lee Rang.

“Kamu juga punya satu di dalam tubuhmu,” kata Lee Rang, mengingatkan Ji A tentang fakta. “Jangan libatkan dia. Bagaimana jika dia mendengarnya dari tubuhnya?” keluhnya kepada Lee Yeon.

“Tidak, kita membutuhkan dia untuk ini. Siapa pun yang tidak setuju boleh pergi,” tegas Lee Yeon.


Lee Yeon menjelaskan kepada semuanya bahwa Imoogi ada dua, dan Imoogi ada menyandera seseorang. Jadi untuk menghentikannya, mereka harus menangkap keduanya. Lalu Ji A menjelaskan bahwa yang lebih buruk adalah roh utama dari Imoogi berada didalam tubuhnya.


“Hei, Teman Imoogi. Kenapa kamu tidak bunuh diri dan mempermudah ini untuk kami?” tanya Lee Rang, menyarankan.

“Seharusnya kamu berbaring di ranjang saja. Hidup sebagai Putri Tidur jauh lebih cocok untukmu,” balas Ji A, kesal.


Lee Yeon menengahi Lee Rang dan Ji A. Dia memberitahu semuanya bahwa Imoogi bisa memanipulasi pikiran orang, dan hanya dirinya serta Ji A yang dibebaskan dari kekuatannya itu. Oleh karena itu, dia menyarankan mereka untuk jangan melawan Imoogi secara satu lawan satu, jika bertemu, mereka harus memanggil bantuan.

“Apa sebenarnya yang diinginkan Terry dengan melakukan semua ini?” tanya rekan Kim, ingin tahu.

“Dia memberitahuku bahwa dia akan membunuh semua orang. Lalu… Tidak lama kemudian, virus akan menyebar. Tidak akan ada yang bahagia lagi,” jawab Ji A.


Lee Rang sibuk bermain game, karena dia malas mendengarkan Ji A. Melihat itu, Ji A merasa keasl. Dan Shin Joo pun meminta Lee Rang untuk berhenti bermain game sebentar. Tapi Lee Rang menolak dan menjawab bahwa dia masih mendengarkan, jadi langsung ke intinya saja.

“Sampai sekarang, aku khawatir Ji A akan terluka. Jadi, aku terus mencoba melawan Imoogi yang kita kenal,” kata Lee Yeon, menjelaskan. “Tapi sekarang, kita akan mengubah target kita.”

“Bagaimana kamu akan membunuh apa yang ada di dalam tubuhnya?” tanya Lee Rang. Dan Ji A yakin, Lee Yeon pasti sudah punya caranya.


Hye Ja membawa pulang sebuah kotak yang dibungkus dengan kain merah. Dengan waspada dia memperhatikan keadaan disekelilingnya, lalu dia masuk ke dalam restorannya.

Post a Comment

Previous Post Next Post