Sinopsis K- Drama : Tale of the Nine Tailed Episode 10 part 2

 

Original Network : tvN

Saat Lee Rang keluar dari rumah Pria Rang. Seseorang memperhatikannya dari jauh.


Direstoran. Ji A menceritakan semuanya kepada rekan Pyo dan rekan Kim mengenai Lee Yeon. Lalu dia memberitahu bahwa mereka berdua mungkin  bisa berada dalam bahaya, karena mereka berdua adalah orang yang paling dekat dengan dirinya, baik di kehidupan lampau dan di kehidupan ini. Mendengar itu, rekan Pyo dan rekan Kim tidak percaya dan menganggap bahwa Ji A sedang berbicara omong kosong saja.


Untuk membuktikkan kepada mereka berdua, Ji A memberikan kaca mata Alis Macan kepada mereka. Dia menyuruh mereka untuk memakai itu sambil bercermin. Dan rekan Pyo pun mencobanya.

Flash back

Tengah malam. Kasim Pyo dan Dayang Kim membawa A Eum menjauhi istana secara diam- diam. Mereka berdua berjanji kepada A Eum bahwa mereka akan menjaga A Eum tetap aman.


Sejak saat itu mereka bertiga pun tinggal jauh dari Istana. Dan A Eum menyuruh Dayang Kim untuk menambahkan satu meja lagi saat waktu makan. Karena sekarang mereka tidak berada diistana, yang berarti tidak ada yang akan mengawasi mereka. Jadi tidak apa- apa untuk makan bertiga di satu meja yang sama.

“Itu tidak masuk akal…” kata Dayang Kim, ingin menolak.

“Turuti perintah, atau aku tidak akan makan,” balas A Eum dengan tegas.

A Eum kemudian ingin pergi berjalan- jalan. Dan Kasim Pyo mengingatkan A Eum untuk jangan sampai mendekati hutan di Utara, karena menurut rumor, ada rubah berusia 1.000 tahun yang tinggal disana.

“Rubah?” gumam A Eum, merasa tertarik.



Hari- hari terus berlalu. A Eum menikmati waktu bahagia bersama dengan Kasim Kim dan Dayang Pyo yang menemani nya setiap hari. Sampai akhirnya diapun tumbuh dewasa.

Flash back end


Melihat kehidupan lampau mereka, rekan Kim dan rekan Pyo sama sekali tidak bisa berkata- kata. Karena mereka masih merasa kalau ini tidak nyata. Dan lalu mereka menanyai, kenapa Ji A menunjukkan ini.

“Monster yang mengejarku jauh lebih dekat dengan kita dari dugaan kita. Itu mungkin seseorang yang kita kenal. Aku ingin melindungi kalian sama seperti kalian melindungiku di kehidupan lampau kita,” jawab Ji A.

“Bagaimana dengan pacarmu?” tanya rekan Pyo, penasaran.


Mendengar pertanyaan itu, Ji A tersenyum, lalu dia memanggil Lee Yeon untuk masuk. Dan Lee Yeon langsung datang serta menyapa rekan Kim serta rekan Pyo dengan santai. “Halo. Ini pasti kali pertama kalian bertemu rubah berekor sembilan,” sapanya. “Ada apa? Kalian tidak memercayaiku?”

Dalam perjalanan pulang. Ji A menjelaskan bahwa dia sudah menduga, kalau kisah mereka ini akan sulit dipercaya. Dan Lee Yeon mengerti. Jadi bila Ji A ingin menghapus ingatan rekan Kim dan rekan Pyo, maka dia siap untuk membantu. Dan Ji A langsung mengalihkan pembicaraan, dia menanyai, apakah Lee Yeon sudah bertemu dengan Lee Rang.


“Tidak, kurasa Imoogi menemuinya lebih awal dariku,” kata Lee Yeon. “Dia menggunakan Roh Kegelapan untuk mengawasi kita, jadi, dia mungkin tahu Rang akan menjadi bom waktu begitu dia mulai goyah.”

“Aku berharap kita bisa menemukan petunjuk,” balas Ji A, berharap.

“Jangan terlalu kecewa. Aku sudah menduga ini akan terjadi. Jadi, aku menyiapkan rencana cadangan,” kata Lee Yeon dengan percaya diri.


Shin Joo berdiri didepan rumah Pria Rang. Ternyata dia adalah orang yang mengikuti dan mengawasi Lee Rang barusan.

Ketika Lee Rang pulang, dia merasa sangat tidak bersemangat. Dan saat Yoo Ri menanyai, apakah dia sudah memakan buah ceplukan. Dia menyuruh Yoo Ri untuk jangan menganggu nya.

“Yeon datang dan meninggalkannya untukmu,” kata Yoo Ri, memberitahu. Dan lalu diapun pergi.


Lee Rang menatap bunga azarea yang diberikan oleh Lee Yeon. Dia memetik satu petal dan memakannya. Lalu dia mulai menangis dengan sedih.


Seorang mayat yang sudah mengering di temukan tertanam di dalam tembok batu bata. 


Pria Rang menelpon Team Leader Choi dan memberitahu bahwa besok seseorang akan datang menemui Team Leader Choi. Dan dia ingin Team Leader Choi untuk membantu orang tersebut.

Lee Yeon mengelus kepala Ji A yang sudah tidur. Lalu setelah itu, dia keluar dari kamar.

“Bagaimana dengan Nona Nam? Dia tidak mau ayam goreng?” tanya Shin Joo.

“Tidak, dia pasti lelah. Dia tertidur,” jawab Lee Yeon.

“Kamu mengizinkannya tinggal di sini untuk sementara?” tanya Shin Joo.

“Ya, tempat ini lebih aman sebagai markas,” jawab Lee Yeon, membenarkan.

Shin Joo kemudian menceritakan tentang hasil pengintaian nya. Dia melihat Lee Rang bertemu dengan seseorang. Tapi dia tidak melihat Imoogi. Dan dia menebak, pria yang ditemui Lee Rang adalah pria dengan cap kriminal di dahinya. Setelah menjelaskan itu, Shin Joo memberikan paha ayam kepada Lee Yeon.


“Kenapa kamu selalu memberiku paha ayam?” tanya Lee Yeon, penasaran.

“Karena itu paha ayam,” jawab Shin Joo, singkat. Lalu dia mulai makan juga.

Lee Yeon tiba- tiba teringat akan Taluipa. Dia tahu kalau Taluipa bukanlah orang yang memberi apa- apa secara gratis. Dan dia ingin tahu, apa yang Shin Joo berikan kepada Taluipa.


“Aku menandatangani kontrak budak. Aku berjanji akan mengayuh perahu di Sungai Samdo. Aku akan bertugas membawa orang mati ke Dunia Bawah. Tampaknya, mereka kekurangan orang karena semua menua,” jawab Shin Joo, memberitahu.

“Tapi kamu mabuk laut,” keluh Lee Yeon.

“Aku akan bekerja di sana setelah aku mati. Aku yakin tidak akan mabuk laut begitu mati,” jawab Shin Joo dengan santai.

“Kamu tetap mabuk laut,” tegas Lee Yeon. Dan Shin Joo langsung terdiam.

Lee Yeon kemudian menjelaskan bahwa dia akan membantu Shin Joo. Dia akan menyuap manajemen diatas dan memindahkan Shin Joo ke bagian administrasi. Mengetahui itu, Shin Joo tertawa dan berterima kasih. Namun hidup nya masih lama.

“Kamu harus menjalin hubungan dengan pencuri kalung itu sebelum mati,” kata Lee Yeon, menyarankan. “Ya, dia orang yang cukup baik,” katanya. Mendengar itu, Shin Joo merasa sangat senang.


Pagi hari. Pria Rang terkejut saat melihat Lee Yeon ada didalam ruang tamunya. Dan dia juga merasa agak takut.

Sebelum rekan Kim dan rekan Pyo sempat membahas pembicaraan mereka bertiga kemarin, Team Leader Choi tiba- tiba datang dan memanggil mereka untuk ikut bersama nya.


Team Leader Choi memperkenalkan Imoogi yang mulai hari ini menjadi anak magang baru ditempat mereka. Dan melihat dia, Ji A merasa ada yang aneh. Jadi Ji A terus menatap Imoogi.



“Bagaimana kamu menemukan tempat ini?” tanya Pria Rang dengan gugup.

“Itu rahasia bisnis. Kamu tidak perlu tahu itu,” balas Lee Yeon dengan sikap santai.

Lee Yeon kemudian menanyai, dimana Imoogi. Dan Pria Rang langsung menjawab tidak tahu. Lalu Lee Yeon menatap keluar jendela dan merasa bahwa hari ini adalah hari yang indah untuk menyiksa seseorang.



Imoogi menyamar menjadi pria bernama Terry, berusia 22 tahun. Mengetahui itu, Ji A menanyai, siapa yang membantu Imoogi untuk bisa magang di sini. Karena melihat betapa baiknya sikap Team Leader Choi kepada Imoogi. Mendengar itu, Team Leader Choi tertawa dengan canggung dan memperingatkan Ji A supaya jangan seperti ini.

“Dia bukan ayahku, tapi waliku adalah orang penting di industri ini,” kata Imoogi, menjawab pertanyaan Ji A. Dan Ji A menyukai kejujuran nya itu. Lalu Ji A mengulurkan tangan dan memperkenalkan dirinya. Dan Imoogi menyalami tangan Ji A sambil tersenyum senang.

“Omong-omong, pernahkah kita bertemu?” tanya Ji A, karena dia masih merasa ada sesuatu yang janggal.

“Entahlah,” jawab Imoogi, singkat.




Imoogi kemudian mencoba untuk membaca pikiran Ji A, tapi dia tidak bisa, dan dia merasa sangat heran. Lalu dia mencoba membaca pikiran rekan Pyo, rekan Kim, dan Leader Choi.

Rekan Pyo : “Dia mungkin pemagang, tapi dia seperti bos kita.”

Rekan Kim : “Sulit dipercaya. Aku tidak percaya pria bisa setampan itu.”

Team Leader Choi : “Jika mendapat perhatian dari presdir kali ini, aku akan menjadi direktur stasiun termuda.”


Mendengar pikiran mereka bertiga, Imoogi merasa lega. Karena itu berarti kemampuannya masih bisa bekerja. Hanya saja dia memang tidak bisa mendengar pikiran Ji A. Dan dia merasa tertarik dengan hal itu.


“Dia akhirnya mulai beraksi. Satu-satunya cara menghentikan malapetaka …” gumam Taluipa, lalu dia menghela nafas stress. “Apakah mengorbankan anak itu satu-satunya cara?”


Hyeonuiong datang sambil membawakan sebuket mawar untuk Taluipa. “Sayang. Kamu tahu ini hari jadi pernikahan kita. Kamu lupa lagi? Apa kamu mencintaiku?” katanya, berlatih cara berbicara yang baik. Tepat disaat itu, Taluipa membuka pintu dan mengejutkannya.

“Lihat waktunya. Kenapa kamu tidak menjawab telepon? Kenapa kamu belanja banyak menggunakan kartu kreditku?” tanya Taluipa, mengintrogasi Hyenouiong.


“Benar. Orang tidak berubah,” keluh Hyeonuiong didalam pikirannya. Tapi dimulutnya, dia berbicara lain. “Sayangku! Tebak apa yang kubawa!” katanya dengan manis.

“Tapi pertama, tebak apa yang ada di belakangku,” balas Taluipa dengan tegas.

“Entahlah,” jawab Hyenuoiong. Dan  Taluipa langsung memukuli perutnya.



“Aku melarangmu menyimpang dari tugasmu. Lihat tatanan rambut ini. Apakah Akhirat itu kelab?” tegur Taluipa dengan keras. Lalu dia masuk kembali ke dalam kantor.

Dengan sedih, Hyeonuiong menatap buket bunga yang di bawanya dan menghela nafas.

Flash back

Lee Yeon meminta Hyeonuiong untuk membantunya. Pertama bantulah dia untuk membuka hati Taluipa sedikit. Karena dia yakin, Taluipa pasti tahu caranya menyingkirkan Imoogi. Tapi itu mungkin harus melanggar hukum terlarang, jadi Taluipa tidak melakukan nya.

Flash back end

Mengingat permintaan Lee Yeon itu, Hyeonuiong menguatkan tekad nya.

Post a Comment

Previous Post Next Post